
Tempat yang tadinya tidak ada tanda-tanda kehidupan langsung terlihat kumpulan orang, terutama para pria dari berbagai usia yang siap meneguk kenikmatan dari kupu-kupu yang akan mereka sentuh dan his@p. Belum lagi dengan sang kupu-kupu yang siap bertebaran dengan riasan serta pakaian yang berbagai macam bentuk yang begitu menggoda mata.
Dari semua itu, dari belakang Tania dan Siu terlihat dikawal oleh sang pemilik dan menjadi hal biasa bagi kupu-kupu lama akan hal ini karena mereka sudah mengalaminya. "Mereka akan berakhir seperti kita."
"Kasian, wajah yang satunya terlihat tertekan."
"Biarkan saja, siapa suruh kemari."
"Ayo, kita bersiap sebaik mungkin."
Tania menggenggam tangan Siu sejenak memastikan keadaan gadis itu. "Jangan berpikir bisa lari, ini adalah wilayah ku. Kalian akan menjadi bintang malam ini." Wanita sebagai pemilik itu menatap keduanya yang terlihat memakai cadar yang menerawang.
Mereka kembali melangkah dan akhirnya bangunan yang dituju oleh mereka telah terbuka lebar dengan berbagai hiasan dan orang-orang yang berbagai kalangan serta urusan. "Bawa mereka ke belakang dulu, aku mau lihat para berkantong emas."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Pang... Tuanku, sepertinya jalur untuk.... Disana."
"Kita tidak kesana, atau kau ingin memesan salah seorang?"
"Bukan begitu, tapi.... Orang-orang yang menjadi tujuan kita pasti berada di bagian sana Tuan." Lee baru ingat, para musuh itu tentunya akan bermain terlebih dahulu.
"Kau benar, ayo kita kesana." Entah mengapa pergerakkan kakinya menjadi tertahan ditambah dengan para kawanan kupu-kupu sudah terlihat dan menatap genit padanya.
"Hai tuan tampan, mau aku pijat? Atau merasakan goa sempit ku?" Xiong berjalan sambil melangkah aman menghindari tangan yang mungkin bisa ia patahkan itu.
"Dasar gila." Gumamnya membuat dirinya bertabrakan dengan Lee yang membuat ia tersenyum kikuk karena mereka mendapatkan antrian saat ini.
"Ayo, silahkan masuk tuan-tuan sekalian. Karena seperti biasanya ada pengumuman istimewa dengan bintang utama kali ini." Mau tak mau Lee dan Xiong masuk karena satu musuh mereka terlihat disana.
Pintu itu seolah membawa mereka ke alam lain, tepatnya liar dan penuh tegangan. Bagaimana tidak, para wanita disana menyambut mereka dengan pakaian yang hampir tidak bisa digunakan seharusnya belum lagi dengan bongkahan padat berbagai ukuran itu yang bisa disapa sesuka tangan.
"Sapa sedikit tuan, tanganmu begitu kekar." Lee dengan lihainya menjauhkan tangannya sedangkan Xiong berusaha sekuat tenaga untuk tidak berbenturan dengan bongkahan malapetaka baginya.
Dibalik ruangan itu, Tania dan Siu saling berbincang. "Kau tidak lupa dengan persiapan nya kan?"
"Tidak Nona, aku sudah mempersiapkannya dengan baik. Aku tidak akan membiarkan para tangan kotor itu menyentuh ku."
"Bagus, mungkin kita akan berada dalam ruangan terpisah, tapi tidak masalah, kita bersama." Siu mengangguk mendengar ucapan nona nya.
__ADS_1
Dan benar saja pintu itu terbuka yang bersiap membawa mereka menuju ruangan panas. "Para tuan-tuan yang terhormat. Aku sangat berterimakasih karena kalian telah memilih tempat naungan ku sebagai tempat terpercaya dan jangan diragukan lagi, pelayanan disini sangatlah memuaskan bukan hanya itu setiap harinya ada bintang utama yang aku jamin masih terjaga."
"Perlihatkan lah kepada kami!"
"Iya, kami mau lihat dulu."
"Biasanya begitu!" Para pria tak tau umur itu saling mengeluarkan pendapat mereka.
"Tuan-tuan sekalian, kali ini ada yang berbeda. Aku tidak bisa memperlihatkan nya tapi hanya bisa menjelaskan sedikit ciri-ciri nya, kalian tidak akan kecewa aku jamin!"
Ditengah pembukaan itu, Xiong berbicara dengan pangeran nya. "Sepertinya ini akan memakan waktu lama, apa kita tidak bisa serang saja? Para prajurit sudah berada ditempat mereka."
