
Setelah sarapan pagi Ares dan Ayesha pamit pulang ke rumah, para anak anak panti berpamitan pada bunda Afifah, Ayesha dan Ares.
Dengan sengaja Ares memberi mereka uang jajan pagi itu semuanya dapat sama rata.
“Belajar yang rajin ya, siapa yang dapat juara kelas abang akan kasih hadiah,”
“Benaran bang, tanya salah satu anak panti itu,”
“Iya,”
“Baiklah bang, kami akan belajar dengan rajin,”
“Bagus, yang semangat yaa, tapi jika sudah berhasil masih tetap belajar oke,”
“oke bang,” jawab semuanya kompak.
Setelah semua anak pergi ke sekolah, kini hanya tinggal beberapa orang balita yang di urus oleh, Cantika.
Ares dan Ayesha pamit pulang.
“Bun, kami pulang yaa, jika ada apa apa, hubungi ay ya,”
“iya, nak, hati hati di jalan, jangan ngebut bawa mobilnya nak,”
“Ngak Bun,” jawab Ares.
Setelah berpamitan Ares segera mengemudikan mobil menuju rumah mereka.
“ikut aku ke kantor ngak?,” tanya Ares.
“Azam, kita ke kantor papa mau ngak?,”
“Mau mi,”
“Nah dah dengarkan kan mas,”
“Oke kita langsung ke kantor,”
*
*
*
Lain halnya di rumah Ares.
Putri yang hendak ke kampus tapi lupa jika mobilnya masih di bengkel.
“Dad, mobil aku kapan siapnya?,” tanyanya dengan wajah lesu.
“Nanti sore, udah di antar kesini, jadi sabar yaa,”
“Ya dad,”
“Mom, dad, aku ke kampus ya, mau temu dosen pembimbing,”
“Ya, di antar pak Roy ya,” sahut Ara.
“Iya mom,”
Ares sudah tiba di gedung Loghan Group, membuat pria kecil nan tampan itu kagum melihat gedung tersebut, ini kali pertama Azam ke kantor Ares.
“Wah...tinggi banget mi,”
“Mau tau tingginya berapa?, Ayo kita naik,” ajak Ares.
“Ayo pa,” sahutnya dengan semangat.
Ares mengendong Azam dan membawanya masuk ke dalam gedung tersebut, Ayesha menyapa ramah para karyawan yang berpas-pasan dengannya.
Mereka segera masuk ke dalam lift, setelah menekan tombol 27, pintu besi itu segera naik ke atas sesuai nomor yang di inginkan. Tiba di ruangan Ares Azam sangat kagum melihat ruangan itu, lalu Ares membawanya melihat ke bawah dari jendela.
“wah, keren,” ucapnya.
“Azam sama mimi duduk disini dulu ya, papa mau menyelesaikan kerjaan sebentar,”
Cup..Azam mengecup pipi Ares.
“Oke pa,”
“Sayang, kamu ngak cium aku juga, masa kalah sama Azam,” ucap Ares dengan seringainya
“ck...bilang aja mau di cium..,” sahut Ayesha sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Hahaha, nah itu tau,” jawabnya santai.
Cup, Ayesha mengecup singkat bibir Ares setelah melirik Azam yang lagi asik main gawai Ayesha.
Azam yang lagi asik melihat video hewan, seketika matanya membola ketika melihat hewan kanguru yang belum pernah ia lihat sebelumnya, apa lagi melihat ada anak dalam kantung nya.
“Mimi, ini hewan apa mi,”
“Mana sayang,” jawab Ayesha sambil mengelus kepala pria kecil itu.
“ini,” lalu melihatkan videonya pada Ayesha.
“Ini namanya hewannya, kanguru,”
“kok dia loncat mi?, Ngak jalan kayak kancil,”
“memang dia kalau jalan begitu, coba Azam lihat kaki depannya lebih pendek, dan kaki belakangnya lebih panjang, lalu ini namanya kantungnya untuk membawa anaknya. Ayesha menjelaskan panjang lebar tentang hewan tersebut.
“Oh, gitu ya mi,”
“ hm...cup,” Ayesha mengecup pipi gembulnya.
“mi, boleh telpon onty ngak?,”
“Mau ngapain telpon onty?,”
“Azam mau main ke moll, boleh ya mi,” ucapnya lagi.
__ADS_1
“Hm..sini Mimi telpon in jika onty sibuk jangan ngambek ya,”
“Ya mi,”
Ayesha segera mencari kontak putri, setelah ketemu ia pun langsung menghubungi putri.
