
Tak lama keluarga Ares pun tiba di rumah Ayesha, Miranda dan Joshua serta Ayesha segera menyambut calon besan dan mantu mereka.
“Assalamualaikum,” salam Arkan.
“Waalaikum salam, selamat datang di rumah kami tuan Arkan dan keluarga,” jawab Joshua.
Mereka berjabat tangan dan setelah itu Miranda mengajak keluarga Ares masuk ke rumah lalu menuju tempat yang telah di sediakan oleh Miranda sebagai tuan rumah.
“mommy nya Ayesha cantik ya, pantesan putrinya cantik juga,”
“ nyonya bisa aja, nyonya juga cantik liat anak anaknya ganteng ganteng dan cantik,”
“Jangan panggil nyonya saya kira kita seumuran?,”
“Hahaha, baiklah kalau begitu,”
Ares terpana melihat Ayesha yang begitu cantik malam ini, tubuh mungilnya yang berbalut dress hitam dan rambutnya panjang disanggul ke atas serta polesan make up yang tak terlalu tebal membuat Ayesha begitu anggun malam ini dan poni di biarkan menjuntai.
“udah jangan liatin trus,” bisik putri.
“Apa an sih dek,”
“Res, cantik banget calon mu,” bisik Mita.
“Iya ma, makanya aku ngak sabar buat dapatin dia,” jawabnya sambil senyum.
Acara pun di mulai Arkan, Ares melamar Ayesha sekaligus bertunangan, dengan gugup ia berbicara pada Daddy Ayesha untuk mengutarakan niatnya.
“om, kedatangan aku kemari mungkin sudah di kasih tau oleh Ayesha, malam ini aku dan keluarga ingin melamar putri om dan Tante sekaligus bertunangan dengannya, aku minta izin untuk mengikat putri om dengan kasih sayang serta rasa cinta yang aku miliki untuknya, dan menjaganya dengan segenap hati saya mohon restui kami untuk ke jenjang yang lebih serius lagi,” ucap Ares panjang lebar.
Para keluarga yang mendengar ucap Ares yang begitu panjang dan romantis membuat mereka ternganga terutama putri dan restu.
“Om dan Tante merestui kalian berdua ke jenjang yang lebih serius, dan tak ada alasan kami untuk tak merestui kalian, bukan kah niat baik itu harus di segerakan, semoga kalian bahagia.
“Bagaimana sayang, apa kau menerima lamaran putra tuan Arkan dan nyonya Ara?,” tanya Joshua pada putrinya.
Dengan anggukan Ayesha menjawab, Karna lidahnya terasa berat untuk mengatakan iya, saking gugupnya.
“Alhamdulillah,” jawab semua orang.
Ayesha melirik mommynya yang menghapus air mata, ia menggenggam erat tangan mommy Miranda pun membalas genggaman Ayesha lalu tersenyum pada putrinya.
Putri memberikan sepasang cincin pada Ares, yang sedari tadi ia pegang.
“Bang,” panggil putri.
“Ayesha maju ke depan nak,” pinta Ara.
Ayesha melangkah dan berdiri tepat di depan Ares.
Ares langsung memasangkan cincin di jari manis Ayesha, dan begitu juga sebaliknya, saat Ares akan mencium kening Ayesha.
“Mi...mi...teriak Azam,” sontak semuanya ketawa.
“Minta restu dulu bang sama putranya baru di cium miminya,” ejek putri.
Membuat para keluarga makin ketawa mendengar celotehan putri.
Azam langsung berjalan dengan langkah pelan menuju Ayesha, membuat orang gemes melihat tingkah Azam.
“azam,” panggil Randi.
Pria kecil itu mencari arah suara dan melihat Randi memegang mainan kesukaannya, dengan langkah lucunya ia segera ke Randi.
Setelah drama tentang Azam, acara seserahan pun di mulai, Ayesha menerima semua seserahan itu dan usai memberikan seserahan kini mereka menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
“kak, putranya gemesin banget deh, boleh bawa pulang ngak,”
“Coba pegang kalau dia mau,” Azam yang sudah duduk di pangkuan Ayesha.
Putri pun coba memegang pria kecil itu ternyata benar ia tak merespons sedikit pun.
“Ais, cuek amat sih dek?,”
“Dia emang gitu kalau baru liat,”
“Boleh cium ngak kak,” Ayesha hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Cup..putri mencium pipi kanan Azam, tak lama pria kecil itu menangis.
“Mimi..hiks...hiks...,”
“Ais pelit amat sih, baru dicium langsung ngadu dia sama miminya,” ucap putri.
Membuat Ayesha tergelak melihat tingkah Azam.
“Udah jangan dipaksa, nanti makin nangis Lo,” ucap Ara.
“Ya mom,” jawab putri.
“Azam, sini sama nenek,” ucap bunda Afifah.
Dengan cepat Azam pun merentangkan tangannya, bunda Afifah membawa Azam dalam dekapannya dan membiarkan Ayesha makan dengan keluarga calon suaminya.
Putri yang melihat Ares terus menatap Ayesha sementara makanan piringnya tak tersentuh, lalu memberi kode pada restu.
