Mommy Ara

Mommy Ara
86. S2. Suasana Heboh


__ADS_3

Usai membersihkan diri Ares dan Ayesha serta Azam segera keluar dan membawa beberapa Paper bag buat keluarga Ares, juga tak lupa barang keperluan Azam.


“Mom, kita pamit ya mau ke rumah mommy Ara,” izin Ares pada mertuanya.


“Ya, apa kalian tidur di sana?,”


“Belum tau mom, Randi mana?,”


“Lagi di kamar, hati hati di jalan,”


“Titip salam untuk Arkan,” sambung Joshua.


“Ya dad, kami berangkat dulu yaa,”


“Ya hati hati,”


Mereka segera berangkat ke rumah orang tua Ares, menempuh perjalanan dua puluh menit pun tak terasa Karna tingkah lucu Azam yang membuat suasana hangat.


“mau beli sesuatu ngak sayang,”


“ngak mas,”


“Ya udah kita langsung ke rumah aja,”


“Ya,”


Tak berapa lama mereka tiba di kediaman Arkan, ini kali kedua Ayesha menginjakkan kaki di rumah orang tua Ares.


“Assalamualaikum,”


“Wa’alaikumsalam,”


“Abangggggg, teriakkan saat membuka pintu, putri langsung berhamburan ke dalam pelukan Ares.


“Kangen banget ya, udah ah malu tu sama istri Abang,”


“Hahahaha, kak,” ucap putri dan langsung memeluk Ayesha.


“azam sini sama onty,”


“Yuk kak masuk,” ajak putri sambil menarik tangan Ayesha.


“Abang ngak di ajak?,”


“Abang udah tau kita mau ke mana,”


“Hahahaha,”


Mereka segera menuju ruang keluarga yang di ikuti oleh Ares dari belakang.


“Mommy, Daddy, liat siapa yang datang?,” teriak putri.


Sontak kedua paruh baya itu menoleh ke arah putri.


“sayang kalian udah balik?,” tanya Ara.


“Udah mom,” jawab Ayesha.


“Dad, mom, apa kabar,” tanya Ares.


“Alhamdulillah, sehat,”


“gimana ceritanya kalian bisa pulang lebih awal?,”


“Hahahaha, Cuma takut Daddy repot di kantor makanya Ares cepat pulang,”


“Yakin...?


Ares tak menjawab perkataan daddynya malah berhamburan ke pelukan Ara.


“Abang kangen mom,” ucapnya sambil mencium pipi Ara.


“Mommy juga kangen nak,” jawab Ara.


“Jangan heran kak, Abang tu putra kesayangan mommy,” bisik putri pada Ayesha.


“Apa bisik bisik," selidik Ares,”


“Kepo,”


“Oh iya, ini untuk mommy, Daddy, putri dan restu, ucap Ayesha setelah memberikan Paper bag pada mereka.


“Wah, cantik bangat kak,” teriak girang putri saat melihat tas yang di berikan oleh Ayesha.


“Makasih ya kak jam tangannya,” ucap restu.


Semua ucapan makasih dari anggota keluarga di balas anggukan oleh Ayesha serta seulas senyuman, Karna bahagia semua suka dengan hadiahnya.


Mereka menghabiskan waktu sore di ruang keluarga yang beberapa hari sempat sunyi Karna tukang usil udah ngak ada lagi, tapi sekarang semuanya kembali seperti semula.

__ADS_1


Di tambah lagi kehadiran Azam yang tingkahnya mengemaskan.


"yang wangi ini anak siapa sih," tanya putri sambil mencium pipi Azam.


"Mimi,"


"yang suka rewel anak sapa hayo," sambung Restu.


"papa,"


"hahahaha, anak pintar, giliran yang bagus di bilang anak miminya, giliran yang jelek anak papanya," ucap putri yang mengundang gelak tawa mereka.


Tak terasa ternyata hari sudah magrib, mereka melaksanakan sholat bersama di ruang sholat yang di imami oleh Arkan.


Usai sholat mereka makan malam bersama, Ayesha mengambilkan makanan untuk Ares.


“Ay, Azam alergi seafood ngak?,”


“Ngak mom, Azam enteng kok masalah makanan asal ngak pedas aja,”


“Ah syukurlah, mommy jadi Cuma bikin SOP kepiting aja ngak ada sayurnya,”


“Ngak apa mom,”


Ayesha mengambil makanan untuknya dan Azam. Ia menyuapi Azam dengan SOP kepiting tersebut, Azam makan yang begitu lahap membuat mereka senang serta gemas melihat gerakan mulutnya seperti ingin di cubit saja.


Selesai makan malam, mereka kembali ke ruang keluarga untuk mengurai makan yang baru masuk ke perut.


“kalian nginap disini kan?,” tanya Ara.


“Ay, terserah mas Ares aja mom,” jawab Ayesha sambil melirik Ares.


Ares yang melihat tatapan sendu dari sang mommy seketika ia mengangguk cepat.


“Iya mom, kita akan tidur disini,” jawab Ares.


Wajah Ara kembali cerah, serta senyum kecil terpatri di sudut bibirnya.


“ay, kasih tau mommy kalau kita nginap disini,”


“Ya mas,”


Ayesha segera mengirim pesan pada mommynya bahwa ia malam ini nginap dirumah mommy Ara.


