
Hari hari pun berlalu usia pernikahan Ares dan Ayesha sudah memasuki dua bulan lebih, dan sudah satu Minggu ini Ayesha sibuk dengan skripsinya dan begitu juga Ares yang semakin sibuk dengan pekerjaannya di Kantor tak hayal ia selalu pulang larut malam, tapi sang istri setia menunggunya pulang sambil mengerjakan tugas kuliah.
Ceklek,
Ayesha menoleh dan melihat Ares yang baru membuka pintu dengan sigap ia berjalan ke arah Ares dan mengambil tas di tangan sang suami lalu mencium punggung tangan Ares.
“Mas, mau mandi dulu apa makan dulu?,”
“Mandi dulu sayang,”
“baiklah ay siapkan airnya, ucapnya setelah meletakan tas kerja Ares ia berlalu ke kamar mandi untuk mengisi bathtub dan menuangkan aroma terapi setelah itu keluar dan memberikan selembar handuk pada Ares.
Ares pun masuk ke dalam kamar mandi sementara Ara menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh Ares. Setelah itu ia segera ke dapur untuk mengambil sepiring makanan untuk suaminya dan tak lupa segelas air hangat, dirasa semua sudah lengkap ia pun kembali ke kamar dengan membawa makanan tersebut tiba di kamar ia melihat Ares baru keluar dari kamar mandi.
“Mas, ini ay bawakan makan malam,”
“ya, makasih sayang,”
“hm..,”
“Sayang,”
“ya,”
“Suapi,”
“baiklah bentar ya, ay Save dulu ketikan ini,”
“Oke,”
Ares berjalan ke balkon kamar lalu membuka tirai dan jendela ia membawa makanan tersebut dan meletakannya di meja yang ada di balkon itu.
“Sayang sini deh,”
“Tunggu mas,” jawab Ayesha
Usai membereskan semua barangnya Ayesha segera menyusul sang pujaan hati.
“Wah, indah yaa,”
“Hm,”
Ares langsung menyasap lembut bibir mungil itu dan menggigit kecil.
“Ah, rasa aku mau memakan mu saja untuk makan malamnya sayang,”
“ais, jangan mesum deh,”
“Hahahaha, aku isi tenaga dulu habis itu kita baru bertempur yaa,”
“Ya serah lah, tapi makan dulu,”
“ya baiklah,”
Ayesha menyuapi Ares sampai makanan itu habis hingga tak tersisa, dan setelah itu meneguk setengah gelas air hangat yang sudah di sediakan oleh Ayesha.
“Sayang,”
“Apa mas,”
__ADS_1
“Kita membakar kalori yuk,”
“Bentar lagi, urai dulu makanan yang baru masuk ke perut,”
“ya Mimi dokter,” jawab Ares lalu menarik Ayesha hingga beralih ke pangkuannya, dan melingkarkan tangan di pinggang sang istri.
Ayesha pun melingkarkan tangan di leher Ares dan senang hati Ares mendaratkan sebuah kecupan di pipi kanan Ayesha.
“Sayang maaf ya kalau akhir akhir ini kita jarang menghabiskan waktu berdua Karna kesibukan kita masing masing,”
“iya mas, ay juga mintak maaf Karna ngak bisa menemani mas di kantor saat sedang lembur dan mengantar makan siang, Karna mengerjakan skripsi, moga aja cepat kelarnya biar kita punya banyak waktu lagi,” ucapnya lalu mencium bibir Ares setelah itu merebahkan kepalanya dada bidang Ares.
Hampir satu jam mereka berada di balkon menikmati indahnya malam dan dingin Hembusan angin.
“Sayang, masuk yuk udaranya udah terlalu dingin,”
“Yuk mas,” jawabnya sambil membawa piring kotor.
“Mas, ay mau menaruh ini dulu ke dapur ya,”
“yuk aku temani,”
Ayesha hanya mengangguk lalu mereka menuruni anak tangga dan menuju dapur untuk meletakkan piring kotor, setelah itu kembali ke kamar dengan membawa segelas air putih.
Tiba di kamar Ares langsung rebahan di ranjang yang di ikuti oleh Ayesha.
“Sayang,”
“apa mas,”
“Yuk cari pahala,”
“Kalau buat nyari pahala ngak akan pernah capek semangat malah,” jawabnya lalu mengecup singkat bibir Ayesha.
