
Pagi yang indah semua kembali ke rutinitas masing-masing setelah dua hari berlibur bersama keluarga atau sahabat, begitu juga dengan Ayesha pagi ini ia kembali ke kampus untuk menuntut ilmu. Kurang dari satu tahun lagi ia sudah menyandang gelar dokter rasanya sudah tak sabar menanti hari itu.
Selesai sarapan, Ayesha berangkat ke kampus dengan sepeda motornya, Karna masih pagi jalanan tak terlalu padat kendaraan hingga ia bisa segera tiba dengan cepat di kampus Tampa terkena macet, kurang dari jam tujuh ia sudah tiba di kampus, dan segera menuju perpustakaan.
Begitu juga dengan Ares Karna ada rapat penting pagi ini ia juga bergegas pergi ke kantor tapi sebelumnya ia mengantar putri ke kampus Karna mereka searah.
Tiba di perusahaan Loghan Group, Ares segera menuju ruangannya tak lama Dika pun masuk dengan membawa beberapa file.
“Kita rapat sebentar lagi bos,”
“apa semuanya sudah siap dik,”
“Sudah bos,”
“Baguslah,”
Tak lama Ares menuju ruang rapat bersama Dika asisten pribadinya, ya Dika adalah anak yang di bantu Ares waktu TK, mereka lanjut bersahabat hingga dewasa, Ares meminta Dika untuk jadi asistennya saat ia telah resmi di angkat jadi CEO oleh Daddy-nya. Sejak ia bekerja dengan Ares perekonomiannya pun mulai Normal dan ia juga sudah membeli sebuah rumah untuk ibunya, Karna ayah nya sudah lama meninggal saat Dika masih SMP.
Tiba di dalam ruangan rapat mereka mulai membahas proyek yang Sadang berjalan dan terdapat sedikit masalah.
🍂🍂🍂
“Ay,” panggil Fahrul.
“iya, apa far?,” tanyanya saat sudah berhenti.
“Ke kantin yuk?,”
“Maaf far, aku mau ke perpus nyari buku, buat ngerjain tugas,”
“Nanti aja, kita makan dulu,” jawab Fahrul sambil menarik tangan Ayesha.
“Far, aku harus ke perpus, maaf ya, kapan kapan aja oke,” ucapnya memohon.
“Huff, ya udah deh,” jawabnya sambil berlalu begitu saja.
Tak ambil pusing dengan sikap Fahrul, Ayesha melanjutkan lagi tujuannya. Tiba di perpus ia segera mencari apa yang di perlukannya dan setelah dapat apa yang dicari, Ayesha mencicil mengerjakan tugas Karna ia tak punya banyak waktu, pulang kuliah juga harus bekerja, maka jika ada waktu senggang maka akan mengerjakannya.
“Boleh duduk,” ucap seseorang.
Melihat siapa yang minta izin dan tampaklah gadis manis yang berdiri di depannya.
“Boleh,” jawab Ayesha di barengi dengan seulas senyuman.
“Makasih kak,” ucapnya lagi.
Ayesha hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah tak ada lagi pembicaraan ia kembali fokus mengerjakan tugas kuliah nya. Begitu pun dengan gadis manis yang duduk di depan Ayesha.
Huff, helaan nafas Ayesha setelah selesai mengerja kan tugasnya separuh Karna bel masuk sudah mulai memanggil para siswa agar segera melanjutkan tugasnya sebagai pelajar.
“hy, aku duluan ya,” pamitnya.
“Hm..ya, oh ya kita belum kenalan,”
“Hihihi, kenalkan nama ku Ayesha,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
“Salam kenal kak, aku putri,” jawabnya sambil membalas uluran tangan Ayesha.
“Nama yang bagus, Pantesan cantik kek namanyaa, puji Ayesha.
“Hahaha, Kaka juga cantik,” balas putri.
“Hihihi, ya udah aku duluan ya put,”
“Ya kak, sampai ketemu lagi,”
Di balas anggukan oleh Ayesha sebagai jawaban darinya.
Hari sudah menunjukkan jam dua siang, Ares segera ke kampus adiknya untuk menjemput si putri manja Alfarizi Loghan.
“Dek, udah keluar belum?,”
__ADS_1
“Udah, nih lagi menuju gerbang,”
“Ya udah Abang tunggu di mobil,”
“Ya bang,”
Tiba di depan mobil Ares, putri segera masuk dan tak lupa memasang sabuk pengaman.
“bang, cari makan dulu ya, aku ngak sempat makan siang tadi ngerjain tugas lupa deh,”
“Kebiasaan,”
“Ya udah kita cari resto,”
“yes,” jawabnya penuh semangat.
Ares melajukan mobilnya menuju resto terdekat Karna ia tak ingin adik kesayangannya kelaparan, kurang lebih lima belas menit mereka tiba di sebuah resto, setelah memarkir mobilnya mereka segera masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman menurut mereka. Usai mencatat menu yang mereka suka pegawai resto kembali ke dalam, sambil menunggu pesanan mereka sibuk dengan gawai masing-masing.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun sudah tersaji di atas meja Tampa menunggu lama lagi keduanya segera melahap makanan tersebut.
Ayesha tiba di depan resto segera masuk dan Mengganti bajunya dengan seragam yang telah di sediakan pemilik resto.
