Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Mencoba Mengembalikan


__ADS_3

Tamu tak diundang langsung muncul mengacaukan acara pernikahan itu. Dhow terlihat marah melihat sosok yang datang tanpa di duga olehnya.


Dengan secepat kilat, ia mengambil ancang-ancang. "Kau tidak mengundang kami, jadi kami datang. Oh acara sudah selesai?" Tanya jenderal yang membuat Dhow naik pitam.


"Ternyata kau masih hidup!"


Dhow melayangkan pedang nya, dan satu gerakan wajahnya membuat beberapa pelayan setia nya membawa kedua pengantin.


Sedangkan jenderal, matanya langsung tertuju pada Lee yang begitu patuh dengan orang-orang yang membawa dirinya. "Pangeran...."


"Baiklah, tak apa. Sepertinya kau ingin bermain-main. Atau ingin melihat pangeran mu yang menjadi boneka ku? Bukan.... Menantu ku, maksudnya." Ujar Dhow dengan tersenyum smirk.


"Kau tidak akan menang!"


"Siu!" Jenderal cukup kaget dengan kedatangan Siu untuk membantunya menyingkirkan serangan pedang Dhow.


"Wanita seperti mu ingin menantang ku! Maka, terimalah akibatnya!"


"Bertahanlah sebentar Siu, aku akan kembali!" Siu tampak tau kemana tujuan jenderal yang pergi meninggalkan dirinya bersama Dhow saling duel.


"Dia akan kembali dan melihat kematian mu!"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Beberapa pelayan setia Dhow membawa pengantin baru itu ke sebuah tempat yang terlihat seperti satu kamar. "Silakan nona dan tuan menikmati acara selanjutnya." Tampak Lee melangkah masuk memegang tangan istrinya.


"Tugas kita selesai. Kita akan kembali sore nanti. Sekarang, kita harus membantu guru kita!"


"Iya." Setelah mereka pergi, pintu yang sedikit lagi dimasuki langsung disapa oleh seseorang membuat keduanya berhenti.

__ADS_1


"Pangeran!" Jenderal melihat langsung Lee dengan manik kosong.


Secepat mungkin, Jenderal menarik tudung kepala itu dan membuat maniknya membola. "Putri....."


"Jenderal!"


Sejenak jenderal kaget melihat Mei yang berpakaian pengantin wanita. "Lupakan yang lain! Sekarang bagaimana mengembalikan Lee?" Tanya Mei yang mengerti begitu banyak pertanyaan di benak jenderal.


Jenderal menatap lekat Lee yang hanya diam menatap ke depan dengan tatapan kosong. "Putri, dia hanya mendengarkan ucapan mu sekarang, dan juga melakukan hal yang telah tertanam di kepalanya."


"Apa maksudnya? Apa aku minta dia dengan kata sadar?"


"Bukan putri! Putri, setelah pernikahan tentu saja ada malam pengantin. Dhow pastinya telah memerintahkan pangeran untuk melakukannya setelah pernikahan."


"Apa kami harus berhubungan untuk kesadaran Lee? Aku bisa..."


"Aku tau ketika memegang tangan putri sebelumnya. Ada detak jantung lain yang tumbuh disana. Putri, hubungan yang dimaksud, bukan seperti yang putri bayangkan...." Jenderal tampak melihat keadaan, dan melanjutkan ucapannya.


"Putri, intinya pangeran Lee harus mengeluarkan minuman yang diberikan Dhow dari tubuhnya. Dan itu melalui bagian keperkasaan pangeran. Cairan itu akan keluar berwarna hitam pekat, apapun caranya putri harus mengeluarkannya. Dan pastikan, cairan itu tidak masuk ke dalam tubuh putri, jika tidak.... itu bisa mengancam janin yang tengah berkembang saat ini putri. Ketika cairan hitam itu bergabung dengan janin suci putri, maka akan terjadi hal yang tidak baik! Aku tidak punya waktu, aku akan menyelesaikan semuanya dengan Dhow. Sebelum Dhow kesini dan menyadarinya, maka putri harus menyelesaikannya." Setelah mengatakan semuanya, jenderal pergi dan Mei masih mencerna kata-kata itu.


"Apapun yang terjadi, aku harus mengeluarkannya...." Ketika Mei sibuk dengan pemikirannya, Lee menarik tangannya hingga mereka masuk ke dalam.


"Aghhh!" Mei tersentak kaget melihat Lee yang berubah seperti serigala kelaparan yang siap memangsa dirinya.


"Ayo, kita bercinta! Istriku!"


"Lee....." Percuma, Mei segera sadar bahwa kata-katanya tidak akan bisa masuk kedalam pikiran suaminya saat ini.


Lee mulai menyingkirkan pakaiannya dan melepaskannya pakaiannya sendiri dengan tatapan kosong. "Apa yang mereka lakukan padamu?" Mei tidak bisa memikirkan, apa yang telah dilakukan oleh Dhow pada suaminya. Sehingga Lee beringas tidak seperti yang dikenalnya.

__ADS_1


"Sshhh." Mei meringis ketika Lee menarik perhiasan di kepalanya dengan keras dan tak sabaran.


Perbedaan sangat kentara Mei rasakan. Gigitan Lee, ciuman nya seperti tak ada rasa selain mengejar kepuasan sendiri. Mei hanya bisa mencengkram erat ranjang dan juga sesekali rambut Lee yang bermain di tubuhnya.


Mei yakin, lehernya merah keunguan karena hls@pan Lee yang kuat. Jika Mei biarkan terus menerus, Mei yakin ini akan menjadi hal buruk untuk bayinya karena main kasar Lee. "Berbaring!" Perintah Mei yang mengetes apakah yang dikatakan oleh jenderal benar.


Dan benar saja, Lee yang sebelumnya berada di atas tubuhnya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. "Aku tidak punya pilihan lain." Berpacu dengan waktu, Mei menuju tubuh bawah Lee yang terdapat pusat cairan yang harus dikeluarkan.


"Aghhh!" Lee tampak bereaksi ketika lidahnya sudah bergerilya di pedang milik Lee.


Sambil melakukan gaya makan lolipop itu, Mei perlahan-lahan menyadari apa yang tengah terjadi saat ini. "Dhow menginginkan Lee menghamili putrinya. Apa ada kekuatan gelap di dalam cairan itu?"


Lee terus berteriak kenikmatan ketika miliknya dimanjakan seperti itu, dengan tarikan kencang. Lee menarik rambut Mei yang tengah berjuang untuknya kembali.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Manik yang cukup lama tertidur itu akhirnya sadar. "Lee! Dimana aku?" Nea segera bangkit dari tidurnya dan mencoba mengingat apa yang terjadi padanya.


"Tidak! Lee! Pernikahan ku!" Nea mencoba keluar dari kamarnya menuju ayahnya.


Nea kaget bukan main, ketika melihat pernikahan impiannya berubah menjadi arena pertarungan. "Apa yang terjadi? Ini..... Ayah!" Panggil Nea yang membuat Dhow yang tengah mengayunkan pedangnya terkejut melihat putrinya.


"Nea?" Jenderal dan yang lainnya tentu kaget melihat Nea keluar dan akan mengacaukan rencana mereka.


"Kalau putriku disini, berarti?"


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2