
Malam harinya.
Selesai makan malam Azam masih asik bermain dengan Randi pria kecil itu tiada lelahnya untuk bergerak kesana kemari, kehadiran Ayesha dan Azam di tengah keluarga Joshua membuat keluarga ini lebih berwarna Karna melihat tingkah lucu azam serta ke Usilan Randi pada Azam yang mengundang gelak tawa mereka.
“Senang ya mom, kalau suasana rame begini,”
“Iya dad, ay kapan Ares akan datang melamar mu?,' tanya Miranda.
“Katanya Minggu depan mom,”
“ Apa dia sudah tau kalau Azam putramu,”
“Sudah mom, tapi ay ngak bilang Azam di adopsi,”
“Kenapa?,”
“hihihi, buat nguji dia mom, eh ternyata dia menerima Azam,”
“Trus udah kasih tau kebenarannya,”
“Ngak mom, udah terlanjur bohong, biar lah setelah nikah ay kasih tau kebenarannya,”
“bagus juga ide mu ay,”
“tolong ya mom, rahasiakan dulu,”
“ya, mommy dukung kamu asal itu masih baik,”
“Makasih mom,”
“emang kamu udah siap menikah muda?,”
“siap ngak siap mom, udah ay bilang tunggu lulus kuliah dulu, tapi calon mantu mommy ngak mau,”
“hihihi, ay bilang calon mantu dad,”
“Mom,” renggeknya.
“Syukur kalau dia mau menerima Azam di antara kalian,” jawab Joshua.
Hari sudah menujukan jam sembilan malam, Azam yang sudah kelelahan main bersama Randi pun sudah mulai rewel.
“mom, dad, ay dan Azam mau istirahat, Met malam semua,”
“ya udah kita istirahat udah malam juga,” sambung Miranda.
Sementara di kediaman Ares, ia lagi bicara dengan mommy dan Daddy-nya.
“Mom, dad, tau ngak?, ternyata Ayesha anaknya om Joshua yang ilang waktu kecil itu,”
“abang tau dari mana,” tanya Arkan.
“Tadi itu....Ares menceritakan kejadian di moll hingga kebenaran yang ia ke tahui dari Daddy-nya Ayesha.
“Alhamdulillah, mereka bisa berkumpul lagi dan semoga saja nyonya Miranda bahagia,”
“Tante Miranda sangat bahagia mom, bahkan sangat menyayangi Ayesha,”
“ya iya dong bang, Ayesha kan putri kandungnya dan Abang juga tau kan kalau nyonya Miranda itu dulu sempat depresi,”
“Iya mom, udah dengar ceritanya dari Daddy,”
“Dad, Ares mau lamar Ayesha minggu depan apa Daddy dan mommy merestui?,”
“Abang benaran mau lamar dia, apa Abang sudah bisa menerima kehadiran putranya?,” tanya Arkan.
“Udah dad, sekalian belajar jadi ayah,” jawabnya.
“Jika Abang udah yakin dan hati juga sudah mantap, mommy merestuinya, bukan begitu dad?,”
“Ya benar apa kata mommy mu,”
“seribu persen yakin dad, mom,”
“mommy akan persiapkan semuanya, mulai besok,”
“Makasih mom dad,”
“ya udah aku istirahat dulu ya mom, dad,”
“Ya, kami juga mau istirahat,”
__ADS_1
Ares segera ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasih hati.
Drt...drt...
Ayesha melihat panggilan videocall dari Ares dengan senyuman di bibirnya ia segera menerima panggilan tersebut.
“hy sayang lagi apa?,”
“Ini lagi terima telpon,”
“hihihi, azam mana kok ngak kelihatan?,”
“baru bobo bang,
“aku juga pengen di bobok in,”
“Hihihi, bobok aja sendiri udah besar juga,”
“lebih enak di bobok in,”
“Ya ya serah lah, oh iya, apa Abang udah bilang ke mbak Rani kalau aku ngak kerja lagi?,”
“Udah sayang, tadi aku telpon,”
Wajah Ayesha merona Karna di panggil sayang oleh Ares.
“Ay,”
“Hm,”
“ Besok kuliah ngak?
“napa?