Ayesha membalas kecupan itu kembali sebagai tanda jawaban dari Ares. Tampa menunggu lama Ares memulai aksinya menyasap lembut bibir mungil itu dan sedikit me lu matnya, semakin lama ciuman itu semakin menuntut dan bergai rah, tangan yang tadi diam kini sudah mulai menyusuri tempat favoritnya.
Lama mereka bermain hingga suara de sahan memenuhi ruangan itu saat mencapai puncak lenguhan panjang pun tak luput mereka suarakan, hingga Ares tumbang di samping sang istri.
“Makasih ya sayang, cup cup, Ares mencium pipi Ayesha bertubi tubi.
“Mas, geli ih,”
“Geli geli kan nikmat,” serunya.
“Dasar mesum,”
“Yuk tidur, atau mau aku bikin lebih lelah lagi,” ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Cup, itu untuk pengantar tidur,” ucap Ayesha lalu membenamkan wajah dada bidang Ares sambil menarik selimut.
“makasih sayang ciuman pengantar tidurnya, weekend besok kita jalan jalan ke mana aja kamu mau,”
Ayesha mendongakkan kepalanya melihat sang suami.
“benaran mas?," ucapnya dengan mata yang berbinar.
“iya sayang, kapan sih aku pernah bohong?,”
“ngak pernah, baiklah weekend besok kita jalan jalan,”
__ADS_1
“ya udah yuk tidur,”
“Hm,”
Ares merasa bahagia walau mereka sibuk dengan urusan masing masing namun komunikasi di antara mereka tak pernah terlupa, dan tiap pulang kerja sang istri selalu menunggu nya dengan senyuman manis. Dalam hubungan berumah tangga hanya itu yang perlu di jaga selain kejujuran dan saling keterbukaan dan jangan lupa bahwa panasnya permainan ranjang jangan sampai terabaikan.
🍂 🍂 🍂
Suara azan subuh yang berkumandang membuat Ayesha bangun dari tidurnya dan mengurai pelukan dari sang suami, lalu menatap wajah tampan sang pujaan hati. Seulas senyum kebahagiaan terbit di sudut bibirnya.
“Mas, bangun kita sholat dulu,”
“Hm,”
Hanya itu suara yang terdengar dengan gerakan kecil dari Ares.
“Mas,” ulangnya lagi sambil menggoyangkan lengan kanan Ares. Namun tetap tak ada niatan Ares membuka mata.
Ayesha yang geram akhirnya membangunkan Ares dengan cara manis.
Cup, cup, Ayesha mencium kedua pipi sang suami dan tak lupa mengecup singkat bibir Ares. Aksi yang baru saja ia lakukan sukses membuat sang pujaan hati bangun dan membuka matanya dengan sempurna.
“ayo bangun, habis itu kita sholat dulu,”
“bentar lagi Napa sayang,”
“Mas, sempatkan waktu untuk sholat, bukan sholat di kala sempat,”
“Iya sayang, yuk mandi, cerewet amat istri siapa sih?,”
“istri Ares Alfarizi Loghan,"
“wah Pantesan pintar,"
mereka berdua segera membersihkan diri di kamar mandi Tampa ada kegiatan panas Karna waktu subuh sudah mulai menipis, dua puluh menit berlalu keduanya keluar dengan mengunakan jubah mandi, Ayesha segera mengambil stelan baju santai untuk Ares dan juga dirinya, lalu mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.
🍂 🍂 🍂
usai sarapan pagi Joshua dan Ares sudah berangkat ke kantor masing masing, sedangkan Ayesha mengerjakan tugasnya yang semalam belum selesai, sayangkan Azam bermain dengan bibi pengasuhnya yang di awasi oleh Miranda.
"mom, mommy," panggilnya.
"ya, apa sayang?,"
"ay mau ke toko buku untuk mencari beberapa buku,"
"ya hati hati,"
"ya mom," ucapnya setelah berpamitan pada mommy Ayesha di antar oleh sopir menuju toko buku.
tiba disana ia segera masuk dan mencari buk apa yang ia butuhkan.
"ay," seseorang mangilnya dari arah samping kiri dengan sigap ia menoleh.
seketika matanya membola.
"kamu,"
🍂 🍂 🍂
__ADS_1
Jangan lupa like dan hadiah yaa.