
Mata Ayesha membola melihat siapa yang datang.
“Kaka, ucapnya dan langsung berhamburan ke dalam pelukannya.
Ya, yang memanggil Ayesha itu adalah Hanum anaknya bunda Afifah, yang di paksa pulang oleh bundanya.
“Ngak nyangka ya, Adek kecil Kaka udah nikah aja, Selamat ya sayang semoga langgeng dan bahagia selalu, dan moga Azam cepat dapat Adek yaa, ucapnya lalu mencium pipi Ayesha.
“Selamat ya ay, semoga bahagia selalu, ucap suaminya.
“Makasih doanya kak, Rayhan sama Rayna mana kak?,”
“Tu lagi sama bunda dan Azam, ya udah Kaka pamit ya mau ke bunda tu udah antre di belakang,” ucapnya sambil melirik ke belakang.
“ya, Kaka jangan pulang dulu ay masih kangen,”
“Oke cantik,”
Setelah Hanum dan suami turun tamu berikutnya adalah Nayra dan putri.
“Selamat ya ay, semoga langgeng dan SAMAWA,” ucapnya sambil memeluk Ayesha,”
“Aammiin,”
Lalu beralih ke Ares.
“Selamat ya bang Atas pernikahannya, semoga bahagia,”
“Ya Nay,”
Setelah Nayra berlalu kini giliran putri yang memberi ucapan selamat.
“selamat ya atas pernikahannya, semoga cepat dapat momongan,” ucapnya.
“Makasih put doanya,”
“Bang, jangan terlalu usil sama kak Ayesha kasihan dia,” ucap putri.
“ais kau ini ngomong apa an sih, jawab Ares sambil mengacak rambut putri.
“abang Ais, rusak kan jadinya,”
“hahaha,” ya maaf,”
Ayesha merasa lelah Melani tamu undangan yang begitu banyak, rata rata mereka dari kolega bisnis Ares dan Daddy-nya.
“Bang, udah capek nih kapan kelarnya?,”
“Hihihi, nikmati aja ay, momen ini ngak akan bisa di ulang lagi,”
“Tapi bang ay udah lelah, tamunya masih banyak udah jam segini juga,”
“Ya sabar palingan sejam lagi kelar kok,”
“Kalau ay pingsan jangan panik ya,”
“Jangan ngomong gitu dong,”
“Hahaha, canda bang,”
Tak lama, tamu mulai sepi yang tinggal hanya keluarga inti saja.
“Akhirnya, sepi juga, ucap Ayesha.
Selesai acara mereka memutihkan akan untuk istirahat di kamar masing masing.
“Hufff, lelahnya,” keluh Ayesha.
“Hahahah, ya sudah berendam sana biar nadanya ngak pegal,” ucap Ares.
“Hm, iya, Dengan susah payah Ayesha membawa baju pengantin kekamar mandi, tiba di dalam ia membuka baju tersebut, setelah lepas ia langsung berendam ke dalam bathtub untuk merilekskan ototnya yang kalau Karna terlalu lama berdiri.
__ADS_1
Hampir satu jam Ayesha berendam setelah itu ia keluar dengan menggunakan baju tidur yang ia Simpan di dalam tas kecil miliknya, setelah Ayesha keluar kini giliran Ares yang membersihkan dirinya. Tiga puluh menit berlalu Ares selesai dengan ritualnya di kamar mandi dan setelah itu ia memakai pakaian yang sudah di sediakan oleh Ayesha.
“ais, udah tidur ternyata,” ucap Ares saat melihat Ayesha sudah terlelap nyenyak dan pandangan matanya beralih pada kaki putih milik Ayesha lalu turun ke telapak kaki yang memerah.
“Kenapa ngak bilang sakit sih yang, malah bilang capek,” gumam Ares pelan.
Lalu ia membaringkan tubuhnya di samping Ayesha dan memeluk erat sang pemilik hati.
“ummh, lenguh Ayesha karna merasa sesak di peluk terlalu erat oleh Ares.
“ay,” bisik Ares di telinga Ayesha.
“Hm..,”
Cup..satu kecupan mendarat mulus di pipi Ayesha.
“Ya,” panggilnya lagi.
“Hm..,” dengan mata terpejam Ayesha masih merespons ucapan Ares.
Tentu Ares senang bukan main, perlahan ia mulai mengecup kedua pipi Ayesha lalu beralih ke bibir, ia menyasap bibir ranum itu dengan sangat lembut, kedua tangannya menahan tangan Ayesha dan menautkan tangan mereka di sela jadi Ayesha, ciuman yang tadi di bibir kini beralih ke leher jenjang dan mengecupnya serta menggigit kecil,
“Ah...******* Ayesha lolos begitu saja.
