
Pagi ini Tania cukup terkejut dengan keberangkatan mereka ke istana lebih cepat dari perkiraan. Tania mengurungkan niatnya untuk bertanya saat ini, entah mengapa dari kacamata nya ia melihat ada kecanggungan besar terjadi di sini.
'Mungkin pembicaraan semalam.' Hanya itu tebakan Tania, mereka meninggalkan desa dengan damai karena warga sudah kembali beraktivitas tanpa tekanan dan mereka memilih kepala desa yang sesuai dengan standar bukan abdi dalam atau faktor ketampanan belaka melainkan sikap yang diinginkan serta pemikiran yang terbuka.
Yuri berada dalam kereta kuda milik kakaknya serta prajurit pilihan kakaknya yang nyatanya sama saja bagi Tania yang merupakan prajurit istana mereka.
Satu yang menjadi kerisihan bagi Tania, tatapan mata kakak Yuri yang melihat dirinya seolah ada sinar laser yang dilayangkan untuk nya, dan tentu saja Tania menatap balik meskipun hanya sebentar tapi berdamage.
"Bagaimana dengan goa yang itu? Dan tentunya dengan ini?" Tania hanya menunjuk dengan dagu mulusnya membuat Vanriel yang tadinya diam mulai bicara.
"Seperi rencana yang telah kita bicarakan ratu, dan untuk golden akan dibahas lebih lanjut di istana. Goa juga akan diambil alih oleh warga dan mengurus nya dengan baik, apa masih kurang?"
"Tidak, aku pikir raja lupa karena mungkin ada beban baru di dalam pikiran."
"Setiap hari seorang raja memiliki beban ratu, apalagi dengan janji yang diberikan tapi belum ditepati." Kendrick akhirnya bicara dan membuat Tania tertarik dengan pembicaraan ini.
"Itu benar, dan memang tugasnya menyelesaikan dibantu dengan menteri serta yang lainnya, dan masalah janji... Semuanya bisa membuat hanya saja... Perlu berbagai tindakan untuk menepatinya sesuai usia serta isi janjinya."
"Ratu benar, aku menjadi senang dengan pembicaraan ini, sepertinya desas-desus yang berterbangan tidak sepenuhnya benar."
"Ya, begitulah.... Terkadang apa yang dilihat belum tentu kebenarannya."
"Menurut ratu, bagaimana janji seorang raja jika ada yang belum ditepati?"
__ADS_1
"Tentu saja harus menepatinya, sebagai seorang pemimpin harus mempelajari kepada rakyat contoh yang baik dengan sikap atau pemikiran."
"Itu benar, jadi bagaimana raja? Ratu sendiri yang mengatakannya." Vanriel masih diam mematung dengan pikiran yang hanya dia saja yang tau.
Kereta kuda itu akhirnya telah berada di gerbang masuk istana, para prajurit serta pelayan dan juga keluarga istana sudah memberikan senyum mereka untuk menyambut kepulangan raja mereka yang telah berhasil menyelesaikan masalah yang menjadi nomor satu setiap tahunnya.
"Hidup raja Vanriel! Hidup Ratu Tania!" Sorak gembira itu terus menggema ada yang senang mendengarnya dan ada juga yang kesal mendengar nya.
"Selamat datang kembali putraku." Ibu suri langsung menyambut kedatangan putranya dengan ritual mereka.
"Ratu juga memiliki peran besar, jangan membuat hal yang aneh!" Bisik Kaisar membuat istrinya itu mau tidak mau juga menyambut menantunya yang meskipun memiliki warna tetap saja hitam baginya.
"Salam untuk Kaisar dan ibu suri!" Keduanya memberikan salam diikuti yang lainnya.
"Panjang umur untuk kalian berdua!" Perlahan mereka memasuki istana yang sudah mereka tinggalkan beberapa waktu ini.
"Iya ibu."
"Lapor raja, kami sudah meletakkan tawanan di penjara." Seorang prajurit memberikan laporan dan membuat Vanriel mengangguk.
"Segeralah bersiap!" Vanriel dengan segera meninggalkan ibunya yang sibuk memerintah pelayan untuk makanan yang memuaskan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Di ruangan lain, terlihat Yuri ditemani kakaknya dan dapat ditangkap oleh matanya ada senyuman khas yang terbit di sana. "Kakak bahagia sekali, ada apa?" Kendrick mengelus rambut adiknya membuat Yuri merasa nyaman.
"Tentu saja, ini untuk kebahagiaan mu juga."
"Hmmm? Kebahagiaan ku? Apa yang akan terjadi? Apa kakak akan memberikan nya?" Lenyap sudah trauma yang mendera Yuri dengan perkara Kakak nya.
"Iya, ingin tau? Atau bagaimana jika kau katakan padaku."
"Aku ingin Kakak menebak nya!"
"Baiklah, sebentar lagi adikku ini akan menjadi ratu disini, ratu satu-satunya!" Senyum tak terelakan lagi di wajah Yuri dan membuat dia berhamburan ke dalam dekapan sang kakak.
🌟🌟🌟🌟🌟
Siu langsung menyambut kedatangan ratunya, bahkan Tania dapat mencium dan melihat persiapan gadis itu yang membuat dirinya senang. "Apa kau Siu ku?" Gadis itu tersenyum mendengar ratunya yang bercanda dengan nya.
"Ratu suka? Aku sudah menyiapkan pemandian serta perhiasan yang aku buat sendiri serta latihan terbaik ku!" Dengan bangganya Siu mengambil sebuah pedang yang terpajang dan menunjukkan kemampuannya.
"Kau belajar dengan cepat, aku suka. Dan ini juga saatnya." Semangat Siu sedikit luntur dengan ucapan ratunya.
"Saat apa? Maksud ratu?"
"Kau akan tahu." Tania melenggang pergi menuju pemandian meninggalkan Siu yang penuh tanya.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.