
Sore harinya...
Tiba dirumah Ara segera membersihkan diri karna sudah merasa gerah, begitu juga dengan Arkan dan Ares, selesai membersihkan tubuhnya ia segera menuju dapur untuk membantu mamanya menyiapkan makan malam.
“Sore ma..."
“Sore sayang."
“Masak apa ma..?."
“Ini, kepiting saus Padang, ikan bakar, Ayam goreng dan tumis brokoli serta oseng tempe..dan sambal mentah.
“Mama emang tau apa yang Ara mau, ucapnya sambil memeluk mamanya."
“Ara bantu ya ma..."
“Ngak usah sini sudah ada yang bantu mama, kamu istirahat aja yaa, jangan sampai kelelahan."
“Tapi maa...."
“Araa..."
“Yaaa...baiklah maa, Ara duduk di depan meja makan dan mengambil beberapa buah, lalu di kupasnya setelah itu di potong dan taruh di atas piring, Ara keatas dulu yaa ma, ucapnya sambil mencium pipi mamanya..
Ara segera mencari Arkan dan Ares ke kamar dan tak lupa membawa buah yang sudah di potong potong. Tiba di kamar ia melihat dua pria tampan beda generasi itu lagi santai nonton layar datar, Ara langsung saja duduk di tengah tengah mereka berdua.
“Dari mana mom..?."
“Dari dapur sayang, napa kangen yaa..."
“Hehehe, Mom suapin dong."
Ara mulai menyuapkan Ares potongan buah, tapi belum sempat buah itu mendarat ke mulut Ares, Arkan lebih dulu menarik tangan Ara dan memakan buah tersebut.
“Daddyyyyyyy.....teriak Ares..itu kan untuk Ares dad...ucapnya dengan kesal."
“benarkah..tapi ngak ada tulisannya..."
“Aisss....Daddy ngeselin."
“Hahahaha...ya ya maaf sayang."
“Udah sini mommy suapin lagi, ini untuk anak mommy yang tampan dan Sholeh, ucap Ara."
“makasih mommy ku yang cantik dan baik, ucapnya."
“Mas mau juga???."
“tentu, buahnya lebih manis kalau kamu yang suapin."
“gombal jangan disini mas malu sama anak..."
“Sapa yang gombal, coba tanya sama Ares kalau ngak percaya."
“Yeeeleeh alasan...Jawabnya sambil menyuapin Arkan buah."
Kini giliran Ares yang menyuapkan potongan buah pada Ara.
“ini untuk mommy yang cantik, dengan senang hati Ara membuka mulut nya dan memakan buah tersebut."
“Ini untuk mommy yang sayang sama Daddy dan Ares, ucap Arkan."
“Aissss....Daddy nyontek aja.."
“Sapa yang nyontek kamu..."
“Yaa..Daddy lah.."
“Hahahaha."
Ara merasa bahagia berada di antara pria tampan yang beda generasi itu, Meraka menyayangi satu sama lain, perdebatan kecil antara Arkan dan Ares menjadi hiburan tersendiri bagi Ara.
“yaa...Rabb...semoga kebahagiaan ini tak pernah berakhir Hinga maut memisahkan, aamiin”. Do'a Ara dalam hati."
Kebersamaan mereka terhenti saat suara azan magrib berkumandang, sebagai umat muslim yang taat mereka melaksanakan perintah Allah tiap waktunya.
Selesai sholat Arkan mengajak keluarga nya untuk makan malam, mama Ara sudah menunggu kedatangan keluarga kecil itu, untuk makan malam bersama.
Usai makan malam mereka berkumpul di ruangkan keluarga.
“mom..temani Ares mengerjakan tugas dong."
“Ah..baiklah."
Ara dengan sabarnya menemani Ares membuat tugasnya Hinga selesai, setelah selesai Ara menemani Ares tidur sampai anak itu tertidur dengan nyenyak, Ara menarik selimut dan menyelimuti Ares dan Menganti lampu kamar menjadi lampu tidur, dan setelah itu ia keluar dari kamar Ares untuk menuju kamarnya karna ia juga sudah merasa lelah.
Tiba di kamar ia melihat Arkan masih menatap laptop dan tangan menari nari di atas laptop tersebut, Ara hanya melihat sekilas dan ia berlalu pergi kekamar mandi dan Menganti bajunya dengan baju tidur.
