
Hari yang di tunggu kini sudah datang, sesuai janji Ayesha mengajak Joshua dan Miranda ke panti di mana i di besarkan.
Joshua beserta anak dan istrinya sudah tiba di depan kosan Ayesha, Joshua tak mengizinkan Ayesha mengendarai motornya, hingga akhirnya Ayesha satu mobil dengan keluarga Joshua.
“Ayesha kenal kan ini anak Tante,”
Mereka berjabat tangan dan saling menyebutkan nama masing masing.
“Apa tempatnya jauh,” tanya Joshua.
“Tidak juga, kurang lebih satu jam,”
“Apa sering bolak balik seperti ini tiap Minggu nak,” tanya Joshua.
“Ngak sering ko,”
Mereka terus mengobrol banyak hal yang di cerita dalam perjalanan Ayesha dan Randi semakin akrab, Karna mempunyai sifat yang sama seperti Ayesha yaitu mudah menyesuaikan diri. Setelah jauh perjalanan Joshua yang melihat supermarket ia segera menepikan mobilnya di parkiran.
“Mom, kita beli oleh oleh dulu, masa kesan ngak bawa apa apa,” ucap Joshua.
“Ah, benar juga dad, ayo kita turun kalian boleh ambil apa aja yang kalian suka,” ucap Miranda pada Randi dan Ayesha.
“Aku tunggu di mobil aja Tan,” jawab Ayesha merasa tak enak.
“jangan, kamu temani Tante ke dalam yaa, ajak Miranda sambil menggandeng tangan Ayesha turun dari mobil.
“Tapi Tan ak...”
“Udah ayo temani Tante,”
“Ya udah deh, jawabnya pasrah,”
Miranda berjalan ke dalam supermarket dan segera menuju troli serta mengambil beberapa kaleng susu, buah dan camilan yang di sukai anak anak, dan berbagai macam lainnya di rasa sudah cukup mereka segera ke kasir.
Usai membayarnya pegawai toko membantu membawa barang belanjaan Miranda ke dalam mobil, setelah itu mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju panti asuhan cahaya kasih.
“apa ngak terlalu banyak Tante?,” tanya Ayesha setelah duduk di mobil ia melihat begitu banyak barang termasuk sembako.
“Ngak apa, sekali kali,” jawab Miranda.
Tak lama mereka tiba di tujuan, dengan penuh semangat Ayesha segera turun dan melihat bundanya lagi mengendong Azam.
“bundaa, azammmm, ay kangen, teriaknya girang.
Ia segera memeluk bunda dan Azam.
“Eh, itu siapa nak?,”
“Oh, astaga, ay lupa Bun, ayo kita kesana.
Ayesha mengajak bunda ke mobil di mana Miranda dan keluarga nya berdiri.
“Maaf tante, kenalkan ini bunda saya dan ini Azam putra saya.
Deg..jantung mereka mendengar kata putra, Miranda dan suaminya saling tatap. Setelah berkenalan mereka segera menuju ruang bunda Ayesha dan mengajak keluarga Miranda.
“Bun, ay ke taman ya mau ajak Azam main sama yang lain,” pamit Ayesha sekalian mengajak Randi.
“Ya,”
Setelah Ayesha dan Randi pergi Joshua membuka pembicaraan.
“maaf sebelumnya, ibuk pasti bertanya kan siapa kami ini,”
“Iya, saya sangat penasaran,”
“Kami ke sini ingin menanyakan satu hal, jadi tolong jawab dengan jujur,”
“Ya silah kan apa yang mau tuan tanyakan?, Insya Allah saya akan jawab dengan jujur,”
__ADS_1
“Baiklah, apa betul ibu pernah menemukan bayi dengan kalung seperti ini,” tanya Joshua sambil memperlihatkan kalung yang di pakai oleh Miranda.
“Iya, benar,”
“Dengan nama Ayesha Amelia Senjaya?,”
“Betul,”
“Huff, Alhamdulillah, jika itu benar, sebenarnya bayi itu adalah bayi kami yang hilang di rumah sakit, kami sudah mencari ke mana mana tapi keberuntungan tak berpihak pada kami, kalau boleh kami tau, dimana dia sekarang?,”
“Yang tadi turun satu mobil dengan tuan, hanya saja saya Mengganti namanya sedikit, saya mohon maaf sebelumnya, Karna sudah lancang merubah nama putri Anda tuan.
“Ya, kami tidak mempermasalahkan itu, mungkin ibu punya alasan sendiri.
“Tungu sebentar tuan saya akan mengambil barang milik putri anda.
Bunda Ayesha segera ke kamarnya dan mengambil kotak yang berisi secarik kertas dan juga sebuah kalung, sedangkan uang masih utuh di bank.
