Mommy Ara

Mommy Ara
11. Permintaan Maaf Arkan


__ADS_3

Sore Hariny...


Ara bangun terlebih dahulu dan melihat Ares masih lelap dengan nyenyak nya, karna tak ingin membangunkan Ares, Ara pun langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Tak berapa lama Ara pun keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya.


Begitu juga dengan Arkan ia pun baru bangun tidur, setelah mengantar Ares ia memutuskan untuk langsung pulang dan beristirahat dirumah. Selesai membersihkan tubuhnya Arkan duduk di balkon kamarnya sambil memikirkan bagaimana caranya ia meminta maaf pada Ara karna ia benar benar merasa bersalah.


Arkan begitu lama bergelut dengan pikirannya, Hinga tak terasa hari sudah mulai gelap, Arkan memutuskan untuk segera menuju ruang makan karna ia akan menjemput Ares setelah selesai makan malam.


Setibanya dirumah Ara, Arkan menekan bel. Tak lama pintu pun terbuka ternyata Ara yang membukanya.


"hm...Ara bisa kita bicara sebentar? tanya nya dengan sedikit ragu.


"emang mau bicara apa tuan?


"oh..itu aku...aku mau mintak maaf pada mu dan sepertinya Ares sangat bahagia didekat mu, dan maka dari itu maukah kau memaafkan kekhilafan ku?


"hufff....aku butuh waktu, masuklah putra mu ada didalam, ucap Ara sambil berjalan menuju ruang tengah, namun tiba tiba Arkan menghentikan Ara.


"Ara tunggu, ujar Arkan sambil memegang tangan Ara, sontak Ara pun berhenti & menoleh ke arah Arkan.


"apa lagi tuan Arkan? tanya Ara yang sedikit kesal.


"jujur...aku sebenarnya cemburu melihat Ares dekat dengan mu, sementara aku deddy-nya ia tak sebegitu nya dengan ku, karna rasa cemburu itulah aku khilaf dan berkata tak sopan pada mu, tapi aku sadar selama ini aku memang tak banyak waktu untuk nya menemaninya bermain, karna aku lebih mementingkan. bisnisku dari pada dirinya, aku Menganti janji yang ku ingkari dengannya sebuah mainan yang paling iya sukai, dihadapan ku ia menerimanya dengan hati yang gembira tapi dibelakang ku ada kesedihan yang tak aku tau, tapi bersamamu kau selalu mengutamakan dia menemaninya bermain dan menghabiskan waktu bersama, jadi aku mohon maaf atas kesilafan ku pada mu, ucap Arkan dengan tulus.


Ara yang sedari tadi mendengar penuturan Arkan hanya menyimak saja tapi ada sedikit iba di hatinya atas pengakuannya yang telah mengabaikan putranya demi bisnisnya.


"jujur saja, sebenarnya aku belum bisa melupakan rasa sakit atas penghinaan mu, tapi aku hanya manusia biasa yang juga tak luput dari kesalahan, dan sudah sepantasnya aku memaafkan kesalahan orang termasuk anda tuan. Allah saja maha pemaaf masa hambanya dengan sombongnya tidak mau memaafkan sesamanya lagi pula anda sudah mengakui kesalahan anda, jadi saya harap untuk kedepannya anda harus bisa menghargai kebaikan orang lain.


"masuklah putra mu menunggu didalam, ucap Ara sambil melangkah pergi meningalkan Arkan.


Arkan masih tertegun mendengar ucapan Ara, ia tak menyangka kalau Ara sudah memaafkannya. Arkan pun menyusul Ara kedalam ia melihat putra lagi asik mewarnai.


"Ares Deddy mu sudah datang, ucap Ara.


Ares pun langsung menoleh ke arah deddy-nya, yang sudah berada di samping Ara ia pun berlari menghampiri Deddy nya.


"apa kita pulang sekarang, tanya Arkan.


"hm...baiklah.


"apa kau sudah selesai mewarnai gambar mu, tanya Arkan lagi.


"sudah Ded, Ares bersihin dulu Ded.


"oh..baiklah.


Selesai membersihkan perlengkapan menggambarnya, Ares pun langsung meminta izin pada Ara.


"mom...Ares pulang dulu yaa, besok Ares kesini lagi, ucapnya dan langsung mencium pipi Ara.


"hm...hati hati yaa, jawab Ara sambil membelai puncak kepala Ares dan mencium pipi Ares.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Satu bulan sudah berlalu, tangan dan kaki Ara sudah sembuh seutuhnya.


Ara tidak kembali bekerja di perusahaan Arkan tapi ia lebih memilih membuka usaha sendiri, kini Ara mulai merintis usahanya dari nol bersama dengan mamanya.


Ara membuka usaha sebuah cafe dari sisa uang tabungannya walau tak banyak nun masih sanggup untuk membangun usahanya, ia pun hanya menyewa sebuah ruko yang terletak tak jauh dari taman kota tempat yang strategis untuk memulai sebuah usaha.


Sudah hampir dua Minggu Ara & mamanya bolak balik dari cafe kerumah, berhubung mereka hanya memiliki dua orang karyawan jadi untuk memajukan usahanya Ara & mamanya harus turun tangan.

__ADS_1


Hari ini pelanggan lumayan rame Hinga Ara & mamanya beserta dua karyawannya kewalahan melayani pembeli, namun Ara bersyukur karna tiap hari ada aja pelanggan baru yang datang ke cafenya.


