
Selesai sarapan, Ara ikut Arkan mengantar Ares ke sekolah dan sekalian ikut kekantor, karena merasa bosan dirumah.
“Ares senang deh kalau mommy dah sehat lagi."
“Makasih ya sayang udah khawatirin mommy, ucap Ara sambil mencium puncak kepala Ares."
“Ares pengen deh kek gini terus di antar sama mommy dan juga Daddy."
“Kalau Daddy ngak sibuk bisa kok sayang, jawab Arkan sambil mengusap kepala Ares."
Tak terasa mereka sudah tiba didepan gedung sekolah Ares, Arkan dan Ara mengantar Ares sampai depan pintu kelasnya, setelah Ares masuk kelas mereka segera pergi kekantor. Arkan melajukan mobilnya menuju perusahaannya, karena ngak ada meeting pagi ini jadi ia bisa santai Mambawa mobil. Arkan fokus menyetir sementara Ara memilih melihat keluar jendela dan menikmati hembusan angin yang lewat jendela mobil.
“mas....berhenti ucap Ara tiba tiba."
“Astaga sayang, jangan bikin kaget dong."
“Hehehe, maaf mas, ucap Ara sambil nyengir."
“Napa sih kok minta berhentinya mendadak kek gini."
“Itu mas, aku mau seblak, beliin dong mas."
“Hm..baiklah tunggu bentar, dengan cepat Ara mengangguk."
Arkan keluar dari mobilnya dan segera menuju pedagang yang ada di pinggir jalan yang ramai oleh ibu ibu yang mengantri untuk membeli seblak tersebut. Setelah lima menit menunggu akhirnya seblak yang di nanti Arkan pun sudah jadi. Arkan memberikan selembar uang warna biru kepedang seblak tersebut, dan setelah itu ia berlalu pergi.
“Tuan..tunggu, ini kembalikan nya,
“Ngak usah kang, buat akang aja,ucap Arkan dan langsung masuk ke mobilnya tanpa menunggu jawaban pedagang tersebut."
“Makasih tuan, teriak pedagang tersebut."
“sayang ini, ucap Arkan sambil memberikan dua kotak seblak kepada Ara, dengan cepat Ara menerimanya
“Makasih ya mas, ucapnya sambil senyum."
Cup..
Satu kecupan mendarat sempurna di pipi Ara.
“Itu bayarannya, ucap Arkan."
“Yah..modus, ucapnya sambil berdacak kesal."
“Hehehehe, ngak ada yang gratis sayang, ucap Arkan."
“Hm..ya udah yok jalan aku udah ngak sabar buat nyicipi ini, ucapnya."
“Oke cantik, ucap Arkan mengelus perut Ara."
Arkan pun melajukan mobilnya menuju perusahaannya dengan ke cepatan sedang, tak lama mereka tiba di depan kantor Arkan, setelah mobil terparkir Arkan segera membawa istrinya kedalam ruangannya dan tak lupa membawa dua kotak seblak.
Tiba di ruangan Arkan Ara segera mengambil sendok serta air hangat.
“ mas..sini kita makan seblak dulu."
“Mas, masih kenyang sayang."
"lah, trus kenapa mas beli dua?."
"takutnya ntar kamu mintak nambah, ngak mungkin kan balik lagi ke sana."
“oh, sini mas aku suapi."
Dengan terpaksa ia melangkah menuju sofa dimana Ara duduk, kalau ngak di ikuti maunya ngambek ntar Arkan juga yang akan repot. Tiga suapan telah meluncur ke mulut Arkan, saat sedang asik mereka makan tiba tiba pintu ruangan Arkan di buka oleh tamu yang ngak ada sopan santunnya.
“apa kami menganggu..???."
Sontak pasangan itu menoleh ke asal suara, dan melihat leo sudah berdiri memegang gagang pintu sambil nyegir kuda dan Mita yang ikut senyum disamping leo.
“Alhamdulillah, kalian penyelamat ku, batin Arkan.”
Karna sudah ngak kuat lagi makan seblak tapi takut nolak suapan dari istrinya.
“Mitaaaaa, teriak Ara kegirangan melihat sahabatnya itu datang kekantor bersama leo."
Mereka berpelukan seperti ngak bertemu satu abad aja.
“Apa kabar bumil, ucap Mita sambil mengelus perut Ara.
“Alhamdulillah, sehat mit, kalian mau kemana sih, tumben pagi pagi dah jalan berdua??"
__ADS_1
“Mau fitting baju, tapi leo ada Rapat katanya sama Arkan ya udah sekalian aku kesini, eh ngak tau nya ada kamu juga disini."
“Aku kepengen aja ikut kekantor tadi, mungkin emang takdir kita bertemu, hahaha mereka ketawa berdua."
“Kalian disini saja kami ada rapat bentar,ucap Arkan."
“Hmm, jawab Ara."
Arkan dan leo segera menuju ruang rapat dan meninggalkan Ara dengan sahabat nya yang sedang temu kangen, dan leo juga membawa seseorang untuk penganti diri nya, karena gak mungkin lagi dia kerja di kantor Arkan karena dia memutuskan untuk membantu perusahaan istrinya setelah mereka menikah nanti, Arkan mengerti akan keadaan leo, iya pun menyetujui keputusan leo, bagaimana pun ia tak mungkin egois.
“Ares, ngak kesini Ar??"
“Kenapa kangen yaa."
“Hm...
“Bantar aku telpon pak Roy, biar Ares di antar kesini."
