Mommy Ara

Mommy Ara
110. S2. Tripel E


__ADS_3

Jam tiga dini hari Ayesha sudah merasakan sakit yang berkepanjangan, apa lagi di bagian pinggang dan perutnya.


“Uh....Ayesha menghirup nafasnya dalam dalam lalu membuangnya secara perlahan, itu ia lakukan untuk mengurangi rasa kram di perutnya.


“Mas...bangun mas,” 


“Hm, kenapa sayang?,”


“Uh...perut Ay sakit sekali, cepat panggil mommy dan bunda,” keluhnya.


“Iya...sayang, tunggu yaa,”


Ares segera lari ke luar dan menuju kamar mommynya dan juga bunda Afifah. Tak lama mereka tiba di kamar dan melihat Ayesha sudah meringis kesakitan.


“Sayang sebaiknya kita segera ke rumah sakit,”


“Hm....ahhhh,” mommy, bunda, sakit,”


“tahan nak,” sahut mommy Miranda.


Ares memapah Ayesha keluar dan tiba di luar Daddy Joshua sudah menunggu dalam mobil, setelah semuanya masuk, Joshua menjalankan mobil menuju rumah sakit Loghan milik keluarga Ares, Ayesha yang di dampingi oleh Ares dan bunda Afifah hanya bisa mengucap Istigfar ketika sakit itu datang.


Kurang dari dua puluh menit mereka sudah tiba di rumah sakit, Ares segera membawa Ayesha keruangan UGD untuk pemeriksaan.


“sebaiknya kita lakukan operasi sekarang, lebih cepat lebih baik,”


“Lakukanlah yang terbaik buat istri dan anak-anakku dok,” ujar Ares.


“baiklah tuan,”


Ayesha pun segera di bawa keruangan operasi dan Sepenjang perjalanan menuju ruangan operasi Ares tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ayesha.


“Jangan takut aku akan selalu menemanimu,”


“Hm...maaf kan Ay jika selama ini ada buat salah,”


“Sttt, kamu istri tercinta aku, ngak ada yang perlu di maafkan Karna kamu ngak pernah membuat aku marah atau sakit hati,” ucap Ares seraya mencium kening Ayesha.


“Makasih mas,”


“Dok, izin kan suami saya menemani saya,” pinta Ayesha.


“Boleh dokter Ayesha,”


“dad, mom, bunda, doakan ay ya,”


“Iya nak, kami selalu mendoakan mu,” jawab Miranda.


“Mom, jangan lupa hubungi Daddy dan mommy Ara,” ucap Ares.


“Iya nak, akan mommy hubungi mereka segera,"


Setelah pintu ruangan operasi di tutup Miranda menghubungi Ara, dan memberitahu jika Ayesha sudah masuk ruang operasi setelah menghubungi Ara, Miranda dan bunda Afifah tak henti hentinya mendoakan yang terbaik buat Ayesha dan ketiga anak-anaknya.


Saat mereka harap harap cemas menunggu kabar dari Ayesha, Arkan dan Ara sudah ikut bergabung dengan mereka.


“Apa masih belum selesai,” tanya Ara.


“Belum,”


“Ternyata lebih cepat dari perkiraan ya,”


“Sepertinya begitu, semoga mereka baik-baik saja,”


“aammiin.


Tak berapa lama mereka mendengar suara tangisan bayi yang pertama, mereka mengucap syukur ketika mendengar suara tangis anak pertama dari Ayesha. Selang beberapa menit kemudian suara tangis anak kedua terdengar lebih nyaring dari yang pertama, senyum tak pudar dari para orang tua kala mendengar suara merdu tangisan buah cinta Ares dan Ayesha hingga suara tangis ketiga menggema lagi ke telinga mereka.



Ares menatap ketiga buah cinta dengan Ayesha yang baru saja selesai di bersihkan. Setelah itu ia mengazini ketiga anaknya.


“alhamdulillah, semua cucu-cucu kita selamat,” ucap Miranda.


“Iya, semoga semuanya sehat,”


Tak lama Ares keluar dengan wajah bahagianya sambil mengendong satu baby perempuannya, dan dua lagi di bantu oleh perawat.


“masya allah, ganteng-gantengnya,”


“yang kedua perempuan mom, cantikkan seperti istri Abang,” ujarnya bangga.


“Benarkah, boleh mommy gendong,” ujar Miranda dengan mata berkaca kaca ia mengingat saat Ayesha masih bayi.


“Ya Allah, sangat mirip dengan Ayesha waktu kecil,” ujarnya sambil menghapus air matanya.


Bunda Afifah mendekat dan melihat ternyata memang sangat mirip dengan Ayesha.


