
Belum sempat mata itu menutup, raga Tania sudah berada di kamar Vanriel. Tengah malam raja itu meminta dirinya datang dan tak ingin memperpanjang masalah, ia segera kesana.
Dan benar saja, baru saja pintu terbuka terlihat Vanriel berdiri menatap jendela kamarnya yang berhadapan dengan terpaan angin.
"Kau menghadiri undangan ku Tania." Meskipun matanya melihat keluar tapi telinganya bekerja dengan baik.
"Seorang raja yang meminta, tentu ada hal yang penting."
"Kau mematuhi perintah seorang raja, kalau begitu aku minta kau tetap tinggal di istana, bisa?" Tania tersenyum kecil mendengar permintaan itu.
"Kalau itu tidak bisa."
"Kenapa? Aku kabulkan bebas dari pernikahan kita, tapi tinggallah disini.... Sebagai rakyat seperti yang lainnya."
"Seekor burung merak tidak bisa tinggal di dalam kurungan meskipun dibuat replika tempat tinggalnya, itu akan terasa sangat berbeda."
"Apa yang sebenarnya kau inginkan Tania?" Tania sedikit tersentak karena Vanriel yang dengan kecepatannya sudah berada dihadapannya.
"Mata ini dulu menatap ku dengan damba dan penuh cinta, kenapa semuanya berubah?"
__ADS_1
"Perasaan belum berumur satu tahun dan hanya beberapa bulan saja belum bisa dikatakan cinta raja. Kalau begitu, bagaimana perasaan raja sendiri dengan tuan putri Yuri? Apakah cinta atau sekedar memenuhi janji? Hubungan kalian berjalan cukup lama bukan? Bahkan sebelum kedatangan ku kesini."
Vanriel mengambil segelas minuman dan meneguknya dengan cepat lalu kembali mendekati Tania dengan tatapan berbeda.
"Apa perlu aku mengikat mu dengan cara lain?"
"Cara lain? Membuat ku hamil? Begitu? Kalau itu yang raja pikirkan... Maka aku semakin yakin bahwa itu hanyalah obsesi bukan cinta. Jika seorang pria mencintai seorang wanita, maka dia tidak akan melakukan pemaksaan untuk itu, dia tidak perlu menunjukkan kekuasaan, kekuatannya, rupanya atau hartanya untuk membuat wanita jatuh cinta padanya. Meksipun seorang nelayan, atau petani bahkan tidak memiliki apapun, maka jika cinta siapa yang tau? Cinta memberikan kebebasan untuk terbang bersama, bukan mengikat salah satunya dan terbang sendiri. Cinta bukan seperti itu, cinta menjaga satu sama lain, bukan mengurung hingga ia tidak bisa melihat dunia luar, selain dirinya."
"Apa kurangnya aku? Kau memiliki yang lain? Ada pria lain?" Tania menggeleng mendengar ucapan Vanriel yang mulai melantur kemana-mana.
"Tidak ada, hanya saja tidak ada cinta disana. Jangan berkata akan tumbuh seiring waktu, apalagi dengan kehadiran wanita yang seharusnya lebih layak mendapatkan nya. Dan cinta tidak pernah terkikis oleh waktu, tapi bertambah seiring waktu, tidakkah raja berpikir hubungan malam yang kalian lakukan mungkin menumbuhkan kehidupan baru, ia butuh pengakuan. Jika ada masalah di istana dan dilakukan sendiri oleh raja atau pihak istana maka jangan harap rakyat akan patuh dengan aturan." Tania menatap wajah yang berair mata itu meksipun tidak ada suara tangisnya.
"Tanyakan padanya, untuk siapa ia berdetak, siapa yang hinggap dan tinggal disana. Bukan sekedar singgah saja. Jika sudah mendapatkan jawaban nya maka katakan padaku besok." Tania segera pergi tanpa menunggu raja itu kembali bicara dan manik itu hanya menatap kepergiannya sambil merasakan detak jantungnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Kakak...."
"Jawab kakak, apa kau mencintai Vanriel?"
__ADS_1
"Iya, aku mencintainya.... Tidak berubah sedikit pun, aku akan melakukan apapun untuk bersamanya kakak."
Pria yang ahli pedang itu dapat melihat dengan jelas adiknya yang sudah memberikan segalanya untuk pria yang memimpin istana itu.
"Meskipun ia memberimu racun kau tetap menikmatinya?"
"Ya, aku tetap menikmatinya. Jangan kakak berpikir untuk meminta ku meninggalkannya, aku tidak bisa! Aku sangat mencintai nya, aku bisa mati." Yuri menangis sesenggukan sambil mengucapkan kalimat yang sama berulang kali.
🌟🌟🌟🌟🌟
"Suamiku...."
"Aku tidak ingin mendengar apapun, aku yang memutuskan disini."
"Jika Tania meminta pergi kenapa kita terus tahan? Itu sama saja membunuhnya perlahan-lahan. Baik, mungkin aku tidak menyukai nya aku pernah berbuat buruk padanya tapi jika ia ingin kebebasan apa salahnya? Lagipula kau juga sudah berjanji pada keluarganya untuk membahagiakan nya? Tapi apa yang terjadi? Putri mereka seperti tahanan emas disini, bagaimana malam ini arwah ayahnya datang dan meminta keadilan untuk putrinya? Bagaimana? Pikirkanlah, mereka juga aku pastikan belum berhubungan sehingga Tania akan hamil membawa pewaris seperti pikiran kita, aku jamin itu! Tania tidak b0doh!" Setelah menyelesaikan uneg-unegnya, ibu suri memilih pergi meninggalkan suaminya Kaisar berpikir keras malam ini.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1