Mommy Ara

Mommy Ara
57. S2. Ketemu mama Fahrul


__ADS_3

Sore harinya selesai makan Ayesha dan Nayra pamit untuk pulang, dengan membawa bekal yang sudah di sediakan oleh Miranda Ayesha meninggalkan rumah orang tuanya.


Ayesha mengantar Nayra pulang ke rumahnya setelah itu ia menuju kos, tiba di kosnya Ayesha segera membersihkan diri setelah itu mengambil ponselnya dan segera menghubungi bunda.


Panggilan video call pun berlangsung lebih kurang satu jam banyak hal yang ia ceritakan pada bundanya. Karna sudah melihat bunda dalam keadaan sehat dan begitu juga Azam ia pun mengakhiri panggilan Videocall tersebut.


Baru saja meletakan ponselnya namun ada panggilan masuk membuat Ayesha menghentikan niatnya untuk mengambil buku.


Drt...drt...


Satu alisnya terangkat melihat siapa yang meneleponnya, karna tak ingin di Katai sombong Ayesha menerima panggilan tersebut.


“halo, assalamualaikum,”


“Waalaikum salam,” jawab seberang sana.


“Ada apa bang?,”


“Besok masuk ngak?,” tanya Ares, hanya sekedar modus Ares bertanya yang sudah pasti, bilang aja kangen bang?🤭


“Ya masuk lah bang, emang boleh izin yaa?,,


“Ngak boleh, jawabnya cepat,”


“hihihi, becanda bang?,”


“Kamu lagi apa?,”


“Lagi terima telpon, jawabnya santai,”


“Ais, kau ini, aku ganggu ngak?,”


“Ngak juga,”


“Oh syukurlah kalau gitu,”


“Jangan lupa ya, acara Minggu depan, hari Kamis siap magrib aku jemput,”


“Siap bos, aku tunggu di kos,”


“Hm...ya udah aku tutup dulu by,”


“Ya, wa’alaikumsalam,”


“Hihi maaf, assalamualaikum,”


“Wa’alaikumsalam,”


“huff nelpon Cuma bahas yang ngak penting," gerutu Ayesha.


Waktu terus berputar, malam makin larut, ia segera menyudahi membaca bukunya, Karna lelah Ayesha memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya Karna besok akan mulai lagi bekerja, tak butuh waktu lama ia pun terlelap.


🍂🍂🍂


Pagi harinya.


Usai sarapan Ayesha bergegas pergi ke kampus Karna hari ini ia hanya dua mata kuliah saja, jadi siang nanti sebelum masuk kerja ia bisa beristirahat sejenak.


Tiba di kampus, dengan tergesa gesa ia berlari lari kecil menuju kelasnya, tiba di kelas ia melihat Nayra sudah duduk manis di bangkunya.


“ay kenapa lo, ngos ngosan?,”


“Aku telat bangun semalam aku belajar jadi tidur agak malaman dikit, aku kira udah telat, ternyata belum, syukur deh dosen belum masuk,”


“Hihihi, alarm ngak di hidupkan?


“Hidup Cuma kurang kencang kali,”


“besok kalau hidup in alarm pakai towa biar dengar,"


“ais, sialan Lo Nay,”


Tak lama dosen pun masuk.


🍂 🍂 🍂

__ADS_1


Di Loghan Group


Ares kedatangan tamu tak di undang, membuat mood nya hancur.


“Hy Res,” sapa Aurel.


“Ada apa kamu kemari aku lagi sibuk,”


“Cuma ngajak kamu makan siang di moll,”


“Kan udah aku bilang aku lagi sibuk, jawabnya Tampa mengalihkan pandangannya,”


“Segitunya kamu ke aku Res, apa ngak ada celah sedikit pun buat aku dekat dengan mu,”


“Maaf ya Rel, aku hanya menganggap kamu Cuma sahabat ngak lebih, Karna perasaan ngak bisa di paksa kan,”


“Apa salah nya kita jalani aja dulu, bukan kah perasaan itu akan hadir Karna sering bersama,”


“Maaf Rel, aku bukan tipe orang seperti itu,”


“Yang ada aku malah bosan,” gumam Ares dalam hati.


“tapi kamu datangkan ke acara ultah aku?,”


“Iya aku pasti datang kok,”


“Ya udah kalau gitu, maaf sudah ganggu waktumu, aku pamit,” ucapnya dengan raut wajah kecewa.


“Hm...,” jawaban favorit jika lagi badmood😂.


Setelah Aurel pergi Ares segera menelpon Dika untuk memesan makanan Karna ia sudah lapar.


“Ais, benar kata mommy, aku harus cari istri nih biara ada yang ingat in, dan antar makanan,” monolog sendiri.


Sedangkan Ayesha lagi jalan jalan ke moll bersama Nayra, lelah berkeliling dan mereka mampir ke resto cepat saji, sambil menunggu pesanan kedua sahabat itu sibuk sendiri dengan gawai masing masing.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun tiba juga, setelah pegawai resto itu pergi Ayesha dan Nayra segera menyantap makan siang nya.


