Mommy Ara

Mommy Ara
82. S2. Jalan Jalan


__ADS_3

Esok arinya.


Ares bangun jam setengah dua belas siang, sedangkan Ayesha masih setia memeluk Ares dengan mata terpejam, ya Ayesha tidur kembali setelah sholat subuh Karna di rasa seluruh tubuhnya remuk oleh ulah suaminya, belum lagi sakit di bagian Area sensitifnya. Ares terus memandangi wajah cantik yang masih lelap dengan damainya. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi Ayesha dengan punggung tangannya, lalu merapikan anak rambut yang berserakan di wajah cantik itu.


“Sayang bangun,” ucap Ares sambil meraba pipi mulus itu.


Sedikit pun tak ada respons dari Ayesha ia benar benar kelelahan hingga tak terusik sedikit pun saat Ares mengganggunya.


“sayang ayo bangun, apa kau tak lapar hm,” ulang Ares lagi.


Karna masih tak ada respons akhirnya ia mencium pipi Ayesha bertubi tubi dan menyasap bibir mungil itu dengan lembut.


“ammmh...,” lenguhnya, Ares melepaskan tautan bibir mereka.


“ayo bangun sayang udah siang nih,”


“hm...udah jam berapa mas?,” tanyanya dengan suara khas bangun tidur dan masih bersembunyi di balik selimut Tampa membuka matanya.


“setengah dua belas siang sayang,” gemes Ares.


“hahhh, serius mas??,” jawabnya dengan mata yang membola.


“iya sayang, masa aku bohong sih,”


Ayesha melepas pelukannya lalu meregang ototnya yang di rasa kaku serta pegal pegal semua.


“Kita mandi dulu habis itu makan siang,”


“ya, mas aja duluan, habis itu baru ay,”


“Bareng aja,”


“Ngak,”


“dosa loh nolak perintah suami,” ucapnya menyeringai.


“ay, masih capek mas,” jawabnya lalu mengambil guling dan memeluknya.


“udah ayo cepat,”


Ares yang geram melihat Ayesha yang diam tak memberi jawaban dengan sigap ia mengendong istrinya ke kamar mandi dan meletakkannya di buthup, lalu mengisi air.


“Massss, aku bisa sendiri ih ngeselin,” omelnya, Karna bajunya sudah basah di siram oleh Ares.


“Kelamaan kalau nunggu kamu,”


Setelah selesai Ares segera menanggalkan semua pakai yang menempel di tubuhnya, lalu masuk ke dalam buthup.


Dengan telaten Ares membuka semua pakaian yang menempel di tubuh istrinya, walau terjadi drama tarik menarik hingga mereka sama sama polos.


Mandi yang seharusnya sebentar tapi menjadi satu jam lebih, hingga Ayesha mengerucutkan bibirnya Karna kesal, Ares cekikan melihat istrinya merajuk. Ayesha tak menghiraukan Ares yang sedari tadi ketawa, ia malah asik membersihkan ranjang melihat ada dar*h di alas kasur dengan segera ia menggulungnya Karna malu jika Ares melihatnya, selesai dengan tugasnya lalu duduk di sisi ranjang.


“Udah, biasa aja dong bibirnya ngak usah di panjang in juga kali, apa itu Koda biar di cium,” tanya Ares dengan tatapan genitnya.


Bug...bug...


Ayesha memukul dada bidang Ares Karna kesal sedari tadi di usil in terus.


“awas kamu mas, nanti malam ngak aku kasih jatah,” gerutu Ayesha dalam hati.


“Yuk, sholat dulu habis itu baru makan siang,”


“Hm,” jawab Ayesha Tampa melirik Ares.


Selesai melaksanakan perintah Allah, mereka segera menyantap makan yang sudah tersedia.

__ADS_1


“Ini di rapel ya mas?,”


“Di rapel?,”


“hm, sarapan pagi sekalian makan siang,”


“Hahahahaha, iya juga yaa,”


Selesai menyantap makanan mereka duduk di sofa untuk beristirahat sejenak.


“Nanti habis magrib kita jalan jalan ya,” ucap Ares.


“Ya, boleh deh,”


“Ke menera Eiffel ya,”


“Kalau mau kesana besok saja, siap sarapan, biar bisa puas melihatnya seharian,”


“lah, trus nanti malam kita kemana dong?,”


“Ya jalan jalan sekitar hotel aja,”


“Kalau gitu mas aja pergi sendirian, mending ay istirahat di kamar,” jawabnya.


“Hahahahaha, benar nih ngak mau ikut?, Ntar nyesal loh,”


“Ngak,”


Cup...bibir mungilnya di cium dadakan.


