
Ayesha Humaira.
Gadis manis yang periang dan memiliki segudang prestasi tapi kehidupannya tak sebaik nilai yang ia raih saat belajar.
Gadis manis nan imut itu di temukan di depan pintu panti asuhan saat ia masih bayi dan sebuah kalung berlian berwarna biru serta secarik kertas dan uang sebesar lima juta. Kini ia telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang lugu dan polos serta baik hati.
Ayesha kuliah di sebuah universitas ternama di Jakarta dengan jalur prestasi dengan jurusan kedokteran, menjadi dokter adalah cita citanya sajak ia duduk di bangku kelas lima SD, pengalaman lah yang memutuskan ia bertekad untuk menjadi seorang dokter. Saatย berusia 12 tahun, ada anak panti yang berumur 4 menderita demam tinggi di malam hari, ia dan bundanya sempat panik saat melihat balita tersebut kejang-kejang, Karna jarak panti dan rumah sakit yang jauh membuat balita tersebut tak bisa di selamatkan. Ia menyaksikan sendiri balita tersebut meregang nyawanya. Sejak kejadian itulah ia bertekad untuk menjadi dokter agar ia bisa mengobati anak anak panti apa bila ada yang sakit dan orang-orang yang butuh pertolongannya.
๐๐๐
โAy, pulang kuliah sibuk ngak?,โ tanya Fahrul pada Ayesha,โ
โLo kan tau far, habis kuliah Gue kerja,โ ucapnya.
โIya, bukannya Lo sif malam ya,โ
โIya, Cuma ada teman ngak bisa sif siang jadi kami Ceng,โ
โOh gitu, ntar malam kita jalan yuk,โ ajaknya.
Ayesha tau kalau Fahrul suka padanya dan begitu juga ia, tapi karna orang tua fahrul menolak hubungan mereka Ayesha menjaga jarak dari Fahrul ia sadar dengan statusnya, mama Fahrul pun tak hayal menghinanya di depan keluarganya ketika Fahrul mengajaknya makan malam di rumah orang tuannya,โ
โMaaf far, Gue ngak bisa, soalnya pulang kerja rencana mau ke panti besok kan kita libur, Gue kangen bunda,โ
โOh ya udah, ngak apa-apa lain kali aja deh,โ
โMaaf ya far,โ
โOke, ngak masalah,โ
โMaafin Gue far, kita ngak bisa sejalan karna kita berbeda, bagaikan langit dan bumi,โ guman Ayesha dalam hati.
Setelah pelajaran berakhir Ayesha segera menuju perkiraan, tiba di perkiraan ia menaiki motor bebeknya yang setia mengikutinya ke mana saja Ayesha pergi pastinya di bawah kendali Ayesha.
Tiba di depan restoran ia segera memarkir motornya di parkiran khusus karyawan.
โEh, sudah datang ay,โ sapa salah satu temannya.
โBaru sampai Lan,โ
โya, udah ayo kita mulai kerja, tapi aku ganti baju dulu ya,โ
โOke lah,โ
Ayesha segera Mengganti baju nya dengan seragam yang sama di pakai para karyawan di restoran itu, dan mulai mengantarkan makanan pada pengunjung yang memesan makanan, ia tak pernah malu walau sering bertemu dengan teman satu kampusnya, selagi halal ia tidak pernah malu.
โPermisi, ini pesanan nya nyonya,โ ucap ayesha saat tiba di meja para ibu-ibu sosialita yang lagi kumpul.
โHeh, kamu bawa balik makannya, Karna aku ngak mau makan itu,โ ucapnya.
ย Ayesha menoleh dan melihat orang yang berbicara tadi padanya. Ia kaget ternyata mamanya Fahrul.
โMaaf, nyonya apa ada masalah dengan pesannya?,โ tanya Ayesha dengan sopan.
โTidak ada, yang masalah itu kamu, kerna aku ngak mau tangan kotor mu itu yang membawa makanan kami,โ ucapnya.
โMaaf nyonya tapi memang tugas saya sebagai pegawai disini,โ jawabnya dengan sabar walau hatinya sudah terbakar amarah.
โAku bilang ngak mau ya ngak mau, aku takut ketularan miskin,โ ucapnya lagi merendahkan.
