Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Akhirnya Terbakar


__ADS_3

Lambaian angin menyapa tirai di ruang pertemuan yang dihuni banyak kursi dengan kedudukan yang berbeda itu. Ditengah-tengah terlihat dua wanita yang saling memandang maut mengalirkan tegangan tinggi diantara keduanya.


Hanya beberapa orang lagi yang tersisa untuk mengisi dua kubu ratu dan ibu suri itu.


"Aku ke memilih ratu."


"Ibu suri." Belum di antara kursi yang berjejer itu ada kursi yang paling tinggi sambil menatap apa yang terjadi di tengah ruang itu.


"Hitung pemilihan suara nya." Titahnya yang membuat pria dengan kumis hampir memutih itu mengangguk segera dan mulai menghitung pemilihan masing-masing kubu.


"Kau pikir kau akan menang Tania? Kau salah besar. Ada banyak rakyat yang memilih diriku dibandingkan kau."


"Kita lihat saja setelah perhitungan selesai, jika semua rakyat sudah memilih maka anggota kerajaan berikutnya yang akan memilih." Ibu suri mengikuti manik Tania yang melihat proses perhitungan dimulai.


Tampak papan kayu yang sudah bertuliskan jumlah perhitungan selesai sementara dan pria itu membisikkan kepada rajanya.

__ADS_1


"Pemilihan kedua belah pihak setara. Selanjutnya pemilihan suara dari anggota kerajaan. Raja, perdana menteri serta kaisar yang agung."


Semuanya mulai melangkah, Tania merasa sedikit was-was akan hal ini. Karena Vanriel yang begitu tunduk pada ibunya bisa memilih wanita yang melahirkan nya sedangkan Kaisar bisa berada di pihak nya atau Ibu suri sebagai istrinya.


"Mulai gentar? Kau tau siapa yang akan menang setelah ini. Dan manik yang memancarkan kepercayaan diri itu akan menghilang dari dirimu."


Tania tidak membalas dan hanya menunggu. Dengan persenan keyakinan dihatinya, ia mendengar langkah perdana menteri yang mulai berdiri dan menetap. Sekarang hanya tinggal Kaisar dan raja yang menjadi poin terakhir.


Vanriel yang mendekati ke duanya menatap Tania sejenak tanpa bicara, lalu menatap ibunya dan terlihat mata wanita itu memberikan isyarat.


"Satu suara lagi, maka akan terlihat pemenangnya. Karena kaisar memilih ratu Tania." Ada senyum bangga di wajah Tania karena Kaisar berdiri disampingnya hanya Vanriel yang tersisa menjadi poin baginya.


"Vanriel, ibu tau...."


"Aku memilih ratu Tania." Baik Ibu suri, Tania serta Yuri kaget bukan main karena pilihan Vanriel yang tidak diduga oleh siapapun.

__ADS_1


"Dengan ini Ratu Tania pemenangnya!" Para rakyat yang rata-rata menerima pemikiran Tania bersorak kegirangan dan yang belum hanya bertepuk tangan kecil karena tidak ada salahnya perubahan ini dilihat dan dijalani bukan.


Ibu suri sungguh sudah terbakar sekarang, bara yang sejak tadi sudah bermalam di tubuhnya akhirnya terbakar juga dengan senyum kemenangan Tania dan minyak dari sikap putranya yang memilih istrinya dibandingkan dirinya.


"Dengan ini, Ratu Tania akan melaksanakan perjalanan bersama raja Vanriel melihat keadaan desa yang dilanda kekeringan." Yang terbakar bukan hanya Ibu suri tapi juga Yuri karena ia merasa Vanriel mulai berpaling padanya menuju Tania.


Ruangan yang bernuansa merah emas itu menjadi sasaran amukan wanita dengan berbagai hiasan itu. "Aghhh! Tania! Aku tidak akan melupakan ini! Tidak akan! Rasa malu dan kekalahan ku ini akan kau bayar dengan ganda Tania! Kau ingin melihat wujud ku untuk asli? Maka akan ku perlihatkan padamu! Aghh!"


Tidak ada pelayan yang berani mendekat, jika ingin bicara hanya dari jarak sesuai anjuran ketika virus carana melanda. "Ibu suri, panglima Myren tidak hadir karena alergi nya kambuh. Dan sekarang beliau hanya terbaring sampai besok menunggu membaik."


Amukan dengan angka besar itu perlahan menurun karena mendengar kabar mengenai kakaknya. "Apa? Bagaimana bisa? Minggir!" Bak anak-anak seperti dulu, Mita segera berlari menuju ruangan kakaknya.


"Kakak!"


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2