“Hehehehe, becanda kok,”


“Mas, kita jalan sekarang aja yuk, kan masih jam dua, dari pada di kamar mending keluar, yuk lah mas kita ke menara Eiffel,”


“yakin nih sekarang, goanya masih sakit ngak?,”


“iya, ini,” ucap Ares seraya menyentuhnya.


“Ih..,” ucap sambil menepis tangan Ares.


“hahahaha, jadi gimana bisa jalan ngak,”


“sakit sih Cuma sedikit tapi masih bisa jalan nih liat,” jawabnya sambil berjalan mondar mandir.


“ah baiklah kita siap siap,”


“Yes, cup,” satu kecupan mendarat di pipi Ares, setelah itu ia lari ke ke kamar mandi sambil membawa dress selutut.


“Sebegitu senangnya kah?, dah kayak si putri aja,” ucapnya ia ingat tingkah putri jika permintaannya di penuhi.



Ares pun juga mengganti baju dengan memakai kaos putih dan kemeja warna salmon, tak lama Ayesha keluar dan merapikan penampilannya di depan cermin serta tak lupa memoles sedikit wajahnya walau hanya make up tipis tapi tak mengurangi kecantikannya.


“ Sudah sayang?,”


“Sudah, yuk jalan, ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Ares.


Cup...sebuah ciuman nyasar di pipi Ayesha. Sebuah senyuman pun terbit di sudut bibirnya.


Tiba di lobi hotel Ares menggunakan mobil sewaan untuk ia gunakan selama di Paris Tampa menggunakan pemandu wisata mereka segera pergi ke menara Eiffell.


Selama perjalanan menuju menara Eiffel, Ayesha tak henti hentinya tersenyum melihat pemandangan yang mereka lewati.


“Seindah itukah pemandangannya sayang, sehingga senyum di bibirmu tak pudar?,”

__ADS_1


Ayesha menoleh ke samping lalu menganggukkan kepalanya.


Ares tersenyum melihat tingkah istrinya itu, dan mempercepat laju mobil agar tiba lebih cepat. Tak lama mereka tiba di tujuan, Ayesha tersenyum bahagia sembari menatap menara yang menjadi ikon kota tersebut, ia tak menyangka akan bisa menginjakkan kaki di kota ini.


“Wahhh, indahnya,” teriaknya girang.


“ayo,” Ares mengajak Ayesha untuk melihat lebih dekat lagi, sambil mengulurkan tangannya dengan perasaan bahagia Ayesha menerima uluran tangan sang pujaan hati.


Pasangan halal itu menikmati indahnya sore dengan pemandangan menara Eiffel dan tak lupa juga mengabadikan momen tersebut di kamera ponsel mereka.


“Wah indahnya, kalau malam pasti lebih indah ya mas?,”


“Ya kau benar sayang, selain pengunjungnya rame lampu menara yang menyala secara otomatis di malam hari itu adalah momen yang di tunggu tunggu oleh pengunjung sehingga membuatnya semakin menakjubkan.


“Benarkah?, Ay ingin liat, jadi kita disini saja ya mas,”


“Baiklah, cup Ares mengecup pipi sang istri Karna gemasnya.


“mass, ih malu dilihat orang,”


“Ngak usah malu, coba liat itu mereka lagi apa?,” tunjuk Ares dengan mengarahkan dagunya, Ayesha mengikuti arah tersebut seketika matanya membola melihat sepasang kekasih dengan santainya berciuman di tempat umum.


“is memalukan,”


“Ini Paris sayang, jadi apa pun yang kita lakukan tentang kemesraan orang tak akan peduli,”


“Ya serahkan, tapi kita jangan tiru mereka,”


“Ya, kalau ngak khilaf,” Jawanya sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


“Sayang,”


“Hm,”


“Kita beli camilan dan minuman yuk, trus habis itu kita duduk di taman seperti mereka itu,”


“baiklah yuk,”


Pasangan itu menyusuri tempat yang ada di sekitar menara untuk mencari minimarket, tak berapa jauh dari menera akhirnya dua sejoli itu menemukan apa yang mereka cari. Ayesha mengambil beberapa minuman dan camilan setelah di rasa cukup mereka segera ke kasir untuk memembayar belanjaan, setelah itu kembali ke tempat semula lalu mencari tempat duduk ternyaman agar mereka bisa santai sambil menikmati indahnya sore di bawah menara Eiffel.


🍂 🍂 🍂


Hay Reader tersayang maaf yaa dua hari kemaren ngak bisa up Karna lagi sibuk banget.


Jangan lupa like komen dan hadiah yaa.


😉


Wasalam.💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2