
Malam harinya.
Ares dan Ayesha yang sudah berada di bawah menara bersama dengan pengunjung yang lain untuk menunggu lampu menara Eiffel itu menyala, mereka sudah siap dengan kamera masing masing untuk mengabadikan momen tersebut.
Tak berapa lama menunggu akhir kesempatan itu datang juga, sorak para pengunjung riuh Karna kagum melihatnya momen yang tak berlangsung lama.
“Yes, teriak Ayesha Karna dapat mengabadikan momen tersebut, teriak riangnya pun terlihat sangat bahagia oleh Ares.
Cup cup, Ares mengecup kedua pipinya.
“Geli ih,”
“gimana udah puas?, Apa kita balik ke hotel sekarang?
“ya, ay udah lelah, kalau mau naik ke atas menara itu boleh ngak mas?,”
“Boleh, tapi besok yaa, ini udah malam sayang,dan kita harus antre dulu membeli tiketnya,"
“Hm, baiklah, ya udah ayo kita balik.
Ares segera melajukan mobilnya menuju hotel tempat mereka menginap. Tak berapa lama mereka tiba di lobi hotel, lalu segera menuju kamar untuk beristirahat.
Tiba di kamar, Ayesha langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lima belas menit berlalu Ayesha keluar dengan jubah mandi Karna lupa membawa baju ganti saking tergesa gesanya.
“Ay,” sapa Ares saat melihat Ayesha.
“hm, apa mas, jawabnya sambil mengambil baju tidur di lemari, Tampa menoleh ke Ares.
Ares langsung menarik tangan Ayesha yang sudah memegang sepasang baju di tangannya, Karna kaget oleh aksi Ares semua yang ada di tangannya pun jatuh ke bawah.
“Aaaaa, mas ih, ngagetin aja sih,”
Tak mendengar ocehan Ayesha Ares malah membungkam mulut istrinya dengan lembut dan penuh gai rah. Ayesha menutup mulutnya agar tak mendesah tapi tak bisa permainan Ares yang lembut dan lihai membuat ia tak dapat menahan de sa Hannya.
“Sayang aku mau bayaran Karna telah menuruti ke inginkan mu hari ini,” ucapnya.
“ahh, mas,” lenguh Ayesha.
Ayesha yang berada di pangkuan Ares, dengan mudah Ares mendorong tubuh Ayesha ke atas ranjang dan memulai aksinya.
“mas, beri aku nafas sedikit,” ucapnya yang ngos ngosan.
“Hihihihi, maaf sayang,” jawabnya.
Tampa menunggu lama Ares memulai lagi permainannya, bibir mungil milik sang istri kembali ia raup dan menyesapnya, dengan sekali tarik tali jubah mandi milik Ayesha sudah lepas hingga memperlihatkan tubuh polos sang istri, tangan yang sudah mulai aktif meraba perbukitan dan memainkan benda kecil di atasnya membuat Ayesha semakin melayang, satu persatu benda yang melekat di tubuhnya kini sudah mulai lepas tubuh polos Ares terpampang jelas di depannya Ayesha menelan ludahnya saat melihat roti sobek milik Ares, refleks tangannya terulur untuk menyentuhnya Ares tersenyum melihat tingkah Ayesha. mereka melakukan sunah rasul hingga kelelahan.
“makasih ya sayang untuk semuanya,” ucap Ares setelah aksi panasnya berakhir.
“sama sama mas,” jawab Ayesha lalu mengecup pipi Ares, setelah itu membenamkan wajahnya di dada bidang Ares untuk mencari kenyamanan, tak lama mereka terlelap saling berpelukan.
🍂🍂🍂
Pagi harinya.
Usai sarapan Ayesha kembali mengajak Ares ke menara Eiffel Karna ia ingin menyusuri tempat wisata menarik yang letaknya tak terlalu jauh dari menera Eiffel, oleh Karna itu ingin berkunjung ke beberapa tempat wisata di sekitar menara Eiffel tersebut.
Jarak dari menera Eiffel menuju Louvre Museum lebih kurang empat puluh menit dengan berjalan kaki, kendati terkesan cukup jauh tapi di sepanjang perjalanan Paris menawarkan pemandangan perkotaan yang menarik dan menakjubkan.
“capek ngak?,” tanya Ares.
“Lumayan, tapi semuanya terbayar oleh pemandang yang indah itu loh mas,” jawabnya sambil mengabadikan beberapa momen tersebut.
“yuk kita jalan lagi,” ucapnya sambil menggandeng tangan Ares.
