Mommy Ara

Mommy Ara
74. S2. Fitting Baju


__ADS_3

Usai makan malam, Ara membawa keluarganya ke ruang tamu untuk mengakrabkan diri dengan calon mantu yang masih terlihat malu malu, tiba di ruang keluarga Ayesha membiarkan Azam berjalan kesana kemari sesuka hati tapi tetap mengawasi pria kecil itu Agar tak terjadi apa apa.


“Udah umur berapa bulan ay?,” Tanya Ara.


“Minggu depan sebelas bulan Tan,”


“Wak aktif dia ya, cepatnya Azam bisa jalan,”


“Ya Tan, ngak ada diamnya, ntar kalau udah lelah pasti rewel,”


“Biasalah namanya anak anak, semoga sehat selalu ya boy,” ucap Ara sambil membelai puncak kepala Azam.


Putri yang sedari tadi merayu Azam agar mau di gendong namun tak pernah berhasil, akhirnya ia dapat mencuri ciuman di pipi Azam yang gembul.


“Huaaaa...huaaa...setelah di cium putri, Azam menangis.


Semuanya ketawa melihat Azam yang menangis tapi tak mengeluarkan air mata.


“Hebat ya boy, padai sekali berakting, ucap putri yang merasa di kerjai.


Karna saking gemesnya melihat tingkah Azam putri menerik Azam ke atas sofa dan mengelitik hingga bocah itu tertawa.


“udah put, kasihan,” ucap Ara.


Setelah mencium pipi Azam bertubi tubi baru ia memberikan Azam pada Ayesha.


“Kalau di lihat gini, gimana Daddy kasih adik lagi,” ucap Arkan yang ngak ada malunya di depan calon mantu.


“ngak, jawab Ara dan anak anaknya.


Membuat Arkan tertawa ngakak, sementara Ayesha hanya tersenyum melihat tingkah keluarga Ares yang humoris dan saling menyang yangi.


Tak terasa waktu semakin malam, Azam pun sudah rewel Karna mengantuk dan juga ke kelahan.


“Mom, dad, Abang antar Ayesha pulang ya, udah malam juga,”


“ya, jawab Ara kasihan Azam udah mengantuk,” ucap Ara.


“Kami pulang dulu Tante, om, dan semuanya, pamit Ayesha.


“Jangan panggil Tante, om lagi, panggil mommy dan Daddy sama kek Ares,” sambung Ara.


Ayesha mengangguk sebagai jawaban.


Setelah masuk ke mobil Ares melajukan mobil dengan kecepatan normal, ia melirik ke samping ternyata Azam sudah tidur nyenyak di pangkuan Ayesha.


“Mau beli sesuatu ngak ay?,”


“Ngak bang, mommy pasti udah istirahat,”


“oh, ya udah deh,”


Tak lama mereka tiba di rumah Ayesha, bik Ana membuka kan pintu untuk Ayesha Karna hanya dia yang belum tidur.


“Makasih ya bang, untuk malam ini,”


“Ya,”


“Ya, udah aku masuk dulu, hati hati di jalan, yang di hati jangan jalan jalan,”


“Yang di hati ngak akan bisa jalan jalan, Karna udah terkunci rapat,” jawabnya sambil tersenyum.


“Hahaha, syukur deh kalau gitu,”


Cup, kecupan singkat di bibir Ayesha mendarat mulus Tampa hambatan.

__ADS_1


Setelah Ares pergi Ayesha segera masuk ke rumah, dan membawa Azam ke kamarnya,  dengan hati hati ia meletakkan Azam agar pria kecil itu tak terbangun, setelah itu Ayesha segera membersihkan diri dan Mengganti baju, usai dengan kegiatannya ia kembali ke tempat tidur dan rebahan di samping Azam.


Sambil menunggu chat dari Ares ia memilih membaca buku sebentar, lima belas menit berlalu yang di tunggu akhir muncul juga.


“sayang, aku udah sampai rumah, Met bobok ya😘😘.


“Met bobok juga😘


Setelah meletakkan ponsel dan buku ia segera tidur dan menyusuri mimpi Azam.


🍂🍂🍂 


 


Hari demi hari berlalu, hingga tibalah di hari mana mereka harus fiting baju pengantin, Karna masih sibuk dengan urusan masing masing, mereka pergi ke butik yang sudah di tentukan oleh Ara dan Miranda selepas makan siang.


Drt....drt....


“Sayang udah di mana nak?,” suara Miranda di seberang sana.


“Udah di jalan menuju ke butik mom,”


“Ya sudah hati hati, mommy juga baru sampe,”


“Ya mom, bentar lagi juga nyampe,”


Tiba di butik Ayesha melihat mommynya dan juga mommy Ara sudah duduk manis disana.


“Ahh, Karna kalian sudah datang kita mulai saja fiting bajunya,” ucap Ara.


Yang di angguki oleh kedua pasangan sejoli itu.


