Mommy Ara

Mommy Ara
30. Menikmati Hari Libur 2


__ADS_3

Ara merasa bosan, hari libur hanya berdua dangan Arkan tampa Ares ia merasa ada yang kurang. Dikamar mereka hanya menonton sesekali Arkan menjahilinya membuat ia kesal sementara Arkan senang melihat istrinya kesal.


drt......drt.......drt.......


"halo, assalamualaikum.


"wa'alaikumsalam, mbaaaaaakkk Araa."


teriak Rani membuat Ara menjauhkan ponselnya mendengarkan teriakan Rani.


"astaga Rani, kenapa teriak teriak sih."


"hahahaha, aku kangen mbak."


"tapi aku ngak tu."


"ih, jahat amat sih mbak."


"hahaha, iya iya aku juga, apa ada masalah di cafe?."


"Alhamdulillah ngak mbak, mbak udah mulai buat adik untuk Ares?."


"ngapain nanya nanya?."


"yaelah mbak tinggal jawab aja Napa?."


"belum, tepung sama mentega nya habis."


"mbak kira bikin kue apaπŸ™„


"habisnya yang ngak penting ditanya in."


"ya udah kalau ngak mau jawab, aku tunggu kabar baiknya bulan depan, hahahaha."


"hahahaha."


"ya udah aku tunggu mbak dicafe."


"lusa aku ke cafe."


"hm..baiklah kami menunggu."


Setelah telpon terputus Ara meletakkan kembali ponselnya dimeja, tiba tiba Arkan menariknya dan langsung mencium bibirnya, Ara kaget tak malas ciuman tersebut, lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi nakal dan liar, tangan Arkan yang sudah mulai menjamah ketempat tempat favoritnya, Ara terhanyut akan ciuman dan sentuhan Arkan ia pun mulai menikmati aksi suaminya.


Ciuman penuh kelembutan Hinga membuat Ara membuka mulutnya, Ara membiarkan Arkan menelusuri lebih dalam lagi, Arkan pun membaringkan Ara di atas sofa dan menindihnya serta meraba dua benda ken yal milik istrinya dengan penuh cinta dan naf su membuat Ara menggeliat karena merasakan sensasi yang nikmat dan juga geli.


Ciuman yang tadi hanya dibibir, kini turun ke leher jenjang istrinya, dan semakin turun kebawah menikmati benda ken yal memberikan kenikmatan serta menyesap dan mengigit kecil, sehingga membuat Ara mendesah, sunguh permainan Arkan membuat Ara terbuai dan melayang serta penuh sensasi yang tak dapat ia urai dengan kata kata.


Ditengah asiknya bercumbu deringan ponsel Ara membuyarkan konsentrasi Arkan Hinga ia berdecak kesal.


( sabar yaa yang sudah mulai traveling pikirannya.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…)


Setelah mengatur nafasnya, Ara mengangkat telepon yang ternyata dari Mita, Ara melihat suaminya sekilas ia tersenyum simpul.


"hallo, assalamualaikum Mit?."


"wa'alaikumsalam, dimana Ar?."


"dirumah, kenapa?."


"barusan aku lihat Ares jalan sama pak leo, aku kira kamu juga ada disini."


"kamu liat dimana?."


"di mall, kesini dong Ar."


"oke, kamu temui mereka dulu ya, kami akan nyusul."


"hm..cepatan yaa, jangan sampe aku ubanan nungu in kamu."


"hahaha, ngak Mit, ya sudah aku siap siap dulu."


"hm.."


Panggilan pun berakhir, Ara melihat kearah suaminya ternyata mukanya masih sama.


"hm...mas, kita susul Ares ke mall yaa, ucap Ara."


"ngak, mending kita lanjutin yang tadi, jawab Arkan."


Bluss wajah Ara merona mengingat aksi mereka yang barusan."


"mas, nanti malam kan bisa dilanjutin masa siang siang gini, jawab Ara sambil nunduk karna malu dengan jawabannya."


Arkan menoleh ke arah istrinya, melihat Ara menunduk ia menarik dagunya dan langsung mengecup singkat bibir Ara.

__ADS_1


"oke tapi dua yaa, jawab Arkan."


"hah, kaget Ara."


"udah ngak usah kaget, cepatan mandi katanya mau ketemu Ares, ucap Arkan."