__ADS_1
Ayesha sangat senang saat berjalan di sepanjang sungai Seine dan menyeberangi jembatan pont de la Concorde, di tengah perjalanan mereka dapat melihat Restoran Bistrot Alexandre III yang terletak tepat di bantaran sungai Seine di seberang taman Jardin d'Erevan, dengan sangat antusias mereka segera masuk ke dalam restoran tersebut untuk mencicipi beberapa hidangan disana, Ayesha segera memesan kue kering khas Perancis, steak dan minuman segar setelah itu mencari tempat duduk yang paling pojok.
“Udah puas belum jalan jalannya,” tanya Ares.
“belum, jawabnya lalu ketawa.
“Emang kaki ngak pegal tu?,”
“Walaupun pegal kan ntar malam ada yang pijitin,” jawabnya sambil senyum pada Ares.
“Boleh, asal bayarannya mahal,” sambung Ares dengan tatapan genitnya,"
“ya elah sama istri sendiri perhitungan banget,"
Tak lama pesanan mereka datang, melihat makanan yang sudah tersaji Ayesha segera mencomot kue kering khas kota tersebut.
“Hummm, enak kue nya mas,”
“sama sih,”
“benaran, mas mau?,”
“iya tapi suapi ya,” pintanya.
Ayesha menyuapi Ares sepotong kue tersebut.
“gimana enak ngak?,”
“Enak, apa lagi di suapi istri,”
“elehh, bilang aja mau di suapi,”
“Hahaha, cup satu kecupan mendarat di pipi Ayesha. Ares tak pernah absen mengecup pipi Ayesha jika ada kesempatan.
Sambil menunggu minuman Ares lagi asik melihat foto mereka seharian ini Tampa ia tau Ayesha sudah mengabadikan momen tersebut.
“mas, ucapnya sambil melihatkan hasil jepretannya.
“Bagus,”
“ya dong sapa dulu yang ambil,”
Cup, bibir mungil yang kenyal itu jadi sasaran empuk Ares Karna gemasnya melihat istri kecilnya itu.
“besok kita ke mana lagi sayang?,”
“Besok kita ke moll ya mas, aku mau habisin duit Daddy,” ucapnya.
“Ais, sekarang kamu tanggung jawab aku, jadi kamu harus habisin duit aku bukan duit Daddy lagi,”
“Hahaha, tenang duit mas akan ay habisin juga, Karna banyak yang mau beli oleh oleh buat semuanya, bolehkan?,”
“Boleh dong, mau beli apa ntar,”
“Liat besok aja,”
“Cepat habiskan makanannya, setelah itu kita ke menera Eiffel, katanya mau naik ke atas,”
“Wah, benarnya nih, ay di ajak ke atas?,”
“Iya dong sayang,”
__ADS_1
“Ah, senangnya,” cup satu kecupan mendarat di pipi Ares.
“Wah, sudah berani yaa, lagi dong, ntar yang sebelah kiri iri loh,”
“Ngak akan, dia kan ngak liat,” jawabnya dengan wajah yang sudah merona.
“Liat, ayolah,” ucapnya sambil mendekatkan pipinya ke wajah Ayesha.
“Cup, udah kan?,”
“Hahahaha,
“yuk, jadi ngak naik ke atas menara Eiffel?,”
“Kok ay jadi takut ya mas, tinggi banget,”
“Hahahaha, tadi semangat benar lah sekarang bilang takut,”
“jadi ngak nih?,”
“Yuk, lah kita kesana dulu,” jawabnya.
Tiba di bawah menera Eiffel tersebut Ayesha ragu untuk naik melihat menera yang menjulang tinggi membuat gemetaran.
“Ay, panggil Ares sontak saja ia menoleh ke kanan, bertepatan dengan itu bibir mereka bertemu. Tampa menunggu lama Ares langsung Melu mat bibir mungil tersebut dan menahan tengkuk Ayesha dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sudah menarik Ayesha ke dalam dekapannya. Setelah tautan bibir mereka lepas Ares mengusap bibir Ayesha.
“gimana jadi ngak naik ke atas?,”
“Hahahaha, ngak mas.,”
“Yakin, ntar ke bawa mimpi,”
“Ih, apa an sih,” ucapnya sambil cemberut.
“trus kita ke mana lagi?,”
“Balik ke hotel aja lah mas, lelah huaaaa,” ucapnya manja sambil memeluk Ares.
“Hahahaha, ya udah ayok kita balik,”
Ares segera melajukan mobilnya menuju hotel, Karna sang istri udah kelelahan tak berapa lama Ayesha sudah terlelap di mobil.
🍂 🍂 🍂
Jangan lupa like komen dan hadiahnya ya.😉😅
Wasalam.💞💞💞
__ADS_1