โYa sudah kalau begitu, akan saya bawa kembali,โ sambung Ayesha dan segera pergi dari meja tersebut, namun langkahnya terhenti saat manajer resto tersebut datang.
โMaaf sebelumnya, nyonya apa ada masalah?,โ
โYa, aku tak mau dia yang mengantar pesanan kami, dan tukar kembali makanannya dengan baru.
โtapi kenapa, kalau saya boleh tau alasannya nyonya?,โ
โsaya ngak mau makanan saya terkontaminasi dengan kuman yang ada di tubuhnya.
Ayesha mengepalkan tangannya dan menatap lurus ke pada mama Fahrul.
โsaya bawa lagi ke belakang pak,โ
Tampa menunggu jawaban sang manajer ia langsung pergi begitu saja, teman-teman yang satu profesi dengannya pun heran melihat Ayesha membawa kembali makanan yang belum di sentuh.
โLoh, yes, kok di bawa balik?,โ
โHuff, pengunjungnya ngak mau aku yang bawa pesanan mereka,โ
__ADS_1
โHuh, sombong banget sih,โ
โah, sudah lah biarkan saja,โ
Waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat, kini Ayesha sudah tiba di kosanya, ia segera bersiap siap untuk pergi ke panti Karna kangen bunda dan juga adik adiknya. Menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, kini Ayesha sudah tiba di depan panti di mana ia di besarkan.
โBunda, ay, pulang, teriaknya di depan ruangan bundanya,โ
โKamu ini udah mau jadi dokter tapi kebiasaannya masih juga belum ilang,โ
โHahahaha, bunda ay kangen,โ
โbunda biasa aja tuh,โ
โAis, jahatnya," ucapnya sambil cemberut.
โHahahah, bunda juga kangen sama calon dokter bunda ini,โ
Dengan mata yang berbinar ia segera memeluk bundanya dengan erat melepaskan rindu yang satu Minggu ini ia tahan. Dan mencium pipi bundanya bertubi-tubi membuat wanita paruh baya itu jadi geli, Karna Ayesha ngak mau berhenti menciumnya akhir ia pun menggelitik pinggang Ayesha, Hingga ketawa terbahak bahak. Sejenak ia melupakan kejadian yang tadi ia alami di resto.
โBun, Azam mana?,โ
โCie, yang rindu sama si ganteng,โ
โIyo dong Bun, dia kan punya Ay,โ
โLagi bobok di temani sama Cantika,โ
โAy, kesana dulu ya Bun, mau ganggu dia, hahahaha,โ
โNanti kalau dia nangis tanggung sendiri yaa, jangan panggil bunda,โ
โSiap ibundaku sayang,โ
Dengan langkah tergesa-gesa Ayesha melangkah menuju ruang Baby Karna ia sudah rindu pria kecil yang ia temukan di depan gerbang panti, beberapa bulan yang lalu, kini Baby tersebut sudah berusia tujuh bulan, wajah tampan serta pipinya yang gembul membuat Ayesha gemas akan anak itu. Tiba di ruangan khusus Baby ia melihat Azam lagi minum susu formula.
โWah, gantengnya Mimi sudah bangun,โ ucapnya girang.
Ayesha mengambil alih anak tersebut dan membawa ke kamarnya.
Sementara di rumah Ares. Lagi ribut ributnya Karna ulahnya dan dua adiknya yang baru saja di jahilinya.
โOgah, Abang curang,โ jawab putri.
โMana ada Abang curang, kamunya aja yang ngak bisa main,โ kekehnya sambil ketawa kecil.
Sedangkan Ara dan Arkan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah anak anaknya.
โSudah mainnya besok lagi lanjutin, udah malam nih,โ
โYa, mom jawab ketiganya,โ
Kalau si bungsu pasti minta di temani tidur dulu baru akan beranjak ke kamar, udah kelas tiga SMA masih juga manja, sementara putri kuliah dan Ares sudah menjadi CEO di perusahaan Daddy-nya, kini Arkan hanya memantau dari rumah saja pekerjaan Ares.
๐๐๐
Pagi harinya.
Selesai sholat subuh Ara sibuk membantu bik Wanti membuat sarapan pagi untuk keluarganya. Tak lama semuanya sudah selesai. Ara pergi ke kamar mamanya untuk mengajak sarapan pagi, mama Ara yang semakin tua hanya bisa bersantai saja dan melihat cucunya tumbuh kembang Karna Ara tak membolehkan mamanya mengerjakan apa-apa.
