
Beberapa bulan kemudian, kehamilan Ara sudah memasuki usia 8 bulan dan Mita 6 bulan, kedua bumil ini berhasil membuat suaminya kewalahan menghadapi mengidam mereka, mereka selalu kompak buat menjahili suaminya walau Arkan dan Leo tak pernah mengeluh menghadapi mengidam istri mereka apa pun yang mereka minta Arkan dan Leo akan menurutinya. Sekarang malam Minggu yang indah Mita dan Ara sudah berencana mau keluar malam ini dengan suaminya, walau mereka tau angin malam tak baik bagi wanita hamil tapi yang namanya ngidam ya harus di penuhi, dari pada anak mereka nantinya ileran.
“Mas, kita keluar ya, aku mau jagung bakar yang ada di taman dekat kafe, ucap Ara."
Ara yang masih rebahan di dada bidang Arkan, sekali kali ia menjahili suaminya itu, ada saja kegiatan tangan Ara yang tak bisa di kondisikan membuat Arkan prustasi.
“Kita pesan aja gimana?."
“Ngak, aku mau makan disana kan enak baru di bakar langsung di makan.”
“Ya, baiklah kita kesana tapi jangan lupa jaketnya di pakai, sama kaos kaki juga.”
“Siap, ucap Ara penuh semangat dan tak lupa meninggalkan sebuah kecupan di bibir Arkan."
Ares yang masih bermain sama mama Ara di ruang keluarga sambil menonton, di kagetkan dengan kedatangan mommy dan Daddy nya.
“Res, mommy mau keluar bentar, kamu mau ikut ngak?."
“ngak mom, Ares di rumah saja sama Oma, beliin Ares martabak manis ya mom, pinta nya."
“Ah, baiklah kalau kamu ngak mau ikut, ya sudah nanti mommy belikan.”
“Jangan pulang terlalu malam Ara, pesan mama Ara.”
“Ngak ma, kami pergi bentar ya ma titip Ares, ucap Ara."
“Ya, kalian hati hati, pesan mama Ara."
“Ya, ma jawab Arkan."
Arkan melajukan mobilnya menuju taman yang tak jauh dari kafe Ara Karna malam Minggu taman tersebut penuh dengan sekumpulan orang orang yang sekedar ingin bersantai atau pacaran bagi muda mudi, dan para pedagang asongan pun ikut meramaikan tempat tersebut.
Tiba di taman Arkan segera mencari parkiran, setelah memarkir mobilnya ia dan istri berjalan menyusu pedagang untuk mencari apa yang Ara mau. Tak jauh dari mereka Mita dan Leo sudah lebih dulu tiba dari mereka.
“Ara, pengail Mita sambil melambaikan tangannya, Ara segera menyusul Mita."
“Jadi kalian sudah janjian yaa, tanya Arkan pas tiba di tempat Leo dan Mita.”
“Sudah jawab mereka berdua sambil cengengesan.”
“Ini buat mu Ar, sudah aku pesankan, ucap Mita sambil menyodorkan dua jagung bakar pada Ara."
Mereka berempat menikmati jagung bakar tersebut sambil bercanda, Karna ke asikan mereka lupa waktu, Arkan melihat jam yang melingkar di tangan nya ternyata sudah hampir jam sepuluh malam.
“Sebaiknya kita pulang ini udah hampir jam sepuluh, ucap Arkan.'
“Ya, sudah kita pulang, tapi aku mau beli cilok dulu ya mas, ucap Ara sambil menunjuk pedagang cilok.”
“apa masih belum kenyang?."
“makanan penutup mas, jawab Ara sambil nyengir.”
“baiklah, jawab Arkan pasrah.”
“Mita, kamu mau cilok ngak?.”
“Boleh.”
“Ya sudah ayo kita kesana.”
Tiba di depan pedagang cilok Ara langsung memesannya.
“Mas, ciloknya empat bungkus ya.”
“Baik, tunggu sebentar nona.”
“Ara, kapan kamu perkiraan HPL?.”
__ADS_1
“Kemaren sih waktu periksa sekitar 2 Minggu lagi.”
“wah, aku juga ngak sabar nih, semoga lancar yaa."
“Aammiin."
“Ini nona pesanan nya."
Ara segera mengambil pesanannya dan tak lupa membayar makanan tersebut, dan memberikan pada Mita dua bungkus. Saat berjalan Ara di kagetkan dengan sepasang kucing yang lagi kejar kejaran yang melewati kakinya.
“aaaaaa, teriak Ara.”
“Ada apa Ra?.
“Itu kucing lewat di sampingku bulunya mengenai kakiku, ihh geli, ucap Ara pada Mita."
“mana kucingnya, tanya Arkan yang sudah berada di depan Ara dan Mita.”
“itu, yang sembunyi di balik pohon bunga, tunjuk Ara."
Ara yang penasaran apa yang dilakukan kucing tersebut ia melangkah mendekati pohon bunga itu, yang di ikuti oleh Mita serta Leo dan juga Arkan.
“yaa, elah ternyata di sedang ber Cin ta, tapi kok ngak men de sah ya?."
“emang kalian yang men de sah, ucap Arkan dan leo kompak.”
“emang kalian ngak?, Jawab Ara dan Mita barengan."