Setelah membayar tagihan makanan, mereka lanjut keliling moll kali ini mereka masuk ke dalam toko aksesoris


Seseorang menabrak Ayesha dari belakang, Karna kaget hampir ia terjungkal ke depan tapi dengan sigap Nayra menarik tangan Ayesha.


“Maaf, nak Tante tak seng....!!,”


“kau,...,”


“Ngak apa apa Tante lain kali kalau jalan hati hati ya,”jawab Ayesha santai.


“cuih, najis saya mintak maaf padamu,” dasar miskin.


“Lebih baik miskin harta asal tak miskin hati,”


“Kau,...,” dengan geramnya.


Ayesha yang malas Melani mama Fahruli memilih pergi dari sana.


“Hy, kau mau ke mana tak sopan orang tua lagi bicara langsung di tingal, dasar miskin,” teriaknya hingga beberapa pengunjung toko melihat ke arah mereka.


“Hy, sumpah demi apa pun, ingin aku ulek tu bibir nya mama Fahrul bin bahlul itu,” kesal Nayra.


“Biar saja lah selagi dia belum melewati batasnya, aku ngak masalah,” jawab Ayesha tenang.


“Ia kamu ini, tapi kalau dia tau Lo anak sultan gimana yaa?, Apa dia langsung strok atau mati berdiri?,” jadi penasaran.


“Udah ah, ngak usah membayang kan yang tidak tidak,”


“Kita ke kafe bang Ares yok, Bantar lagi kan Lo masuk kerja,”


“astaga untung Lo ingetin, ya udah ayok, jadi ngak antar pulang nih?,”


“Ngak sempat Lo kalau ngantar gue, mending ke kafe aja dulu, aku mau temu kangen sama Aunty Rani,”


“hm..ya udah ayok.,”


Dua sahabat itu meninggalkan mol dan segera pergi ke kafe Ara Karna hari sudah jam dua lewat, hanya butuh waktu dua puluh lima menit, mereka sudah tiba di kafe Ara. Setelah memarkir motornya di parkiran khusus karyawan, mereka berdua segera masuk ke dalam kafe tersebut.

__ADS_1


“Hy, Aunty,” sapa Nayra pada Rani,”


“hy, Nayra, duh yang setia nya sama sahabat kerja aja di temani, hihihi,”


“Hahahaha, ya begitulah, oh ya mama titip salam,”


“Waalaikum salam,”


“Nay aku Tinggal ya, mau ganti baju bentar,”


“oke, lanjut aja ay,”


Ayesha segera Mengganti bajunya dengan baju khusus karyawan kafe.


Tak lama ia pun sudah mulai bekerja dan Nayra pun sudah pamit padanya, Karna hari sudah semakin sore.


🍂 🍂 🍂


Di sisi lain.


“Bos, kami punya info tentang nona muda?,”


“info apa kalian dapat cepat katakan,”


“Dulunya nona Ayesha bekerja di restoran Amelia selama kurang lebih tiga tahun, tapi ada seorang pelanggan memfitnahnya hingga akhirnya ia mengundurkan diri, orang suruhan Miranda memberitahu semuanya pada Miranda mengenai hal Ayesha hingga ia bekerja di kafe Ara dan pertemuannya dengan mama Fahrul yang menghinanya tadi, membuat Miranda meradang.


“awas kau, aku pasti akan membalas mu,” ucap Miranda setelah ia tahu semuanya.


“Ini tak bisa di biarkan, aku harus bilang Daddy,”


Tampa menunggu lama Miranda segera pergi ke kantor suaminya, tiba di sana ia segera masuk ke ruangan Joshua.


“Dad...Daddy, teriak Miranda Tampa melihat tamu suaminya,”


“Sayang ada apa kau teriak teriak?,”


“ada kabar buruk tentang anak kita dad,”


Deg...


“Apa maksud mu jangan bercanda sayang?,”


“Dad,” ia melirik tamu suaminya.


Joshua yang yang paham maksud istrinya segera menyudahi pertemuannya dengan tamu tersebut.


“Mom, kabar apa maksud mu?,”


“Ayesha dad,”


Miranda memberitahu semuanya sama suaminya, Tampa ada yang ia lupa satu kata pun. Joshua mengepalkan tangannya mendengar semua berita yang baru saja di beritahu istrinya.


“Sebaiknya kita tahan dulu saja, Ayesha pasti bisa menjaga dirinya tapi anak buah kita tetap mengikutinya, jika ada hal yang tak di inginkan maka para anak buah kita bisa melindungi Ayesha.


“Aku sudah ngak sabar dad, sebaiknya kita kasih tau aja sekarang ke publik dad kalau kita sudah menemukan anak kita yang ilang,”


“kita harus bicarakan ini dulu dengan Ayesha sayang,”


“iya juga sih dad,”


“Ya sudah ayo kita pulang, udah sore,”


“Hm..ayo,”


🍂 🍂 🍂


Hy semua, makasih yaa yang udah like dan hadia serta komennya. 😘😘😘😘


*Wasalam💞**💞💞*


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2