
Beberapa Minggu kemudian, jam 1 dini hari Ara merasakan nyeri di perutnya, tapi hanya kontraski palsu yang kadang sakit kadang ilang, membuat Ara tak bisa tidur, setelah rasa nyerinya ilang Ara merasa ingin buang air, itu sering terjadi pada Ara sampai jam setengah tiga dini hari, Karna Ara sudah merasa tak tahan lagi dengan sakit yang semakin menjadi jadi hingga Ara membangun kan Arkan.
“bangun mas.”
“Ada apa sayang, jawab Arkan Karna belum sadar sepenuhnya.”
“Perutku sakit mas, udah dari tadi tapi sekarang makin sakit.
Mendengar ucapan Ara Arkan segera menuju kamar mandi dan mencuci muka setelah keluar dari kamar mandi ia mengambil perlengkapan bayi yang sudah disiapkan oleh istrinya beberapa Minggu yang lalu, dan setelah itu segera mengajak Ara ke rumah sakit dan tak lupa membangun kan mama mertuanya.
“sakit maaa, rintih Ara dalam mobil.”
“Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai, jawab mama Ara sambil mengusap usap perut Ara.”
“Arkan, kamu fokus aja bawa mobilnya nak.”
“Ya ma.”
“Sial, kenapa aku ngak ingat buat bangunin Roy sih, umpat Arkan dalam hati.”
Tak lama mereka tiba dirumah sakit, Arkan segera mengendong Ara ke ruang UGD.
“kita periksa dulu ya nyonya, ucap salah satu dokter yang bertugas.
Ara hanya mengangguk.
“pembukaan nya sudah lengkap, ucap dokter, Ara di pindahkan ke ruangan khusus bersalin."
“Ma, doakan Ara semoga baik baik saja, pintanya pada mamanya."
“Mama selalu mendoa kan mu nak, fokuslah pada bayi mu nak jangan pikirkan yang lain."
“Ya ma."
Mama Ara keluar dari ruangan bersalin kini tinggal Arkan dan sang istri serta dokter dan dua orang perawat.
Mendengar arahan dari dokter, saat Ara merasakan sakit ia menarik nafasnya dalam dalam dan mengejan sekuat tenaga dan mengulangnya beberapa kali.
“Ayo nyonya sedikit lagi, dorong terus nyonya, dokter memberi Ara semangat."
“nak cepatlah keluar mommy sudah ngak kuat lagi, ujar Ara dalam hati."
“Semangat sayang, kamu pasti kuat mas disini, ucap Arkan sambil mencium pipi Ara."
Ara menarik nafasnya dalam dalam dan memulai mengejan, Ara berpegang pada lengan Arkan dan mencengkeram tangan Arkan dengan kukunya, membuat Arkan meringis menahan sakit.
“Aaaarkkkkkkh, massss teriak Ara, seiringan dengan itu bayinya juga menangis."
Oooee....oooee...
“Selamat nyonya baby anda perempuan dan cantik seperti mommy nya, ucap dokter orang yang pertama melihat wajah cantik keturunan Alfarizi Loghan.
“ makasih sayang atas perjuangannya, ucap Arkan dan mencium pipi Ara bertubi tubi."
Setelah baby itu di bersihkan dokter memberikan pada Arkan.
“Tuan, silahkan di komadkan putrinya, ucap dokter sambil memberikan bayi tersebut."
Dengan perasaan haru Arkan mengambil putrinya dan mencium pipinya setelah itu ia mengkomadkan di telinga sebelah kiri. Setelah selesai baby tersebut di berikan pada Ara untuk mendapat ASI pertamanya. Ara meteskan air matanya melihat putri kecilnya dan merasa bahagia Karna ia sudah melahirkan seorang baby.
Tak lama Ara di pindahkan ke ruangan rawat di mana ia dirawat waktu dulu mengalami koma, dan tempat itu juga ia sempat dihina oleh Arkan.
“maafkan aku atas perlakuan ku dulu, ucap Arkan ia tahu Ara pasti mengingat nya."
“Sudahlah mas, ngak usah di ingat lagi, toh kita sudah bersama dan mempunyai seorang putri yang cantik."
“Mommyyyy, teriak Ares saat pintu telah di buka."
Tampaklah pria kecil itu berlari ke arah mommynya, yang datang bersama mama Ara.
