Mommy Ara

Mommy Ara
60. S2. Pesta


__ADS_3

Tiba di kosnya Ayesha mengistirahat kan tubuhnya untuk sesaat Karna masih jam setengah lima ia merebahkan tubuhnya di kasur. Mengingat kejadian tadi di rumah orang tuanya membuat senyum tak pudar di wajahnya.


Di rumah Ares.


“Bang, jadi pergi ke acara ultahnya Aurel?,” Tanya Ara.


“Jadi mom,”


“Sendiri?,”


“Ngak, sama teman,”


“Jangan lupa kenalkan ke mommy nanti di sana,”


“Baiklah mom,”


Sementara Arkan dikamar sedang menerima panggilan dari seseorang. Sebuah senyum terbit disudut bibirnya mendengar kabar dari orang suruhannya. Usai menelpon Arkan bergabung dengan keluarganya.


“lagi ngomong apa sih?,”


“Ngak ada dad,”


“Putri sama restu mana mom,” tanya Arkan pada Ara.


“Ada di kamarnya dad,”


Ares melihat jam mengantung di dinding ternyata sudah hampir jam enam sore.


“Mom, dad, Ares ke kamar dulu ya mau bersih bersih,”


“dandan yang rapi bang?,” goda Ara.


“Tenang mom, putra tampan mommy ini akan tampil maksimal malam ini,” ucapnya sambil mengedipkan matanya.


Ara ketawa melihat tingkah Ares yang seperti ABG lagi jatuh cinta.


“Anak mu lagi kasmaran mas,” ucap Ara saat mereka tinggal berdua.


“Emang dia pergi sama siapa sayang,” tanya Arkan.


“Siapa lagi kalau bukan Ayesha, Rani kasih tau aku kalau hari ini Ayesha ngak masuk kerja Karna menemani Ares ke acara ultah temannya, dan Ares juga sudah minta Rani untuk mengizinkan Ayesha hari ini,”


“apa kamu setuju seandainya Ayesha mantu kita?,”


“ngak ada alasan aku untuk menolaknya mas, jika itu jodoh anak kita, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mereka mas,”


Cup...cup...


Arkan mencium pipi Ara Karna senang mendengar jawaban Ara.


“Mas setuju dengan mu sayang,”


“ Ya sudah kita ke kamar mas, aku mau mandi.


“Hm..yuk,”


🍂🍂🍂


Ayesha sudah selesai membersihkan tubuhnya, dan ia mengambil paper bag yang di berikan mommynya ia kaget melihat dress selutut dengan warna yang ia suka, lengkap dengan sepatu serta aksesorinya.


“Mommy, Emang tau warna yang ay suka,” teriak kecil dikamarnya.


Tampa menunggu lama Ayesha langsung memakai dress tersebut, setelah itu ia menata rambutnya yang panjang di sanggul ke atas dan memasang anting panjang untuk menunjang penampilannya serta polesan make up yang tak terlalu tebal membuat aura kecantikannya terpancar, membuat ia semakin cantik saja.


Begitu juga dengan Ares yang terlihat tampan dengan gaya yang modis malam ini.


Jam tujuh lewat lima belas menit Ares sudah tiba di halaman kos Ayesha, ia menghubungi Ayesha untuk memberitahu kalau ia sudah ada di depan. Setelah sambungan telpon putus Ayesha berjalan ke depan dan menghampiri mobil ares.


Ares terpana melihat Ayesha yang cantik malam ini, membuat ia pangling.


“Bang...bang...pangil Ayesha.


“Hm..i..iya, ayo masuk,” ucapnya sedikit tergagap dan langsung membuka kan pintu untuk Ayesha.


Setelah Ayesha masuk, Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju gedung tempat acara ultahnya Aurel.


“Bang, mobil nya belum di perbaiki ya?,” tanya Ayesha ia tak sengaja melihat bekas yang ia tabrak masih sama.


“Iya, di sengaja, buat kenangan,”


“What...kenangan?,”


“ngak salah bang?,”


“Ngak,”

__ADS_1


Ayesha menggeleng kepala mendengar ucapan Ares yang tak masuk akal.


“Biar aku ingat bahwa kamu lah wanita pertama yang telah mencuri hati ku ay,” batin Ares.


Tak lama mereka sudah tiba di acara tersebut, Ayesha merasa gugup Karna ini kali pertama untuknya menghadiri acara orang berkelas seperti malam ini.


“Ayo,” ajak Ares.


