Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Saling bertolak belakang


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya datang, tentu saja Lee begitu sumringah dan sungguh tubuhnya terasa melayang sekarang. Tubuhnya terasa terbang bersama bunga yang menjadi hiasan pilar kokoh itu dan juga ruangan istana.


Pelayan yang melihatnya, tentu memberikan berbagai reaksi tapi mereka bisa apa. Kalau memberikan reaksi buruk mereka bisa mendapatkan masalah, jadi mereka lebih melanjutkan pekerjaan mereka.


Sedangkan Lee entah sadar atau tidak, dia tengah diikuti oleh beberapa pelayan miliknya dan juga Xiong yang mengejar dirinya bak Cinderella yang sepatunya hilang sebelah.


"Pangeran!"


"Astaga kenapa jalannya jadi cepat sekali." Xiong merasa seperti pria tua yang mudah lelah.


"Apa yang kalian lihat? Cepat kejar pangeran dan lakukan tugas kalian segera!"


"Baik panglima." Semuanya langsung lari mengejar ketertinggalan mereka.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Beda dengan istana yang diliputi rasa bahagia, maka berbeda dengan kediaman di hutan indah ini. Di sebuah kamar, terlihat pakaian indah dengan perhiasan yang akan menghiasi sosok cantik itu yang terlihat suram ketika didandani.


"Nona, ayo ini sudah waktunya. Baba mungkin sebentar lagi akan memanggil lagi." Siu yang memegang hiasan kepala menyapa Nona nya yang diam seperti patung.

__ADS_1


"Pakaikan saja." Mei seolah kehilangan jiwanya yang tengah melalang buana ke Lee yang menghilang tanpa surat.


'Apa terjadi sesuatu?'


"Nona, sudah.... Nona cantik sekali." Ucapan Siu membuat Mei yang menatap dirinya di bayangan air jernih itu.


Cantik, anggun dan sempurna bak Dewi. Itulah gambaran untuk Mei. Ingatan Mei berputar oleh kata-kata Lee saat itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku ingin saat pernikahan kita nanti,kau memakai perhiasan yang menyelimuti rambut indah mu sehingga memancarkan cahaya. Aku juga ingin tangan mu, jari-jari mu dihiasi perhiasan dari bunga mawar yang merah yang begitu kontras dan kulitmu dan aku ingin leher mu dikelilingi oleh kalung permata."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


'Tidak! Aku tidak akan membiarkan pria itu mendekati ku bahkan menyentuh ku!'


"Mei, ayo kita keluar." Pendeta Ming langsung terpaku melihat putrinya yang sudah dalam penampilan pengantin.


"Putriku terlihat cantik, semoga tidak ada niat buruk padamu dan pernikahan mu. Baba jamin, kau akan bahagia dengan pernikahan ini. Ayo, mereka sudah menunggu."

__ADS_1


"Mereka?" Tanya Mei bingung tapi ia tetap melangkah mengikuti baba nya.


Dan benar saja, diluar terlihat iringan kereta kuda yang juga dihiasi sebaik mungkin. Pikiran Mei kembali teringat dengan ucapan Lee.


Perjalanan dimulai menuju pernikahan itu, tapi Mei sungguh tidak tau kemana dan dengan siapa ia akan dinikahkan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Pengantin wanita sudah datang!" Semuanya bersorak gembira dan membuat seisi istana langsung heboh.


Bahkan sang pengantin pria yang telah duduk di altar pernikahan itu ikut bangkit tapi langsung dihalangi. "Tidak ada, ikuti aturan Ayah hingga pernikahan mu selesai pangeran." Lee langsung terdiam dan duduk pasrah dan memilih membayangkan sosok Mei dengan gaun pengantin pilihannya.


'Sebentar lagi, kita akan bersama dan kau pasti akan terkejut seperti ku. Wajah kaget mu pasti sangat lucu dan tetap cantik.'


🌟🌟🌟🌟🌟


Mei memakai tudung pernikahan nya sehingga tidak bisa melihat dengan jelas tempat yang ia pijaki. Hanya terdengar suara kerumunan orang.


'Lihat saja, pria itu akan ku buat tidak berkutik karena telah berani menerima ku sebagai istrinya.'

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2