Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Calon Istri Pangeran


__ADS_3

Xiong yang baru saja datang ingin sambil membawa kabar justru menjadi batu karena pemandangan di hadapannya.


Kaki yang ingin bergerak itu justru tak memiliki tenaga karena reaksi wajah yang tertangkap di matanya.


"Pangeran?" Sapanya dengan pelan.


Tapi tidak terdengar, karena sepertinya sosok yang dipanggil tampak berada di dimensi lain. "Apa pangerannya kerasukan?" Ketika Xiong ingin keluar memanggil pelayan agar memanggilkan tabib justru tidak bisa bergerak karena ada sesuatu yang mendarat di bahunya.


"Xiong, akhirnya kau datang juga..." Xiong tidak bisa berkata sejenak karena suara yang terasa horor baginya.


"Kau tau ada jutaan kupu-kupu di tubuhku yang akan membawa ku melayang tinggi sekarang!" Sungguh kebahagiaan dan raut wajah sumringah indah itu justru terlihat seperti boneka setan yang menempel padanya.


"Pangeran sadarlah, kau ini kenapa?"


"Terbang Xiong, aku akan terbang!"


"Astaga, kau akan pergi meninggalkanku pangeran? Sepertinya kau sudah parah."


"Kau bicara apa? Kau terlihat takut? Xiong.... Apa kau sedang dipengaruhi mantra buruk?"


"Pangeran yang tengah dimantrai sekarang."


"Kau bilang apa?"


"Ayo pangeran, aku akan melakukan langkah penting." Lee yang ikut bingung, tampak diam melihat tingkah bawahannya.


Xiong melihat air dihadapannya langsung mengambil dan meminumnya dan tak lama segera menuju Lee dan langsung menyemburkan air itu hingga membasahi wajah tampan itu.


"Hilanglah mantera jahat! Pergilah dari pangeran ku!" Xiong bak dukun melakukan tingkah absurd.

__ADS_1


Tangan besi itu menyentuh wajahnya dan menyingkirkan rasa basahnya. "Xiong..." Tingkah absurd Xiong langsung berhenti ketika mendengar suara bass pangeran nya.


"Pangeran sudah sadar, syukurlah.... Usahaku tidak sia-sia!" Xiong tampak kegirangan melihat pangeran nya, tapi wajahnya kembali berubah setelah melihat Lee yang berubah menjadi harimau.


"Beraninya kau..."


"Aghhh, pangeran! Ampun!"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mei langsung bergegas setelah melihat kedatangan sosok yang ditunggunya. "Baba!" Mei akhirnya bernapas lega setelah melihat baba nya yang kembali setelah cukup lama menanti.


"Baba darimana, aku sangat khawatir. Apa ada masalah? Katakan sesuatu baba." Pendeta Ming melihat raut kekhawatiran putrinya itu.


"Ayo kita masuk, baba ingin bicara sesuatu." Siu yang tengah memberikan makanan Mong tentu langsung merasa lega setelah melihat kedatangan baba dengan Nona nya.


"Dengar Mei, surat mengenai pertemuan mu dan pemuda itu sudah sampai." Mei mengangguk.


"Dan tentunya sudah berlanjut. Baba dan keluarganya memutuskan untuk menikahkan kalian." Manik Mei langsung membola setelah mendengar keputusan itu.


"Sepertinya kalian terasa sangat cocok dan apalagi kau tidak memiliki seseorang bukan? Kalian akan bertemu langsung saat pernikahan."


"Tapi baba, aku belum bertemu dengan nya. Bukankah baba mengatakan jika aku tidak suka, maka tidak akan berlanjut. Aku tidak meragukan keputusan baba, tapi ini...."


"Ini hukuman karena kau pergi tanpa izin dari baba dan bertemu dengan seseorang, jangan kira baba tidak tau." Mei langsung terdiam dan melihat ke arah Siu sekilas.


"Baba tau bukan dari Siu, setiap surat yang datang. Maka aku terbiaskan pada guci air disana."


"Baba aku....."

__ADS_1


"Baba tidak terima perilaku itu Mei dan sebagai konsekwensinya ikuti perkataan baba. Kita akan berangkat tiga hari lagi."


"Nona...." Siu langsung memberikan semangat pada nona nya yang tampak dilema.


"Siu, bagaimana dengan nya? Aku..."


"Nona, mungkin baba tidak serius. Jangan khawatir Nona, baba tidak aku melakukan sesuatu yang menyakiti Nona."


"Benar, tapi aku khawatir akan hal lain."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Di sudut istana lain, terlihat keluarga kecil itu tampak berbincang-bincang. "Aku penasaran dengan gadis yang akan menjadi istri pangeran."


"Aku dengar dia dari kalangan kelas pendeta."


"Pendeta? Apa semua putri di seluruh kerajaan ini sudah menikah? Kenapa raja memilihkan seorang putri pendeta?"


"Ibu benar, itu tidak cocok dengan kalangan istana. Pastinya ia akan kesulitan bersikap seperti seorang bangsawan nantinya."


"Sepertinya raja memiliki selera aneh akan calon menantunya."


"Kita lihat saja, bagaimana dan seperti apa Putri pendeta itu."


Bersambung......


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!


Skala Kecantikan Flora.... Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.

__ADS_1


__ADS_2