Mommy Ara

Mommy Ara
21. 𝐾eπ‘’π‘ π‘–π‘™π‘Žπ‘› Leo Meπ‘šπ‘π‘’π‘Žπ‘‘ π΄π‘Ÿπ‘Ž Bπ‘Žπ‘eπ‘Ÿ


__ADS_3

Ara bangun dengan badan yang sudah terasa fit, ia pun segera membersihkan dirinya, selesai membersihkan dirinya Ara keluar dengan pakaian lengkapnya, setelah itu tak lupa merias sedikit wajahnya dengan polesan yang natural lalu ia menyisir rambut. selesai dengan kegiatannya didepan cermin Ara pun segera keluar dari kamar menuju ruang makan.


"maaf ma, Ara kelamaan ya?


"ngak apa apa, apa kamu sudah baikan?


"sudah ma, mungkin efek dari kedatangan tamu bulanan ma.


"ya sudah, nanti pulangnya jangan kemalaman kan ada Rani yang bisa dipercaya.


"ya ma, sore Ara sudah sampai rumah kok.


"yasudah kita sarapan dulu, Ara hanya mengangguk.


Ara dan mamanya menyantap sarapan nasi goreng pagi ini, mereka makan dengan lahapnya Tampa ada lagi yang berbicara kecuali dentingan sendok.


Selesai sarapan Ara pun berpamitan pada mamanya, Ara kaget melihat Rani datang dengan motor metic nya.


"ayo mbak barengan, ucap Rani.


"gratiskan?


"is...mbak dikira aku ngojek kali, kesal Rani.


"hahaha, siapa tau aja kan.


"kalau mbak mau bayar juga ngak apa apa.


"kalau udah gratisan ngapain harus bayar.


"terserah mbak aja, ayo cepatan naik ntar dimarahi bos kalau telat.


"hahaha, iya ayo cepatan.


Rani pun melajukan motornya menuju cafe, 20 menit perjalanan mereka tiba di cafe, setelah memarkir motornya diparkiran khusus karyawan Ara dan Rani pun segera masuk kedalam cafe. Ara langsung menuju meja kasirnya, sementara Rani menuju dapur untuk mengcek para karyawan atas perintah Ara.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Arkan menjemput putranya karna sudah jam pulang sekolah Ares, ia tak mau putra nya menunggu, maka ia akan datang ke lebih dulu. Tiba disekolah Ares, Arkan melihat putranya sedang berjalan menuju gerbang dengan cepat Arkan pun menghampiri putranya, Ares yang melihat deddy-nya ia pun langsung menghampiri Deddy nya.


"Deddy, teriaknya.


"hy..mau ikut Deddy ke kantor apa mau kerumah opa?


"ikut Deddy aja.


"oke ayo kita berangkat.


"Ded, beli makan dulu ya, Ares lapar Ded.


"oke, mau makan apa?


"pizza aja Ded.


"ayo kita beli.


Arkan pun melajukan mobilnya ke kedai pizza, tiba disana Arkan mengajak Ares kedalam agar ia memilih sendiri sara apa yang ia suka, setelah ia pilih Arkan pun segera memesan nya, tak lama pesanan mereka datang, Arkan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantornya.


Tak lama mereka pun tiba dikantor, mereka segera masuk kedalam ruangan Arkan, saat mereka masuk tiba tiba leo mengikuti di belakang, tiba didalam ruangan Leo menutup pintu, sementara Arkan segera duduk di sofa disebelah putranya, hari kerjaan Arkan tidak terlalu banyak, karna semuanya telah ia selesaikan sebelum menjemput Ares.


Arkan melihat putranya sudah duduk di pangkuan Leo, sambil menikmati pizza yang tadi ia beli bersama deddy-nya. Ares memang dekat dengan leo, karna itu Leo tak masalah jika ponakan nya itu bermanja manja padanya.


"gue ngak sabar menunggu hari itu, ucap leo menggoda Arkan.


Arkan berdecak kesal karena tatapan Leo yang menggoda dirinya.


"sudah jangan mengoda ku.


karna ingin mengerjai Arkan, leo pun membisikan sesuatu ke telinga Ares, Ares pun menyimak dengan seriusnya, Leo langsung tersenyum saat ponakannya itu mengangguk.


"ada apa?


Ares melihat kerah Leo keduanya sama sama melempar senyum, Ares berjalan mendekati deddy-nya dan langsung duduk dipangkuan deddy-nya.


"Ded, jujur ya, tanyanya.

__ADS_1


"jujur apa, tanya Arkan balik.


"mommy baik ngak, tanya nya.