Mereka segera membersihkan dirinya, kali ini mereka mandi berdua karna ingin menghemat waktu, tak berapa lama Ara dan Arkan sudah rapi dengan stelan mereka masing masing.


Arkan pun segera melajukan mobilnya menuju mall, tiba di mall Arkan dan Ara segera masuk kedalam dan mencari keberadaan mereka bertiga. Ares yang melihat keberadaan mommy dan deddy-nya ia pun tampak senang.


"mommy, ucapnya dan langsung berhamburan ke pelukan Ara."


"kau masih ingat dengan mommy, ucap Ara dengan wajah sedihnya yang dibuat buat."


"hahaha, jangan sedih dong mom, jawabnya dan langsung mencium Ara."


"Deddy ngak dicium?."


"ngak, jawabnya."


sontak mereka tertawa mendengar jawaban Ares.


"cup..jangan marah dong Ded."


"sekarang kita kemana lagi, tanya Ara."


"mom, mau main itu, ucapnya sambil menunjuk bom bom car."


"ayo jawab Ara."


"ayo, Aunty ikut kita."


"ayo, jawab Mita."


Mereka berjalan menuju wahana permainan anak, Arkan dan leo mengekor dibelakang. Ares menaiki semua permainan yang ia suka karna hari ini ia merasa senang. Impiannya untuk bermain dihari libur bersama mommy dan deddy-nya dapat terwujud, semenjak Ara menjadi mommy nya satu persatu keinginannya yang dulu ia bayangkan kini sudah mulai jadi kenyataan.


Setelah selesai bermain, Ares merengek karna ia merasa lapar, mereka pun langsung mencari resto cepat saji, tak lama pesan pun tiba Tampa menunggu lama mereka mulai menyantap makanan yang ada dihadapan mereka. Tak lama kemudian mereka sudah menghabiskan makanan yang mereka pesan. Setelah itu mereka beristirahat sejenak, untuk mengurai makanan yang masuk kedalam perut mereka.


"mom, Ded, boleh ngak Ares beli mainan?."


"mainan apa, tanya Arkan."


"robot dan mobil mobilan."


"boleh jawab Arkan, lalu ia beralih menatap Ara, Ara mengangguk."


"ayo jawab Ares dan Mita."


"hahahaha, kalian kompak banget, ucap Ara, yang merasa malah senyum senyum."


Ares berjalan digandeng kedua orang tuanya, sementara Leo dan Mita mengikuti dari belakang, tiba di depan toko mainan Ares antusias memilih mainan yang ia suka. Mita ngak ikut masuk karna ia ingin mencari kado buat Ara, karna belum mengasih kado pada Ara, setelah Ares mendapatkan mainan yang ia suka, Arkan dan keluarganya keluar setelah membayar mainan Ares.


"Ara, apa kau ingin sesuatu, tanya Arkan."


"ngak ada mas."


"kalau ada yang kamu suka kasih tau ya."


"hm..."


Saat melewati pakaian wanita, Arkan melihat pakaian yang seksi pikiran Arkan pun sudah traveling apa lagi saat melihat lingerie yang seksi.


"kalau yang itu mau ngak?, tanya Arkan sambil menunjuk lingerie yang berjejer rapi, Ara mengikuti arah tunjuk Arkan, saat melihatnya wajah Ara langsung merona, ia malu saat tunjuk Arkan mengarah pada pakaian wanita yang sangat kurang bahan.


"mau ngak?."


"ngak."


"yakin ngak mau?."


"banget malah."


Arkan ketawa melihat wajah istrinya yang merona karna malu.


"mau dibeli in ngak, goda Arkan lagi."


"ngak usah mas, lagian kan mubazir belinya ntar juga dilepas, jawab Ara mengoda balik suaminya, setelah itu ia mencubit pinggang Arkan dan berlalu pergi dengan Ares, meningalkan Arkan yang masih ketawa.


Ara berjalan menuju mushola yang ada di moll, yang di ikuti oleh Arkan dari belakang, Arkan yang melihat Ara ke arah mushola dengan cepat Arkan pun menarik tangan Ara.


"eh mas, ada apa."


"kita sholat di atas saja, kalau disini antriannya lama."


"hm."

__ADS_1


Arkan menarik tangan Ara dan membawanya ke ruangan khusus miliknya yang ada moll tersebut, Ara takjub melihat ruangan yang rapi dan juga bersih."


"mas, ini ruangan siapa?"