“Ini tuan,” sembari memberikan kotak tersebut pada Joshua.
Joshua membukanya kotak tersebut dan menemukan sebuah kalung dan secarik kertas serta buku tabungan.
“jadi uangnya belum di gunakan,”
“Belum tuan, saya menyimpannya, setelah Ayesha berumur 18 tahun tabungan itu beralih nama, saya sudah menyuruh dia mempergunakannya tapi dia malah ngak mau.
“apa Ayesha sudah pernah menikah sebelumnya?,” tanya Miranda.
“Belum nyonya,”
“Trus anak itu?,”
“Dia bernasib sama seperti Ayesha, kami menemukannya di depan pintu pada saat hujan lebat, di dalam dus serta berbalut kain tipis. Setelah itu Ayesha mengangkat menjadi anaknya, tiap ada yang ingin mengadopsi ia tidak mau, dia akan mengatakan kalau Azam adalah putranya.”
“Oh, begitu,”
“Belum, kami akan memberitahunya setelah hasil tes DNA keluar agar dia tak ragu dengan semua ini, walau kami sudah yakin kalau dia adalah putri kami, dan kami harap ibu jangan memberi tahunya terlebih dahulu,”
“Baiklah saya akan merahasiakan semua ini,”
“Kami rasa ini sudah cukup jelas, kalau begitu kami akan menemuinya dahulu, dan sekalian pamit Karna hari sudah hampir malam,”
“Apa tidak sebaiknya kita makan malam disini dulu tuan?,”
“Menarik juga, nanti saja kita pulang dad, setelah makan malam?,”
“ya sudah kalau itu yang mommy inginkan,”
Mereka keluar dan melihat Ayesha lagi bermain bersama anak anak lainya dan juga Randi
“ay, kita masak makan malam dulu sayang,” panggil bunda nya.
“Ya Bun, Ayesha segera memberikan Azam pada Cantika lalu ia menemui bundanya.
“Apa Tante makan malam disini?,”
“Iya, apa boleh?,”
“Dengan senang hati, ya kan Bun?,”
“ Iya nyonya, kami tingal sebentar ya,”
“Boleh saya ikut memasak juga,”
Ayesha dan bunda saling pandang, lalu mengangguk.
“Ya, ayo Tante,”
__ADS_1
“ay, ambil sayuran serta tomat, di kebun,”
“Ya Bun,”
Ayesha segera mengambil bayam serta kangkung dan tomat, setelah itu ia memasukkan nya ke dalam baskom yang ia bawa, usai mencucinya hingga bersih ia membawanya ke dapur dimana bundanya mengolah bahan makanan.
Hampir dua jam akhirnya mereka selesai juga membuat makan malam, semuanya sudah di tata rapi di atas meja.
🍂🍂🍂
Sementara di rumah Ares, lagi rame Karna kedatangan Leo beserta anggota keluarganya.
“Res, kapan kau akan menikah, umur mu sudah tak muda lagi,” tanya Leo,”
“jodohnya belum ketemu pa,”
“Emang kamu cari di mana?,”
“Di moll,” jawab ya asal.
“Ais, kau ini,”
“Habisnya papa sama Daddy sama saja, pertanyaan nya itu Mulu,”
“Ya makanya cepat nikah,” sentak Arkan.
“mom, renggek manjanya pada Ara,”
“Mommy ngak ikut campur,” jawab ara.
“Aduh kasihan, anak kesayangan di cuekin,” ledek putri.
Ares hanya mendengus kesal.
“Mama dengar Aurel di Indonesia lagi ya Res?,”
“ngak tau ma belum ketemu,”
“Emang benaran cinta sama Aurel?,” tanya Arkan.
“Ngak dad, aku sama dia cuma teman aja,”
“Tapi mommy liat dia suka sama kamu,”
“Itu terserah dia mom, aku mah ogah sama dia mom,”
“Lah kenapa, dia kan cantik,”
“yang namanya wanita ya cantik lah pa, gimana sih,”
“Hahaha, kau ini,”
Mereka terus mengobrol hingga bik Wanti memanggil untuk makan malam.
Leo dan Mita sudah mempunyai dua orang anak, anak yang pertama Rehan beda dua bulan dari putri dan anak keduanya bernama Natasha beda satu tahun dari restu. Rehan mengambil kuliah bisnis Karna paksaan dari Leo, sedangkan Natasha masih duduk di bangku SMA.
Selesai makan malam mereka memutuskan untuk beristirahat, malam ini keluarga Leo menginap dirumah Arkan.
🍂 🍂 🍂
Telat up, Karna ada hal penting.
hy semua yuk lah ramaikan like dan komennya.😂😉
__ADS_1