“Mas...ayo kita istirahat, udah malam besok lagi lanjut kerja nya."
“Yaa..sayang ini udah selesai kok."
Arkan mengoffkan laptopnya, dan segera berjalan menuju ranjang dan melihat Ara sudah berbaring di ranjang. Arkan segera berbaring disamping istrinya dan menarik Ara dalam dekapannya dan tak lupa mengecup kening Ara.
__ADS_1
💞💞💞💞💞
Hari hari pun berlalu kini tiba lah dimana hari pernikahan Mita dan leo, dan juga merupakan hari bahagia bagi Ara, semua keluarga sudah menyiap kan sebuah kejutan untuk Ara.
Ceklek....
“Mom..dad, sudah siap??."
“Sudah sayang, ayo kita berangkat, ajak Ara."
Mereka keluar dari kamar dan segera menuju ruang tamu karna mama Ara sudah menunggu untuk berangkat bersama ke acara pernikahan Mita dan leo.
“Ayo maa..kita berangkat ajak Arkan."
“Hmmm....yaa"
Mereka berjalan menuju mobil Arkan, setelah semuanya masuk Arkan menjalan kan mobilnya menuju gedung tempat resepsi dengan kecepatan sedang.
“Ara...apa kau masih mual nak."
“ngak ma, Ara mual cuma pagi aja."
“Ah....syukurlah kalau begitu."
Tak terasa mereka sudah tiba di sebuah hotel ternama di kota itu hotel yang begitu mewah.
Mereka masuk kedalam, kedatangan mereka disambut oleh papa leo dan juga mama leo.
“Mas...aku menemui Mita yaa..."
“Hm......"
“Sayang ikut mommy yok."
“ngak mom, Ares disini saja sama Oma."
“Ya sudah mommy kedalam dulu yaa, maa titip Ares yaa.."
“Ya..."
Tiba dikamar mita Ara terpana melihat sahabatnya itu begitu cantik.
“wahh...cantik banget kamu mit..? Aku jadi pangling."
“ah..benarkah??."
“Hmmmm...."
“Aku semakin gugup nih Ar???."
“Apa Ar..."
“nanti kamu juga tau..hahahaha."
“Isss....kasih tau aja napa."
“Maaf nona sekarang giliran anda yang kami rias, ucap salah seorang mua..."
“Loh kok saya mbak, saya udah dandan mbak."
“Udah...ikut aja sana, ngak usah protes dan banyak tanya."
“ngak bisa gini dong mit..."
“Udah cepatan...."
Akhirnya Ara menyerah, dan perias pun mulai mengerjakan tugasnya, tak lama Ara sudah selesai dirias lengkap dengan pakaian pengantinnya
“astaga jadi kita...."
“yap...ini permintaan mama leo."
“Ini kejutan buat Lo."
Ara memeluk sahabatnya itu, ngak nyangka bakalan ngerayain resepsi bersama, ini semua ide dari mama leo.
Sememtara di ruangan satunya lagi, Arkan lagi menemani leo.
“apa kamu sudah hafal kata katanya?."
“Sudah dong, moga aja ntar ngak salah, jawab leo yang khawatir dan gugup."
“Jangan terlalu gugup."
“hm....., Cepatan ganti baju mu Ar."
“Oh iya aku lupa...hehehe.."
Arkan segera menganti baju nya yang senada dengan gaun pengantin dipakai Ara, begitu juga dengan Ares pria kecil itu juga ikut duduk di pelaminan bersama Daddy dan mommy nya...
Tak lama setelah Arkan selesai berganti pakaian papa leo datang memberi tahu bahwa ijab kabul akan di langsungkan.
“Ar..temani gue dong..."
__ADS_1
“Yang benar saja kamu, ntar dikira kita lagi yang nikah."
Arkan bergidik ngeri membayangkan omongan netizen, yang pedasnya melebihi cabe setan.
“Ntar, aku telfon Dio."
“Yaa udah cepatan.."
“Sabar dong."
Setelah telpon terputus Dio datang kekamar leo. Mereka keluar bersama papa leo dan juga Dio, sementara Arkan duduk manis di kamar sambil menunggu ijab kabul leo selesai dan setelah itu barulah dia keluar dan langsung menuju pelaminan bersama istrinya.