“Iya nak kamu benar,”


Tak lama Ayesha di pindahkan ke ruangan rawatan, yang di ikuti oleh Ares dan para orang tau mereka.


Ares melihat benda bulat yang melingkar di tangannya, ternyata sudah hampir jam lima subuh.


Ayesha mengerjab dan melihat mommynya yang mengendong Babynya, begitu juga bunda dan mommy Ara.

__ADS_1


“mas,” ucap Ayesha.


“sayang kau sudah bangun, tanya Ares lalu mencium pipi Ayesha bertubi tubi.


“Aku ingin melihat Baby Baby kita,”


“Oh tentu sayang,”


“Mom, Ayesha ingin melihat Babynya.


“Astaga kami sampai lupa, ayo kita kesana," jawab Miranda seraya tersenyum.


“Ini baby mu dua lelaki dan satu perempuan,” Ucap Miranda,”


Ayesha menerima baby perempuan yang di berikan oleh Miranda padanya, seketika air matanya meleleh melihat ketiga buah hatinya yang begitu mengemaskan. Hal yang sudah lama ia nantikan  akhirnya terwujud juga Allah memberinya tiga sekaligus kepada keluarga kecilnya.


“siapa nanya mas?,”


“Aku belum kasih nama sayang,” apa kamu sudah ada mempersiapkan namanya?,”


“hanya satu jika perempuan,”


“Siapa?,”


“Embun Amelia Loghan,”


“Wah nama yang cantik secantik orangnya,” puji Miranda.


“Baiklah, yang pertama Erlangga Alfarizi Loghan, dan yang bontot, elang Alfarizi Loghan, bagai mana,”


“Bagus, tripel E,” jawab Ara.


“Tapi bagaimana cara membedakannya bang,” tanya Ara.


“itu mudah mom, Er ada tai lalat di tangan kanannya dan juga lesung Pipit di sebelah kanan, sedangkan yang bontot tidak ada,” ujar Ares.


“Wah Abang memang jeli memperhatikannya,” sambung Arkan.


“Apa sudah di Azan kan, nak,” tanya bunda Afifah.


“Sudah Bun, tadi,”


“Apa kamu lapar sayang?,”


“Iya,”


Saat mereka sedang asik berebutan tiga Baby mungil itu, tiba tiba pintu ruangan rawatan Ayesha terbuka semua mata tertuju pada pintu itu.


“Papa, Mimi, kok ngak banguni Abang jika adeknya udah keluar dari perut Mimi,” ujarnya dengan bibir yang di manyunkan.


“Papa tadi panik saat Mimi sakit jadi ngak sempat banguni Abang, jangan marah ya, nanti adeknya menangis loh,”


“Abang ngak marah kok, apa boleh Abang cium ke tiga Adek Abang?,”


“Boleh dong,”


Dengan perasaan gembira Azam mencium ketiga pipi tripel E secara bergantian.


“Ini aku bawa sarapan pagi untuk kita semua,” ucap putri yang sejak tadi di abaikan oleh semua orang.


Seketika semuanya mengalihkan pandangannya pada putri.


“Aduhhh, mommy lupa jika mommy juga punya putri yang cantik dan baik hati,” ucap Ara.


Mendengar ucapan Ara semuanya tertawa, membuat putri cemberut.


“aku boleh gendong Babynya ngak kak?,”


“Boleh, tapi tiati ya,”


“Siap,”


Putri mengambil Baby Embun ia terlihat lucu dengan bando di kepalanya, membuat putri gemas.


“Uh...aku bawa pulang ya kak,”


“ngak, enak aja,” jawab Ares cepat.


“Ck..pelit,”


“Iya dong,”


“Wleeee,” cibir putri pada Ares.


“Siapa namanya kak,” tanya putri.


“Tripel E, Erlangga, Embun, dan Elang,” jawab Ara.


“wah Embun, semoga besarnya menjadi orang yang bisa meredam emosi dua abangnya dan juga adeknya nanti, seperti namanya Embun itu kan sejuk,”


“Aammiin,” jawab semua orang.


Tak lama datang Nayra dan mamanya, tentu membuat Ara senang.


“wahhh, Ay....gemesin deh boleh bawa pulang satu Ay,” seloroh Nayra sambil mengelus pipi Erlangga, yang lagi tidur di boxBaby.

__ADS_1


“Lihat aja Nay, jangan di bawa pulang,” sahut Ayesha.


" kek lagu boneka India kak Nay," sahut putri.


"iya, di pangan boleh di pegang jangan," sambung Nayra, seketika mereka tertawa.


