
Acara pernikahan Ara dan Arkan kini sudah usai, para kerabat dekat sudah meningalkan rumah Ara, kini yang tinggal hanya mama, Ara dan juga Arkan beserta putranya.
Sore harinya dua manusia yang terikat hubungan yang sah mereka terlihat sibuk dengan aktifitas yang menguras tenaga, beberapa kali terdengar helaan nafas tersengal Ara karena lelah, sedangkan Arkan masih meneruskan aktifitasnya Tampa menghela nafas banyak, pria memang lebih tangguh dari pada perempuan.
"huuff capek, keluh Ara."
"akkhh sakit, Ara meringis."
Saat koper berukuran sedang yang ia tarik mengenai kakinya.
"kenapa, tanya Arkan dengan wajah paniknya."
"tergores bawahan koper ini, ucap Ara."
Arkan langsung berjongkok dan melihat kaki Ara ternyata sedikit lecet dan berdarah.
"ada kotak obat? tanya Arkan."
"ada, jawab Ara."
"dimana?"
"dibawah meja rias itu, ucap Ara, dengan cepat Ara pun mengambilnya setelah ketemu Arkan memberi handsaplas pada kaki Ara yang lecet.
"masih sakit?, tanya Arkan."
"ngak, udah mendingan, makasih ya kak, ucap Ara."
"hm..istirahat lah biar saya saja yang lanjutin beresin barang kamu, kan ngak perlu bawa semuanya."
"hm...jawab Ara sambil mengangguk."
Malam ini mereka memilih nginap dirumah mama Ara, karna besok mereka akan pindah kerumah Arkan, karena merasa lelah Ara segera merebahkan tubuhnya di kasur, ada rasa tak enak jika ia berbaring sementara Arkan masih mengemasi barang barangnya, tapi karna rasa kantuk yang sudah tak bisa ia tahan lagi akhirnya Ara pun terlelap.
Tak lama Arkan sudah siap mengemasi barang Ara, ia menatap istrinya ternyata sudah terlelap, Arkan merasa badannya remuk saking lelahnya, ia membaringkan dirinya di atas sofa, Arkan tak berani tidur di sebelah Ara kerena belum ada izin dari Ara.
π
π
π
π
π
Malam harinya.
Ara merasa bersalah saat melihat Arkan tidur disofa, padahal suaminya sudah banyak membantunya Hinga membuatnya lelah.
"kak bangun, kita makan malam dulu, ucap Ara membangunkan Arkan sambil sedikit menggoyangkan lengan Arkan, namun Arkan belum juga bangun.
__ADS_1
Ara mengulanginya sekali lagi membangun kan Arkan, Arkan pun mulai bangun dan membuka matanya.
"kak, ayo makan malam dulu, mama dan Ares sudah menunggu, ucap Ara.
"hm..iya jawab Arkan.
Arkan segera kekamar mandi untuk membersihkan wajahnya, setelah keluar dari kamar mandi Arkan segera mengajak istrinya untuk keluar Ara hanya mengangguk, mereka masih canggung untuk berinteraksi.
"mommy, Deddy, ucap Ares saat melihat Ara dan Arkan tiba dimeja makan."
"iya, jawab mereka bersama."
"duduk Ar, ucap mama Ara pada mantunya."
"Ara ambilkan nasi untuk suami dan anak mu, perintah mamanya."
Ara kaget mendengar perintah mamanya, tapi langsung menormalkan wajahnya supaya terlihat biasa biasa saja, Ara segera berdiri dan mengambil dua piring dan langsung mengisi nasi pada piring masing masing.
"kak, mau sambal rendang atau ayam? tanya Ara."
"rendang saja, jawab Arkan, Ara pun mengisi rendang ke piring dan setelah itu memberikan nya pada Arkan.
"terimakasih, ucap Arkan, Ara hanya mengangguk."
"Ares mau sambal yang mana? tanya Ara."
"ayam aja mom, jawabnya."
Mama Ara tersenyum semoga anaknya benar benar bisa menjadi seorang istri yang selalu patuh akan perintah Arkan selagi itu baik, dan juga siap melayani Arkan lahir dan batin.