“Ah sudah, man de sah ngak kita bukti in dirumah, jawab Arkan dan berlalu pergi meninggalkan 3 orang yang masih mencerna ucapan Arkan. Ara yang sudah paham apa yang di maksud Arkan pun segera menyusul Arkan.
“Ya sudah kita pulang yaa, udah malam nih, ucap Ara pada Mita."
“Hm...aku juga udah ngantuk, jawab Mita."
Mereka berjalan beriringan dan menuju mobil masing masing, tiba di mobil Ara yang merasa haus langsung minum air mineral yang selalu di sedia kan Arkan di dalam mobil.
“Suapin, mas kan ngak bisa makan nyetir.”
“Ya udah, buka mulutnya.”
Ara segera menyuapi Arkan dengan sendok, setelah menyuapi Arkan ia juga menikmati cilok tersebut.
“Gimana, enak ngak mas?.”
“hm...enak, lagi dong."
Dua bungkus cilok menemani perjalanan pulang mereka dan tak lupa juga membeli pesanan Ares walau mereka tau Ares sudah berada di alam mimpi saat ini Karna hari sudah jam sepuluh lewat.
Tiba dirumah mereka segera masuk melihat lampu di ruang keluarga masih nyala mereka langsung menuju ruang keluarga, dan melihat Ares masih menonton bersama mama ara.
“Masih belum tidur sayang ini udah malam loh, ucap Ara pada Ares."
“Belum mom, Ares nungguin martabak dari mommy."
“Ini martabaknya sayang, maaf ya mommy agak lama."
“Yes, makasih, ngak apa apa mom."
Ara juga ikut mencicipi martabak yang ia bawa buat putranya, Arkan menggeleng melihat naf su makan Ara, tapi ia senang karena apa pun yang Ara pesan ngak akan ada sisa.
“Mom, temanin Ares bobok yaa."
“Oke, yuk ke kamar."
“Oma, Ares bobok dulu yaa."
“ya, Oma juga mau tidur."
__ADS_1
Ara berjalan menuju kamar Ares dan langsung merebah kan tubuhnya di sana.
“Sayang, gosok gigi dulu, terus ganti baju nya."
'ya mom."
Ara segera mengambil baju ganti buat Ares, selesai menggosok gigi Ares langsung menuju tempat tidur di mana Ara sudah menunggu nya dengan sepasang baju tidur.
“Sini mommy bantu.”
Selesai Mengganti baju Ares, mereka rebahan di kasur, Ara langsung mengusap usap puncak kepala Ares Hinga ia terlelap dengan nyenyak nya.
Ceklek.
“Masih belum tidur dia?.”
“Udah mas, ucap Ara turun dari tempat tidur dan meletakan guling di samping Ares sebagai ganti diri nya, dan menyelimuti putra tampannya tersebut, serta Mengganti lampu kamar dengan lampu tidur. Ara dan Arkan segera keluar dari kamar Ares dan menuju kamar mereka.
“Jadi mau bukti in ngak, siapa yang men de sah? Tanya Arkan sambil menarik turun kan alisnya."
“Sapa takut tantang Ara.”
“Kamu serius nih sayang, jawab Arkan dengan wajah cerianya.”
“iya, jawabnya."
Dengan wajah yang sudah merona, Ara mengambil baju tidur dan membawanya ke kamar mandi, 10 menit berlalu ia selesai dengan ritualnya di kamar mandi.
Ara melihat Arkan sudah membuka baju dan hanya menggunakan celana tidur, Ara hanya tersenyum melihat suaminya yang semangat untuk membuatnya men de sah.
“nunguin ya mas, ucap Ara sambil senyum."
“Iya dong, kamu makin seksi aja dengan perut sebesar itu, membuat mas ngak tahan kalau ngak buat kamu men de sah.
“Ye elah modus, bilang aja kalau mas itu kecanduan."
“Hehe, tau aja kamu yang."
Tampa menunggu lama lagi, Arkan langsung membungkam mulut istrinya, dan me lu mat nya dengan lembut, awalnya di mulut kini pindah ke leher jenjang Ara, tangan Arkan yang sudah mulai aktif mencari apa saja yang ia suka dan memainkannya, Arkan tersenyum saat mendengar de sa Han istrinya. Dua benda ken yal milik Ara adalah favorit Arkan ia senang bermain main disana membuat Ara menggelinjang hebat, Karna kelihaian Arkan membuatnya selalu terbang melayang.
“Mas, pelan-pelan."
“Iya, sayang."
Arkan memasuki tu buh istrinya dengan sangat hati hati, Karna ia tak mau terjadi apa apa pada Ara dan calon buah hatinya. Arkan terus memompa sang istri dengan gerakan tak terlalu capat, Arkan mencari posisi senyaman mungkin untuk Ara mengingat kandungan Ara sudah besar, setengah jam berlalu Arkan dan sang istri mencapai puncak bersama.
“makasih sayang, ucap Arkan sambil mengecup bibir Ara. Ara yang sudah kelelahan hanya mengangguk sebagai jawaban.
Arkan menarik selimut dan menutup tubuh polos mereka berdua, tak lama keduanya sudah terlelap.
💕💕💕
Masih ada yang bacakah?, jika ada jangan lupa kasih hadiah yaa..🤗🤗
Apa mau di lanjutkan ke season dua, jika ia komen yaa .👇
Wasalam.😘😘😘
__ADS_1