
Pagi harinya.
Arkan merasa bahagia saat dapat mewujudkan keinginan putranya, saat melihat putranya bangun ia pun mulai bertanya.
"sayang, apa sekarang kau bahagia karna mommy Ara sudah mau menjadi mommy mu, tanya Arkan.
"iya makasih ya Ded, Ares sayang sama Deddy ucapnya dan langsung mencium pipi Arkan.
"sama sama sayang Deddy juga sayang sama Ares.
π π π
Sementara dirumah Ara, mamanya yang tak melihat putri nya turun sejak tadi mama Ara pun segera menuju kamar Ara, dan membawa sarapan pagi untuk ara, tiba di kamar ia melihat Ara masih berbaring diranjang, ia segera menghampiri putri semata wayangnya. Melihat mama nya duduk disampingnya Ara pun tersenyum dan segera bangun, Ara pun merebahkan kepalanya di paha mamanya.
"minggu depan anak mama ini akan berganti status, kata mama Ara sambil mengusap usap kepala Ara.
"mama....rengek Ara dan menenggelamkan wajahnya karna malu.
"kenapa ada yang salah?
"ngak ada, jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.
Mamanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya putri semata wayangnya telah tumbuh dewasa, dan sebentar lagi sudah berkeluarga. Mamanya membayangkan nanti darinya sedikit kesepian namun seorang istri harus mengikuti suaminya.
"kamu ngak ke cafe nak?
"ngak ma, Ara capek pingin istirahat dirumah.
"yasudah kamu sarapan dulu, sedari tadi kamu belum sarapan, ucap mama nya
"iya maa.
Hari ini Ares sangat senang dan gembira, apa lagi opa dan omanya juga nginap dirumahnya, melihat dua paruh baya itu sedang duduk santai diruang tamu dengan cepat Ares pun menghampirinyanya.
"Opa, Oma, dengan samangat ia berteriak memangil kedua paruh baya tersebut.
"eh..kau sudah bangun hm.
"sudah, Opa, Oma Ares punya mommy, ucapnya sedikit pamer.
papa dan mama leo hanya ketawa, pada hal semalam semuanya juga sudah tau kalau Ara jadi mommy nya.
"apa Ares senang?
"senang banget, ucapnya.
"ada apa ini kelihatannya bahagia banget?
Arkan turun dengan celana selutut nya dengan baju kaos putih polos.
"papa sama Mama, mau kerumah calon mantu, kamu mau ikut?
Arkan sedikit tersenyum tipis mendengar ucapan ayahnya.
"boleh sekalian ajak Ares.
"sebentar lagi kita berangkat, mau barengan apa ngak?
"barengan aja yah, jawab Arkan.
"Ares, ayo ganti baju.
"mau kemana Ded?
"kerumah mommy, bisik Arkan ditelinga Ares, dengan cepat Ares pun mengangguk.
π π π
__ADS_1
"assalamualaikum, ucap mama leo.
"wa'alaikumsalam, jawab mama Ara.
Saat pintu terbuka nampak lah mama Ara tersenyum menyambut sahabatnya sekaligus calon besannya.
"silahkan masuk, ucap mama Ara.
"iya ayo masuk, ucap mama leo.
Setelah mereka masuk, mama Ara mempersilahkan mereka duduk dan mama Ara pun langsung menuju dapur untuk membuat minuman.
"Ded, mommy dimana? bisik Ares ditelinga Arkan.
"kenapa?
"Ares ingin ketemu.
Belum sempat Arkan menjawab mama Ara sudah datang dengan membawa nampan berisi minuman.
"diminum ya, ucap mama Ara, mereka hanya mengangguk.
"Ares ayo diminum.
Ares mengangguk lalu mengambil satu gelas dan meneguknya Hinga tersisa setengah gelas.
"Oma, mommy mana? tanya nya.
"ada di kamar, Ares mau ketemu? tanya mama Ara, dengan cepat Ares pun mengangguk.
"emang Ara ngak ke cafe, tanya mama leo.
"ngak, katanya lagi capek tu lagi istirahat dikamar, ucap mama Ara.
"kita bertiga aja yang ketemu Ara, ayah sama Arkan tunggu disini, kata mama leo
"sabar Ar, nanti sudah sah kamu bebas kok, ucapnya.
"apa an sih yah, jawabnya dengan wajah yang sudah memerah.
Sementara Ara berbaring di kasur. Ia dikagetkan oleh suara Ares.
"mommy, ucapnya saat melihat Ara berbaring di kasur dengan cepat ia menghampiri Ara.
"eh, Ares kau disini?