Selesai makan malam Ara membantu mamanya membersihkan meja makan, sementara Ares dan Arkan duduk diruang keluarga, tak lama Ara dan mamanya juga bergabung dengan Ares dan Arkan.
"ma, besok kami akan pulang kerumah, aku ingin mama ikut dengan kami, ucap Arkan."
"ngak usah nak, mama ngak apa apa disini sendirian lagian rumah ini peninggalan papa Ara, ngak mungkin kan rumah ini dibiarkan kosong, jawab mama Ara."
"tapi maa, Ara khawatir kalau mama sendirian disini, nanti kalau mama sakit gimana?."
"ngak usah khawatir mama bisa jaga diri kok, kalau mama merindukan kamu maka mama bisa datang kerumah kalian, atau kalian kesini semingu sekali, jawab mama Ara."
"maaa rengek Ara, tapi Ara ngak mau jauh dari mama, ucapnya sambil memeluk mamanya.
"is kamu ini, sudah punya suami dan anak masih saja manja.
Seketika Ara menoleh kearah Arkan dan Ares, Ares tersenyum melihat mommy ya, Ara pun langsung menunduk karna malunya, apalagi melihat Ares yang cekikikan menertawai dirinya.
"mommy lucu deh, ucapnya sambil tersenyum.
"Ares, ucap Ara sambil menggelitik Ares Hinga bocah kecil itu tertawa terpingkal pingkal karna gelinya, Arkan dan mama Ara hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka, cup satu kecupan mendarat di pipi Ares.
"sudah selesai taurannya, tanya mama Ara."
__ADS_1
"sudah, jawab mereka berdua, Arkan hanya tersenyum simpul melihat anak dan istrinya kompak.
"kalian istirahat lah Pasti lelah Karna acara tadi siang, Ares ayo tidur sama Oma."
"Ares mau tidur sama mommy dan Deddy Oma, jawabnya."
"boleh kan mom, ucapnya."
"boleh dong, jawab Ara, sebenarnya ia masih canggung berdua saja dengan Arkan dikamar.
"maa, kami istirahat dulu, pamit Ara.
"ya mama juga mau istirahat.
Tiba dikamar Ares langsung naik ke atas tempat tidur.
"Ares gosok gigi dan cuci kakinya dulu,ayo mommy temanin."
"ayo mom."
Saat Ares menggosok giginya, Ara segera mengambil wudhu karna ia belum sholat isya. Setelah selesai Ara dan Ares segera keluar dari kamar mandi, Arkan melihat Ara mengambil mukenanya.
"Ara tunggu, ucap Arkan."
"iyaa, ada apa kak?"
"kita sholat sama sama, sambungnya."
"hm...baiklah kak."
Arkan pun segera mengambil wudhu, setelah selesai ia segera keluar dari kamar mandi, Arkan segera memakai sarung yang sudah di sediakan oleh Ara, setelah itu mereka melaksanakan sholat berjemaah, Ara merasa bahagia karena yang jadi imamnya adalah suaminya sendiri, selesai sholat Ara segera meraih tangan Arkan dan menciumnya, usai sholat Ara pun kembali membersihkan kembali perlengkapan sholatnya.
Arkan melangkah keranjang melihat putranya tersenyum padanya.
"kak, kita tidur disini saja muat kok, ucap Ara."
"hm baiklah."
"Ded sini dekat Ares mommy juga, ucapnya, girang."
Ara dan Arkan segera naik keatas ranjang, dan berbaring disebelah sisi kiri dan kanan Ares, Ares pun langsung mencium pipi Ara dan Arkan.
"selamat malam Ded, mom."
"malam, jawab Arkan dan Ara."
Ares segera memeluk Ara, dan membelakangi Arkan, ia sangat senang malam ini bisa tidur bersama mommy dan juga Deddy nya, yang selama ini ia ingin kan akhirnya terwujud juga. Arkan menatap punggung putranya dengan perasaan haru.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Wasalam.
__ADS_1
...πππ...