Ada pelanggan yang spesial hari ini buat Ara, namun ia tak mengetahui jika cafe ini milik Ara. Saat tiba didalam cafe ia kaget melihat Ara sedang duduk di meja kasir sambil melayani pelanggan dengan ramah.


"mommy...teriak Ares.


Ara yang mendengar suara yang sangat familiar ditelinga nya, ia pun menoleh kearah suara, mata Ara membulat melihat Ares dengan deddy-nya. Ara beranjak dari duduknya dan langsung menemui Ares dengan cepat Ares lari ke arah Ara dan langsung memeluknya. Ara pun membelai puncak kepalanya.


Ara membawa Ares ke salah satu meja dan menyuruhnya duduk dan di ikuti oleh Arkan dari belakang.


"Ares mau minum apa? tanya Ara.


"Ares mau susu coklat aja mom, ada ngak?


"ada, sambung Ara.


"mau minum apa tuan, tanya Ara.


"vanilla late.


"sebentar ya, saya buatkan, ucap Ara.


Ara pun pergi untuk membuatkan segelas susu coklat & segelas vanilla late untuk Ares dan deddy-nya, ia sengaja tak menyuruh karyawannya karna Ara akan membuatkannya langsung.


Ara sudah siap dengan dua gelas pesanan ayah dan anak itu, ia membawanya ketempat dimana Ares & Arkan duduk.


"ini untuk mu, segelas susu ia berikan pada Ares.


"ini tuan vanilla late nya, ucap Ara.


"terimakasih, ucap Arkan, Ara hanya menganggukan kepalanya.


Beberapa detik kehening yang terjadi, tak ada yang memulai bicara.


"iya..jawab Ara.


"cafenya bagus mom.


"hahaha...apa kau suka?


"sangat suka mom.


Sementara Arkan hanya memperhatikan interaksi ke duannya, ia akui Ara memang baik pada Ares.


"Res...kita pulang sekarang, ucap Arkan.


"mom..ini jam berapa? tanya Ares saat melihat jarum jam dipergelangan tangannya.


Ara mendekat dan melihat jarum jam menunjuk kan pukul 2 siang.


"jam dua siang.


"yasudah kita pulang ya mom, besok Ares akan main lagi kesini, ucapnya.


"ya..hati hati, jawab Ara.


"ayo Ded.


"tunggu sebentar, ucap Arkan.


Arkan mengeluarkan uang dari dompetnya.

__ADS_1


"berapa semuanya, tanya Arkan.


"ngak usah tuan, biar saya yang traktir ucap Ara sambil senyum.


"oh..terimakasih, jawabnya Arkan pun berlalu pergi.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Ara duduk disalah satu kursi sambil memijit pelipisnya, cafenya sudah tutup 10 menit yang lalu, karna memang telah jam tutupnya, Ara menatap jam di dindingnya ia melihat sudah jam 10 malam, biasanya ia tutup jam 9 malam, karna ia membahas menu baru yang akan mereka sediakan kedepannya makanya ia telat tutup.


"mbak, panggil Rani salah satu karyawan Ara.


"hm....apa?


"kayaknya mbak banyak pikiran, kenapa mbak?


"ngak ada cuma lagi capek aja.


"oh yaa, mbak kenal dengan anak kecil yang tadi datang?


"kenal.


"oh..pantes mbak dipanggil mommy, mbak cantik sih dan mungkin juga ia mau mbak jadi mommy nya.


Ara melotot mendengar ucapan Rani.


"Sumbarangan kamu, masa aku nikah sama duda?


"biar duda tapi tampan loh mbak.


Mendengar ucapan Rani membuat Ara mematap malas, bagimana bisa karyawannya ini berpikiran sejauh itu, ada ada aja pikir ara.


"udah ah, aku mau pulang, kamu mau tidur disini atau mau pulang? tanya Ara.


"pulang lah mbak.


Ara & Rani segera mengunci cafe dan tak lama taksi yang mereka pesan sudah datang, Ara pulang bersama Rani karna rumah Rani tak jauh dari rumah Ara.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Sementara dikediaman Arkan, ia sedang berkutat dengan laptopnya. Arkan duduk di atas kasur mata yang fokus dan sangat serius dengan pekerjaannya, niatnya hendak tidur tapi tiba tiba leo mengirim file padannya. Akhirnya Arkan harus kembali bergadang, Arkan berniat menyelesaikan pekerjaannya malam ini karna besok ia ingin menghabiskan waktu liburan dengan Ares.


Ares masuk kedalam kamar deddy-nya dengan rambut yang sudah acak acakan dan membawa bantal guling miliknya.


"Deddy, dengan suara parau nya ia manggil.


"hm..kenapa? Arkan meletakkan laptopnya dan segera menghampiri Ares, kemudian digendongnya menuju kasur.


"kenapa bangun hm?


"Ares mau tidur sama Deddy boleh?


"boleh dong sayang.


Ares langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk deddy-nya tak lama dengkuran halus pun terdengar, Ares sudah terlelap dengan nyenyak nya.


Arkan pun mematikan laptopnya dan langsung menyusul Ares untuk menjelajahi alam mimpinya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Harap beri dukungannya, berupa like komen, dan vote.πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Wasalam.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2