Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Tak Sadarkan diri


__ADS_3

Hari penuh kemeriahan pun akhirnya tiba, istana sudah di dekorasi dengan sebaik mungkin. Bukan hanya dekorasi, tapi juga makanan yang dimasak dengan sebaik mungkin. Bahkan dari gerbang saja sudah terlihat begitu mewah dan indah.


Di sisi ruangan lain, juga terlihat di dekorasi dengan baik. Bahkan cermin yang masih belum terupgrade memperlihatkan dengan sangat baik sosok yang bercermin di sana.


"Putri, anda sangat cantik sekali." Siu yang tengah memasang hiasan rambut menatap kagum kecantikan junjungannya yang tidak bisa dielakkan.


"Aku rasa perhiasannya yang cantik, yang memakainya hanya menjadi perantara saja. Semuanya tergantung pandangan masing-masing." Jawab Mei sambil melihat dirinya di dalam cermin.


"Tapi apapun itu, bahkan Putri sangat cantik tanpa hiasan." Mei hanya senyum saja dan membiarkan Siu kembali melanjutkan pekerjaannya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Cantik? Anggap saja begitu, tapi tak lama setelah ini. Tepat ketika acara berlangsung, maka kecantikan itu akan berubah menjadi kemalangan dan hiburan bagiku." Sungguh entah dari mana, mola menatap Mei yang tengah mempersiapkan dirinya dibantu Siu dengan baik.


Ketika asyik memantau tanpa izin, mola justru dikagetkan dengan tepukan dipundaknya. "Astaga!"


"Mola..."


"Ibu! Buat kaget saja." Mola menyentuh dadanya yang tengah berdebar kencang saat ini karena ulah ibunya.


"Kenapa masih disini? Semuanya sudah datang, kau ini bagaimana... Cepat! Kau mau semuanya rusak?" Ujar ibunya dengan kesal karena sepertinya putrinya itu menghilang entah kemana.


"Iya, aku akan kesana......"


"Dasar! Ayo!" Tanpa menunggu lanjutan ucapan putrinya, wanita itu langsung menarik putrinya dari sana.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ada apa Putri?" Siu bertanya ketika wajah yang tengah dirias nya itu tampak menoleh dan bergerak beberapa kali.


"Kau dengar sesuatu Siu?" Tanya Mei sambil meminta pendapat gadis itu.


"Tidak Putri, apa ada yang datang?"


"Bukan, tapi....."


"Waktu sudah tiba putri. Pangeran pasti sudah menunggu putri."


"Ya, ayo kita pergi." Diikuti oleh Siu, Mei melangkah keluar menuju ruangan yang begitu besar itu dengan hiasan yang sangat indah.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Ruangan besar itu sudah dikerumuni oleh banyak orang yang memiliki status tersendiri. Bukannya untuk status bawah tidak ada, hanya saja berlainan tempat karena sudah aturan terdahulu dan rakyat biasa pun tidak masalah, karena mereka juga dihargai dan mendapatkan pelayanan yang baik.


"Aku tidak menyangka kita akan bisa melihat langsung istri dari pangeran."


"Benar, sudah cukup lama juga. Aku pikir akan batal."


"Iyaa.... Tapi untung saja tetap dilanjutkan."


"Ya, setiap hari penuh dengan misteri. Semoga saja penantian kita ini berbuah manis."


"Astaga, tidak mungkin juga pangeran akan menikah dan mau dengan gadis seperti pelayan."


"Tapi istrinya adalah putri pendeta Ming. Kita tau hal itu."


"Ya, tapi aku dengar dari pelayan istana, istri pangeran sangat cantik."


"Benarkah? Kita saksikan saja sendiri. Mungkin saja itu hanya sekedar omongan untuk menjaga hal pribadi istana."


Desas desus dari rakyat begitu kentara karena acara yang ditunggu ini terhalang hampir beberapa bulan karena adanya bencana di perbatasan sehingga membuat jalan menjadi terhalang dan tentu kerajaan harus segera menyelesaikannya agar rakyat kembali nyaman.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Tidak tau darimana gender berbeda itu datang, yang jelas membuat sekumpulan pria dengan status beragam itu menoleh padanya. "Salam semuanya."


"Aku sangat senang sekali sebelum pernikahan putriku, aku dan putriku dapat bertemu dengan raja hebat dari kerajaan lain."


"Ah ya, putri mola akan menikah dalam bulan ini."


"Terimakasih karena mengingat nya."


"Tadinya aku berpikir bahwa menantu raja Huan yang datang."


"Seorang istri dari pangeran tentu harus bersiap sebaik mungkin sebelum datang." Jawab ibu mola membuat mola tersenyum manis.


"Benar, tapi ini...."


Suara gendang terdengar beberapa kali menandakan akan ada yang datang, semuanya langsung terfokus dalam satu titik yaitu pintu masuk.


"Perhatian! Perhatian Putri Mei serta pangeran Lee memasuki ruangan." Semuanya berlomba-lomba melihat dua sosok yang datang bersamaan itu.


"Wah, apa itu istri pangeran?"

__ADS_1


"Ternyata pendeta Ming tidak salah menyembunyikan nya."


"Pangeran sangat pandai dalam memilih ya."


"Pangeran dan istrinya sangat cocok!"


"Sungguh penuh kejutan." Dari pujian yang terlontar tentu ada yang tidak senang.


'Kita lihat sampai mana pujian ini akan bertahan, mei.'


Lee mengajak istrinya menuju tamu spesial dan berbincang-bincang di sana. "Terimakasih atas kedatangannya, saya berharap, raja Huan sudah memberikan sambutan dan raja semuanya merasa senang dengan jamuan istana kami."


"Tentu pangeran, kami sangat senang atas jamuan nya dan sangat terkejut dengan istri pangeran yang menjadi buah bibir beberapa waktu ini."


"Salam untuk semua nya, senang bertemu dengan raja-raja hebat seperti raja sekalian."


"Tidak salah, raja Huan memilih menantu dari kalangan pendeta." Percakapan berlangsung sambil ditemani jamuan.


Tak lama acara kembali berlanjut dengan hiburan yang sudah mulai mengalun indah. "Mau bergabung istriku?" Tanya Lee tak lupa dengan tangannya.


"Kau semakin cantik malam ini."


"Oh ya? Katakan dengan jelas." Ujar Mei sambil menerima uluran tangan suaminya.


"Semuanya.... Wajah mu, pakaian dan juga riasan serta perhiasan."


"Jadi kalau tidak memakainya aku tidak cantik?" Keduanya berbisik-bisik sambil mengalun mengikuti musik dan menjadi pusat perhatian karena acara ini memang dikhususkan untuk keduanya.


"Ya, lebih cantik tanpa memakai apapun. Aku sangat suka." Jawaban Lee membuat Mei tersenyum manis dan semakin mempererat pegangan nya.


Tetapi tak lama Mei tampak tidak merespon ucapan suaminya lagi dan itu dilihat oleh mola. "Bagus, sepertinya sudah bekerja."


"Sayang?" Panggil Lee, Mei bukannya menjawab justru jatuh tak sadarkan diri dan untungnya segera ditangkap Lee dengan tepat.


"Apa yang terjadi?" Sedang langsung berbisik-bisik melihat Mei yang tak sadarkan diri.


"Panggil tabib segera!" Teriak Lee membuat Xiong langsung lari juga prajurit istana.


"Bawa Menantu segera."


"Putri...."

__ADS_1


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2