“Bantar lagi Napa bang?,”


“kenapa?,”


“Gue gugup bang?,”


“Hahahaha, udah ngak usah gugup pegang tangan gue,”


“Tapi bang?,”


“Hm..jangan panggil gue Lo dong, ganti dengan aku kamu, gimana?,”


“Hm..ya baiklah,”


“udah ayo, sekalian aku kenalkan dengan mommy dan Daddy,” ucap Ares membuat Ayesha semakin gugup.


“Jangan sekarang ya bang, bisa bisa aku pingsan nanti Karna terlalu gugup,” ucapnya sedikit cemberut.


“ Ya deh ngak sekarang, ayo kita masuk.


Ayesha menarik nafasnya dalam dalam lalu membuangnya secara perlahan, ia melakukan itu sampai ia rileks.


“Gimana udah rileks apa belum,” tanya Ares,"


“Hihihi, udah kok,”


“Yakin?,”


“yakin,”


Ares keluar dan membuka pintu untuk Ayesha setelah itu mereka berjalan ke dalam gedung dengan bergandengan tangan, membuat rekan bisnis Ares menatap siapa wanita yang di gandeng Ares malam ini, Ayesha sebisa mungkin mencoba tersenyum saat orang orang menatapnya.


Aurel yang melihat Ares membawa seorang wanita senyum di bibirnya pudar. Ia mengira jika Ares datang sendiri ternyata tidak.


“Kita ke teman ku yang ulang tahun bentar,” ajak Ares sambil berbisik di telinga Ayesha.


“Hm..baiklah,”


“Mana bisa begitu,”


Mereka tiba di depan Aurel yang berada di antara papa dan mamanya.


“selamat ulang tahun rel, semoga panjang umur dan sehat selalu, oh ya kenal kan ini teman ku,”


Mereka saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing masing.


“ ya sudah rel, kami kesana dulu,” pamit Ares.


“Ya, jangan pulang sebelum acaranya selesai,” ucap Aurel.


“Ya,” jawab Ares singkat.


Mereka mencari tempat duduk dan tak jauh dari mereka Dika melambaikan tangan pada Ares, Ares melihat itu ia membawa Ayesha ke tempat Dika.


“selamat datang bos,”


“Hm...oh ya kenalkan teman ku,”


“dika 🤝 Ayesha.


Ares menelisik pandangannya sekeliling untuk mencari di mana orang tuanya, seketika ia melihat mommy dan Daddy sudah duduk manis tak jauh dari tempatnya.


Ara tersenyum melihat putra, begitu juga Ares, sementara Ayesha tak sengaja melihat mommy dan Daddy nya juga, seketika wajahnya merona malu.


“ais, jadi mommy sama Daddy ke sini juga,” gumamnya.


“Ay, tunggu disini ya aku ambilkan minuman,”


“hm..jangan lama bang,”


“ngak,”


Tak lama Ares kembali dengan dua gelas jus di tangannya.


“Ay, ini,”


“Makasih bang,”

__ADS_1


“Ke mommy aku yuk,”


Dengan cepat Ayesha menggeleng.


“udah ayo,” Ares menarik tangan Ayesha.


Tiba di depan orang tuanya Ares memperkenalkan Ayesha pada mereka.


“Mom, dad, kenalkan ini teman Ares,”


“hay cantik sapa namamu,” tanya Ara.


“Ayesha Tante,”


“Manis seperti orang nya,” ucap Ara.


Ayesha hanya mengulum senyumnya mendengar pujian dari Ara.


“Mom, dad kami kesana dulu ya,”


“Ya,”


Ares dan Ayesha segera pergi ke tempat semula dimana Dika masih duduk dengan santai.


“apa kau bosan?,”


“Hm..sedikit,”


“gimana kalau kita pergi keluar,”


“Kemana?,”


“udah ikut aja,”


“Dik gue pamit yaa,”


“Ya bos aku juga bentar lagi mau pamit,”


Ares membawa Ayesha keluar dari hiruk pikuk pesta, Ares melajukan mobilnya ke danau yang masih rame pengunjung.


“Wah...bagus suasananya,” ucap Ayesha berdecap kagum.


“Apa kau suka ay?,”


“Hm...,”


“apa sering kesini bang?,”


“Ngak, juga,”


Mereka asik menghabiskan waktu di tepi danau dengan menikmati berbagai makanan sambil bercanda serta tertawa.


“Hm, bang sebaiknya kita pulang?,”


Ares melihat jam yang melingkar di tangannya ternyata sudah jam setengah sebelas malam.


“hm, baiklah, ayo kita pulang,”


Mereka segera masuk ke mobil, setelah itu Ares melajukan mobilnya menuju kos Ayesha.


🍂 🍂 🍂


Hallo, Reader jangan lupa like dan komen,


hadiahnya jangan sampai ketinggalan ya.😉


Ares



Ayesha



 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2