"ruangan aku."


"oh..."


"ayo cepat kita sholat"


Selesai sholat Arkan dan keluarganya segera turun kebawah dan segera bergabung dengan Leo dan Mita, Mita yang sudah mendapat kan apa yang ia cari, saat melihat Ara datang Mita pun segera memberikannya pada Ara.


"ini kado dari aku, maaf telat, ucap Mita."


"is..apa an sih, tapi makasih yaa."


"hm..jangan lupa dipakai yaa, ucap Mita sambil mengedipkan sebelah matanya."


Kerena hari semakin sore mereka memutuskan untuk pulang, tiba di mobil Ares seperti biasa ia langsung duduk di pangkuan Ara dan menyandarkan kepalanya di dada Ara, karna sudah mengantuk berat tak butuh waktu lama ia pun terlelap.


Arkan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal menuju rumahnya, tiba dirumahnya Arkan segera mengambil alih Ares dari pangkuan Ara, Ara pun segera mengambil mainan Ares dan juga kado yang diberikan oleh Mita, lalu ia mengikuti Arkan masuk kerumah, Ara menyuruh Arkan membawa Ares ke kamar mereka saja.


Tiba dikamar Arkan membaringkan Ares dikasur, sementara Ara mengambil baju ganti untuk dirinya dan juga Arkan, setelah selesai Menganti baju mereka ikut berbaring di samping Ares karena kelelahan mereka pun ikut menyelami mimpi Ares.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Sore harinya, Arkan bangun lebih dulu ia melihat dua orang yang tidur saling berpelukan membuat senyum tipis terbit disudut bibirnya, Arkan mencium pipi Ara untuk membangunkan sang istri, merasa tidurnya terusik Ara pun membuka matanya dan melihat Arkan tersenyum manis padanya, Ara merasa gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat, walau mereka sudah sering berinteraksi tapi tatap saja deg degan tiap kali berdekatan dengan Arkan.


"ayo bangun, kita sholat dulu."


"hm, iya mas."


Selesai sholat, Ara segera membuat secangkir kopi untuk suaminya dan juga tak lupa cemilan, lalu ia membawanya ke kamar, setelah itu ia kembali kedapur untuk memasak makan malam buat mereka bertiga, karna SOP ayam yang ia masak tadi pagi masih ada sisa, untuk bertiga masih cukup dari pada mubazir Ara pun kembali memanasi SOP ayam tersebut.


Usai memasak Ara kembali kekamar, tiba dikamar ia melihat Ares masih lelap dengan nyenyak nya, dan beralih melihat Arkan yang masih fokus menonton tv.


Ara pun berjalan menuju ranjang dan mulai mengusik tidur Ares, dengan mencium seluruh wajah Ares, Hinga anak itu terbangun.


"mom, ucapnya."


"ayo bangun sudah sore, mandi dulu."


"hm..iya mom."


"Mandi sendiri atau mommy yang mandiin?"


"mau di mandiin sama mommy."


"yok kekamar, Ares mengangguk."


"mas, aku kekamar Ares bentar, pamit Ara."


"iya, jawab Arkan."


Tiba dikamar Ares, Ara segera mengambil baju buat Ares dan meletakka nya di atas kasur, setelah ia mengajak Ares kekamar mandi dan mandikan putra tampannya itu. Ara kembali kekamarnya dan segera menyiapkan baju untuk dia dan suaminya, setelah itu Ara pun segera membersihkan dirinya dikamar mandi, tak lama Ara pun keluar dengan pakaian rumahnya, setelah itu ia menyuruh Arkan untuk membersihkan dirinya, Arkan pun menuruti perintah istrinya.


Selesai sholat magrib,mereka makan malam bersama, Ares sangat lahap menikmati sop buatan mommy nya, ia dan Arkan makan begitu nikmat dan juga Ara, ia merasa senang melihat orang yang disayang menikmati jatuh payahnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Ini kelanjutan yang kemaren, maaf kemaren hanya setengah, karna ada pekerjaan yang harus di selesaikan dengan segera.


Terimakasih banyak yang sudah mau


πŸ‘‰ like


πŸ‘‰ komen


πŸ‘‰ vote


Bagi yang belum semoga bermurah hati.πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰



Ikuti pengunjuk yaa, semoga bermurah hati.πŸ™πŸ™ 🀝🀝 😘


__ADS_1


Wasalam


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2