Mommy Ara

Mommy Ara
33. Berkunjung kerumah mama


__ADS_3

Jam 2 siang Arkan tiba dirumah mama Ara, setelah memarkir mobilnya ia segera masuk kedalam rumah.


"assalamualaikum, salamnya."


"wa'alaikumsalam, jawab bik Wanti."


"mama sama yg lain pada kemana bik?."


"buk Hera ada di taman belakang, kalau nona Ara dan den Ares tidur dikamar, tuan."


"oh..aku kekamar dulu ya bik."


"ya tuan."


Arkan pun segera melangkah menuju kamar Ara, dan melihat dua orang yg selalu dikangenin nya lelap dengan nyenyak nya, ia pun segera melepas sepatunya dan juga jasnya serta dasi yang menggantung di lehernya dan setelah itu ia pun ikut berbaring di samping istrinya, karna kelelahan Arkan pun ikut menyelami mimpi mereka.


Ares terbangun dan melihat Daddy-nya sudah tidur di samping Mommy nya, lalu ia beranjak dari tempat nya dan mengusik tidur kedua orang tuannya, Ara merasa ada gerakan ia pun terbangun dan melihat Ares sudah ada di tengah tengah, Ara pun melihat Arkan sudah lelap disampingnya dengan wajah lelah nya.


"Dad, bangun ucapnya sambil mencubit cubit pipi Daddy nya."


"sayang, biarkan Daddy tidur pasti ia lelah, Ares mengangguk dan langsung pindah kesamping Ara lagi."


"kita keluar yaa, menemui Oma, ajak Ara pada Ares."


"ayo mom."


Ara pun langsung mengajak Ares kekamar mandi untuk membersihkan wajah mereka, setelah itu mereka keluar dari kamar mandi dan langsung mencari mama Ara yang ternyata lagi santai di taman belakang.


"Oma..teriak Ares, mama Ara pun langsung menolah ke arah suara dan melihat Ara dan Ares."


"kalian sudah bangun?."


"sudah Oma, Oma lagi apa?."


"lagi santai aja."


mereka menghabiskan sore dengan bercanda ria, apalagi melihat Ares yang ada saja tingkah lucunya membuat Ara dan mamanya ketawa, adzan pun berkumandang mereka memutuskan untuk segera masuk dan melaksanakan sholat asar.


Skip


Selesai makan malam mereka pamitan untuk pulang, Arkan pun melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan kecepatan normal.


"mom, besok disekolah Ares ada acara ibu dan anak, jadi mommy arus ikut."


"acara apa sayang hm?."


"acaranya lomba mom, lompat karung dan lari estafet."


"oke besok kita akan pergi" bersama..tapi..."


"tapi apa mom?."


"baju olah raga mommy tinggal dirumah Oma, mas kita balik aja sebentar yuk ngambil baju."


"ngak usah kita beli aja, didepan ada toko."


"tapi yg dirumah masih bagus mas."


"udah, ngak apa apa kita beli aja yang baru."


"baiklah."


Tiba ditoko pakaian oleh raga, Arkan berserta anak dan istrinya segera masuk, dan menyuruh Ara memilih, sementara Arkan dan Ares duduk disofa yang telah di sediakan sambil menunggu Ara, setelah selesai berbelanja dan membayar tagihannya mereka segera melajukan mobilnya menuju rumahnya. Seperti biasa Ares tidur dipangkuan Ara, Arkan membuka pintu dan segera mengambil Ares dari pangkuan Ara, segera masuk kedalam rumah, mereka kaget saat bik Sumi sudah membuka pintu.


"assalamualaikum, bik, kapan nyampenya bik? tanya Ara."

__ADS_1


"wa'alaikumsalam, tadi sore non."


"gimana kabar keluarga nya bik?."


"Alhamdulillah, sudah sehat non."


"syukurlah, ya udah kita istirahat bik sudah malam."


"iya non."


Ara segera melangkah kekamar dan melihat Arkan sudah berbaring diranjang, lalu ia segera mengambil baju tidur.