Tak lama setelah leo selesai mengucapkan ijab kabul, Ares datang ke kamar dimana Daddy nya berada dan mengajak Daddy nya menjemput sang mommy. Mereka berjalan menuju kamar dimana sang istri berada.
Ceklek....
“Apakalian sudah siap sayang, ucap mama leo yang diikuti oleh mama Mita dan juga Arkan serta Ares yang berada di samping sang Deddy."
“Sudah maa."
“wahhh kalian berdua sama cantiknya."
“Wah...mommy makin cantik aja, ucap Ares."
“Makasih maa,, pujiannya jawab Ara."
“makasih sayang pujiannya, ucap Ara sambil mengusa kepala Ares, dengan pipi yang merona."
“ayo..kita keluar."
Mita berjalan di apit oleh mama leo dan juga mamanya, sementara Ara berjalan di apit oleh suami dan putranya. Arkan langsung menuju pelaminan, tamu yang hadir kagum akan kecantikan Ara dan ketampanan Arkan yang tak luntur.
Sementara Mita sudah selesai bertukar cincin dengan leo, dan mereka pun segera menuju pelaminan. Kini dua pasang pengantin itu tampak bahagia senyum kebahagian tak luntur di wajah mereka begitu juga para keluarga serta tamu yang hadir. Ditengah tengah asiknya menyambut tamu yang hadir mereka di kejutkan dengan sebuah pengumuman dari MC.
“Perhatian semua para tamu yang hadir dan juga Tuan rumah, bahwa kita ada sedikit pertujukan dari pria kecil ini untuk membacakan sebuah puisi untuk kedua orang tuanya.
Sontak mereka mengalihkan pandangan pada MC, dan melihat Ares sudah berdiri dengan manisnya serta senyum yang begitu menawan.
“Assalamualaikum, semua. Perkenalkan aku Ares Alfarizi Loghan putra dari Arkan Alfarizi Loghan. Ucapnya."
Arkan tak menyangka anaknya akan seberani itu bicara di hadapan para tamu yang hadir, tapi ia bangga karna anaknya berani mengungkapkan jati dirinya walau ia tahu apa yang akan terjadi.
“Aku akan membacakan sebuah puisi sebagai kado untuk mommy."
...Mommy ku....
...Pertemuan ku dengan mu adalah sebuah anugerah terindah dari Allah....
...Kehadiran mu memberi warna dalam hidup ku, kasih sayang mu bagai tetesan air hujan di kala kemarau....
...Mommy ku......
...Cinta tulus dari mu, bagai sinar matahari yang memberi kehangatan....
...Terimakasih telah hadir dalam hidup ku, karna kini ku tahu bahwa pelangi itu memang indah....
...Salam sayang untuk mommy tercinta ku dari putra mu....
Wasalam.
Para tamu undangan yang hadir ikut terharu akan puisi yang dibacakan oleh Ares, begitu juga dengan Ara, ia menangis karna saking bahagianya, Ares berlari ke momnynya karna melihat Ara yang sadang menangis dan segera memeluknya.
“Makasih ya sayang puisinya bagus banget, ucap Ara sambil mencium pipi Ares dan memeluknya dengan erat."
“Ares sayang sama mommy, dan Ares berdo'a agar mommy sehat selalu."
“makasih nak atas semuanya, semoga kita selalu bahagia."
Tak ada yang tau apa yang akan terjadi pada takdir kita baik hari ini, esok mau pun nanti, begitu juga dengan Ara ia tak menyangka hati dan cinta berlabuh pada duda, pertemuannya dengan Ares lah membuat ia terikat oleh pernikahan dengan seorang duda. Kini ia menemukan kebahagian dan cinta yang begitu besar dari keluarga kecilnya.
End...
💞💞💞
Assalamualaikum.
Cerita mommy Ara hanya sampai disini, terimakasih yang sudah mengikuti cerita ku ini sampai akhir, serta terimakasih juga atas vote, hadiah, like dan juga komenya. Maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penulisan yang masih banyak typo.
Sampai jumpa dilain kesempatan dan cerita yang baru.
Salam sehat untuk semuanya.
__ADS_1