Mommy Ara

Mommy Ara
14. Ucapan Terimakasih


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, Usapan lembut dari tangan Ara mengantar Ares ke alam mimpinya, Ara menatap Ares dengan lekat, mengapa setiap anak ini sakit ingin dekat dengan dirinya, apa karna ia terlalu sayang pada Ares. Entahlah hanya tuhan yang tau.


"tidur yang nyenyak sayang, dan semoga kau cepat sembuh, ucap Ara dan tak lupa mencium kening Ares, dan setelah itu ia menyelimuti Ares agar ia nyaman dalam tidurnya.


Setelah menyelimuti Ares, Ara memutuskan untuk keluar & pamit untuk pulang. Ara memegang gagang pintu dengan pelan, sementara Arkan juga memegang gagang pintu dari luar, jadilah keduanya sama sama membuka pintu yang satu menarik dari dalam dan yang satunya lagi mendorong dari luar, Dangan posisi Ara didalam Arkan dari luar.


Dua orang yang berbeda kelamin itu sama sama diam dan saling berpandangan, sadar akan apa yang telah terjadi, Ara segera menundukkan wajahnya karna ia merasa malu, saat saling pandang dengan Arkan dan jantung nya pun dirasa berdebar lebih capat.


Beberapa saat hanya kebisuan yang terjadi, akhirnya Ara memberanikan diri untuk mendongak karna ia harus segara pulang.


"tuan, Ares sudah tidur saya izin mau pulang, ucap Ara.


"iya, jawab Arkan sambil mengangguk.


Arkan pun segera mengeser tubuhnya dari pintu, Ara segera melangkah keluar dengan cepat, baru beberapa langkah menjauh dari kamar Ares, Arkan tiba tiba memangilnya sontak membuat Ara berhenti.


"Ara.


"iya, jawab Ara dan langsung membalik badannya menghadap Arkan.


"terimakasih, ucap Arkan.


"sama sama, jawab Ara disertai anggukan.


"saya pulang dulu, sambung Ara dan langsung melangkah pergi.


"iya, jawab Arkan, seketika Arkan ingat karna ia tadi yang mengajak Ara kesini, jadi ia juga harus mengantar Ara pulang, karna Ara tak membawa kendaraan.


Arkan pun segera menitipkan Ares pada mamanya, dan ia pun langsung keluar menyusul Ara, Ara yang hampir tiba di gerbang suara Arkan menghentikan langkahnya, Ara membalik badannya dan melihat Arkan mengejarnya.


"ada apa tuan?


"sudah ku bilang jangan panggil aku tuan, aku akan antar kamu pulang.


"tapi saya...


"udah jangan menolak, ucap Arkan cepat.


"hm..baiklah, tapi antar saya ke cafe saja.


"hm...


Arkan & Ara segera melangkah ke mobil, dan Arkan pun langsung melajukan mobilnya menuju cafe Ara.


"hm..maaf yaa, sudah merepotkan mu, ucap Arkan merasa tak enak hati.


"ngak apa apa, lagian saya juga ngak merasa direpotkan.


Tak ada lagi pembicaraan sampai ditujuan, suasana dalam mobil jadi sepi bak kuburan. Tak berapa lama mereka pun tiba dicafe Ara.


"makasih tumpangannya dan maaf jika harus bolak balik mengantar saya, ucap Ara.


"hm..ngak apa, saya juga mengucapakan terimakasih karna sudah mau memenuhi keinginan putra saya.


"hm...saya kedalam dulu, apa mau mampir dulu, ucap Ara basa basi.


"ngak usah, lain kali aja takutnya Ares nyariin saya.


"yasudah saya permisi, setelah itu Ara pun langsung keluar dari mobil Arkan.


Setelah Ara masuk kedalam cafenya, Arkan pun kembali kerumahnya dengan perasaan sedikit tenang.


"cie...cie...yang lagi habis jalan sama duren, ucap Rani saat melihat Ara masuk kedalam cafe.


"apaan sih, ucap Ara.


"kalau dilihat dari dekat pak Arkan ganteng juga ya mbak.


"ngak liat.


"is...mbak, masa ngak liat, apa mbak tutup mata saat dekat dengan pak Arkan?, Rani berdecak kesal.