โMom, Dad, ntar siang uty jalan-jalan ya, sama teman,โ izinnya.
โBoleh, asal di kawal sama Abang Ares,โ jawab Arkan.
โDad, kali ini aja uty jalan Tampa Abang, soalnya kalau ada Abang tu uty ngak nyaman jalannya,โ
โkenapa ngak nyaman?,โ tanya Ara.
โMom, tau ngak?, Abang itu banyak penggemarnya jadi uty di kira pacaran sama Abang, โ terangnya.
โya bagus dong, kalau di kita pacaran Abang bisa bebas dari cewek yang ngejar-ngejar Abang.
โYeee, yang enaknya di Abang sengsaranya di uty,โ keluhnya.
โYa, itu risiko punya Abang ganteng,โ
โNgaku ganteng tapi ngak punya pacar,โ ejek Restu.
โSudah bicaranya, sarapan dulu ntar lanjut lagi,โ sergah Arkan.
__ADS_1
Tampa ada yang bersuara lagi mereka lanjut menyantap sarapan pagi bersama, ini lah ke biasa yang tak pernah absen setiap pagi dan malam, kecuali keadaan yang tak memungkinkan. Usai sarapan mereka melanjutkan obrolan ringan di ruang keluarga. Hasil diskusinya Ares tetap pergi menemani putri jalan-jalan sama teman-temannya.
Sementara di panti Ayesha lagi sibuk sibuknya membantu Cantika mengurus Baby, sedangkan bundanya lagi sibuk menyiapkan sarapan bersama adik adik yang lainnya.
โCantika, susu mereka masih ada stok kan?,โ
โMasih kak,โ
โAh, syukurlah, kaka bawa Azam ya,โ
โYa kak,โ
Ayesha membawa Azam ke taman yang ada di lingkungan panti, untuk sekedar berjemur sekalian melihat anak-anak lain bermain.
โKaka, teriak ayu, yang baru saja melihat Ayesha bersama Azam,โ
โhy, Kaka cantik apa kabar sapa Ayesha,โ
โAlhamdulillah, baik kak,โ
โKapan Kaka datang, kok ayu ngak tau,โ
โKemaren sore dek,โ
โWah, Azam wangi banget,โ
โIya dong kak, Azam udah mandi sama Mimi,โ ucap Ayesha menirukan suara anak kecil.
โKak, di panggil bunda, sarapan dulu kata bunda,โ ujar Cantika.
โYa, ayu panggil yang lain kita sarapan dulu, nanti main lagi,โ perintah Ayesha.
โya, kak.
Tak terasa hari sudah semakin siang, putri segera ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan Karna ia akan pergi bersama temannya dan tentunya di kawal Ares.
โMom, dad, kita pergi ya,โ pamit putri.
โYa, Ares hati-hat bawa mobilnya,โ
โYa mom,โ
Tiba di moll bersama teman-teman putri, mereka memutuskan untuk menonton, sementara Ares hanya ikut aja ke mana mereka pergi.
โBang, Abang yang traktir kita ya,โ ucap putri.
โMau majak Abang ya?,โ
โHeheheh, sekali kali bang,โ
โYa udah deh, kali ini Abang yang traktir,โ
"Yes, sorak putri dan kawan kawannya.
Sementara di panti Ayesha sudah mau berangkat ke kos nya, Karna Azam sudah tidur, usai sholat Zuhur ia pun membujuk Azam tidur siang, agar mudah meninggalkannya nanti, setelah Azam tidur ia pun bergegas mencari bunda nya.
โBun, bunda,โ
โYa sayang, ada apa sih?,โ
โAy, mau pamit Bun, Minggu depan ay pulang lagi kesini kalau ngak ada halangan,โ
โYa udah, hati-hati di jalan nak,โ
โya Bun,โ
Setelah berpamitan Ayesha meninggalkan panti dan segera menuju kosannya, Karna besok ia akan kembali pada rutinitasnya.
๐๐๐
Yuhuu, Season dua sudah up yaa, jangan lupa like dan vote nyaa...๐๐
ย
ย
ย
ย
__ADS_1
ย