Arkan diam dan melihat ke arah leo, entah apa yang telah ia bisikan pada putranya, Arkan menatap leo dengan kesalnya.


"ayo Ded, jawab jujur.


"iya baik, jawab Arkan.


Leo tersenyum puas saat mendengar jawaban Arkan.


"mommy cantik ngak Ded, tanya nya lagi.


Arkan Dangan mengutuk Leo saat ini, ingin rasanya ia menantang Leo adu otot sekarang juga.


"cantik ngak Ded, Ares mengulang lagi pertanyaannya.


"iya cantik.


"makasih Ded, Deddy sangat jujur, ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.


"Deddy sayang ngak dengan mommy, tanya Arkan lagi.


"awas kau leo, kau telah meracuni otak putra ku, dengan pertanyaan bodoh ini, ucap Arkan dalam hati.


"Ded, ayo jawab, desak Ares.


"sayang, jawab Arkan.


"yes, Deddy sangat jujur.


"Ded, nanti mau kasih adik bayi ngak buat Ares? tanya sambil senyum.


"leoooo, kaluaaaaar, teriak Arkan, ia sudah mulai kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan Ares, Ara perintah leo.


leo sudah tertawa terbahak bahak saat melihat Arkan sangat kesal padanya.


"emang aku mau keluar, jawabnya sambil ketawa dan langsung keluar dari ruangan Arkan.


Leo mengeluarkan ponsel yang digunakan untuk merekam pembicaraan diruangan tadi dari saku baju kemejanya, rekaman audio tersebut langsung ia kirimkan ke Ara, Leo tersenyum puas karena membuat Arkan kesal.


Semetara Ara yang sedang sibuk melayani pelanggan pun, heran melihat ada pesan masuk ke ponselnya, namun karna sibuk Ara pun tak menghiraukan pesan tersebut, beberapa saat kemudian pelanggan sedikit berkurang karena sudah jam empat sore Ara memutuskan untuk pulang, setelah memberi tangung jawab pada Rani Ara pun segera pulang mengunakan taksi.


Ara teringat ada pesan masuk ke ponselnya, karna penasaran Ara pun membuka pesan tersebut.


"pak leo mengirim pesan audio ucap Ara heran. Saat melihat nama leo.


Karna penasaran Ara pun mendengarkan dengan serius dan mengunakan headset, Ara mendengar suara yang sangat familiar ditelinga nya.


"Ares, gumamnya, sambil serius mendengar audio tersebut.


Ara terkejut saat mendengar Ares mengajukan pertanyaan pada Arkan, Ara berusaha menetralkan detak jantungnya.


"(......)


"(......)


"(......)


"ya Tuhan, pertanyaan macam apa ini? ucap Ara.


Sementara wajahnya sudah memerah padahal Ara sendiri yang ada dikamar, belum juga Ara mendengar jawaban dari Arkan, Ara juga penasaran dengan jawaban Arkan.


"(.....)


"(.....)


Ara meremas jarinya mendengar jawaban Arkan, jantungnya pun semakin berdetak serta pipinya semakin merona.


Pertanyaan Ares berikutnya membuat Ara mengigit bibirnya karena ia merasa gugup, entah kenapa padahal mereka tak berada ditempat yang sama.


Arkan belum juga menjawab, Ara berpikir jika dirinya biasa saja karna diluar sana banyak perempuan yang lebih cantik darinya.


"(.....)


"(.....)


"(......)


"hah, Ara kaget mendengar jawaban Arkan.


Ara mengambil bantal dan menenggelamkan wajahnya, karna tidak tau lagi harus beraksi seperti apa, jantungnya semakin tak bisa ia mengontrolnya rasanya ingin melompat saja keluar.

__ADS_1


"astaga aku jadi baper, gumamnya sambil mengigit bibirnya.


Ara masih penasaran dengan kelanjutan rekaman audio tersebut.


"(....)


"(.....)


"(....)


Ara menunggu pertanyaan berikutnya dari Ares yang akan di lontarkan ya pada Arkan.


"𝐷𝑒𝑑, π‘›π‘Žπ‘›π‘‘π‘– π‘šπ‘Žπ‘’ π‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘Žπ‘‘π‘–π‘˜ π‘π‘Žπ‘¦π‘– π‘›π‘”π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘Žπ‘‘ π΄π‘Ÿπ‘’π‘ ?


"astaghfirullah, ucap Ara tiba tiba karna kaget atas pertanyaan Ares.


