
Sementara di rumah Ara. Ia merasa heran melihat sang putra belum bangun tidur Karna sudah hampir siang namun Ares masih betah dikamar, merasa penasaran Ara masuk ke dalam kamar putranya takut anaknya kenapa Napa.
“Bang...Abang...” panggil Ara berulang kali namun tak ada jawaban.
“Bang..Bagun, udah siang nih,”
“Hm, ya mom,”
“Abang sakit,” Ara meletakan tangannya di kening sang putra namun ngak panas.
“Ares ngak kenapa Napa kok mom,”
Dengan wajah buntal dan rambut acakan ia duduk di ranjang sambil tersenyum melihat mommy yang khawatir.
“Syukurlah kalau Abang ngak kenapa Napa, cepat mandi habis itu kita makan siang, tadi pagi ngak sarapan masa siang juga ngak makan, ntar Abang sakit, mommy ngak mau itu terjadi,” omel Ara panjang lebar.
“Ya, mommy ku sayang, ya udah Ares mandi dulu,”
Setelah Ares pergi ke kamar mandi Ara menyingkap tirai lalu membuka kaca jendela tersebut agah ada pertukaran udara di dalam kamar. Setelah itu ia segera keluar dan langsung menuju meja makan dan menantu bik Wanti menata makan.
🍂 🍂 🍂
Di moll
Ayesha mengembuskan nafas kasarnya saat melihat Rere yang berdiri tak jauh darinya.
“Walaupun miskin tapi gue sanggup kok beli satu dress ini,” jawab Ayesha.
“hahaha, ngak usah mimpi deh,”
“serah Lo lah,” Ayesha mengambil satu dress yang paling mahal,” lalu membawanya ke mommynya.
Mata Rere membola saat siapa yang di temui Ayesha, Karna penasaran Rere mengikuti dari belakang.
“Sayang sudah dapat bajunya,” tanya Miranda.
“Hihihi, ini mom,”
“Kok Cuma satu?,”
“Udah mom, dirumah masih banyak,”
“ya udah deh yuk kita ke kasir,”
“Ayesha panggil Tante itu momy?, Apa dia pura pura miskin selama ini?,” monolog Rere.
Tiba di kasir Miranda membayar semua belanjaannya, mata Ayesha membola melihat total belanjaan mereka.
“Sayang, habis ini kita ke toko gamis ya,”
“oke mom,”
Setelah selesai pembayaran mereka segera meninggalkan toko tersebut, lalu mencari toko pakaian gamis.
“Sayang, ini kira kira muat ngak sama bunda mu?,” tanya Miranda pada Ayesha.
“Mommy mau beliin bunda gamis?,”
“Hm..iya, nanti kamu kasih ke dia ya,”
“ya, mungkin muat mom, tubuh bunda kan ngak beda jauh sama mommy,”
“Iya juga ya, ya udah kita ambil ini aja,” Miranda mengambil tiga gamis dengan warna berbeda serta modelnya.
“ Habis ini ke mana lagi mom?,”
“Kita makan siang dong sayang, apa kamu ngak lapar?,”
“Hihihi, ya ay lapar mom,”
“yok kita bayar dulu habis itu baru kita cari resto,”
“yok,”
Usai membayar belanjaan nya Miranda dan Ayesha memutuskan untuk mencari resto cepat saji.
“kita makan di restoran Korea aja gimana?,”
__ADS_1
“kejauhan mom,”
“Ais, kau ini,”
“Hahahahaha, ya ya udah ayo.
Sementara Rere mengikuti Ayesha ke mana mereka pergi. Ia melihat Ayesha masuk ke dalam restoran Korea iya juga mengikutinya.
Sambil menunggu pesanan mereka mengobrol ringan.
“Sayang, nanti kita ke toko ponsel ya,”
“Ngapain mom?,”
“buat tukar ponsel mu,”
“Kapan kapan aja lah mom, sayang kan masih bagus,” ucapnya sambil melihatkan deretan giginya.
“Tapi sayang..?,”
“Mom, ini ay membelinya pakai tabungan dari uang gaji yang di sisihkan, jadi ay pakai ini aja ya, kalau dah rusak ay minta yang baru sama mommy deh,”
“Ya, udah deh ngak apa, maaf ya mommy ngak tau,”
“ ngak apa mom,”
Tak lama pesanan mereka datang, Tampa menunggu lama ibu dan anak itu langsung menyantap makan siang mereka.
Di rumah Ares.
Putri dan restu lagi gencarnya mengusili Ares, Mereka lagi bersantai di taman belakang.
“indah banget mimpinya bang, sampai ngak mau bangun,” ejek putri.
“Iya dong, sayang untuk di sudahi,” jawabnya cepat.
“Mimpi apa bang?,” tanya Restu.
“Ayesha, jawabnya keceplosan dengan cepat ia menutup mulutnya.
