Mommy Ara

Mommy Ara
81. S2. Welcome the Paris


__ADS_3

Jam 4 sore Ayesha dan sang suami serta keluarga sudah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta untuk mengantar pengantin baru itu pergi honeymoon, Azam yang tidur di pangkuan Ayesha dengan sangat pelan Miranda mengambilnya dari dekapan Ayesha agar ia tak bangun.


“Pulang dari Paris kalian harus bawa kabar baik yaa untuk kami,” ucap Ara.


“Jangan lupa oleh olehnya kak,” sambung putri.


“Ya, doa in aja selamat PP dan insya Allah semua doanya terkabul,” jawab Ares.


“Ya sudah mom kita berangkat, pamit Ayesha pada semuanya setelah memeluk mommy Miranda dan mommy Ara serta bunda Afifah lalu kedua Daddy-nya serta adik adiknya dan tak lupa mencium pipi Azam, begitu juga dengan Ares.


Penerbangan ke Paris memakan waktu lebih kurang sekitar 16 jam, menggunakan pesawat pribadi milik Daddy Arkan mereka segera naik burung besi tersebut, sebelum pintu pesawat di tutup pasangan pengantin baru itu melambaikan tangannya untuk salam perpisahan. Setelah duduk dan memasang sabuk pengaman Ares dapat melihat ketakutan didiri Ayesha tangan yang gemetar serta berkeringat.


“apa kau takut sayang,” tanya Ares ambil menggenggam tangan Ayesha.


“Iya mas, ini kali pertama buatku naik benda ini,” ucap sambil menekan rasa takutnya saat pesawat akan lepas landas.


“tenang, dan ngak usah takut,”


Ares kembali menggenggam tangan Ayesha dan meyakinkan sang istri jika semua akan baik baik saja.


Setelah beberapa jam mengudara, perasaan Ayesha juga sudah lebih baik.


“Ay, boleh tanya sesuatu?,”


“Boleh, mau tanya apa mas?,”


“sebenarnya kamu masih bersegel?,”


Ayesha segera melirik ke arah Ares, dengan wajah yang merona ia ingat kejadian semalam, dengan anggukan ia menjawab pertanyaan Ares.


“sekarang jujur sama aku sayang,” ucapnya lalu meraup bibir mungil yang ranum itu.


“Sebenarnya Azam itu di adopsi dari panti tempat ay dibesarkan dengan bantuan Daddy,” jawabnya. Lalu menunduk ia takut Ares marah padanya.


“jadi...”


“maaf mas ay Cuma mau tau, seberapa besar rasa cinta dan sayangnya mas ke ay, Karna kita baru kenal udah bilang cinta dan dengan beraninya mas nyuri ciuman pertama ay, ay takut aja kalau mas itu hanya menyukai ay Karna naf su bukan cinta, tapi setelah bertanya beberapa pertanyaan di pantai waktu itu ay baru yakin kalau mas itu benar cinta dan sayang sama ay, maaf ya mas kalau ay udah ngepreng mas,”


Cup,


“Aku ngak marah sayang, hanya kaget aja, tapi percaya lah malam itu hatiku bersorak gembira Karna tau jika kamu masih peraw*n, makanya aku rela menahan gejolak di jiwa untuk sementara waktu, Karna Daddy bilang dia udah nyiapin tiket buat kita honeymoon tapi ngak akan ke Paris, sumpah demi apa pun semalam aku susah payah menekan rasa hasrat itu tapi nanti saat tiba di tujuan jangan harap kamu bisa lepas sayang karena  akan ada hukum buatmu,” ucapnya panjang lebar sembari memberikan tatapan genitnya.


Glek


Dengan susah payah Ayesha menelan ludahnya sendiri mendengar kalimat akhir yang di ucapkan oleh Ares, sudah di pastikan mereka akan berada di kamar seharian Tampa ada jalan jalan.


“ais, semoga saja di berobah pikiran,” ujarnya dalam hati.


Akhir mereka tiba juga di tempat tujuan setelah lama mengudara dengan burung besi tersebut.


“Ayo sayang kita segera ke hotel, untuk istirahat,” ucapnya sambil menyeringai.


Sepanjang perjalanan menuju hotel Ayesha tak henti hentinya berdecap kagum melihat indahnya kota Paris, hingga pria tampan yang ada di samping terabaikan.


“Wah, lebih indah pemandangan dari pada pria tampan di sebelah mu ya sayang,” ucap Ares.