“Nanya aja,”
“iya, besok full sampai sore,”
“Malam bisa dong kita jalan?,”
“ Bukan jalan kaki sayang, tapi pakai mobil,”
“Hihihi, ya baiklah,”
“Tunggu besok malamnya, pangeran mu akan datang,”
“Kalau ngak datang, cari yang baru,”
“Ngak boleh,” jawab Ares cepat,”
“hahahahaha, becanda bang,”
“Ya udah kita istirahat udah malam nih,”
“ya, Met bobo dan mimpi indah bang,”
“met malam juga sayang,”
🍂 🍂 🍂
Hari hari pun berlalu. Kebenaran tentang Ayesha bahwa ia putri dari Joshua pun sudah di ketahui publik setelah insiden di restoran waktu itu ke esokkan hari Joshua dan keluarga langsung mengadakan konferensi pers.
Malam ini adalah diner pertama Ares dan Ayesha, Ares sudah rapi dan semakin tampan, setelah berpamitan pada kedua orang tuanya Ares segera melajukan mobilnya menuju rumah sang kekasih.
“assalamualaikum, salam Ares.
“waaalikum salam, jawab miranda.
“Ayesha ada Tante?,”
“ada, Bantar ya Tante panggilkan,”
“Ya,”
Miranda segeramenuju kamar putrinya untuk memberitahu jika sang pujaan hati sudah tiba.
Ceklek, Miranda melihat Ayesha sedang merapikan dandannya.
“masih lama kah?,”
__ADS_1
“Udah selesai kok mom,”
“Ya sudah ayo turun, Ares sudah datang,”
“ya mom, ayo,”
Wanita beda usia itu segera keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
Ares tersenyum melihat Ayesha begitu cantik malam ini.
“Sudah lama datangnya?,”
“Belum, Tan aku izin Ya ajak Ayesha keluar,”
“ya, jangan pulang terlalu malam,”
“Ngak Tan,”
“mom, aku pergi bentar ya,”
“Ya hati hati bawa mobilnya,”
“Ya Tan,”
Ares dan Ayesha segera meninggalkan rumah mewah itu dan menyusuri jalan menuju lokasi yang sudah di sediakan oleh Dika atas perintah Ares.
“Kita mau kemana bang?,”
“Ikut aja,”
“Hm,”
Ares tersenyum melihat Ayesha yang sedikit cemberut Karna ia ngak memberitahu ke mana ia akan membawa Ayesha. Tak lama mereka tiba di sebuah restoran mewah. Ares membawa Ayesha naik ke lantai dua dan masuk ke ruangan VIP yang sudah di dekor seindah mungkin.
Ares menarik kursi untuk Ayesha. Setelah itu baru ia duduk di hadapan Ayesha. Suana ruangan yang hanya menggunakan pencahayaan tamaram dan dua buah lilin besar di tengah meja membuat suasana makin romantis.
Tak lama pelayan datang membawa pesanan Ares, setelah menatanya di meja pelayan itu segera pergi.
“Ayo ay, kita makan dulu,”
Ayesha hanya menganggukkan kepalanya. Ares memotong kecil stek yang ada di piringnya lalu menyuapi Ayesha.
“ayo buka mulutnya,” titah Ares.
Dengan wajah merona Ayesha membuka mulutnya, satu suapan lolos ke mulut Ayesha.
Suana makan romantis yang pertama kali bagi pasangan ini pun penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan.
Usai makan Ares berdiri dari duduknya dan berjongkok di depan Ayesha, sontak saja Ayesha kaget bukan kepalang melihat Ares seperti itu.
“ay, aku tak bisa merangkai kata romantis dan juga puitis, tapi yang jelas malam ini aku ingin mengatakan mau kah kau menikah denganku, dan menjadi wanitaku satu satunya serta menua bersama?, “ ucapnya sambil memegang kotak cincin.
Ayesha menatap Ares dengan mata berkaca kaca, ia tak menyangka jika akan menikah dengan laki laki yang baru ia kenal, tapi melihat ketulusan Ares tak ada alasan buat Ayesha menolak cintanya.
“ya, aku mau,”
Mendengar jawaban Ayesha Ares segera memasangkan cincin di jari manis Ayesha, lalu mencium tangan Ayesha. Seketika Ayesha berhamburan memeluk Ares saat sudah berdiri. Ares pun membalas pelukan Ayesha.
"yok, kita pulang udah malam?, atau mau ke hotel," ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ayesha mencubit pinggang Ares sat mendengar kata hotel.
"auuuwww, teriak Ares,"
"makanya jangan mikir yang aneh aneh,"
"hahaha, Yo kita pulang,"
"hm...,"
🍂🍂🍂🍂🍂
Hallo semua, jangan lupa kasih dukungannya ya.
Wasalam💞💞💞
__ADS_1