
Pagi harinya.
Selesai sarapan pagi mereka memilih bersantai di taman belakang, sedangkan Nayra sudah pulang di antar oleh sopir, sementara bunda Afifah juga sudah minta pulang ke panti tapi tuan rumah belum mengasih izin.
“Ay ayolah, bunda ingin pulang nak, bunda kangen sama adik adikmu, udah tiga hari bunda disini,"
“Iya, nanti siang ay akan antar bunda,” kekehnya.
“Sekarang aja lah sayang ya, ya,” rayunya lagi.
“Hihihi, ya udah kita bilang ke mommy dulu ya,”
“Mom, dad, bunda ingin pulang ke panti pagi ini?,”
“apa ngak nanti siang aja buk?,” tawar Joahua.
“kalau boleh sekarang saja lah nak,”
“Ya sudah ayo kami antar, yok mi sekalian kita jalan jalan?,”
“Yok,”
“yes, jalan jalan teriak Randi,”
“Ais kau ini kek ngak pernah jalan jalan aja dek,”
“Jarang kak, Daddy sama mommy sibuk,”
“Ya sudah ayo kita siap siap?,”
Semuanya kembali kamar masing masing untuk membersihkan tubuh mereka dan yang paling repot Ayesha Karna harus mengurus si pria kecil dulu, apa lagi ia baru bisa jalan membuat Ayesha mengejarnya Azam kesan kemari yang tak bisa diam sedetik pun.
Setelah satu jam bersiap siap kini mereka sudah menuju panti di mana Ayesha di besarkan.
“Mom, beli camilan dulu dong,” ucap Randi.
“Ya, nanti kita di beli supermarket,”
Hampir satu jam perjalanan tak membuat mereka bosan Karna ada hiburan dari Azam dan Randi yang ada aja ulahnya membuat perjalanan terasa singkat, apa lagi setelah mendapat camilan yang membuat mereka tak ada hentinya untuk ngemil sambil ribut ribut kecil.
Tak terasa kini mereka sudah tiba di panti dan segera turun Karna si kecil Azam sudah tertidur.
Sambil menunggu makan siang, Ayesha dan Randi bermain dengan anak anak panti.
“Mom, masih lama ngak makanannya tiba?,” tanya Joshua.
“Bentar lagi dad,”
Tak berapa lama datang mobil bok mengantar makan siang mereka, membuat anak anak heboh dan gembira. Pegawai restoran tersebut menurunkan semua makanan yang telah di pesan dan membawanya ke ruang makan, atas perintah Joshua. Setelah mobil itu pergi, Ayesha mengajak anak anak makan siang bersama.
“Astaga, ini terlalu banyak nak,” ucap bunda Afifah.
“Ngak apa buk, nanti bisa di panas in lagi, buat makan malam,” jawab Miranda.
“Ya sudah ayo kita makan dulu, habis itu baru main lagi ya,” ucap bunda Afifah.
“Ay, Azam belum bangun?,”
“Belum mom, mungkin kelelahan,”
“ini simpan dulu sop-nya, nanti panasin lagi,” ucap Miranda sambil memberi semangkok sop pada Ayesha.
Ayesha segera menyimpannya di lemari penyimpan makanan, setelah itu ia kembali bergabung dengan yang lain.
Selesai makan Ayesha membantu yang lain membersihkan sisa makan tapi belum selesai Cantika sudah datang mengendong Azam yang sudah nangis.
“Kak,
“mmm....Mimi...mmmm,”
__ADS_1
Bersamaan dengan suara Cantika, Ayesha menoleh ke belakangan dan melihat pria kecilnya sudah mewek di tambah lagi hidung yang memerah Karna menangis.
“sudah bangun ya, sini sama Mimi,”
Azam yang sudah berumur sepuluh bulan lebih, Ayesha memberinya minum air putih lalu setelah itu ia memanaskan SOP yang di beri mommynya tadi, dan mencampurnya dengan nasi yang sudah sedikit di haluskan. Dengan telaten ia menyuapi Azam sampai makanan itu habis hingga tak tersisa, Ayesha membawa Azam ke kamar untuk mandikan pria kecil nan tampan Karna makan yang berlepotan membuat baju dan juga pipinya yang gembul menjadi kotor dan berantakan.
“Apa sudah selesai?, jadi ngak kita jalan jalannya?,”
“jadi dong dad,” jawab Randi cepat.
“apa sudah selesai ay?,”
“Sudah dad,”
“ buk kami pulang dulu ya, sekalian mau ajak anak anak jalan jalan, kalau ada waktu luang kami sekeluarga akan main kemari lagi,”
“ya, maaf sudah merepotkan kalian, hati hati di jalan,”
“ngak repot kok buk, malah senang bisa sering sering kemari,” jawab Miranda.
