Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Menagih janji


__ADS_3

Suara gebrakan terdengar membuat yang ada disana kaget bukan main. "Apa maksudnya ini Vanriel?"


"Ayah, aku sudah menjalin hubungan cukup lama dengan tuan putri Yuri, aku tidak bisa meninggalkannya karena pernikahan dengan ratu Tania. Seorang raja berhak untuk itu, dan ayah yang mengatakannya."


"Benar, tapi posisinya tetap sebagai tuan putri. Tidak lebih dari itu! Atau istilahnya ia hanya selir disini, apa ia bisa menerimanya?" Yuri tentu menjadi tatapan semua mata dan ia mengumpulkan kata-kata untuk itu.


"Keturunan untuk kerajaan hanya sah dari ratu istri pertama dan itu adalah aturan istana."


"Maaf kaisar, tapi putramu raja Vanriel meminta adikku dan menjanjikannya istri satu-satunya tanpa embel-embel posisi ratu di istana, aku tidak mempermasalahkan posisi ratu tapi mengenai janji putramu yang seorang pemuda biasa tanpa posisi keturunan bangsawan dan raja. Aku hanya ingin janji itu.... Untuk adikku yang merasa dipermainkan dan tinggal disini dengan janji serta gunjingan orang-orang, adikku menerimanya tanpa aduan padaku, aku juga menunggu kabar pernikahan adikku yang dijanjikan. Kaisar tidak lupa kan, seorang gadis di wilayah kami jika sudah pergi dari rumah bersama seorang pria, maka itu sama dengan pernikahan. Aku tidak bisa membawa kembali adikku, ditambah dengan kebatalan pernikahan ini."


Semuanya terdiam mendengar penuturan yang cukup panjang itu, manik Yuri berkaca-kaca mendengar kakaknya yang tengah membela kehormatannya. "Kakak..."


"Aku hanya ingin janji seorang pria dan ksatria bukan raja!"


"Dia membuat janji tanpa izin ku."


"Dan kaisar juga membuat janji tanpa persetujuan putra Kaisar yang memilihkan wanita lain untuk dirinya dan meninggalkan adikku."


"Lagipula, apa kurangnya adikku? Apa yang tidak ia miliki dibandingkan wanita pilihan kaisar? Apa karena balas jasa?"


Tebakan Kendrick tentu tepat sasaran karena kaisar memiliki hutang nyawa terhadap ayah Tania.


"Kenapa berdebat? Kita tanyakan saja kepada istri pertama, dia yang akan memutuskan nya. Bukankah dia memiliki pemikiran yang baik? Pasti dia memiliki solusi untuk ini, bukan begitu ratu Tania?" Sekarang Tania yang menjadi sasaran mata semuanya.

__ADS_1


"Aku sudah memutuskan nya Ayah, aku juga memikirkan ini. Dan aku harap keputusan ku diterima oleh semuanya."


"Ya, katakanlah."


"Aku menerima Yuri menikah dengan raja, dan ia akan menjadi ratu seperti ku."


"Tania..."


"Aku ingin kebebasan tanpa ikatan pernikahan. Kaisar bertanya padaku, mengenai keinginan ku kan? Aku ingin bebas seperti dulu, tanpa ikatan atau apapun. Aku juga sadar, aku berada di tengah orang yang saling mencintai, mungkin aku pernah dibutakan oleh itu, tapi... Selama disini aku bisa melihat semuanya, cinta yang dipikirkan oleh semuanya hanya kekaguman ku yang datang ke kota dan menjadi ratu, bertemu dengan pria yang berbeda dan ada rasa disana, tapi bukan cinta. Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berakhir baik, meksipun orang bilang cinta akan datang seiring waktu, tapi tetap saja jika ada luka disana tidak bisa menyatukan dua insan. Aku tidak bisa hidup dengan derita orang lain."


"Tania kau sadar dengan ini? Kau tidak mencintai Vanriel?"


"Aku sadar Ayah, aku tidak mencintai nya. Hanya kekaguman."


"Tapi aku mencintaimu Tania."


"Aku menolak nya..."


"Ini adalah permintaan hak istimewa ku, ayah tidak lupa dengan janji ayah kan?"


Tania mengangkat surat yang baru saja ia dapatkan beberapa saat lalu. "Aku ratu Tania meminta kebebasan dari pernikahan dan kembali seperti dulu."


Bak bumerang bagi kaisar, ia tidak sanggup melepaskan Tania yang seperti putrinya, meksipun kebod0han yang dilakukan Tania tapi tidak mengurangi rasa sayang nya. Tapi jika ia telisik lagi, dalam mata yang tegar itu ada keinginan besar untuk bebas.

__ADS_1


"Kau sesak disini?" Kaisar mendekat kepada Tania.


"Tidak ayah, aku hanya ingin menikmati udara segar tanpa pakaian dan perhiasan yang berat, aku juga ingin memenuhi keinginan ku sebelum datang kesini. Keinginan seorang gadis dari wilayah kecil, lagipula aku masih punya beberapa waktu lagi untuk menikah."


"Jadi......" Tapi belum mendapatkan jawaban, kaisar pergi dan diikuti oleh yang lainnya meninggalkan Tania dan Siu disana.


"Aku akan memastikan keinginan mu Tania."


"Dan aku akan berterima kasih untuk itu." Ibu suri melihat senyuman manis yang ia pikir aliran air mata.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ratu, apa ratu sadar? Kenapa ratu..."


"Kau sudah dengar kan? Aku belum ingin terjebak dengan hubungan rumit Siu. Aku ingin bebas, tanpa ada prajurit, aturan dan apapun itu. Lagipula aku tidak mencintai raja dan cinta itu adalah milik Yuri."


"Ratu membelanya?"


"Siu, mungkin kau tidak melihatnya.... tapi, dibalik keangkuhan itu ada sosok yang memperjuangkan hak nya, lagipula selama perjalanan aku melihat sesuatu dan meyakininya. Cinta bisa merubah orang Siu, jangan remehkan itu."


"Baiklah, tapi bagaimana dengan Kaisar? Raja? Mereka belum memberikan izin ratu, kita bisa jadi tahanan disini."


"Semuanya akan terjawab besok, jika belum.... Maka cara ku yang akan dipakai."

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2