“Sayang jangan teriak teriak nanti dedeknya bangun, tegur Arkan."
“Dad, Ares mau liat Dede baby nya gendong ded, rengekannya."
“Arkan mengendong Ares ia sangat senang melihat adiknya yang cantik kek mommynya."
“Mom, adeknya cantik kek mommy, Ares panggil putri boleh mom, tanyanya."
Arkan dan Ara saling pandang Karna mereka belum mempersiapkan nama buat putri kecilnya.
“Boleh dong sayang, jawab Ara."
“Yes, hy Adek putri Alfarizi Loghan. Ini Abang dek cepat besar yaa biar kita bisa main bareng, ucapnya sambil mencium pipi baby tersebut."
“Nama yang bagus, Abang memang pintar, ucap Arkan memuji Ares membuat pipi putra nya itu merona."
“ciee yang malu di puji, ucap Ara membuat Ares membenamkan wajahnya dada bidang Arkan."
Mereka tertawa melihat Ares yang malu malu.
“Selamat ya nak, atas kelahiran Putri kecil kalian, mama hanya berpesan jangan pernah membedakan antara mereka ya sayang, pesan mama Ara pada Ara."
“Ya ma, Ara akan ingat pesan mama."
“Oma, Adek Ares cantik kek mommy, ucap Ares pamer pada mama Ara."
“Wah benarkah, apa Ares sayang sama adeknya, tanya mama Ara."
“Sayang dong Oma, Ares akan jaga dan sayang ia, ucapnya yakin."
__ADS_1
“Wah adeknya pasti Banga punya Abang yang sayang dan hebat, puji mama Ara.”
“Apa boleh Oma gendong?."
“Boleh Oma."
Mama Ara mengambil baby yang ada di bok baby dan mengendong serta membawanya ke sofa.
“Siapa namanya tanya mama Ara.
“putri Alfarizi Loghan.
“nama yang cantik secantik orangnya, ucap mama Ara."
“Sayang, aku suapi makan yaa."
“Ya mas."
Arkan mengambil sarapan yang di bawa mama Ara dan dan sebotol air mineral, dengan telaten Arkan menyuapi Ara, Hinga makanan yang dipiring habis, setelah itu ia minum obat lalu Arkan menyuruhnya untuk beristirahat Karna hari sudah jam setengah enam pagi. Ara merebahkan tubuhnya untuk beristirahat karena lelah tak lama ia pun lelap dengan nyenyaknya.
🍂
🍂
🍂
Pagi hari
Papa dan mama Leo datang ke rumah sakit dan juga Leo beserta sang istri. Tiba dirumah sakit mereka langsung masuk ke ruang rawat Ara, melihat Ara tidur lelap. Mereka asik bercengkerama Tampa mengganggu Ara tidur bayi mungil itu pun juga tidur dengan lelapnya. Karna merasa haus Ara pun terbangun dari tidurnya dan melihat sudah ada Mita beserta mertuanya.
“sudah bangun nak, ucap mama Leo."
“hm..haus ma, jawab Ara."
Arkan mengambilkan Ara air mineral dan memberikan padanya.
“Selamat ya sayang atas kelahiran putrinya, semoga cepat sehat ya, ucap mama Leo."
“Makasih ma doanya, kapan mama datang?.”
“Tadi, Karna kamu tidur kami ngak membangun kan mu, pasti kamu lelah, ya sudah istirahatlah, mama mau ke mama kamu.”
“Hm..ya ma.”
“selamat atas kelahiran Baby girl nya, wah cantiknya, ucap Mita."
“makasih, mama juga cantik, ucap Ara menirukan suara anak kecil, tinggal kamu lagi Mit, ucap ara.”
“doa in aja Ra, kurang lebih dua bulan lagi.”
“Siapa namanya Ra?."
“nama yang cantik.”
“Ares yang kasih nama.”
“bahagia banget kayaknya dia.”
“Hehehe...”
Keluarga mereka masih kumpul dirumah sakit Hingga sore, mama Leo senang Karna sudah di karuniai 2 cucu, kini ia hanya tinggal menunggu anak dari Leo yang belum lahir, ia sudah tak sabar menanti cucunya itu lahir ke dunia ini.