“Bang, piringnya pindah ya,” tanya Restu.
Sontak saja Ares melihat ke bawah ternyata masih ada, lalu ia melirik restu yang sudah asik makan tampa menghiraukan tatapan Ares.
“ais kau ini,”
Ares melanjutkan makannya sesekali memandang wajah cantik Ayesha.
Usai makan para orang tua membicarakan hari dan tanggal pernikahan anak anak mereka.
“Res, acara pernikahan kalian akan di adakan satu bulan lagi,”
“lama amat dad, apa ngak bisa lima belas hari?,”
“Kalu untuk akad aja besok pagi bisa di laksanakan, tapi kita mengadakan acara resepsinya sekalian jadi waktunya ngak keburu secepat itu,” jawab Ara.
“Kalau Ayesha gimana?,” tanya Ara.
“Kalau kemauan ay sih, menunggu wisuda dulu aja apa bisa?,” ucap nya sambil senyum ke Ares.
“What....?,” pekik Ares.
“Emang wisudanya kapan?,” tanya Arkan.
“Hahahaha, kalau itu om setuju, biar kita punya banyak waktu untuk mempersiapkan semuanya, bukan begitu tuan Joshua,”
“Ya, saya juga setuju,”
“Mom,” renggekkan Ares.
“trus gimana nak, mau yang satu bulan atau yang enam bulan?,”
“kalau begitu yang satu bulan saja,”
“ngak nunggu wisuda aja bang?,”
“kelamaan,”
“Hahaha, Ayesha ketawa renyah Karna berhasil ngerjain Ares.
“Untuk akadnya akan di adakan dirumah ini, iya kan mom,” ucap Joshua pada sang istri.
“iya, itu keinginan saya,” jawab Miranda.
“Ya kami setuju, untuk resepsinya kita adakan di hotel Loghan Group,” jawab Arkan.
“Tidak masalah,”
“Jadi kesepakatannya satu bulan lagi kita akan mengelar acara untuk putra putri kita,” sambung Joshua.
“Ya, ah baiklah semua sudah sepakat, Karna hari semakin malam kami pamit untuk undur diri, dan terima kasih atas jamuan makan malamnya,” ucap Arkan.
“Sama sama tuan Arkan, hanya itu yang bisa kami sediakan sebagai tuan rumah,”
Setelah berpamitan Arkan dan keluarga segera meninggalkan rumah Joshua.
“Kak,”
“astagfirullah, ucap Ayesha.
__ADS_1
“Hahahah, bahagia banget senyum trus,”
“ais kau ini, sudah ah Kaka mau istirahat,”
“Kak, demam ya pipinya kok merah,” goda Randi.
“Randiiiiiii, awas kau ya,”
Orang di teriaki udah kabur duluan, Ayesha mengejar Randi hingga mereka mengelilingi sofa, namun Ayesha belum dapat juga menangkap Randi.
“Coba aja kalau Kaka bisa tangkap aku, wleeee,”
Membuat Ayesha semakin panas Karna di ejek oleh Randi. Miranda yang melihat tingkah anak-anaknya seulas senyum terbit di sudut bibirnya, dan matanya pun berembun.
“Mom, kenapa sedih?,” tanya Joshua.
“Aku belum rela aja Ayesha menikah cepat dad, kita baru di pertemukan beberapa bulan yang lalu tapi sekarang dia udah...hiks..hiks...,”
Joshua hanya bisa memeluk istrinya Karna, ia tau ini pasti berat buat Miranda mengingat ia baru saja merasa bahagia.
“Mom,” panggil Ayesha.
Dengan cepat Miranda menghapus air matanya, dan memaksakan senyum pada putrinya.
“Ya, nak ada apa?,”
“Apa kalian sudah selesai Kajar kejarannya?,”
“Mom, jangan sedih lagi,” ucapnya sambil memeluk Miranda Tampa menjawab ucapan mommynya.
“Mommy ngak sedih sayang, itu tangis bahagia nak,”
“Mommy ngak usah bohong,” ucap dengan posisi masih memeluk Miranda.
Tidak ada jawaban dari Miranda membuat Ayesha yakin jika mommy masih bersedih.
“Malam ini ay mau tidur dengan mommy, apa boleh?,”
Dengan cepat ia mengangguk.
“lah, trus Daddy tidur sama siapa?,”
“Guling, jawab Ayesha dan Miranda bersamaan.
“Hahahahahah, kasihan Daddy,” jawab Randi.
“Ya udah malam ini Daddy tidur sama Azam dan juga Randi,” jawabnya.
Setelah selesai pembagian masalah tidur, kini Ayesha masuk kamar bersama sang mommy dan juga Nayra. Tak butuh waktu lama mereka sudah menyusuri mimpi masing masing.
🍂 🍂 🍂
Halo semua, mana nih hadiahnya🤭
Jangan lupa like, komen dan vote ya serta hadiah jangan sampai kececer ya.🙊😅
Ayesha
Azam
Semoga suka ya sama visualnya.😅🤭🤗
__ADS_1