“Halo, assalamualaikum, kak,”
“Kumsalam, onty, kesini, Azam di kantor papa, kita jalan jalan ke moll yuk onty.
“Eh, tunggu dua jam lagi ya sayang, onty lagi ada urusan di kampus, nanti setelah selesai onty kesana ya,” ucap putri yang terdengar oleh Ayesha Karna ia menggunakan pengeras suara.
“ya onty, jawabnya lesu.
“Ya udah onty tutup dulu telponnya ya,”
“Ya,”
“Assalamualaikum,”
“Kumsalam,”
Azam yang hampir menginjak usia tiga tahun itu, kini semakin pinta dan berbicara pun ia sudah semakin cerdas, melihat sesuatu hal baru yang maka ia akan banyak bertanya, terkadang Ares dan Ayesha kewalahan menjelaskannya.
“mi,”
“mau susu,”
“ya, Mimi buat dulu yaa,”
“ya mi,”
Ayesha segera membuatkan pria kecil itu satu botol susu, dengan ukuran dot yang lebih panjang dari biasanya. Lalu meneruskannya pada Azam, pria kecil itu segera merebahkan kepalanya di atas paha miminya dan tangan Ayesha langsung mengusap kepala Azam dengan lembut dan sekali kali mencium pipi gembulnya Karna gemas melihatnya yang kembang kempis menghisap dot tersebut.
“Sayang,” pangil Ares saat mengalihkan pandangannya dari benda petak yang ada di depannya.
“Hm...apa mas?,”
“Nanti masuk jam berapa?,”
“Jam tiga, kenapa mas,”
“ngak, ada nanya doang,”
“Oh,”
Ayesha minggu ini sif malam, jadi ia bisa menemani Ares ke kantor, sangat tepat bagi Ares Karna ia juga lagi puasa dan sang istri pas sif malam, walau tidur sendiri di kamar, ya mau gimana lagi, itu lah risikonya yang harus diterima oleh mereka berdua.
Ayesha yang hampir menjalani masa kaosnya satu tahun, tentu sudah biasa dengan keadaan seperti ini buat mereka, walau terkadang Ares akan menyusul sang istri ke rumah sakit, Ares sudah merenovasi ruangan sang istri Karna Ares anak pemilik rumah sakit tersebut membuat ia leluasa melakukan apa saja untuk sang istri, Ares ingin istrinya merasa nyaman pas saat beristirahat apa lagi jika dia datang kesana untuk menemani sang istri yang lagi tugas malam.
Waktu terus berlalu, Azam sudah tertidur di pangkuan Ayesha, Karna kelamaan menunggu putri, Ares memutuskan untuk makan siang di moll, tapi sebelumnya mereka mengirim pesan terlebih dahulu pada putri agar ia segera menyusul kesana.
*
*
*
“mi, kita mau kemana?,”
“Tapi katanya mau ke moll,”
“ontynya mana?,”
“Kita tunggu onty di moll aja ya, karna onty masih ada urusan, ngak apa kan,” tanya Ayesha.
“Ya mi,”
Tak lama mereka tiba di moll tersebut, setelah memarkir mobilnya di tempat biasa Ares mengajak, keluarga kecilnya menuju tempat makan favorit Azam dan Ayesha, apa lagi jika bukan olahan seafood, sama seperti dirinya juga yang suka semua jenis olahan seafood.
Tak lama berapa lama putri datang ke restoran cepat saji yang biasa mereka singgahi, dengan senyum mengembangnya ia segera menghampiri Azam si pria kecil yang ngangeni.
Grapppp.
Putri segera memeluk Azam dari belakang sehingga bocah itu terlonjak kaget.
“Onty, ih,” kesalnya.
Cup...cup...putri malah mencium kedua pipi Azam dengan gemasnya.
“Udah lama kak,” tanya pada Ayesha.
“Baru lima menit yang lewat makanan aja belum datang,”
“Kamu kesini naik apa?,”
“Di antar sama pak Roy,”
“Emang mobilnya belum siap?,” tanya Ares.
“Belum bang, kata Daddy nanti sore baru siap,”
“Oh,”
“gimana skripsinya?,”
“Masih direvisi lagi,”
“Yang semangat ya,”
Tak jauh dari mereka ada sepasang mata sedari tadi memperhatikan putri, dan terpana melihat senyum manis putri.
“liat apa bro,” tanya temannya.
“Liat masa depan gue,” jawabnya santai.
“Eh, sejak kapan jadi peramal?,”
“Sejak gue melihatnya,”
“ck, pede Lo,”
__ADS_1
“Harus dong,”
Rafa terus saja memperhatikan interaksi putri dan Azam yang terlihat bahagia.