Sontak semuanya mengalihkan pandangannya pada Ares. Sementara putri dan restu udah ketawa terbahak bahak.
Ares mengaruk kepalanya yang tak gatal Karna malu.
“ngak ada dad,”
“ Emang Abang udah pernah ajak ia diner?,”
“belum sih,”
“Ya udah nanti kan malam Minggu Abang ajak dong?,” usul putri.
“ya ya , nanti Abang ajak,”
“kayaknya bentar lagi mommy punya mantu,” ucap putri.
“Hm, baru satu mommy mau satu lagi,” jawab Ara.
“What,...?
“Maksudnya apa mom?,” tanya Ares.
“Mommy mau Abang punya istri dua, jawab polos restu.
“Ais kalian ini, mommy kan belum selesai bicara, mommy mau putri juga ada calonnya, jawab Ara enteng.
“Ais, ngak lah sukses dulu baru cari calon mantu buat mommy dan Daddy,”
“ngak masalah masih kuliah nikah, banyak kok yang kek gitu,” ucap Arkan.
“Itu kan orang lain dad, bukan aku,”
“Mom, dad, Ares ke kamar dulu yaa,”
“Hm, jangan tidur lagi baru juga bangun,”
“Ngak mom, ngecek email dari Dika,”
__ADS_1
“Jadi gimana, apa putri mommy ini udah ada kandidat juga?,”
“Ais, apaan sih mom, aku ke kamar dulu by semua,” ucapnya Karna takut di wawancara sama kedua orang tua nya.
“Hahahaha, anak anakmu lucu sekali dad,” ucap Ara.
Sentara Ayesha masih berkeliling dengan sang mommynya, kali ini mereka masuk ke toko tas dan sepatu.
“sayang, kamu pilih lah sepatu dan tas yang kamu suka, mommy mau liat tas disana,” ucap Miranda.
“Ya mom, ucap Ayesha.
“Huff baru tau aku kalau mommy gila belanja, aku mau pilih apa, yang baru aja masih belum kepake, monolog sendiri.
Ayesha melihat sepatu dan tas beserta harganya.
“ ya tuhan, mahal mahal semua,” ujarnya.
Ayesha terus melihat tas sepatu namun tak ada yang menarik hatinya.
Burgg....Semua belanjaan Ayesha jatuh Karna di tabrak seseorang, dengan cepat ia mengambilnya.
“maaf nak Tante ngak sengaja,” ucap seseorang.
Selesai memungut belanjaannya Ayesha kembali berdiri, dan melihat siapa orang yang sudah menabraknya. Alangkah kagetnya orang itu.
“Kau...,”
“jalannya hati hati ya Tante, permisi,” ucap Ayesha.
“Sial kenapa sih aku selalu bertemu dengan anak itu, parahnya lagi selalu bersentuhan dengannya,” umpatnya.
“Ayesha melihat tas yang menarik di hatinya ia suka model, namun saat akan mengambil ada tangan yang lebih dulu menjangkau tas tersebut.
“tas ini ngak akan sanggup kamu membelinya,” ucapnya.
“Memang anda sanggup membelinya?, coba Anda liat berapa harganya,”
Mata wanita itu membola melihat harganya.
“Gimana mampu ngak?,”
“Ada apa nih,” tanya Miranda tiba tiba.
“Hy jeng, disini juga?,”
“iya, ada apa nih ribut ribut,” tanya Miranda.
“Gadis miskin ini ngehalu dia ingin memiliki tas ini,” ucapnya sambil memperlihatkan tas itu pada Miranda.
“Kalau dia sanggup membayarnya itu artinya dia tak miskin jeng, lagian kan kita ngak tau dia benaran miskin atau pura pura miskin,” ucap Miranda.
“dia memang miskin jeng, dulu dia pelayan di restoran Amelia, sekarang juga pelayan, mana cukup gajinya untuk membayar tas semahal ini,” terangnya.
“ya sudah kalau Tante mau tas itu ambil saja ngak usah menghina dan merendahkan pekerjaan saya,” jawab Ayesha.
“Cih miskin aja belagu,”
“Sudah cukup, jaga mulut anda nyonya Puspa, orang yang anda sebut miskin ini adalah putri saya, jangan menilai orang dari sampulnya,”
“silahkan Anda ambil tas itu dan bayar sekarang juga jika Anda mampu,” ucap Miranda meradang.
Mata mama Fahrul membola mendengar ucapan Miranda, ia tak menyangka jika Ayesha adalah putri Miranda. Tapi ada sedikit keraguan di hati nya Karna ia tau fakta tentang putri Miranda yang hilang saat bayi.
🍂 🍂 🍂
Maaf ya Reader telat up, Karna ada pekerjaan mendesak insya Allah hari ini up dua bab.
Jangan lupa Like dan vote yaa.😉😉😘
wasalam💞💞💞
__ADS_1