“hm..iya, jawab polos Ayesha Tampa melihat ke Ares, Ayesha yang belum sadar jika orang di sebelahnya sudah ketawa kecil melihat tingkah Ayesha.


Tak berapa lama mereka sudah tiba di hotel yang di booking  oleh Daddy Arkan setelah check in Ares segera membawa sang pemilik hati ke kamar untuk beristirahat.


Tiba di lantai dua hotel tersebut, Ares segera membuka pintu dan masuk ke dalam ke dalam kamar beserta sang istri, lagi lagi Ayesha berdecap kagum Karna melihat interior kamar. Tampa menunggu lama Ayesha merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk dan luas tersebut.


“mandi dulu sayang, habis itu baru istirahat, ucap Ares yang mendekap Ayesha yang lagi rebahan di ranjang.


“boleh tidur bentar mas?,”


“Ya udah, aku mandi dulu habis itu kamu ya,” ucap Ares sambil mencium kening Ayesha.


“hm...,”


Setelah Ares masuk ke kamar mandi Ayesha menyusun baju baju mereka dalam lemari yang di sediakan lalu menyiapkan baju tidur untuk Ares dan juga dirinya. Dua puluh lima menit berlalu Ares sudah selesai dengan ritualnya di kamar mandi, setelah itu Ayesha pun membersihkan dirinya.


Tak berapa lama ia keluar dengan pakaian tidur lalu menuju meja rias untuk merapikan rambut serta memoles sedikit wajahnya.

__ADS_1


“Sayang, kita makan di kamar aja ya,”


“Hm..boleh deh,”


Ares terus memperhatikan Ayesha dari atas ranjang sembari memainkan ponselnya. Selesai dengan kegiatannya di depan cermin Ayesha berjalan menuju balkon kamar dan melihat indahnya bulan malam ini serta ribuan bintang yang bertaburan, seulas senyum terpatri di sudut bibirnya.


“Bintang itu permata dunia, sedangkan kamu permata hati ku,” ucap Ares tiba tiba sambil memeluk Ayesha dari belakang.


Blus...wajah merona Ayesha saat mendengar ucapan Ares.


“hihihi, gombal,” ucapnya padahal hati nya bersorak gembira.


“benaran sayang,” ucapnya sambil mencium pipi Ayesha.


Lalu Ayesha memutar badannya untuk menghadap Ares.


“Jangan berbalik,”


“Na...?,”


Ares langsung menyesap lembut bibir Ayesha dengan lembut, lama kelamaan menjadi lu ma Tan kecil, Ayesha membalas ciuman itu tak kalah manisnya, mereka menikmati indahnya berciuman di bawah cahaya bulan, suara bel menyudahi aktifitas mereka.


“Kan udah di bilang jangan berbalik ke belakang, ciuman kan jadinya,”


Bug...


“Modus,”


“Hahahaha, ya udah tunggu disini ya aku ambil makanan dulu sepertinya itu makan kita yang di antar, makan di sini aja,”


“Ya baiklah,”


Ares segera membuka pintu dan benar saja pegawai hotel mengantar makanan yang di pesan Ares tadi, lalu ia mengambil alih troli makanan tersebut dan mendorongnya hingga ke balkon di mana sang istri berada.


Ares melihat Ayesha sudah duduk manis di kursi yang ada di balkon tersebut.


“Sini ay bantu,” ucapnya sambil mengambil alih troli tersebut dan mengambil makanan.


“kita makan sepering berdua saja ya ay?,”


Ayesha hanya mengisi satu piring saja lalu duduk di samping Ares, belum sempat pinggulnya duduk Ares lebih dulu menariknya hingga Ayesha terduduk di pangkuannya.


“Ais, bikin kaget aja deh ih, lepas dulu ay duduk di situ aja ya,”


“Ngak, duduk disini saja,”


“Bagaimana bisa makan seperti ini?,”


“Bisa, kan lebih romantis seperti ini,”


“elehh modus,”


“Ayo kita makan abis itu aku mau makan kamu,”


“baru tau kalau suami ay kanibal,”


“Hahahaha, tenang ini kanibal ya ngak bikin kamu sakit kok tapi...ah sudah lah, rasain aja nanti,”


Dengan posisi masih di atas pangkuan Ares, Ayesha menyuapi suami dan setelah itu dirinya walau rasa tak nyaman tapi mau bagaimana lagi sang pujaan hati tak membiarkan ia beralih tempat.


“Mas, aku duduk kursi itu aja ya,” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya berharap Ares akan mau memberinya kesempatan.


“Ngak, jangan beralih tempat, apalagi hatimu, ngak boleh ada orang lain selain aku disini, ucapnya sambil menunjuk dada Ayesha.