“Bun, kami pamit ya, jaga kesehatan jangan terlalu capek, kalau ada apa apa langsung terlpon ay ya Bun,”
“Ya, hati hati di jalan,”
“Ya, buk kami berangkat dulu, assalamualaikum,”
“Wa’alaikumsalam,” jawab bunda Afifah.
Joshua sudah bergerak meninggalkan panti, dan berjalan menuju tempat wisata, Ayesha yang lagi asik berfoto dengan Azam dan mengirimnya pada ares. Dengan tulisan “jalan jalan perdana Azam bareng Mimi” lalu mengirim ya pada Ares.
Drt..drt...Tampa menunggu lama Ares segera membuat panggilan videocall.
“Hy bang?,”
“Kok ngak ajak ajak sih ay?,”
“emang udah bangun?,”
“eleh bohong,”
“Serius,"
"ya udah langsung jalan aja ke pantai, kami tunggu di situ,”
“benaran ay,” dengan mata berbinar.
“Iya, udah cepatan mandi, bauknya sampai sini,” ucap Ayesha sambil ngakak.
“Mana ada, ya udah aku siap siap dulu, tunggu in yaa,”
“Hm, iya,”
Tak lama Joshua dan keluarga sudah tiba di pantai yang indah dan rame Karna hari libur banyak pengunjung yang berlibur. Dengan semangat Randi langsung mengambil alih Azam dari gendongan Ayesha dan membawanya bermain air laut dan membuat istana pasir.
“Ran, jangan terlalu dekat ke bibir pantai nanti ke seret ombak loh,”
“Ngak dekat kok kak,”
Ayesha mengawasi Randi dan Azam yang lagi asik dengan dunianya, Randi yang masih kelas dua SMP, jiwa anak anaknya masih membara. Ayesha tersenyum melihat tingkah dua orang yang ada di depannya, begitu juga dengan Joshua dan Miranda.
“Gimana mom, udah segar belum perasaannya?,”
“Lumayan dad,”
"harus ikhlas ya mom, Ayesha juga butuh pendamping,"
"ya dad, mungkin baru merasa bahagia baru bertemu dengannya tapi dia sudah ada yang memilikinya,"
"ya, bersyukur aja mom, jodohnya datang cepat,"
__ADS_1
"mommy bersyukur kok dad, cuma belum ikhlas aja,"
"sama aja namanya mom," ucap Joshua sambil menarik hidung Miranda.
"sakit dad,"
"mau yang enak?,"
"ngak,"
"hahaha,"
Tak lama Ares datang, setelah memarkir mobilnya ia segara menghubungi Ayesha. Setalah tau di mana keberadaan Ayesha, Ares segera menyusul dan tau jauh dari ia berdiri Ares melihat Ayesha ketawa lepas bersama Azam dan Randi.
“wah, asik benar ni?,”
“Eh, cepat juga nyampenya,” jawabnya sambil senyum.
“Ya dong, lagi main apa?,”
“Noh liat mereka main pasir bang, ay Cuma jadi bodyguard mereka berdua,”
“Dek, udahan yuk, tu lihat Azam seluruh tubuhnya kena pasir, besok lagi mainnya,”
“Ya kak,”
“Abng tunggu dekat mommy aja dulu ya, aku mau bersih in mereka berdua nih,”
“Hm, ya udah,”
Ayesha segera membawa Azam dan Randi ke toilet yang ada di sekitar pantai, tapi sebelumnya ia mengambil pakaian dan peralatan mandi di mobil untuk dua pria tampan yang beda usia itu.
Hampir satu jam Ayesha dan dua pria tampan itu baru selesai membersihkan diri, alhasil Ayesha basah kena cipratan air mandi azam.
“Wah, udah mandi lagi ya, cucu nenek,” Azam hanya nyengir sambil melihatkan gigi susunya yang baru tumbuh.
“Kita kemana lagi sekarang nih?,” tanya Joshua.
“ke pasar malam dad,” jawab Randi.
“Dimana dek?,”
“Itu di gang sana ngak jauh kok dari sini, boleh ya dad?,”
“pergi sama Kaka mu saja lah, kan sudah ada Ares nih, Daddy sama mommy mau pulang ingin istirahat, gimana nak Ares ngak keberatan kan?,”
“Ngak om, dengan Senang hati malah,”
“ya sudah kalau begitu Daddy pamit dulu ya, kalian hati hati jangan pulang terlalu malam,”
“ya dad, jawab Ayesha dan Randi,”
🍂🍂🍂
Jangan lupa pajaknya yaa😥😥😥
selalu up dua bab, tapi pajaknya berkurang, kasih semangat dong, dengan setangkai mawar serta secangkir kopi.
jangan lupa like dan komen ya.😅😉
Up-nya dari kemaren dua bab, moga aja hari lolos ya, Aammiin.
__ADS_1