“Put, Abang antar Kaka pulang ya, tolong jaga Azam, oke?,”
“asiap kak, hati hati di jalan, Azam salam dulu sama papa dan miminya,”
Azam segera menyalami Ares dan Ayesha.
“Azam jangan nakal ya nak,” pesan Ayesha.
“Ngak mi,”
Setelah Ayesha dan Ares pergi Azam dan putri lanjut berkeliling moll. Sambil menggandeng tangan pria kecil itu. Rafa yang mengikuti putri dari belakang Tampa ia tau.
“Azam mau main apa?,”
“Itu,” tunjuknya pada wahana mandi bola, putri pun ikut masuk ke dalam Karna ia belum yakin membiarkan Azam di dalam Karna selain banyak anak anak juga Azam terlalu kecil.
Azam senang banget mainan itu, ia juga dapat mengusili putri dengan melempar beberapa bola ke putri. Lelah bermain bola Azam memilih main mewarnai, putri mengikuti apa saja yang Azam mau mainkan asal ia puas dan senang.
“azam mau pilih gambar apa untuk di warnai?,” tanya putri.
“Jerapah aja onty,” ucapnya.
“ayo kita duduk di situ, dan ini alat untuk mewarnai,” tunjuk putri.
Dengan telaten putri mengajari azam mewarnai gambar pilihannya tersebut, sekali kali putri mencoret pipi azam membuat pria kecil itu cemberut.
“Onty, ih,,” omelnya sementara ia masih fokus mewarnai gambarnya.
“Hahahahah, ya udah ngak onty ganggu lagi kok,” ucap putri. Lalu mengambil ponselnya dan mencuri foto Azam yang serius dengan kegiatannya.
“pria tampan yang fokus dengan kegiatannya,” tulis putri di status WAnya.
“Udah selesai,” tanya putri pada Azam.
“Dikit lagi onty,” jawabnya Tampa melirik putri.
“Ya baiklah, sayang,” jawab putri.
Tiga puluh menit menunggu kini Ares sudah siap dengan gambarnya.
“onty, liat,” ucapnya sambil melihatkan gambarnya pada putri.
“wauuu, bagus,” puji putri.
“Mkasih onty,”
“Sekarang kita kemana lagi?,”
“Pulang yuk onty, Azam lelah,”
“yakin nih?,”
“Iya onty,”
“Kerumah mommy Ara ya?,”
“Oke,”
“yuk,”
Putri mengendong Azam keluar dari wahana bermain itu, Rafa melihat putri keluar dengan segera ia mengejar putri, ia ingin membuat perhitungan dengan putri.
“Hay, tunggu,” teriak Rafa.
Namun putri tak mendengar teriakan Rafa Karna Azam asik berceloteh di dekatnya.
“Onty, Azam mau susu,”
Deg....oh..astaga Kaka kan ngak ada meninggalkan botol susu Azam pikir putri.
“bentar yaa, onty telpon Mimi dulu,”
“Ya, jawabnya lesu, lalu kepalanya menyandar di bahu putri.
Graapp.
Rafa menarik tangan putri dan....
Prangggg, ponsel putri terlepas dari tangannya saat akan menelpon Ayesha tapi Rafa datang mencekal tangannya ya karna kaget ponsel tersebut jatuh ke lantai.
“Astaga....., Ponsel ku,” ucap putri belum sadar saat ada orang di sampingnya.
“kenapa onty,”
“Ponsel onty rusak sayang.
Setelah mengambil ponselnya, putri melirik kesamping dan melihat Rafa.
“Kauuuu,” kesal putri.
🍂 🍂 🍂 🍂 🍂
Maaf ya Author telat up, sebenarnya hari Jum’at kemaren Author akan up tapi ada musibah, negeri tercinta tempat Author tinggal di guncang gempa 6,2 sehingga banyak saudara dan kerabat yang kehilangan tempat tinggal.😭😭
Tak berapa lama setelah gempa terjadi longsor di lereng gunung pun terjadi dan mengakibatkan banjir bandang rumah yang runtuh akibat gempa di sapu oleh banjir bandang, 😭😭
Alhamdulillah, tempat tinggal Author masih aman Karna tempat terjadinya banjir bandang itu jauh dari tempat Author sekitar satu setengah jam dari tempat Author tinggal.
Mohon doa nya, untuk bencana ini, yang sampai sekarang masih dalam trauma terutama anak anak.
💞💞💞
Wasalam
__ADS_1