"mas, ini baju tidurnya, ucap Ara sambil memberikan nya pada Arkan, arkan mengangguk dan segera mengambil nya, setelah itu Ara segera Menganti bajunya dikamar mandi, tak berapa menit Ara keluar dan disusul oleh arkan tak berapa menit Arkan keluar dari kamar mandi dan melihat Ara sudah berbaring diranjang, dengan segera Arkan menghampiri istrinya, dan langsung mencium kening Ara serta mencium singkat bibir Ara, sukses membuat Ara tersipu malu dan wajahnya yang merona, Arkan pun langsung membaringkan dirinya di samping istrinya dan membawa Ara dalam pelukannya, pelukan yang hangat dan nyaman, Ara pun membalas pelukan suaminya dan melingkarkan tangan dipingang suaminya, tak berapa lama mereka pun terlelap dengan nyenyak nya.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Pagi harinya...


Selesai sholat subuh, Ara langsung turun kebawah dan segera melangkah kedapur, tiba di dapur Ara melihat bik Sumi sudah mulai menyiapkan bahan bahan untuk membuat sarapan pagi.


"masak apa pagi ini bik?."


"nona mau dimasakin apa?."


"kita buat SOP ayam aja bik."


Mereka pun mulai berkutat dengan peralatan dapur, sementara Arkan melakukan kegiatan rutinnya, apa lagi kalau bukan fitnes, tak lama mereka pun sudah selesai memasak hanya tinggal menatanya saja, Ara meminta bantuan bik Sumi karna ia ingin membantu Ares dan menyiapkan pakaian buat suaminya.


Tiba dikamar putranya Ara melihat Ares baru saja keluar dari kamar mandi, dengan segera Ara pun menyiapkan stelan olah raga, Ara menawarkan bantuan untuk membantu Ares namun ia menolak karna ia berdalih karna sudah besar, Ara pun tak memaksa. Setelah Ara pamit pada Ares untuk membersihkan dirinya, ia pun langsung menuju kamar tiba dikamar ia menyiapkan baju stelan kantor untuk suaminya, lalu ia segera membersihkan dirinya, Arkan yang baru masuk kekamar mendengar suara percikan air dikamar mandi, ia pun duduk di sofa sambil menunggu sang istri, tak lama Ara pun keluar dan melihat Arkan sudah duduk disofa.


"mas, ayo cepatan mandi airnya sudah aku siapkan, ucapnya sambil memberikan handuk pada suaminya.


Arkan mengangguk dan langsung berdiri dan mengambil handuk dari tangan Ara dan tak lupa mendaratkan sebuah ciuman di pipi Ara, Ara membulatkan matanya ia kaget kerna ciuman dari suaminya.


"mas.....teriaknya."


Arkan hanya ketawa dan langsung lari kedalam kamar mandi, Ara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.


20 menit pun berlalu, Arkan keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya sedang berias dan menyisir rambut yang panjang serta mengkuncirnya dan sedikit poni di keningnya, terlihat sangat cantik pagi ini. Arkan pun dengan segera memakai pakaiannya dan tak lama ia pun meminta bantuan pada sang istri.


"sayang, bantu dong, ucapnya sambil memberikan dasi pada istrinya."


Ara hanya tersenyum dan langsung memasangkan dasi pada Arkan, usai memasang dasi Arkan tak lupa ia merapikan kemeja suaminya dan mengkaitkan buah baju jasnya.


"selesai ucapnya."


Arkan segera menarik Ara dalam dekapannya, Ara pun mendongak dan menatap sang suami, Arkan pun langsung mencium bibir mungil istrinya, Ara pun mulai membalas ciuman itu, tak lama Arkan pun melepaskan tautan bibirnya karna dirasa istrinya sudah kehabisan nafas.


"makasih sayang, ucapnya dan Ara mengangguk."


"ayo kita ke bawah mas, nanti Ares kelamaan menunggu."


Ara dan Arkan pun langsung turun dan menuju meja makan dan melihat Ares sudah duduk disana.


"pagi sayang Daddy, sapa Arkan."


"pagi Dad, mom."

__ADS_1


"pagi sayang, jawab Ara."


Ara mulai melayani suami dan anaknya, setelah itu baru untuk dirinya, sarapan pagi dengan lahap Tampa ada yang berbicara, selesai sarapan Ara dan Ares berpamitan pada Arkan dan tak lupa bersalaman dengan suaminya, begitu juga Ares tak lupa pula ia bersalaman dengan deddy-nya.