"Tidak bisa, itu bisa membuat kericuhan dan akan mempersulit kita dan juga bisa menguntungkan para musuh karena mereka sudah hafal tempat ini."
"Jadi kita ikut masuk?" Anggukan Lee sudah dipastikan dan Xiong teringat dengan tantangannya.
"Demi satu keinginan ku!" Tekadnya dengan semangat.
Kembali lagi terdengar kata-kata rayuan untuk mengeluarkan uang banyak. "Keduanya memiliki kulit selembut sutra, seputih susu dan bercahaya. Wajah mereka sangat cantik dan seorang diantaranya memiliki mata yang indah."
Kasak-kusuk terdengar semakin menjadi dan mereka sudah terpikat dengan identitas itu. Mereka mulai mengeluarkan uang mereka yang membuat manik itu melebar karena kekayaan yang didapatkan nya. "Dua harga tertinggi akan mendapatkan keduanya malam ini!"
Tapi keributan yang semakin semrawut membuat wanita sang pemilik segera mengeluarkan harga mulainya. Semuanya kecuali dua pria itu mendengar harga yang ditawarkan. "3000 keping emas menjadi pemenang nya jika tidak ada yang bisa menawar lebih tinggi lagi."
"Lalu...."
"Lima ribu keping emas!" Xiong membulatkan matanya mendengar pangerannya menawar disini.
"Enam!"
"Tujuh!"
"Sepuluh!"
"Lima belas!" Semuanya membelalakkan matanya mendengar jumlah itu.
"Tenang tuan-tuan. Kalian berdua menjadi pemenangnya, aku akan mengantarkan bintang utama kepada kalian berdua."
"Aku mau keduanya! Kau tau bagaimana aku kan?" Pria bertubuh kekar dengan rambut termakan usia itu berucap pada wanita itu yang membuat senyuman keluar.
__ADS_1
"Tenang tuan wu, aku akan membawakan keduanya. Kau bisa bermain bersama tuan dibelakang itu, bukankah lebih bagus?"
"Baik."
"Mari ikut aku." Lee bersama pria itu mengikuti sang wanita sedangkan Xiong yang mendapatkan kode segera melakukan tugasnya.
"Aku bersama tuanku." Sebelum dijegat Xiong mengatakannya membuat dirinya dipandang lekat oleh sang pemilik.
"Wanita itu menjadi milikku malam ini, aku bisa bermain dengan apapun dan siapapun bukan?" Ujar Lee dengan matanya yang menggoda.
"Tentu tuan, mari silakan masuk juga. Ruangan ini besar untuk kalian bermain."
Setelah ketiganya masuk, wanita itu menyajikan minuman disana serta menjelaskan sedikit kamar dengan ranjang besar nan empuk itu. "Kalau begitu aku akan bawa keduanya, silakan minum dulu."
Sekarang hanya mereka bertiga yang tinggal. "Aku tidak senang dengan penawaran mu yang menyaingi ku. Aku selalu menjadi utama dan memecah goa para bintang utama."
"Tidak ada salahnya berbagi bukan? Aku rasa kau sudah terbiasa dengan hal itu, apalagi menyelinap dan mengambil barang yang bukan milikmu."
"Apa maksudnya?" Pedang langsung menyapa leher pria bertubuh pendek itu yang membuat dirinya tidak bisa bergerak.
"Teriak, kau mati. Mau coba?"
"Apa yang kau inginkan? Siapa kau?"
"Tidak penting, yang jelas sekarang tidur pulas lah!" Dengan satu hantaman membuat tuan wu tertidur dan segera dibereskan Xiong bertepatan dengan kedatangan wanita itu.
"Ini bintang utama nya, dimana tuan wu?"
"Ada, dibelakang mempersiapkan dirinya. Kau tau kan?"
"Tentu, selamat bersenang-senang tuan."
"Ya." Didepan Lee ada dua wanita yang berdiam diri.
"Baiklah...." Baru saja Lee berdiri, tangannya berada ditahan tangan seorang diantara wanita itu yang membuat dirinya tertahan sejenak.
Ingin melancarkan serangannya, pergerakannya tertahan karena mata itu. 'Dia.'
"Aku sudah me.... Hei! apa ini?" Xiong kaget bukan main saat seorang wanita berada diatasnya yang membuat posisi keduanya sudah sangat siap bermain panas.
__ADS_1
"Berteriak, kami akan menghabisi kalian." Ancam wanita yang menahan dirinya.
'Ayo kita lihat, bermain apa dirimu Tania.'