Ara pun menelpon Roy, untuk mengantar Ares kekantor setelah pulang sekolah nanti."
“Udah ngak sabar ketemu sama tu bocah, hahaha."
“Gimana rasanya hamil Ra??"
“Ada enak nya ada juga ngak enaknya."
“Lo..ngak mual kayak wanita hamil lainnya."
“Ada Cuma pagi aja, setelah itu ngak lagi, ini mah udah mendingan sebelum nya aku ngak bisa duduk kek gini, kalau aku duduk pasti mual.
“Dah barapa minggu Ra."
“dua puluh Minggu."
“Semoga sehat terus ya sampai lahiran."
“Aammiin makasih doanya mit, oh ya mit, ini ada seblak satu kotak lagi yok makan bareng."
Mereka makan sambil bercerita banyak hal yang mereka ceritakan, hinga mereka lupa waktu."
Tiba tiba pintu didorong oleh, seseorang dan teriakannya membuat mereka menutup telinga.
“mommyyyy, Auntyyy, sambil lari kearah mereka berdua."
“Hehehe, maaf mom, Ares senang aja liat mommy dan Aunty Mita."
“eh, mit kita pesan makan siang aja yok, kapan lagi kita makan rame kek gini, usul Ara."
“Ide bagus, ya udah aku pesan dulu yaa, kita makan apa hari ini."
“Sayur lodeh, ikan bakar dan udang saus pedas, minumnya jus mangga aja, ucap Ara, Ares mau makan apa sayang...
“Sop ayam, aja mom dan jus jeruk."
“Nah sekarang kamu mit, pesan apa."
“Olahan seafood, dan sayur capcay sama orenjus juga."
“Oke..nih udah semua kita tinggal tunggu yaa."
Mereka asik mendengar Ares bercerita sekali kali Mita mengusili Ares Hinga membuat anak itu cemberut, Mita paling senang melihat pria kecil itu cemberut dengan itu dia bisa mencium pipi Ares yang gembul nan imut itu, Ares paling suka dicium apa lagi kalau Ara yang cium dan memanjakannya.
Ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka karena pesanan mereka sudah datang tapi Arkan dan leo belum juga balik dari ruangan rapat. sambil menungu mereka datang tak hayal mereka berdua mengusilin ares.
"eh anak daddy kesini?, ucap Arkan tiba tiba."
Sontak mereka menghentikan aktifitasnya mendengar suara Arkan.
"Daddy, ucap nya dan lari ke arah Arkan."
"iya dad, ada yang kangen sama putra Daddy yang tampan ini, ucapnya sambil melihat ke arah Ara & Mita. Mereka berdua memutar bola matannya melihat tingkah Ares.
"siapa yang kangen, jawab Mita."
"Aunty Mita lah sapa lagi."
"percaya diri sekali kamu boy."
"ah..sudah sudah, mending kita makan, kan kasihan makanan nya di anggurin..."
"yeee..bilang aja lapar, ucap minta sambil cekikikan."
__ADS_1
"emang kamu ngak??."
"iya sih dikit..."
"yeelehhhh, ya udah sini mas, Ares sini sama mommy, makan sendiri apa di suapin."
"siapin dong mom."
Akhirnya mereka pun makan bersama di ruangan Arkan, dan penuh canda tawa Karna tingkah lucu Ares ketika di jahili oleh Mita membuat suasana hangat di ruangan itu, selesai makan Mita berpamitan pada Ara, karena ia akan pergi fitting baju bersama leo. Setelah mereka pergi, Ara menoleh ke arah Ares dan melihat putra kecilnya itu menguap.
"hy...sayang ngantuk yaa..."
"iya mom, kita tidur yok mom."
"hm.....baiklah..."
"mas, kita istirahat dulu yaa."
"yaa..sayang."
"mom...peluk dong."
"Aisa..manja gini sih, putra siapa nih??ucap Ara sambil memeluk Ares."
"putra mommy sama Daddy."
"ah..benar kah..."
"momm...rengeknya manja."
"hahahaha, iya sayang."
Ara pun memeluk Ares dan tak lupa mengelus ngelus punggungnya agar putranya cepat tidur dan tak lama Ares pun terlelap, setelah Ares lelap Ara keluar dan melihat Arkan masih mengerjakan berkas berkas yang menumpuk di mejanya.
"masih banyak mas???."
"ngak, tinggal sedikit lagi, ucapnya sambil melihat ke arah Ara."
"Ara berjalan menuju meja Arkan dan melihat ke layar laptop yang ada di depan Arkan."
Dengan sigap tangan Arkan menarik Ara Hinga terjatuh di pangkuannya."
"diam disini temanin mas kerja."
"ya...aku temanin tapi ngak gini juga kali mas, lepas dulu."
"mas maunya kek gini mana dong."
"yaa..kalau gini ngak akan jadi kerja, yang ada mas ngerjain yg lain."
"hehehehe, jangan gerak gerak dong sayang ntar ada yang aktif, emang mau tangung jawab."
"mas, jangan modus deh."
cup
satu kecupan mendarat di leher Ara.
"dah diam yaa, ini dikit lagi kok habis ini kita pulang yaa..."
"hm..baiklah, jawabnya pasrah."
Ara menyandarkan kepalanya di dada bidang Arkan sambil memeluk pingang Arkan.
💞💞💞💞💞
Assalamualaikum.
Masih ada kah yang setia menunggu up-nya kisah Mommy Ara, yang sudah lama vakum, karena satu hal.
Jangan lupa like, komen dan hadiah yaa😄😉
__ADS_1