Mereka larut dalam kebahagiaan Yang sedang melanda keluarga Ares dan Ayesha. Ini lah momen yang sangat membahagiakan melihat semua anggota keluarga bahagia kita juga ikut bahagia, dan bersyukur atas nikmat yang telah di berikan tinggal bagaimana Ares dan Ayesha merawat serta menjaga buah cinta yang membawa kebahagiaan tiada tara.


“Semoga kebahagiaan ini selalu menyertai keluarga besarku,” doa Ares dalam hati.


*


*


*


Lima hari setelah di rawat di rumah sakit, akhirnya Ayesha pulang ke rumah dengan perasaan sangat bahagia, semua buah cintanya sudah di bagi rata sama, mommy mertua mengendong Erlangga, sedangkan Embun nyaman bersama mommy Miranda, dan elang di gendong oleh bunda Afifah, jika Azam sudah senyum bahagia di gendongan Daddy Joshua. Ares mendorong kursi roda Ayesha hingga parkiran, sedangkan putri ngak bisa hadir Karna ada urusan mendadak.


Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan normal sedangkan Joshua juga mengikuti mobil Ares dari belakang. Ares juga tak lupa memberikan bonus pada tim dokter serta perawat yang sudah membantu proses lahiran sang istri tercintanya.


Tiba dirumah mereka heran kok ngak ada satu orang pun yang membuka pintu, ke mana perginya Randi dan bik Ana, pikir Miranda.


Ares membantu Ayesha berjalan dengan sangat hati hati, betapa kagetnya mereka saat membuka pintu Karna melihat rumah sudah hias sedemikian rupa.


“selamat datang tripel E, teriak putri, Nayra dan Randi.


“Wah makasih atas sambutannya, kerennnn” ucap Ayesha.


“Yuk masuk,” ajak putri.


Semuanya masuk keruangan keluarga yang sudah di hias secantik mungkin.


Suasana heboh itu berlanjut hingga malam hari, Miranda melarang mereka beranjak dari rumahnya Kapan lagi rumahnya rame pikir Miranda, setelah makan malam baru mereka pulang ke rumah masing masing.


“aku bahagia hangat deh sayang,” ucap Ares sambil menatap ketiga buah cintanya.


“Hm...Ay juga mas,” sahutnya sambil menggenggam tangan Ares, tangan ini lah yang sudah merawat nya selama beberapa hari ini, dan tangan ini juga lah yang sudah membantunya merawat tiga buah hati mereka, Ayesha menarik tangan itu lalu menciumnya.


“Makasih mas, untuk semua kebahagiaan yang telah diberikan pada Ay, serta selalu ada buat Ay,”


“aku juga mau ngucapin makasih sama kamu sayang Karna telah berjuang dan mengorbankan waktu istirahatmu untuk tiga buah cinta Kita hingga mereka hadir ke dunia ini, dan inilah potongan surat Ar Rahman. “nikmat mana lagi yang kau dustai,”


Ares mencium kening Ayesha sangat lama seakan menyalurkan rasa sayang dan cinta pada sang istri.


“Istirahatlah kamu pasti lelah, biar aku yang jaga tripel E, nanti mommy juga kesini sama bunda,” ucap Ares.



Ayesha menetap ketiga Babynya yang mengemaskan.


“Hm..iya mas, nanti kalau tripel E bangun, banguni Ay ya,”


“Iya,


Ayesha mengecup singkat bibir Ares dan kemudian merebahkan tubuhnya yang di bantu oleh Ares. Hingga ia tidur lelap, Ares masih enggan tidur Karna ia sangat gemas melihat ekspresi lucu tiga buah cinta dengan Ayesha ketika mereka menggeliat membuat ia tersenyum sendiri.


🍂 🍂 🍂 🍂 🍂


Mohon maaf semuanya yaa, novel mommy Ara hanya sampai disini. Dan Terima kasih atas semua dukungannya yang berupa Like, komen serta vote sama gifnya, Del mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca yang telah mengikuti kisah mommy Ara sampai akhir, yang mana dalam penulisannya masih banyak typo dan penulisan yang kurang rapi bahkan susunan katanya terkadang kurang tepat, harap maklum Karna Del masih dalam tahap belajar dan belajar, tapi tampa kalian semua mungkin novel ini tak kan sampai pada bab sekarang.


Semoga kita bertemu lagi di lain kesempatan di novel yang baru.


Sekali lagi Adhel ucapkan terima kasih, sampai jumpa semuanya.🤗🤗😘😘😘🙏🙏🙏


Selamat menjalankan ibadah puasa Mohon maaf lahir batin.


Peluk dan sayang dari Del untuk kalian semua.🤗🤗🤗🤗🤗


Wasalam💞💞💞


 


...Pas-Bar, 05 April 2022....


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2