Beberapa gaun pengantin yang dicoba oleh Ayesha dan akhirnya pilihan jatuh pada warna putih tulang yang senada dengan jas yang di pakai oleh Ares.


“Baiklah mom, kita berangkat dulu,” ucap mereka berdua.


Ares dan Ayesha segera pergi ke tempat yang sudah di sebut oleh mommynya.


“Ay, gimana habis ambil cincin kita jalan jalan dulu?,”


“ah baiklah,”


Tak lama mereka tiba di moll, setelah memarkir mobilnya, mereka segera masuk dan menuju tujuan utamanya, tiba di toko tersebut mereka segera mencoba cincin yang dipesan oleh mommy Ara, ternyata ukurannya pas. Selesai dengan masalah cincin keduanya melanjutkan ke tujuan kedua yaitu jalan jalan.


“kita jalan jalan kemana nih?,”


“apa Abang ngak balik kantor lagi?,”


“Ngak,”


“Oh ya udah kalau gitu, mumpung masih jam tiga gimana kalau kita ke pantai aja bang,”


“Pilihan yang tepat yok mari,”


Mereka keluar dari moll, dan segera menuju parkiran. Setelah masuk ke mobil Ares melajukan mobilnya menuju pantai yang tak terlalu jauh dari mol, hanya butuh waktu sepuluh menit mereka sudah tiba di parkiran yang di sediakan oleh pengelola pantai.


“hmm....sejuknya,” ucap Ayesha sambil meliukkan tubuhnya karena pegal,”


“Ay,” Ayesha menoleh ke samping kanan cup, ciuman dari Ares lolos dengan sempurna di pipi Ayesha setelah itu ia berjalan meninggalkan Ayesha.


Bug...Ayesha menimbuk bahu Ares dari belakang Karna merasa di kerjai.


“dasar modus,”


“Hahahaha,” dengan sigap tangannya menarik pinggang Ayesha sehingga mereka berjalan beriringan.

__ADS_1


“Kita duduk disana yuk,” ajak Ares sambil menunjuk sebuah payung besar dengan dua kursi bergandengan.


“Hm...”


“mau minum apa ay?,”


“kelapa muda aja bang,”


“ya tunggu di sini,”


“Ya, jangan lama,”


“ngak,”


Sambil menunggu Ares memesan minuman Ayesha, duduk santai di kursi sambil berselfi ria.


Tak lama Ares datang dan langsung duduk di samping Ayesha, setelah merapatkan kursi, agar ia lebih mudah untuk memeluk sang pujaan hati.


“ bang, ay boleh tanya sesuatu ngak?,”


“Mau nanya apa ay?,”


“Jawab dulu, boleh apa ngak?,”


“Buat kamu apa sih yang ngak?, Boleh dong,”


“Tapi jawab jujur ya,”


“Siap, kalau jawabnya jujur aku dapat apa?,”


“ngak ada, yang pasti ay senang,” jawabnya sambil senyum.


“Ya udah mau nanya apa?,”


“kenapa Abang mau menikah dengan ay, sementara kita baru kenal?,”


“ngak tau juga sih, tapi yang pasti Abang jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama di malam saat nolongin Abang waktu itu, dan entah kenapa Abang ingin kamu jadi milikku, dan seminggu setelah kejadian saat Abang cium kamu waktu itu dan kamu menjauh membuat Abang was was, tapi takdir berkata lain hujan malam itu membuat kita kembali dekat, hingga sekarang.


“dan apa Abang kecewa setelah tau status ay? Dan berniat ngak untuk tinggalan ay?,”


“kecewa sih iya, tapi tak ada niat buat tinggal in kamu, malah Abang ingin menjadi bagian dalam hidupmu dan Azam,”


“berdosanya ay ngak jujur dari awal sama kamu bang, ternyata Abang mencintai ay sebesar dan setulus ini, tapi ngak apa bang ada kejutan dari semua ini untuk Abang,” ujar Ayesha dalam hati.


“Makasih ya bang, Karna sudah mencintai dan menyangyangi ay dan azam, semoga kita terus seperti ini,” ucap Ayesha sambil memeluk Ares.


“Ya, bahagia bisa menjadi bagian dari diri mu dan Azam,” jawabnya sambil membalas pelukan Ayesha.


Ayesha lega karena sudah mengetahui isi hati dan besarnya rasa sayang serta cinta Ares untuk nya, dan Ayesha pun merasa bersalah Karna ngak jujur dari awal tentang Azam yang sebenarnya, semoga saja saat menjelaskan nya nanti Ares tak marah pada nya.


🍂🍂🍂


Mungkin akhir akhir ini telat up dan cuma up satu bab saja Karna ada kerjaan yang tak bisa di abaikan, dan mohon beri dukungannya.


Terimakasih yang sudah kasih like dan vote, like, komen serta hadiah, semoga di bab berikutnya makin rame lagi yang like.


Wasalam💞💞💞


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2