Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Provokasi


__ADS_3

Setelah interogasi sepasang kekasih itu, akhirnya acara pernikahan tampak digelar. Setelah dua Minggu yang bertanda pulihnya Mei, Lee dan raja serta pendeta Ming menyiapkan acara pernikahan untuk Xiong dan Siu.


Bunga dengan aroma wangi dan keindahan beragam warna telah menyambut manik-manik yang melihatnya. Dengan perut yang sudah terlihat membuncit, Mei menuju Siu yang sudah cantik dan duduk dengan perasaan deg-degan.


"Putri...."


"Ayo tersenyumlah, aku tau jantung mu tengah perang saat ini." Goda Mei yang membuat Siu mencoba tersenyum sambil menatap pantulan cermin yang kurang jelas.


"Aku merasa cemas, putri." Ujar Siu yang menunggu panggilan untuk ke altar pernikahan.


"Aku juga begitu, tapi semuanya akan hilang setelah mengucapkan janji suci." Jelas Mei yang berharap,. kecemasan Siu akan berkurang.


"Terimakasih putri."


"Kakak, hari ini aku ingin mendengar panggilan itu. Tidak ada yang lain! Kalau tidak, aku tidak akan mendampingi mu ke altar pernikahan." Mei mengeluarkan wajah merajuknya membuat Siu menerima.


"Kakak!" Mei tersenyum dan merapikan hiasan rambut Siu yang sedikit tergeser.


"Adikku terlihat cantik. Aku yakin panglima itu tidak akan melepaskan pandangannya dari mu."


"Putri, pengantin wanita diharapkan segera keluar." Seorang pelayan datang membawa pesan dan Mei membantu Siu berdiri dengan gaun pengantin panjang dan berat itu.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Dia akan datang, tidak perlu menempelkan mata mu di dinding." Ujar Lee yang melihat Xiong saat ini.


"Pangeran, apa ini yang pangeran rasakan saat pernikahan? Sungguh aku merasa campur aduk."


"Ya, aku merasa jantung ku akan meledak dan tanganku menggigil serta lidah ku terasa kelu. Tetapi, setelah melihat pengantin wanita ku, dan merasa tangannya yang lembut. Semuanya berubah." Jelas Lee yang di dengar dengan seksama oleh Xiong.


"Pengantin wanita telah datang!" Semuanya menatap ke arah pengantin wanita yang tengah berjalan. Tapi di manik Lee, dia melihat istrinya yang tetap cantik dan bersinar. Dia seperti kembali ke masa dimana saat pernikahan mereka.


Rangkaian pernikahan satu persatu dilaksanakan. Mei yang tersenyum dan menangis haru melihat Siu mendapatkan cintanya merasa kaget ketika sebuah genggaman di tangan nya.


"Aku mencintaimu." Ujar Lee yang membuat Mei tersenyum dan membalas genggaman tangan suaminya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Apa ini kakak?" Siu dibuat kebingungan dengan pemberian Mei sebelum malam pernikahan nya.


"Ini gaun untuk pertempuran!" Jelas Mei yang membuat kening Siu berkerut.


"Aku tidak pernah melihat pakaian perang seperti ini?" Sungguh Mei ingin tertawa melihat jawaban Siu yang terdengar polos sekali melihat gaun yang terlihat seperti kain tipis saja.

__ADS_1


"Kau saja yang tidak tau! Ini akan membuat arena pertempuran semakin panas! Cobalah!"


"Kakak!" Siu akhirnya sadar dengan maksud Mei dan membuat Mei tertawa terbahak-bahak.


"Ini akan membuat Xiong semakin bersemangat. Aku yakin kau sudah mengerti, bukankah kau sudah membaca buku itu?" Goda Mei yang membuat Siu memerah.


"Kak!"


"Apa? Aku benar kan? Ayo, Xiong akan datang. Pakai ini dan perlihatkan kemampuan yang telah kau pelajari itu!" Mei meninggalkan situ dengan ucapan provokasinya dan baju tipis itu.


"Benar! Aku harus menunjukkan kemampuan ku!" Tampaknya ajaran lain Mei telah merasuki pikiran Siu yang membuat dirinya segera memakai pakaian itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Masuklah, dan jangan lupa ajaran ku. Kau tidak boleh terlihat lemah! Kau ini jantan kan?" Ujar Lee yang membuat Xiong mengangguk semangat.


"Tentu pangeran. Aku ini panglima."


"Ya, dan buktikan pada istrimu. Buat di berteriak dan bertekuk lutut merasakan pedang mu." Xiong membuka pintu kamar pengantin nya dan semangat 45 nya langsung terhenti ketika melihat pemandangan di depannya.


"Sayang....."

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2