
Lee akhirnya sampai di tempat yang menjadi pertempurannya. "Jangan ada yang melakukan sesuatu, sebelum diperintahkan."
"Baik pangeran."
Sedangkan di sisi lain, ada senyuman mengandung kejahatan di sana. "Di angka tiga, semuanya mulai."
"Baik tuan."
Lee dengan pasukannya yang melangkah masuk langsung menuju beberapa rumah untuk mencari penghuninya. "Temukan siapapun."
Ketika yang lainnya sudah bergerak, Lee juga turut bergerak dan menggunakan pedang serta kakinya ia membukanya pintu di hadapannya. "Tidak ada siapapun...."
"Mencari seseorang pangeran?" Sebuah kilatan runcing berada di sebelah leher Lee membuat Lee mematung beberapa saat.
Dengan tangannya, Lee menyingkirkan kilatan tajam itu dan dirinya merasa kaget dengan sekumpulan orang yang dicarinya. "Aku ucapkan selamat datang kepada pangeran Lee, yang sudah bermurah hati dan meringankan langkahnya untuk datang menemui kami." Dengan senyuman tak kalah manisnya, pria itu menatap Lee dengan pasukannya. Dan mereka saling berhadapan.
"Bagaimana? Apa pangeran senang dengan panyambutan nya? Aku harap iya, atau pangeran kaget karena sambutan nya tidak sesuai harapan?"
Xiong berada di sebelah pangerannya dengan ancang-ancang nya. "Aku tidak mengenal mu, kenapa kau menyerang dan menghancurkan desa kerajaan ku?" Mendengar pertanyaan Lee membuat tawa itu pecah.
"Kau ingin tau pangeran? Bagaimana menjawabnya, atau aku mulai dari mana ya? Karena aku ingin kerajaan mu hilang beserta hukum, ataupun aturannya. Tidak ada kesejahteraan ataupun kemananan yang kami rasakan, bukan begitu?"
"Ya! Itu benar."
"Ayahku memimpin dengan baik, tidak ada yang luput dari itu." Jawab Lee.
"Benar, kalau begitu dimana salahnya? Tentu saja darimu, pangeran!"
"Serang mereka!" Akhirnya setelah cukup berbincang-bincang, adu pedang itu langsung pecah menyerang di segala sisi.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Ada apa putri?" Siu memperhatikan Mei yang memandang langit di atasnya.
"Entahlah, aku merasa lain. Bagaimana dengan pengantar pesan itu? Kenapa belum ada kabar?" Tanya Mei dengan rasa gelisah yang mulai menyelimuti nya.
"Aku rasa akan segera datang putri." Mei memainkan tangannya karena rasa gelisah yang melanda nya.
"Putri! Putri mau kemana?" Siu ikut bangkit karena melihat Mei melangkah menuju keluar istana.
"Diam, dan ikuti saja." Memakai jubah untuk menutupi mereka, Mei melangkah ke tempat yang diketahui arahnya oleh Siu.
"Biar...." Belum selesai bicara, Mei langsung menggunakan kakinya membuka pintu yang tertutup rapat itu.
"Putri...." Siu langsung memalingkan wajahnya, sedangkan Mei menatap dengan lekat dan menunduk menatap tubuh yang tak bernyawa lagi.
"Sekitar 4 jam yang lalu." Mei langsung mengobrak-abrik apapun di dalam ruangan itu, meksipun alas kakinya terkena cairan merah.
Mei mengambil sebuah kain yang terletak di atas meja, dan menutup tubuh itu. "Tidak ada apapun putri, sebaiknya kita segera pergi dan biarkan prajurit...."
"Tunggu!" Mei membatalkan langkahnya dan kembali membuka kain penutup itu.
"Putri...."
"Itu dia.... Bantu aku Siu!" Siu hanya menurut saja dan mengikuti apapun yang dilakukan Mei.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Raja tampak kaget mendengar laporan prajuritnya. "Apa?"
__ADS_1
"Benar raja, tuan putri Mei pergi keluar. Kami kehilangan jejaknya."
"Apa ini pertama kalinya?" Tanya raja.
"Itu.... Sepertinya sudah beberapa kali raja."
"Apa saja yang kalian kerjakan? Cepat cari Mei!"
"Baik raja." Ditengah laporan kehilangan Mei, raja kembali mendapatkan pesan.
"Lapor raja, ada pesan dari jenderal Owan."
"Akhirnya!" Tidak menunggu pembacaan dari prajurit nya, raja membaca langsung pesan itu.
"Minta semuanya berkumpul segera! Sekarang!" Raja melemparkan pesan yang dibacanya itu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Setelah cukup lama cosplay jadi hewan omnivora itu, Mei mendapatkan sesuatu dari tanah pot bunga yang digalinya. "Pesan." Ujar Siu yang melihat Mei mengambil gulungan kertas itu.
Mei membaca tulisan dari gulungan kertas itu dan sesekali menatap tubuh yang terbungkus kain itu. "Siu persiapkan kuda, aku akan pergi."
"Putri mau kemana?" Tanya Siu dengan wajah yang kaget.
"Menyelamatkan suamiku!"
"Maksud putri..."
"Aku tidak menduga pengkhianatnya...." Mata Siu ingin keluar dari tempatnya membaca nama yang tertera di pesan yang disembunyikan itu.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.