Tiba disekolah Ares, mereka sudah ditunggu oleh Dika, Dika ingin memperkenalkan pada bundanya bahwa Ares telah membantunya dan memberinya uang. Dika yang melihat Ares datang bersama mommy nya pun ia langsung berteriak memangil Ares.


"Aresssss, teriak Dika, Ares pun langsung menoleh dan dan melihat Dika melambaikan tangannya.


Ares dan mommy nya pun segera menghampirinya, Dika pun memperkenalkan bundanya pada mommy Ares, dan mereka pun mulai akrap karna bunda nya Dika yang asik juga penilai mommy Ares.


Tak lama acara pun dimulai, acara dilaku kan hanya untuk mendekatkan antara orang tua dan anak dan melihat kekompakan mereka, namun tetap mereka mendapatkan hadiah dan juga beberapa bingkisan bagi peserta yang tak menang, tiap kegiatan yang dilakukan nilai Ares dan Dika selalu unggul dan sandi teman Ares dari kelas lain pun mendapat peringkat ke tiga, Hinga tiba di cara penentuan juara yaitu lomba lari estafet, para orang tua di garis star, sedangkan para anak anak digaris tengah dan mereka harus lari menuju garis finis. Panitia meniup peluit pertanda permainan sudah dimulai, para orang tua lari menuju anak mereka masing masing.


"sayang kamu pasti bisa, ucap Ara sambil memberi semangat pada Ares, Ares mengangguk dan setelah mengambil tongkat dari tangan Ara ia pun lari menuju garis finis, begitu juga dengan teman temannya yang lain, Ares meraih juara satu dan Dika dua sementara Sandi tiga.


"ayo kita menemui orang tua kita, kata Ares, Dika pun menyetujui."


"wahhhh, kalian hebat puji Ara."


"iya dong mom, kita gitu loh, jawab Ares."


"hahaha, kita bisa karna kalian memberi kita semangat jawab Dika."


"betul jawab Ares."


"ya sudah kita istirahat dulu yaa, jawab bunda Dika."


Ara mengambil minuman dan beberapa cemilan di mobil dan dibantu oleh Roy, untuk bawanya dimana Ares dan Dika berada, Ara pun membaginya dengan Dika dan juga bundanya, mereka menikmati istirahat dengan suasana hangat melihat kedekatan Ares dan Dika membuat bunda Dika, senang karna Ares tak malu punya teman seperti Dika, dan begitu juga Ara.


Seusai istirahat mereka berkumpul lagi dilapangkan, untuk mendengar pengumuman siapa yang menang dan meraih juara, dan juga memberikan hadiah serta bingkisan membuat anak anak sangat antusias.


Tiba lah saatnya pengumuman dan juara satu diraih oleh Ares, dua oleh Dika dan tiga oleh sandi, masing masing mereka mendapatkan amplop dan juga bingkisan.


Ares dan Dika segera lari pada orang tuanya, tiba disana mereka penuh semangat memamerkan hadiahnya dan para orang tua ketawa melihat tingkah anaknya, Ares pun membisikan sesuatu pada Ara, dengan cepat Ara mengangguk dan mengacungkan kedua jempol nya, Ares berjalan kearah Dika dan meraih tangan Dika lalu memberikn amplop putih yang ada ditangannya, Dika membulatkan matanya dan menggeleng.


"aku mau kamu menerimanya, tampa menolak, ucapnya pada Dika."


"tapi Res?."


"udah ambil aja, ucapnya dengan terpaksa Dika menerimanya."


"makasih Res, ucapnya lalu memeluk Ares, Ares senang melihat temannya tersenyum."


"kak Ratih, kami pamit dulu yaa, pamit Ara pada bunda Dika."


"iya nona, dan makasih atas bantuan dan semua kebaikan nya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang tiada Tara, ucap bunda Dika."


"aammiin."


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Makasih yang sudah mau


πŸ‘‰ Like


πŸ‘‰ Vote


πŸ‘‰ dan jangan lupa komen terbaiknya yaa.


Serta makasih juga sudah setia menanti lanjutannya, dan atas hadiahnya saya ucapkan banyak terimakasih semoga yang lain bermurah hati juga yaa😘😘😘


Oh..ya kemaren ada yg komen masalah pelakor tapi jujur Author tidak ada pelakor dalam cerita ini, hanya konflik sedikit saja untuk pemanis ceritaπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Wasalam


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2