"udah deh jangan pikir yang aneh aneh, ujar Ara.


"tapi benaran ganteng mbak, ucap Rani.


"yang bilang dia ngak ganteng siapa?, tanya Ara mulai kesal.


"cie...mbak Ara, akui pak Arkan ganteng, goda Rani sambil menaik turunkan alisnya.


"udah ah, kerja lagi sama ngapain juga bahas dia?


Ara langsung melangkah menuju meja kasir, ia malas meladeni Rani yang tak kan habisnya membahas Arkan.


"tunggu mbak, ucap Rani sambil menarik tangan Ara, Ara menarik nafasnya karna sudah mulai kesal dengan Rani.


"apa lagi sih?


"tadi dia nyariin mbak buat apa?


"ngak usah kepo deh, ada urusan sedikit, udah sana kerja.


ngak mungkin juga Ara menceritakan apa yang terjadi, lagian tak begitu perlu untuk diceritakan, pikir Ara.


"is..mbak ngak seru ah, ucap Rani kesal ia berlalu pergi.


Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah karyawannya yang satu ini, tingkat kepo nya yang ngak ketulungan. Tapi Ara senang saat melihat Rani kesal.


Ara duduk dimeja kasirnya dan mengamati sekitar, ia bersyukur pengunjung cafe ya ramai seperti biasanya, usaha yang ia mulai dari nol bersama mamanya kini hasilnya mulai sedikit memuaskan.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Sore ini Ara pulang lebih cepat, agar ia bisa menikmati makan malam bersama mamanya, karna sejak Ara membuka cafenya ia mulai jarang makan malam bersama mamanya.


Setibanya dirumah Ara segera membersihkan dirinya dan melanjutkan sholat magrib, selesai sholat Ara langsung menuju meja makan dan melihat mamanya sedang menata makanan.


Hanya suara dentingan sendok yang terdengar disela aktivitas makan malam antar Ara & mamanya, ibu dan anak itu makan dengan lahapnya seperti biasa.


Selesai makan Ara & mamanya memutuskan untuk bersantai diruang keluarga.

__ADS_1


"gimana perkembangan cafe Ra?


"lumayan bagus ma, tiap hari rame, jawab Ara sambil merebahkan kepalanya di bahu mamanya.


"Alhamdulillah, tapi kamu jangan terlalu capek ya nak, ucap mama Ara sambil mengusap punggung anak satu satunya.


"ya..maa, mama juga jangan terlalu kelelahan.


"iya sayang.


"ma...gimana besok kita ke makam papa, Ara kangen ma.


"ya..baiklah, besok habis sarapan pagi kita kemakam papamu.


"ya..sudah sekarang kita istirahat.


Ara dan mamanya mutuskan untuk beristirahat, setelah selesai sholat isya Ara pun merebahkan tubuhnya di kasur tak butuh waktu lama ia pun terlelap.


Dirumah Arkan.


Cekrek..


"Deddy, panggil Ares saat masuk kekamar Arkan.


"Ares lapar Ded, ucapnya.


Arkan tersenyum mendengar ucapan putranya.


"ayo, ucap Arkan sambil meraih tangan Ares & membawa nya kemeja makan.


Saat tiba dimeja makan, Arkan langsung mengisi nasi kepiring.


"sayang, kau mau lauk apa, biar Deddy ambilkan.


"ayam goreng saja Ded.


Setelah mengisi nasi dan lauk, Arkan pun memberikan piring tersebut pada Ares, Arkan memperhatikan putranya makan begitu lahapnya, seulas senyum terbit di bibirnya.


"ini minumnya, ucap Arkan.


"makasih Ded.


Ares menerima segelas air putih dari deddy-nya, ia langsung mendeguk nya Hinga tersisa setengahnya.


"ah...kenyang nya, ucap Ares.


"kalau kenyang kita ucap apa?, tanya arkan


"Alhamdulillah.


"anak pintar.


"sekarang kita tidur yuk, ajak arkan


"ayok.


Arkan dan Ares langsung menuju kamar, tiba dikamar Ares langsung berbaring di kasur, Arkan pun merebahkan tubuhnya di samping putranya tangan kekarnya mengelus dan mengusap kepala putranya dengan lembut.