“udah mas,”


Suasana kembali heboh ulah Azam dan restu.


“Mimi,” jawabnya.


“Kalau yang pintar anak sapa?,” sambung putri.


“Mimi,”


“Yang suka makan banyak anak siapa sih,” ulang restu lagi.


“Papa,” jawabnya.


Sontak semua ketawa mendengar jawaban Azam, yang di ketawa seolah mengerti hanya nyengir sambil melihatkan deretan gigi susunya.


Tak terasa malam semakin larut, Arkan menyuruh semuanya untuk istirahat apa lagi Azam sudah rewel Karna mengantuk.


Ares membawa Ayesha ke kamarnya, tiba di kamar Ares Ayesha menatap tiap sudut kamar itu yang tampak rapi dan bersih serta ada beberapa foto yang di pajang di dinding.


“Ayo sayang masuk,”


Ayesha hanya mengangguk kalau mengikuti Ares, dan meletakan Azam di atas kasur sambil minum DOT yang sudah di buat oleh Ayesha sebelumnya, setelah itu ia melihat foto yang terpajang sementara Ares masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri serta Mengganti baju dengan baju tidur.


Ayesha menatap tiap foto yang ada di sana namun ada satu foto yang jangal menurutnya.


Ceklek.


Ares melihat Ayesha sangat serius memperhatikan foto hingga tak menyadari jika Ares sudah berada di belakangnya.


Hufff, Ares meniup leher Ayesha seketika ia menoleh ke belakang, bertepatan dengan bibir Ares yang menanti pipinya hingga terjadilah ciuman dadakan.


“Ih, modus,”


“Siapa yang modus sayang,” jawab Ares sambil memeluk Ayesha dari belakang.


“Foto anak kecil ini sapa mas?,”


“Itu mommy kandungku sayang, anak kecil yang di pangkuannya itu adalah aku ketika berumur sepuluh bulan,”


“Jadi mommy Ara??,”


“iya, mommy Ara adalah mommy pilihan aku sayang,”


Cup sebuah kecupan mendarat di pipi Ayesha.

__ADS_1


“Dan untuk menjadikannya mommy aku sangat susah, Karna Daddy selalu menolak jika aku minta mommy Ara jadi mommy sambung,”


“Tapi kelihatannya mommy Ara lebih sayang sama mas, dari pada putri dan restu,”


“Benar, Karna aku itu ngak bisa jauh darinya dan apa bila sakit pasti maunya sama dia ngak sama yang lain,”


“cerita in dong mas?,”


“Besok aja yaa, sekarang udah malam, mending kita olahraga,”


“Olahraga?


“Iya sayang, olah raga ranjang,” jawab Ares cepat.


Blus, wajah Ayesha seketika merona. Melihat Ayesha yang diam saja, Ares mulai mencium bibir mungil milik istrinya, lama kelamaan ciuman itu semakin panas.


“Ayo lah sayang,” ucap Ares.


“Hm...,” sambil menganggukkan kepalanya.


Ares menuntun Ayesha keranjang lalu menggeser tubuh Azam sedikit agar pria kecil itu tak terganggu dengan aktivitas pengantin baru tersebut.


Ares memulai dengan mencium bibir tipis serta ranum itu dengan lembut, Ayesha membalasnya tak kalah lembutnya hingga mereka terhanyut dengan permainan yang membuatnya terbang ke nirwana dunia yang entah berapa kali mereka lakukan hingga Ares tepat di samping sang istri.


Cup...cup...cup...Ares mencium pipi Ayesha bertubi tubi untuk mengungkapkan rasa bahagianya.


“Makasih sayang, love you,”


“Love you to mas,”


Setelah itu Ayesha membersihkan dirinya dan mengambil baju tidur didalam lemari yang sudah di sediakan Ares, Ayesha kaget saat membuka lemari tersebut Karna melihat banyaknya dress dengan berbagai warna, serta ada beberapa potong baju baru untuk Azam juga.


“Mas, ini??,”


“Iya sayang semuanya sudah aku sediakan, itu idenya mommy,”


Cup Ayesha mengecup singkat bibir Ares.


“Makasih mas Atas perhatian dan kasih sayangnya serta cinta yang begitu besar untuk ay dan Azam,” ucap Ayesha dengan tulus.


“aku belajar dari mommy sayang, Alhamdulillah jika kamu merasa senang dan bahagia dengan semua ini,”


“Ay sangat bahagia mas, dan maaf sebelumnya Karna sudah membohongi mas, tentang Azam,”


“Ngak apa, aku ngak marah kok, ya sudah cepat bersih bersih sana atu mau satu kali lagi, ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


Bug...


Ayesha memukul pelan dada bidang Ares.


“Dasar mesum,”


“Hahahahaha,”


Ayesha segera ke kamar mandi, sepuluh menit berlalu kini ia keluar dengan baju tidur Tampa lengan dengan panjang celananya hanya di atas lutut, lalu ia merangkak naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping azam, seketika Ares memeluknya dari belakang.


“yuk tidur sayang,”


“Hm, ay juga udah ngantuk dan lelah,”


Cup,


“untuk pengantar tidur,” ucap Ares.


Cup.


“Itu untuk pengantar mimpi,” sambungnya.


Tak lama mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan.


🍂 🍂 🍂


Jangan lupa Lika komen dan hadiah yaa.🤗😅


Wasalam.💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2