💕💕💕
Beberapa tahun kemudian, Ares yang sudah sekolah di sekolah menengah pertama, dan adiknya sudah masuk sekolah taman kanak kanak, dan adiknya yg paling bontot masih berumur setahun setengah. Pagi ini adalah hari weekend, Arkan dan keluarga bersantai dirumah sambil melihat anak anaknya apalagi yang paling bontot ia sangat aktif aktifnya.
“Daddy, teriak putri.”
“Ada apa sayang kok teriak teriak sih, ucap Arkan sambil mengendong putri manja nya itu.
“Abang kemana dad, kok ngak ada di kamar nya?."
“Masa sih, padahal Abang belum keluar kamar loh, atau lagi mandi kali."
“Ngak ada dad,"
“Yok kita lihat kekamarnya."
Arkan dan putri pergi kemar Ares, Karna ia tau Ares pasti menjahili adik nya itu.
Tiba di kamar Ares mata Arkan menatap ke atas tempat tidur dengan gumpalan selimut yang tinggi, siapa lagi di dalam kalau bukan Ares. Arkan membisikan sesuatu ke telinga putri membuat gadis kecil itu senang kebangetan. Putri naik k atas tempat tidur dan melompat lompat di atas nya, dan setelah itu ia menjatuhkan tubuhnya di atas gumpalan selimut itu, membuat Ares meringis kesakitan.
“Abang, cepatan bangun kalau ngak aku ganggu terus."
Ares masih dia di dalam sana.
“Abang, kalau ngak aku bilang mommy, biar telinga Abang dijewer ucapnya."
Ares ketawa mendengar ucapan adik nya, mana pernah dia kena jewer sama mommy nya.
“Abanggggg, teriaknya lagi."
Ares masih diam sambil menahan tawanya membayangkan wajah lucu adiknya itu, putri menarik selimut Ares dan membuangnya ke lantai, lalu ia menggelitiki Ares Hingga Ares bangun Karna udah ngak tahan saking gelinya.
“hahahahaha, udah..udah..dek."
“Napa sih ganggu in Abang tidur?.”
“Ajarin putri renang.”
__ADS_1
“kenapa tiba tiba Adek minta di ajari renang?."
“Pengen aja bang.”
“Malas, ucap Ares langsung tidur lagi.”
“Mommmmyyyyyyy, teriak putri dalam kamar Ares, dengan cepat Ara lari melihat apa yang terjadi."
“Sayang, Ara melihat putri yang hampir nangis sementara Ares hanya nyengir melihat mommy nya yang kelihatan khawatir.
“Sayang, kenapa sama adeknya?."
“Hehehe."
“Mom, Abang jahat."
“Jahat kenapa.”
“Abang ngak mau ajarin putri renang mom."
Adunya pada Ara, Arkan yang baru datang sambil mengendong restu hanya geleng kepala, melihat kejahilan Ares pada putri
“Ares jangan di bikin nangis adiknya, ayo bangun nak."
“Iya mom, ucap Ares kalau udah ada mommy Ares pasti menurutinya."
“Yuk dek, Abang ajari, ucapnya sambil bangun dan berdiri di sisi ranjang.
Dengan sangat putri langsung melompat ke pangkuan Ares dan tak lupa memberi sebuah kecupan pada Ares.
“Ngak sekalian sama uang dek, buat nyogok Abang?."
“Nanti putri mintak sama daddy.”
“Ngak usah dek, Abang becanda kok.”
“jadi ngak nih kita berenang?."
“Jadi dong bang."
Ares mengajak adeknya itu ke kolam renang yang ada di samping rumahnya, ternyata sudah ada Daddy dan juga mommy nya disitu.
“Nikmat manalagi yang kau dustai.”
“Semoga keluargaku selalu bahagia dan sehat serta harmonis.”
Aammiin.
Tamat.
💞💞💞💞💞
Jika banyak yang komen untuk lanjut ke season dua, maka Author akan lanjut.
Jangan lupa mampir di karya terbaru Author ya
“Saat Senja Tak Lagi Jingga.”
Yok intip, tenang ngak bikin mata bintilan kok ngintip novel Author😂😂😂
Deddy Arkan
Mommy Ara
*Abang Ares
**
*
Adek Putri
Restu
Author kasih bonus semoga kalian suka Visualnya😉😅.
__ADS_1