"sangat sayang Ded, tapi mommy sudah di surga.


"ya...mommy Renata sudah di surga.


"Ares rindu sama mommy Renata Ded.


Arkan menarik nafasnya, menahan cairan bening yang akan menetes dari sudut matanya, ucapan Ares berhasil membuatnya merasa sesak di dada.


"Ded...


"iya...


"apa Deddy takut dimarahi mommy Renata, jika mommy Ara jadi mommy nya Ares?


Deg...deg...


Jantung Arkan berdetak lebih cepat saat mendengar pertanyaan putranya, Arkan diam mendengar pertanyaan putra nya, karna tak ada jawaban yang bisa ia berikan, apa Renata bahagia jika dirinya memberikan ibu penganti buat Ares, karna Renata sendiri sudah pergi untuk selamanya, bukankah seorang ibu bahagia jika melihat orang disayanginya bahagia.


"Ded, nanti kita minta izin pada mommy Renata ke surga, ucap polosnya Ares.


Arkan ketawa kecil mendengar penuturan putranya yang tak masuk di akal, bagai mana mungkin seorang yang masih hidup bisa mengunjungi surga?.


"besok kita kemakam mommy Renata untuk meminta izin, sekarang tidurlah Deddy akan temanin.


"ya Ded.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Pagi Harinya


Sesuai rencana semalam, selesai sarapan Ara dan mamanya pergi ke makam papanya, tiba disana Ara dan mamanya langsung memanjatkan doa, dan tak lupa menabur bunga.


Setelah berkeluh kesah didepan makam papanya Ara dan mamanya langsung pulang kerumah karna ia akan pergi ke cafe.


Ara & Rani, kedua perempuan itu masuk kedalam ke cafe secara bersamaan, memang mereka terlambat, namun Rani tak merasa khawatir sama sekali, karna ia datang bersama pemilik cafe, jadi tak Kan ada yang memarahinya.


Seperti biasa Ara akan duduk dimeja kasir dan mengamati sekitar. Namun tiba tiba ada pesan masuk dari ponselnya Ara yang penasaran siapa yang mengirim pesan padanya, ia pun langsung membuka pesan tersebut, Ara terkejut ternyata Arkan yang mengirim pesan padanya, dengan cepat Ara pun membacanya.


"apa kamu ada dicafe nanti siang?, saya dan Ares akan kesana?


Entah pesaraan apa yang dirasakan oleh Ara, tapi yang pasti jantungnya berdetak lebih cepat setelah membaca pesan dari Arkan, Ara tak mengerti dengan dirinya yang tak seperti biasanya, sajak ia sering bertemu dengan Arkan jantungnya selalu saja berdebar.


Ara pun langsung membalas pesan singkat dari Arkan.


"iya saya dicafe.


Hanya itu kata yang ditulis Ara, tak menunggu lama Arkan pun membalasnya.


"ah..baiklah, jam 11 siang saya akan kesana.


Setelah membaca pesan dari Arkan Ara tak lagi membalasnya, ia kembali menyimpan ponselnya. Akhir akhir ini Ara telah banyak berinteraksi dengan Arkan biasanya ia hanya berinteraksi dengan Ares saja, tapi sekarang dengan bapaknya juga tapi ini bukan kemauannya tapi Ares lah yang mengharuskan nya demikian.

__ADS_1


Siang Hari


Arkan segera menjemput putranya disekolah, tak berapa lama ia pun tiba disekolah putranya, ia melihat Ares berjalan menuju gerbang dengan cepat Arkan menyusul putranya.


"Ded..ayo kita ke cafenya mommy.


"iya sabar sayang...


"Ded, boleh Ndak kita beli kue dulu? tanyanya agak sedikit ragu.


"beli kue?


"iya Ded, Ares mau kasih ke mommy.


"kenapa kasih ke mommy?


"karena mommy udah mau datang kemaren saat Ares sakit.


"jadi?


"Ares mau ngucapin makasih Ded, boleh ya Ded, ucapnya penuh harap.


"boleh sayang, jawab Arkan sambil senyum.


"yes, makasih Ded


"hm.


