
Setelah merasa adegan untuknya tiba, kepala desa langsung menyusul dengan ekspresi sebaik mungkin sesuai dialog nya. "Raja, ada apa...."
"Dion?" Ujarnya dengan ekspresi yang sangat bagus dipastikan dalam satu kali scene.
"Paman, aku datang!" Pria bermata sipit itu menjawab dengan baik, sungguh drama yang luar biasa.
"Apa benar dia saudara mu?" Tanya Vanriel
"Iya raja, tepatnya anak adik hamba." Jawab kepala desa dengan meyakinkan dan wajah bersinar.
"Ah ini raja Vanriel dan istrinya ratu Tania." Kepala desa memperkenalkan dengan harapan Dion abal-abal itu langsung paham.
"Salam kepada raja dan ratu." Dion memberikan salam nya.
"Baiklah kalau begitu." Vanriel lepas tangan dan fokus pada istrinya.
"Ratu, kau ingin mengatakan sesuatu?" Tania yang masih menatap pria sipit itu akhirnya mengakhiri sesi pandangan dan beralih pada Vanriel.
"Ya, aku ingin mengatakan untuk ikut dengan ku menunjukkan cara pengolahan ubi kayu." Penjelasan Tania membuat Vanriel tertarik dan tentu tidak akan ia lewatkan karena ini hal yang baik.
"Ya, tentu." Keduanya segera berlalu diikuti pengawal selain yang berjaga.
Dari belakang mereka, tatapan sipit itu masih belum selesai mengunci sosok buruannya. "Dia..."
"Sungai yang tenang dengan badai di dalamnya. Mari kita lihat, keahlian lain Ratu itu. Golden pasti tidak sabar menantikannya."
"Ayo, aku sudah siapkan tempat untukmu dan bersikaplah...."
"Jangan mengajari ku, kau tau diriku masih dalam zona kuning." Kepala desa tampak ketakutan dan mengangguk saja untuk menyelesaikan semuanya.
*******
__ADS_1
Meskipun ada kebahagiaan di luar, tapi tidak membuat Yuri merasa begitu. Hatinya menjadi tidak tenang apalagi pikirannya yang kacau bukan main mengingat minuman semalam.
"Apa yang akan terjadi jika Vanriel menghabiskan semuanya? Apa dia akan jadi mandul? Bagaimana ini?" Sungguh Yuri sangat takut sekarang, jika Vanriel bermasalah bagaimana nasibnya yang harus memiliki anak untuk penerus kerajaan.
Jari indah itu beberapa kali menjadi sasaran baginya untuk menenangkan dirinya. "Sebaiknya aku tanya saja kan? Pasti ada jawaban nya. Ya, aku harus tanya!" Yuri melangkah pergi meninggalkan tenda nya mencari Rola yang sibuk dengan akting nya.
****
Manik Rola memperhatikan kegiatan yang dilakukan Tania dengan ubi kayu itu, ada Vanriel juga disana yang tidak segan membantu, sungguh pemandangan yang indah tapi sayangnya itu menganggu rencananya. "Luar biasa, pemikiran apa yang ada di kepalanya? Atau otak nya berbeda dari yang lain?" Rola duduk sambil memperlihatkan ekspresi nya yang sakit abal-abal itu.
"Nyonya, tidak ikut? Ini sangat seru dan unik!" Seorang wanita paruh baya menyapa dirinya dengan ubi kayu yang tengah dibersihkan nya mengikuti panduan Tania.
"Ya, aku akan kesana." Hanya itu yang ia jawab, karena sesungguhnya dirinya tidak mau kesusahan.
Pakaian yang terbuat dari kain mahal itu mulai basah terkena air dan juga kotoran tanah yang memeluk ubi kayu. Tania dengan lihai membersihkan dan menggosok tanah itu agar segera menjauh dari ubi kayu.
Vanriel yang mengambil air beberapa kali mencuri pandang, sekarang dirinya melihat sosok Tania yang ia abaikan sejak pernikahan. Kata-kata buruk serta sikapnya yang tidak layak terngiang-ngiang kembali dan membuat dirinya menyesal. Hatinya yang dulu membenci Tania dengan seribu alasan sekarang perlahan mulai mencintai nya dengan berbagai alasan.
Desa ini memiliki ubi kayu yang melimpah tapi warga kebanyakan masih tidak tau cara mengolah nya selain merebusnya bahkan daun nya pun mereka buang karena berpikir itu tidak berguna.
Tapi bagi Tania yang sudah hidup di dunia modern serta didukung aplikasi tentu saja berwawasan dan menyampaikan pendapat nya sehingga warga desa mengerti dan merasakan sensasi baru. Sejak kedatangannya ia ingin desa ini menjadi terkenal dengan makanan yang mereka olah ini.
Setelah selesai mencuci dilanjutkan dengan memotong menjadi beberapa bagian, bukan hanya wanita paruh baya saja tapi remaja juga terlihat bersemangat bahkan anak-anak juga tidak melepaskan pandangan mereka menatap apa yang dikerjakan Ibu mereka.
Disela-sela itu Tania duduk mengamati sambil ditemani Vanriel disebelahnya untuk berbincang kecil. "Aku sangat penasaran dengan hasilnya, apa akan lama?" Tanya Vanriel yang tidak melepaskan pandangan nya.
"Tidak, jika tidak ada masalah nantinya." Keduanya melangkah mengamati kerja kelompok warga.
"Aku merasa kau penuh dengan kejutan." Ujar Vanriel.
"Mungkin karena kau belum mengenal ku. Ah ya, aku ingin tanya mengenai saudara kepala desa."
__ADS_1
"Oh itu? Aku tau tentang saudaranya, mereka tidak tinggal disini, cukup jauh."
"Begitu ya? Kau yakin?" Tanya Tania memastikan membuat Vanriel berpikir lamat.
"Kau mencurigai sesuatu lagi?"
"Harus bukan? Dan aku perhatikan... Segi fisik saja jauh berbeda, matanya kulitnya dan juga tinggi. Atau kepala desa memiliki garis keturunan campuran? Maksudnya menikah dengan kerajaan lain."
"Setau ku tidak. Ada peraturan di kerajaan kita, untuk pernikahan berbeda atau campuran tidak diperbolehkan." Tania mengangguk mendengar itu.
"Jadi....?" Tania bertanya lagi membuat keduanya mulai menatap saudara kepala desa yang terjangkau di mata mereka.
Sore harinya.....
Anak-anak tampak bermain dengan penuh semangat sedangkan orang dewasa beraktivitas, para pria yang telah menyelesaikan sumber air mereka terlihat latihan pedang dan memanah. Vanriel yang melihat tentu ikut bermain dan membuat warga begitu antusias menyaksikan raja mereka berlatih bersama mereka.
Layangan pedang dengan teknik yang baru dilihat warga membuat mereka antusias dan bertepuk tangan. Beberapa teknik Vanriel perlihatkan membuat sorak dari anak-anak terdengar girang.
"Wah! Raja hebat!" Sorak mereka gembira.
"Ayo, satu persatu latihan dengan ku." Ajak Vanriel yang membuat warga mulai bersiap.
Dentingan pedang terdengar mengantikan suara tepuk tangan. Tampak dalam latihan itu Vanriel melatih pemuda di sana dan pria yang sudah dewasa.
Satu persatu menunjukkan kemampuan mereka dan rata-rata tentu belum bisa menandingi Vanriel. Hingga ketika keringat itu sudah bercucuran, pedang Vanriel yang sudah menjatuhkan pedang warga dikejutkan dengan serangan pedang di belakang nya.
"Belum selesai raja."
Bersambung............
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1