
Ciuman yang tengah mendarat dan membungkam bibir lawannya itu menghasilkan rasa manis yang membuat keduanya tidak mau melepas satu sama lain.
Baik Lee dan Mei, tidak ada yang mau berhenti. Mereka saling menyerang dan menunjukkan keahlian satu sama lain, suasana yang mengelilingi mereka begitulah mendukung saat ini.
Saling menyerang dan membalas, membuat deru nafas keduanya terhambat sejenak. Sehingga, tautan bibir itu terlepas sejenak, tapi tidak dengan wajah keduanya yang terlihat tidak ada jarak sama sekali.
"Aku akan segera mengatakan pada raja, dan membawa iringan kereta kuda dengan restu untuk mu." Lee berbicara dengan kening mereka yang saling bertaut bak lem prangko.
"Aku menunggu." Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Mei. Jika dilanjutkan lagi, bisa-bisa ia lepas kendali dan membuat Lee ikut terjerembab dengan naluri tersembunyi nya.
"Aku akan datang, sebelum minggu ini berlalu, kau akan berada di istana dan menjadi istriku." Cukup lama saling menempel, Lee membeli jarak dan tak lama ia mengelus pipi yang memerah karena aktivitas mereka.
"Aku pergi dulu, kita tidak bisa bersama. Itu bisa memberikan stigma negatif mengenai mu." Mei hanya diam sambil merasakan sentuhan lembut di pipinya.
Dengan secepat kilat, Lee sudah menghilang dari posisinya dan tak lama pendeta Ming datang dan menemukan dirinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dengan keadaan segar dan wangi yang khas. Mei tengah menikmati pijitan kecil yang diberikannya Siu untuknya. "Sudah, aku sudah tidak apa. Kau pasti juga lelah, istirahatlah. " Ujar Mei kepada gadis itu.
"Tapi Nona tidak menceritakan semuanya padaku, aku tau dengan jelas. " Siu membalas dengan nada sedikit kesal dan wajah penasaran yang tidak akan pergi sebelum keinginannya tercapai.
__ADS_1
"Begitu kah? Baiklah! Tapi kau juga harus bercerita padaku mengenai kejadian sebenarnya."
"Kejadian apa maksud nona?" Siu mengeluarkan kata ajaibnya ketika diserang balik.
"Kau lupa? Atau pura-pura lupa? Atau mungkin telinga ku yang salah mendengar bahwa aku mendengar suara...." Ucapan Mei terhenti karena tampaknya Siu mengalah dan memilih pergi karena tidak mau rahasianya diperjelas.
Padahal, Mei hanya mengada-ada saja dengan keahliannya agar Siu berhenti mengorek informasi asmaranya. "Dia terkena serangan sendiri. Ekspresinya sangat lucu dan membuat ku terhibur, ah! Aku merasa bahagia sekali!" Sambil memainkan rambutnya, ingatan tautan bibir itu berseliweran di kepalanya dan membuat jarinya menyentuh bibirnya sendiri.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Di istana, Lee juga baru saja selesai membersihkan tubuhnya, tapi satu dari anggota tubuhnya yang tidak ia bersihkan, yaitu bibirnya.
Kepalanya tengah memutarkan film yang berdurasi singkat dengan adegan ciuman pertamanya yang ia berikan pada wanita yang berhasil mengisi hati dan pikiran nya.
"Pangeran!" Tentu saja adegan yang tengah berputar itu menjadi terhenti karena suara yang memanggil dirinya.
"Xiong? Kau berteriak padaku?" Tampak Lee kesal karena kebahagiaan nya menjadi kacau.
"Tidak pangeran, aku sudah memanggil pangeran berulang kali, tapi pangeran tidak dengar. Jadi... aku sedikit menaikkan volume nya saja."
"Ada apa?".
__ADS_1
"Raja meminta pangeran untuk segera menuju ruang makan. Karena waktu makan malam sudah tiba."
"Aku akan kesana, kebetulan aku merasa sangat lapar."
"Tentu pangeran, para pelayan sudah menyiapkan berbagai makanan yang pangeran sukai."
"Ya, ya..." Lee segera bangkit dan memperbaiki ikatan pakaiannya.
"Pangeran, apa pangeran tau bahwa Nona Mola datang ke istana."
"Mola?" Ujar Lee yang tampaknya belum sadar.
"Iya pangeran, Nona Mola datang dengan kedua orang tuanya." Entah mengapa Lee langsung berpikir keras dengan kabar yang ia dapatkan dari Xiong.
"Kapan?"
"Hari ini pangeran, dan sekarang berada di ruang makan bersama raja....." Xiong yang belum selesai bicara, segera mengikuti langkah pangerannya yang langsung bergegas bukan karena rasa lapar, tapi karena hal lainnya.
Bersambung......
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!
__ADS_1
Skala Kecantikan Flora, Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.