
Malam masih belum mau beranjak dari langit, bulan masih senantiasa bersinar disana. Hanya saja waktu hampir mendekati pagi hari, hanya saja mentari belum mau datang.
Udara juga masih terasa begitu dingin dan lebih cocok untuk sesuatu yang hangat. Contohnya sosok yang tengah saling berpelukan di ranjang dengan begitu eratnya.
Tidak peduli dengan selimut yang hanya menutupi tubuh mereka tanpa sehelai kain lain. Posisi dengan sang wanita yang berada di atas tubuh suaminya dan kepala dengan rambut panjang terurai itu bersandar di dada yang bidang itu.
Setelah pelajaran yang diberikan oleh Mei, keduanya kembali mengulangi pertempuran panas mereka dengan sesi kedua. Setelah sesi kedua berakhir, keduanya langsung tertidur. Mei merasa puas dengan jawaban suaminya yang memahami apa yang ia sampaikan.
"Eumhh... " Sepertinya Lee yang tengah mendekap erat tubuh istrinya terbangun dan melihat seisi kamar dengan jendela yang masih tertutup dan tirai penutup mereka terbang beberapa kali disapa angin.
"Kau memang penuh kejutan sayang, pemikiran mu tidak pernah terbayangkan oleh ku." Dalam lelap nya tidur Mei, Lee mengelus rambut serta perut yang sedang ditumbuhi oleh anaknya.
"Kau lihat sayang, ibumu sangat unik. Tapi ayahmu ini pandai. Meksipun ayah tidak tau, kau laki-laki atau perempuan... Tapi yang jelas, tumbuhlah dengan baik dan datanglah dengan sehat. Kau adalah kekuatan ayah dan ibumu." Lee tidak peduli entah apa yang dilakukan oleh anaknya saat ini. Apakah dia juga ikut tertidur bersama istrinya atau tidak, tapi yang jelas.... Lee mengungkapkan perasaan ini nya.
Ketika asyik mengungkapkan perasaan nya, manik Lee menangkap sesuatu yang berbeda. "Apa itu?" Lee perlahan-lahan bangkit tanpa menganggu istrinya yang tengah tertidur.
Lee melangkah menuju salah satu jendela yang terlihat berbeda. Dan dengan tubuh yang telah tertutupi Lee membuka sedikit jendela itu.
__ADS_1
"Brak!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Raja yang beberapa jam tertidur, turut terbangun karena kedatangan mendadak salah seorang prajurit nya. "Maaf menganggu raja, tapi ada pesan yang sangat penting!" Lapor salah seorang prajurit itu.
"Katakan!" Raja segera bangkit dan mengambil pesan yang mendadak itu.
"Raja, pesan ini dibawa oleh gagak hitam. Kami cukup kaget dengan kedatangan burung ini tapi melihat catatan kecil di kaki burung nya, membuat kami harus segera menemui raja."
"Baik raja!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sesosok tubuh itu terjatuh dan membuat panggilan merubah wajahnya. "Apa yang kau lakukan Xiong?" Manik Lee menangkap dengan jelas Xiong yang bersandar di salah satu jendela dan langsung terjungkal karena dibuka oleh Lee.
"Maaf pangeran, tapi aku..... Maksudnya... Aku tidak sengaja, aku tidak menguping atau apapun. Aku...." Dapat Lee lihat ada sesuatu yang seperti disembunyikan oleh Xiong darinya.
__ADS_1
"Katakan dengan jelas!" Posisi ranjang dengan jendela yang cukup jauh ditambah dengan tirai yang menutupi Mei membuat pembicaraan keduanya hanya dapat mereka dengar berdua.
"Hamba berada disini karena menjaga pangeran."
"Menjaga? Apa maksudnya? Kau bisa tidur, ini masih pagi buta Xiong. Kita harus pergi dan butuh kondisi yang fit."
"Iya pangeran tapi.... Sekarang keadaannya lain. Aku mendengar ada pesan dari pemberontak yang telah memblokir akses utusan istana menuju desa yang merupakan target pemberontak. Mereka juga menuliskan ancaman serta tantangan bagi kita. Dan....." Xiong tampak ragu udah mengatakannya.
"Aku bilang lanjutkan!"
"Saat ini raja raja yang lainnya tengah melakukan pertemuan pangeran. Sepertinya ada seseorang yang membocorkan rahasia ini kepada para pemberontak itu sehingga mereka bertindak lebih dulu." Setelah Lee mendengarkan ucapan Xiong, dia berbalik dan menatap Mei yang tengah tertidur.
"Sampaikan pada raja, aku akan ke ruangan pertemuan! Sekarang!" Xiong tampak kaget mendengar perintah pangeran nya.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1