“ay,” panggilnya lagi,”
Ayesha membuka matanya dan melihat Ares sudah berada di atasnya.
“Ay, apa boleh malam ini?,”
“Bo...boleh apa mas?,”
“mengarungi indahnya malam pertama,”
Deg...Ayesha tak menyangka jika Ares meminta hak nya secepat ini, ia sudah payah pura pura tidur sedari tadi namun di luar dugaan Ares berhasil membuat ia bangun. Siap tak siap ia harus memberikan hak suaminya malam ini.
“tapi mas, ak...,”
Ayesha melihat Ares yang merajuk jadi khawatir kalau ia akan marah dan kecewa pada dirinya.
“Mas, aku siap kok dan ikhlas memberikan apa yang sudah jadi milikmu,” jawabnya sambil senyum dengan muka yang sudah bersemu merah.
“Yakin?, bukan Karna terpaksa atau kasihan sama aku kan?,”
Dengan cepat Ayesha menggelengkan ke papanya.
Cup...
“Makasih sayang,”
Dengan semangat yang membara, Ares mencu**bu Ayesha hingga membuat pujaan hati mendenguk nik matnya, belaian yang di berikan Ares.
“ammmht, lenguhnya saat Ares dengan lihainya bermain di puncak dadanya secara bergantian.
“aku menginginkan mu lebih dari ini,” bisik Ares di telinga Ayesha.
Ayesha mengangguk kecil sebagai jawabannya, dengan perasaan gusar ia membiarkan Ares melakukan apa yang harus ia lakukan.
“Aku mulai yaa,”
“Hm..”
Keperkasaan yang dimiliki Ares sudah berdiri dengan gagahnya, memasuki gerbang Ayesha yang dikira sudah usang ternyata belum tersentuh sedikit pun, membuat ia sedikit heran Karna tak mampu menerobos gerbang tersebut. Saat akan mencoba lagi ia melihat Ayesha meringis menahan sakit.
“Ay, kau...?,”
Ayesha yang paham maksud dari pertanyaan Ares ia hanya bisa mengangguk lalu menatap mata Ares dengan intens. Tiba tiba saja Ares mundur teratur dan merebahkan dirinya di samping Ayesha sambil mendekap Ayesha.
“Mas,” panggil Ayesha ia merasa khawatir melihat sikap Ares yang berubah.
“hm...”
__ADS_1
“Mas ak...,”
“Aku lelah ay, besok saja kita lanjut ya,” jawab Ares yang sudah memejamkan matanya.
Namun Ayesha tak menyerah, ia ingin Ares tau alasan kenapa ia menyembunyikan statusnya.
“Mas,” namun Ares tetap diam, Karna tak ada respons dari Ares, Ayesha mulai terisak kecil ia tau kalau Ares marah Padanya.
“jangan nangis ay, aku ngak marah kok, maaf kan aku yang ngak bisa melanjutkan permainan ini,”
Ayesha mengeleng dan menatap Ares.
“Aku mintak maaf mas, karna sudah berbohong tantang..,”
“Udah, ceritanya besok saja, serius aku ngak marah sama kamu kok ay,” untuk meyakin sang pemilik hati Ares mencium pipi Ayesha bertubi tubi.
“benaran ngak marah kan,” ucapnya Karna kurang yakin.
“Iya sayang, Karna besok ada kejutan untuk mu, jadi lebih baik malam ini kita istirahat,” ucapnya sambil mencium pipi Ayesha.
🍂🍂🍂
Pagi hari.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi, tak ada yang berbicara saat menyantap makanan di piring mereka masing masing kecuali celotehan tak jelas dari pria kecil itu, hingga orang mendengarnya tersenyum.
Usai sarapan Arkan memberikan sebuah amplop pada pasangan yang baru halal tersebut.
“Dad, ini apa?,” tanya Ares.
“Buka dan bacalah,” jawab Arkan.
Ares membuka amplop tersebut lalu membacanya berdua dengan Ayesha, mata mereka melebar sempurna.
“Dad,” seru keduanya.
“iya, itu tiket honaymoon kalian ke Paris selama seminggu.
Setelah itu mereka segera kembali ke rumah masing masing, Ares dan Ayesha segera mengemasi barang barang mereka Karna mati siang akan berangkat ke kota Paris.
🍂 🍂 🍂
Semoga lolos yaa.
Jangan lupa like komen dan vote yaa.
Wasalam.💞💞💞
__ADS_1