“ya ya, serah lah,”


Usai makan mereka membersihkan sisa makanan tersebut lalu meletakkannya di atas troli, setelah itu bergegas membersihkan diri.


Ares yang lebih dulu selesai memilih menunggu Ayesha di ranjang sembari duduk, tak lama Ayesha keluar dan melangkah menghampiri Ares, dengan sigap Ares menarik tangan sang istri hingga Ayesha duduk di pangkuannya.


“Apa kau sudah siap?,”


“udah, kan baru keluar mas,” jawabnya polos.

__ADS_1


“Bukan itu sayang,”


“Lah trus?,”


“siap untuk malam indah kita,” ucap Ares sambil mengecup singkat bibir Ayesha.


Deg...ada rasa takut dan juga malu. Karna tak ada jawaban dari Ayesha Ares mulai meraup bibir mungil nan tipis dan ranum itu lalu menya sapnya, puas di benda kenyal itu, Ares beralih ke leher janjang menciumnya serta menggigit kecil hingga De sahan lolos begitu saya dari mulut Ayesha.


Ares memutar tubuhnya, Ayesha terjatuh di atas kasur yang empuk dengan mudah ia memulai aksinya, setengah tubuh Ayesha berada di atas ranjang dan setengah lagi menjuntai ke bawah, Ares kembali Melu mat bibir mungil Ayesha, dan tangannya yang sudah mulai menjelajah serta berkelana kesana kemari membuat Ayesha makin tak tahan akan rasa yang baru saja ia rasakan. Penjelajah itu berhenti di perbukitan yang masih arsi perlahan ia menyingkirkan penutup bukit tersebut, Tampa menunggu lama lagi Ares mengangkat tubuh Ayesha hingga ke tengah ranjang lalu melepas benda apa saja yang menghambat aktivitasnya begitu juga dengan dirinya.


“Ahh, lenguh Ayesha saat bibir Ares memainkan benda kecil yang ada di atas bukit miliknya secara bergantian.


Serti bayi yang kehausan Ares tak melepas benda kecil itu hingga ia puas Tampa menghiraukan lenguh an dan de sah an kenik matan dari sang pemilik hati.


“sayang aku mulai ya,”


Anggukan kecil dari Ayesha membuat semangat Ares makin bertambah, perlahan ia mulai mengerahkan senjatanya ke lawan yang seimbang dengan sedikit tekanan ia memulai maju mundurkan alat tersebut.


“Ah...sa....kit,” jerit Ayesha saat gerbangnya di terjang oleh senjata Ares yang perkasa.


Ares menghentikan aktivitasnya lalu mencium bibir Ayesha dan beralih ke dua bukit yang tadi ia singgahi, lama ia bermain di atas bukit tersebut sampai Ayesha melupakan rasa sakit itu, perlahan ia kembali memulai aktivitasnya.


“ahh, de sah, Ayesha


“Kau akan merasakan kenik matan sebentar lagi sayang,” ucapnya saat dirinya di Landa rasa nikmat itu sendiri.


Dengan gerakan cepat ia memompa, serta mencu mbu sang istri Tampa hentinya.


“Ammmh, lenguh Ayesha saat dirinya merasakan gelayar ke kenik matan di tubuhnya.


Cukup lama mereka bertempur hingga menyembur bersama, Dan akhirnya Ares tumbang di sisi kanan sang istri.


Cup...cup...Ares mencium Ayesha bertubi tubi, Tampa melepas pedangnya dari gerbang Ayesha.


“Makasih ya sayang, atas semuanya, Love You,” ucapnya sambil memeluk Ayesha.


“Ya mas, love you to,” ucapnya sambil membalas pelukan Ares.


“Jangan tidur dulu masih ada sesi kedua, ketiga, dan selanjutnya,”


Bug...bug...


“Aku lelah mas,”


“Baru satu kali udah lelah aja,”


“Aku tak akan membiarkan mu tidur malam ini sayang,” ucapnya sambil meraup bibir Ayesha.


Tak berapa menit Ares kembali menyerang sang istri Tampa ampun, mereka bermain hingga menjelang subuh, Karna sudah terlalu lelah, Ares menyudahi permainan tersebut, dan mendekap Ayesha untuk membawanya ke alam mimpi yang indah.


🍂🍂🍂 


Ini bab terpanjang, semoga lolos.


Jangan lupa bagi bagi vote, dan hadiahnya yaa, serta like dan juga komen.😉😘


Wasalam💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2