Kenapa Ares bertanya seperti itu, pikiran Ara sudah tak karuan yang dimaksud Ares adik adalah anak dari Ara, Ara pun segera mematikan kiriman audio karna pikirannya sudah traveling.


"pak leo apa yang telah diajarkannya pada Ares, pikir Ara.


Ara merasa malu setelah mendengar rekaman tersebut, dasar pak leo memang menyebalkan.


Usai mendengar rekaman audio, Ara segera keluar dari kamarnya dan menyusul mamanya di dapur.


"masak apa ma?


"SOP aja gimana?


"waaah, enak tu ma.


"yasudah bantuin mama.


"siap bos.


Ara pun membantu mamanya memasak SOP ayam, ia mulai membersihkan ayam dan beberapa sayur yang akan dicampur ke dalam Sop ayam, sedangkan mamanya mulai menyiapkan bumbu yang akan digunakan. Tak butuh lama mereka pun sudah selesai memasak Ara dan mamanya menata makanan dimeja makan, sebelum makan mama Ara terlebih dahulu sholat magrib, sementara Ara menunggu mamanya diruang keluarga.


Tak lama mama Ara pun selesai sholat, mereka segera makan malam dengan lahapnya, selesai makan Ara kembali kekamarnya untuk beristirahat.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Arkan merebahkan tubuhnya di kasur seketika ada terasa nyaman, karna terlalu lelah ia butuh istirahat, tiap hari duduk dikusri kerjanya sambil fokus menatap layar laptop, ia menghela nafas leganya karna sudah dapat beristirahat.


Arkan menarik nafasnya sambil memejamkan matanya, membayangkan sesuatu senyuman tipis melengkung dibibir ya, ia melihat ke sisi sampingnya hanya ada guling tapi dalam waktu dekat ini kekosongan itu akan ada yang mengisinya.


Semenjak istrinya pergi untuk selama-lamanya ia hanya tidur sendiri terkadang Ares yang menamainya. Tetapi tak lama lagi akan ada yang menemani tidur pulasnya, setiap bangun pagi ada wajah cantik yang akan ditatap, ia kembali mempunyai teman hidup dari pilihan anaknya sendiri.


Arkan mengambil bingkai foto di atas nakas, terlihat dirinya dan Renata tersenyum bahagia dihari pernikahan mereka.


"π΄π‘˜π‘’ π‘›π‘”π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘…π‘’π‘›π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž, π‘Žπ‘˜π‘’ π‘šπ‘–π‘›π‘‘π‘Ž 𝑖𝑧𝑖𝑛 π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘˜π‘Žβ„Žπ‘– π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘  π‘π‘–π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘› π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž, π‘˜π‘’ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘”π‘–π‘Ž π‘ π‘Žπ‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘π‘Žβ„Žπ‘Žπ‘”π‘–π‘Ž, π‘’π‘π‘Žπ‘π‘›π‘¦π‘Ž."


Arkan tak dapat lagi menahan air matanya, mengenang masa masa indahnya bersama Renata mereka selalu bahagia, saat sakit parah pun Renata tak pernah menampakkannya pada Arkan.


saat sedang mengenang masa indahnya bersama Renata ia dikagetkan oleh suara Ares yang tiba tiba datang.


"Deddy, Ares lapar ucapnya saat masuk kedalam kemar deddynya.


Arkan segera menghapus air matanya, supaya tak terlihat oleh putranya.


"maaf sayang ayo kita makan, ajak Arkan.


Tiba dimeja makan Arkan mengambilkan nasi serta lauk untuk putra nya, setelah itu baru untuk dirinya.


"sebentar lagi akan ada yang melayani kita sayang, ucapnya dalam hati sambil mebayangkan Ara."


Arkan dan Ares makan dengan lahapnya tak ada yang bersuara kecuali dentingan sendok, selesai makan Arkan mengajak Ares kekamarnya untuk beristirahat.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘šπ‘Žπ‘’ π‘™π‘–π‘˜π‘’ π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘˜π‘œπ‘šπ‘’π‘› π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘– π‘£π‘œπ‘‘π‘’π‘›π‘¦π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–β„Ž π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘‘π‘’π‘˜π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž, π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘¦π‘Žπ‘Ž, π‘ π‘’π‘šπ‘œπ‘”π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘›π‘”π‘Žπ‘˜ π‘π‘œπ‘ π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž.😘😘😘


π΅π‘Žπ‘”π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘Ÿ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘’ π‘π‘–π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž,π‘—π‘’π‘”π‘Ž π‘™π‘–π‘˜π‘’ π‘›π‘¦π‘Ž.πŸ€—πŸ€—πŸ€—


π‘Šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2