"mommy sakit, Ares ngak mau mommy sakit, ucapnya yang hampir menangis.
"mommy ngak sakit, hanya sedikit lelah saja.
"benaran, ucapnya dengan cepat Ara pun mengangguk.
"mommy jangan sakit, sebentar lagi mommy pulang kerumah Ares, ucapnya.
Ucapan Ares sukses membuat pipi Ara merona, apa lagi disitu ada mamanya Leo dan juga mamanya, bagaimana bisa Ares berkata seperti itu, sungguh Ara merasa sangat malu.
"Ares mau naik, ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya.
Ara pun segera bangkit dan duduk diranjang sambil menarik Ares Keatas kasur dan mendudukkan Ares disampingnya.
Ares tak ada lelahnya berceloteh, sekali mereka tertawa mendengar cerita Ares, Hinga tak terasa hari semakin siang.
Selesai makan siang bersama keluarga Arkan pun pamit pulang, Ara pun memutuskan kembeli kekamarnya untuk beristirahat, sore harinya Rani datang kerumah Ara sambil membawa buah karna ia kira Ara tengah sakit. Tiba di kamar Ara, Rani melihat Ara tengah berbaring.
"mbak aku khawatir Lo, karna mbak ngak masuk seharian, ucapnya.
"aku cuma kelelahan Ran, bukan sakit.
__ADS_1
huff, ia merasa lega karena sudah tau kalau Ara cuma kelelahan, Rani pun mengupas buah yang dibawanya dan memberikan nya pada Ara.
"dimakan mbak, biar lelahnya ilang, ucapnya sambil senyum.
"hahaha, ada ada aja kamu, ucap Ara tapi tetap mengambil buah yang diberikan oleh Rani.
Ara ingin memberitahu Rani tentang rasa bahagianya, entah kenapa Ara ingin pamer sama Rani, bahwa dirinya dan Arkan akan menikah sebentar lagi.
"kamu tau ngak?
"ngak mbak, jawab Rani cepat.
"aku kan belum selesai ngomongnya, gimana kamu bisa tau, kesal Ara karena jawaban Rani.
Ara menarik nafas dan setelah itu kembali melanjutkan kalimatnya.
"aku mau nikah.
"nikah? sama siapa mbak, tanyanya
"sama Arkan sambung Ara.
Sukses membuat Rani kaget dan mulutnya sedikit menganga, karna saking kagetnya, antara percaya dan tidak. ara tetsenyum melihat rani shok.
"serius mbak, tanya nya lagi.
"iya, masa aku bohong sih.
"cieee...yang kemaren digodain marah marah, tapi sekarang udah mau nikah aja, sama duda tampan, ucap Rani.
Ara menutup wajahnya dengan selimut, karena malu Rani yang melihat Ara seperti itu, ia hanya cekikikan.
"kapan acaranya mbak?
"Minggu depan, awas kalau ngak datang.
"pasti aku datang mbak, kalau mbak sudah nikah sama pak Arkan gimana ya mbak, ucapnya sambil membayangkan.
Ara menimpuk wajah Rani dengan bantal, yang benar saja Rani ingin menayangkan kehidupannya dengan Arkan.
"kalau mau bayangin, nikah juga sana.
"nikah sama siapa mbak, pacar aja ngak punya.
"pelayan di cafe kan ada tu yang ganteng, ucap Ara sambil menarik turunkan alisnya.
"is..mbak aku mu yang seperti pak Arkan, hidup berkecukupan, bisa bawa ibu kerumah yang mewah, tidur dikamar yang bagus, ucapnya sambil menatap langit langit kamar Ara.
"Rani, bersyukurlah dengan hidupmu yang sekarang, banyak diluar sana yang ngak seberuntung kamu, Ara memberi nasehat pada Rani.
"iya mbak, aku pengen rasain jadi orang kaya, semuanya serba ada.
"bahagia bukan karena kaya, tetapi saat orang itu mampu bersyukur dengan apa yang sudah didapat, jika kita bersyukur walau bagaimana pun keadaan kita maka kita akan merasa bahagia, terang Ara yang mengigat pesan dari almarhum papanya.
"teruslah berusaha dan jangan lupa berdoa, sambung Ara.
Rani hanya mengangguk mendengar nasehat dari Ara.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π»πππ πππ π ππππ‘π’ ππ’ππ’ π¦ππ, πππ ππππππ ππ’ππ πππ πβ π πππππππ‘ππ¦π π¦ππ, ππ’ππ’π ππππ πππ πππππ π πππ.πππ
ππππππ πππ‘π π πβππ‘ π πππππ’.
πππ ππππ
...πππ...
__ADS_1