“ay, kayaknya malam ini kita bakal lembur deh,”
“Aku ngak ambil lemburnya Lan, soalnya lagi ada tugas kuliah,”
“Yaaahhh, ngak asik dong kalau ngak ada kamu,”
“Hihihi, maaf ya aku ngak bisa lembur kali ini,”
“Ya deh, ngak apa-apa,”
Karna tugas memanggil keduanya kembali bekerja seperti biasa, hingga tiba waktu pulang Ayesha pun pamit pada kawan-kawan sejawatnya. Hari menunjukkan hampir jam sebelas malam, mengendarai motor kesayangannya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba di tengah jalan ia melihat sebuah mobil mewah di hadang oleh 2 kawanan bersepeda motor. Ayesha berhenti di belakang mobil tersebut dan melihat seorang pemuda sedang baku hantam dengan para pereman itu, Karna kasihan melihat pemuda itu Ayesha membantunya.
“huff, beraninya Cuma keroyokan,” ucap Ayesha.
“Siapa kau,” ucap salah seorang penjahat.
“Lawan duel mu,”
“Kedengarannya tidak asik,”
“Kau...,”
Pereman itu segera menyerang Ayesha yang di saksikan oleh pemuda itu berasama dengan adiknya, empat lawan satu, sempat membuat Ayesha kewalahan tapi tak berselang lama ia bisa juga menumbangkan empat preman itu walau harus menerima sedikit kenang-kenang dari penjahat tersebut.
“apa kau terluka,” tanyanya saat melihat darah menetes di ujung jari Ayesha.
“Tidak, sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum kawanan mereka datang,” ucap Ayesha.
“akan lebih baik kita obati dulu luka mu agar tidak infeksi,”
“saya bisa melakukannya dirumah nanti, saya permisi tuan,” pamit Ayesha.
“Hy...tunggu siapa nama mu?,”
“Ah, sial,” umpatnya.
Tiba di kosnya Ayesha segera membersihkan lukanya goresan senjata tajam di tangannya untung tidak terlalu dalam, setelah selesai ia segera beristirahat Karna merasa lelah dengan aktivitas seharian ini.
Ares tiba di rumah dengan wajah yang sedikit memar, membuat Ara syok melihat wajah tampan anaknya lebam.
“Sayang, kau kenapa dengan mata yang sudah berkaca kaca,”
“Mom,” ucapnya manja.
“Duduk di sini mommy ambil air untuk mengompres wajah mu, restu cepat cari kotak obat nak,”
“Ya mom,”
Tak lama Ara datang dengan membawa baskom kecil dan saputangan untuk mengompres wajah Ares, usai mengompres lalu mengoleskan salep untuk menghilangkan memarnya. Putri yang mendengar suara berisik pun segera keluar dari kamar dan langsung menuju ke arah suara.
__ADS_1
“Astagfirullah, abang kok bisa jadi begini,”
“Abang juga ngak tau,”
“Apa yang terjadi sebenarnya?,”
“Abang dan restu di hadang penjahat di jalan jadi ya gini hasilnya, untung restu ngak keluar kalau dia keluar dari mobil Abang ngak tau apa jadinya,”
“Dan bersyukur juga ada yang nolongin, kalau tidak mungkin kita udah di rumah sakit sekarang,” ucap restu.
“Siapa yang nolong kalian,” tanya Arkan.
“Ngak tau Dad, dia cewek,”
“Ais, kalian ini,”
“Setelah mengalahkan preman itu dia langsung pergi dad padahal tangannya terluka,” terang restu.
“ya sudah, Daddy akan cari tau siapa cewek itu,”
“Sebaiknya kita istirahat,”
“Ya dad,”
Ara mengikuti suaminya sampai ke kamar dan tiba dikamar ia sedikit marah pada Arkan, ia cuek saja saat Arkan memanggilnya.
“Sayang,”
Tak menjawab malah pergi ke kamar mandi.
“Ais, apa dia marah pada ku?,” monolog sendiri.
Ara keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ranjang Tampa menghiraukan tatapan Arkan. Arkan yang sudah tak tahan Karna di abai oleh Ara dengan sigap ia menarik Ara dalam dekapannya.
“Sayang, kau marah pada ku?,”
Bug...bug...
Ara memukul dada bidang Arkan, Karna kesal.
“Iya, aku marah sama kamu mas,”
“Ya tapi apa salah ku?,”
“Masih nanya salah apa,”
“Mas membiarkan anak-anak keluar malam Tampa pengawalan para bodyguard, dan untung saja mereka tidak kenapa-napa,”
“ah baiklah, kali ini aku lalai menjaga anak anak kita tapi ini yang terakhir, mulai besok mereka akan di awasi oleh Roby dan anak buahnya,”
“Hm...”
“Cuma hm doang?,”
“Lah trus?,”
Tampa menjawab Arkan membungkam mulut istrinya dan menyadapnya dengan lembut dan bar gai rah, ciuman kini semakin panas membuat Arkan bertindak lebih lanjut.
“Sayang, aku ingin diri mu,”
“Aku juga,”
Pasangan yang tak lagi muda ini melanjutkan olahraga malam dengan kekasih halalnya.
🍂 🍂 🍂
Mana nih dukungannya cukup lentur kan jempolnya untuk menekan like dan vote.😉😘
__ADS_1