
^^^Abaikan Typo...^^^
Sore Harinya...
Mual yang diderita Ara sangatlah menyiksa dirinya, Ara hanya bisa rebahan diranjang, jika ia bangun maka rasa mual akan menyerangnya, Arkan yang melihat istrinya seperti itu merasa kasihan, tapi anehnya Ara kuat makan asalkan ia tak bangun dari tidur, membuat Arkan merasa tenang karna ada nutrisi yang masuk kedalam perut istrinya.
"mas, aku mau buah, ucapnya yang masih rebahan di kasur."
"tunggu ya aku ambilkan, jawabnya Ara mengangguk."
Arkan pun turun kebawah dan langsung menuju dapur dan mengupas beberapa buah dan setelah itu dipotong potongnya dan diletakkan di atas piring dan tak lupa segelas air hangat, Arkan segera membawa nya kekamar dan meletakkanya di atas nakas samping sang istri.
"makasih mas, maaf jika aku merepotkan mu, ucapnya."
"kamu ngomong apa sih, aku ngak merasa direpotkan, jawab Arkan lalu mengecup kening sang istri."
Ara tersenyum, lalu mencomot buah yang sudah disediakan oleh Arkan, dengan posisi masih rebahan, Arkan yang duduk di samping Ara pun berinisiatif menyuapinya, saat melihat Ara menikmati buah dengan lahapnya, Arkan sangat senang melihatnya, tapi jika Ara mual mual rasa khawatirnya pun tak bisa ia sembunyikan.
Ceklek....
Ares masuk kedalam kamar dan melihat mommy nya masih rebahan.
"mom...sapa nya, lalu mendekat ke arah Ara."
"hy sayang sini sama mommy, ajak Ara."
Ares pun segera naik keranjang dan duduk di samping Ara.
"sayang...besok mommy ngak bisa Anter & jemput kamu ke sekolah, ucap Ara."
"ngak apa apa mom, aku dianter & jempu sama om Roy aja, cepat sembuh ya mom, Ares kasihan liat mommy muntah terus, jawabnya dan lasung merebahkan tubuhnya di samping Ara."
"yaa sayang, semoga besok mommy udah baikan."
"kamu udah mandi yaa?."
"udah mom."
"pantesan wangi banget, jawab Ara sambil mencium pipi Ares dan menghirup aroma telon di baju Ares."
"sayang...besok aku kekantor, kamu ngak apa apa aku tinggal, ucap Arkan khawatir."
"ngak apa apa mas, masih ada bik Sumi, selagi aku rebahan aku ngak akan mual mas, oh ya...kapan kita kasih tau orang tua kita mas?."
"nantilah setelah kamu ngak mual lagi."
"hm..baiklah."
Semua buah yang ada sudah ludes oleh mereka bertiga, dan segelas air hangat juga sudah habis di deguk oleh Ara, Ara mendengar suara adzan berkumandang ia pun ingin mandi setelah itu sholat, ia bangun dari tempat tidur dan duduk disamping ranjang, tak lama ia pun merasa mual tak bisa ia tahan akhirnya ia berlari kekamar mandi, tiba dikamar mandi Ara muntah tapi tak ada yang keluar dari perutnya, Arkan segera menyusul istrinya dan tak lupa membawa jubah mandi untuk Ara.
"sayang..apa masih kuat?."
"insya Allah mas, jawabnya."
__ADS_1
Arkan melihat Ara yang belum beranjak dari duduknya ia pun berinisiatif untuk mengendong Ara, Arkan langsung mengendong Ara kedalam bathtub dan mengisinya dengan air hangat, Setelah itu Arkan pun mulai menyabuni istrinya, walau Ara protes tapi Arkan tak menghiraukannya, selesai mandikan Ara Arkan memberikan jubah mandi pada atasan Ara pun langsung mengambil wudhu.
"yaa Allah kuatkan lah aku, untuk menjalankan perintah mu,batin Ara."
Selesai mengambil wudhu Ara bergegas memakai bajunya, karna sudah merasa mual Ara pun langsung rebahan di atas ranjang sembari menunggu Arkan mandi dan berwudhu, tak berapa menit Arkan pun keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju santainya dan perlengkapan sholatnya, begitu juga dengan Ara, Ares pun tak mau ketinggalan untuk sholat bersama kedua orang tuanya ia pun ikut sholat.
Usai sholat dan berdoa Ara langsung rebahan di atas sajadah karna sudah tak kuat lagi menahan mual nya, Arkan segera melepaskan peci dan sarungnya dan melihat Ara sudah memejamkan matanya.