Arkan tak menyangka kalau putranya punya cara sendiri untuk mengucapkan terimakasih seperti itu, pemikiran yang baik menurut Arkan.


Arkan pun menjalankan mobilnya menuju toko kue sesuai permintaan Ares, setibanya ditoko kue, Arkan langsung mengajak Ares keluar dari mobil agar ia sendiri yang memilih kue nya untuk Ara.


Tiba didalam toko kue, Ares melihat banyak sekali kue tapi matanya tertuju pada kue cokelat.


"Ded, Ares mau yang cokelat itu, tunjuk Ares ke kue brownies berbentuk hati serta beberapa hiasan diatasnya salah satunya toping keju.


Arkan melihat kue yang ditunjuk Ares, rasanya ia sedikit ragu saat melihat bentuk kuenya.


"sayang, ngak mau yang lain?


"ngak Ded, itu enak dan juga bagus.


"yakin enak, ucap Arkan agar putranya mau melihat kue yang lain.


"yakin Ded, jawabnya.


"ah baiklah.


Arkan hanya takut Ara salah paham saat melihat bentuk kue itu, tapi nanti ia akan menjelaskan bahwa itu pilihan Ares bukan dirinya.


Setelah membayar kue tersebut, Arkan dan Ares kembali ke mobil, senyum tak pudar di wajah imut putranya ia tampak sangat senang, Arkan pun ikut senyum melihat putranya yang begitu bahagia nya.


Tak butuh waktu lama, mereka pun tiba di cafe Ara yang sedang banyak pengunjung, Ares yang sudah tak sabar ingin masuk kedalam sambil menenteng kue ditangannya.


"Ded, ayo cepat Ares mau ketemu mommy, ucapnya sambil menarik narik tangan deddy-nya.


"sabar sayang, jangan buru buru.


"Ares mau kasih kue ke mommy Ded.


"iya, didalam pasti ketemu.


Ares tak memperdulikan ucapan deddy-nya, ia malah menarik narik tangan Arkan semakin kuat agar Deddy nya berjalan lebih cepat.


Setelah membuka pintu cafe, Ares langsung melihat arah meja kasir dan benar saja Ara ada disana, Ara sedang berbicara dengan seorang pengunjung yang membayar pesanan, Ares akan berteriak untuk manggil mommy nya, tapi dengan sigap Arkan membekap mulutnya.


"sayang jangan berteriak.


"bukan berteriak Ded, tapi mau panggil mommy aja, protesnya.


"sama saja sayang.


"tapi Ded...


"Ares....


"baiklah Ded, kita langsung ke mommy aja.


Arkan menganggukan dan keduanya langsung menuju meja kasir, Ara sebenarnya sudah mengetahui kedatangan Arkan & Ares hanya saja ia pura pura tak tahu, ia merasa berdebar saat melihat Arkan, ia pun tak tau kenapa dengan jantung nya saat bertemu pandang dengan Arkan.


"mommy, panggil Ares saat tiba dimeja kasir.


"hy...Ares, udah benaran sembuh ni, tanya Ara.


"udah dong mom, Ares kan udah masuk sekolah.


"oh..iya yaa...


Ara tak sengaja melihat kedepan dan saat itu pula Arkan menatapnya, Ara sedikit tak nyaman saat Arkan menatapnya, dan Ara pun mengajak Arkan & Ares ke salah satu meja kosong.


"mom...ini kue untuk mommy.


"untuk mommy, Ara tampak heran tak biasanya Ares seperti padanya.


"iya mom, Ares mau bilang terimakasih karna udah datang saat Ares sakit.


Ara mengangguk dan mengusap kepala Ares.


"mom..ayo dibuka kuenya, kata Ares sambil mendorong kotak kue tersebut.


Ara pun segera membuka kue dengan pelan, saat melihat kue itu jantung Ara langsung berdetak lebih cepat, Ara melihat kue yang berbentuk hati bertuliskan.


"terimakasih mommy"


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Terimakasih banyak yang sudah mau mampir di novel Author, dan jangan lupa sudah baca harus tinggalkan jejak jempolnya, like komen dan juga vote serta rate bintang lima.


Wasalam.

__ADS_1


Salam manis dari Author😘😘


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2