"mom...Ares kekamar dulu yaa."
"iya sayang...jawab Ara."
Arkan menatap kasihan pada Ara, Arkan pun menganggkat istrinya ke atas ranjang.
"makasih mas, ucapnya."
"ya..jawab Arkan."
π
π
π
π
π
"sayang....ini aku bawakan makan malam, ucapnya."
"ya mas, makasih mas."
"masih mual jika duduk? tanya Arkan."
"iya mas."
"ya udah sini aku suapin, Ara pun mengangguk."
Ara menikmati makan malam dikamar sambil disuapkan oleh Arkan, Ara sedikit meninggikan bantal dikepalanya agar ia mudah untuk makan dan Arkan pun tak terlalu sulit menyuapinya. Tak lama makanan dipiring pun habis, Arkan sangat senang melihatnya karna Ara menghabiskan makanan yang ia bawa.
"Alhamdulillah habis, ucap Arkan."
Ara hanya tersenyum dan setelah itu ia merubah posisi tidurnya kembali. Arkan mengusap perut istrinya yang rata, membuat Ara merinding karena merasa geli.
"apa sudah mengantuk?, tanya Arkan."
"belum kenapa mas?."
"kita nonton yuk..."
"hm..baiklah."
Arkan mengambil rimot tv dan membawanya ke atas ranjang, tiba diranjang Arkan duduk di samping Ara, Ara menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, kemudian mereka menikmati acara tv berdua, sesekali Arkan mencium puncak kepala Ara, terkadang ia menjahili Ara, Hinga Ara pun mencubit pelan dada bidang suaminya.
__ADS_1
"sayang....tunggu sebentar yaa, aku mau ngambil sesuatu."
"iya mas, jawab Ara dan kembali ke posisi semula."
Arkan berlalu pergi kedapur dan membuat salad buah untuk mereka makan sambil menonton, selesai membuat salad Arkan membawanya ke kamar dan duduk di samping istrinya.
"taraaaaa.......kita nonton sambil makan salad buah, ucap Arkan."
Ara mengangguk lalu tersenyum pada Arkan. Arkan segera menyendok salad tersebut.
"aaaaa....ucap Arkan pada Ara, yang mengarahkan sendok tersebut pada Ara.
Dengan senang hati Ara membuka mulutnya, tapi tangan Arkan malah berbelok ke mulutnya ia makan sendiri salad tersebut.
"maaaassssss........ucap Ara kesal."
"hahahaha....iya iya nih aaaa....Arkan menyuapi Ara lagi."
"ngak, ucapnya. Ara merajuk.
"cieee, ngambek, itu hidung kenapa kembang kempis gitu, ledek Arkan."
"tau ah, jawabnya, langsung membuang mukanya dan memanyun kan bibirnya.
Ara merajuk karena ia sudah sangat ngiler melihat salad buah tapi keusilan suaminya membuat ia kesal."
"yakin masih ngambek?, ini enak loh goda Arkan, sambil mencolek pinggang Ara, lama kelamaan iya menggelitik Ara, Ara yang sudah tak tahan geli pun akhirnya tertawa.
"hahahaha....udah mas geli."
"masih mau ngambek lagi hm?."
"ngak mas, hahaha, ampun..geli mas, jawab Ara."
"nah gitu dong, kan cantik kalau senyum, goda Arkan lalu mencium pipi Ara yang merona.
Arkan pun menyuapi Ara salad tersebut, mereka menikmati salad sambil nonton, Hinga salad tersebut ludes tak tersisa. Kemudian mereka melanjutkan menonton kembali, saat sedang asik menonton tangan Arkan tak henti hentinya bergeliriya.
"geli mas, udah dong, ucapnya sambil menepis tangan Arkan."
"habisnya aku gemas sama kamu, jawabnya dan langsung membungkam mulut istrinya."
Arkan yang sudah gemas tak kuasa untuk tidak menyerang istrinya, kemudian terjadilah apa yang harusnya terjadi, dengan hati hati Arkan melakukan karna dalam perut istrinya ada buah cinta mereka, selesai dengan aktifitas panasnya Arkan langsung mengecup kening Ara dan kecupan singkat pada bibir istrinya, setelah aksi panasnya dan kekalahan mereka pun terlelap sambil berpelukan.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Makasih yang sudah setia menunggu lanjutan cerita ini, dan makasih juga yang sudah meningalkan jejaknya.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1442 H.
Wasalam
...πππ...
__ADS_1