
Tiba dirumah Ayesha mereka segera mencari target utama siapa lagi kalau bukan Azam.
“Loh, pada Kamana sih kok sepi?,” ucap Ayesha.
“Mom, mom, teriak Ayesha,”
“Iya, mommy sini diruang keluarga,”
“Ayu kita kesana,” ajak Ayesha pada dua cewek manis yang ikut dengannya. Mereka bertiga segera melangkah ke ruang tengah untuk menghampiri mommynya dan juga Azam tentunya.
“Assalamualaikum, mom,”
“Waalaikum salam,”
“Ah, ada temannya Ayesha?,”
“Nayra, ini...?,” Ucap Miranda saat melihat putri.
“Ini putri mom, adiknya bang Ares,”
“Oh, maaf Tante ngak ingat, wah...cantik nya sama kek mommynya,”
“tante juga cantik, awet lagi,” puji putri.
“Hahaha, bisa aja kamu nak, ya sudah mommy tinggal ya,”
“mau ke mana mom?, Ngak disini aja temani kita?,”
“Mommy mau ke kamar pen istirahat,”
“Oh, Met istirahat mom,”
“Ya sayang,”
Ayesha melihat Azam masih main dengan pengasuhnya.
“Mbak, istirahat saja biar kami yang main sama azam,”
“Ya, non,” ucapnya lalu pergi meninggalkan ruang itu.
“Azam,” panggil Nayra.
“Mi..mi..,”
“Aku yang manggil malah miminya yang di panggil, ucap Nayra.
“hahaha, sabar Nay,”
“Yuk kita main di taman belakang,” ajak Ayesha.
Mereka berempat segera menuju taman belakang dan Ayesha meminta bik Ana untuk mengantar camilan dan juga minuman. Tiba di taman belakang mereka duduk di gazebo dan bermain dengan pria kecil yang tampan itu.
Tak lama datang bik Ana mengantar camilan dan juga minuman.
“Nay, put, kita minum dulu,”
“Ya,”
Putri menyuapi Azam kue kering yang di bawa bik Ana.
“Kak, dia mau loh aku suapi,” ucap putri saat Azam makan lahap kue yang di suapi putri.
“Hahaha, bagus dong, itu kue kesukaan dia put, mommy yang bikin,”
“Pantesan enak,” jawab Nayra dan putri bersamaan.
“Hahaha, kalian kompak amat,”
Mereka menghabiskan waktu hingga sore akhirnya Nayra dan putri memutuskan untuk pulang, di antar oleh sopir keluarga Joshua.
__ADS_1
“tan, kak, kami pulang dulu, udah sore,”
“Ya sering sering lah main ke mari,” pinta Miranda.
“Ya Tan, kalau ada waktu luang kami ke mari lagi,” jawab Nayra.
“Pak, antar mereka ya,”
“Ya nyonya,”
“Dah Azam,” ucap putri sambil mencium pipi pria kecil itu bertubi tubi.
Setelah putri dan Nayra pergi Ayesha memutuskan masuk ke kamar dan memandikan Azam setelah itu baru ia membersihkan dirinya.
“Mom, sibuk ngak?,”
“Ngak, Napa sayang hm....?
“Hahaha, pegang Azam bentar ay mau mandi,”
“Sini, cucu nenek sudah mandi ya, pantesan wangi,” ucap Miranda sambil mengendong Azam.
“Momm, biar aku yang main sama Azam, dari tadi belum dapat main sama Azam,” ucap Randi tiba tiba.
“Makanya jangan ngumpet dikamar,”
“Lah trus aku harus gabung dengan teman Kaka?,”
“Iya kalau kamu mau,”
“Malu dong,”
“ais, kau ini,”
“Ya udah main sama Azam ya, Kaka mau mandi,”
“Ya,”
Azam hanya nyengir yang sudah mulai paham di ajak main dengan girang.
Usai mandi Ayesha melaksanakan sholat asar, selesai sholat ia merapikan peralatan sholat dan setelah itu turun ke bawah untuk melihat Azam dan Randi, mereka asik bermain sampai waktu magrib.
Seperti biasa selesai sholat Ayesha segera menuju ruang makan, Karna semua sudah menunggu di sana. Semenjak kehadiran Ayesha dan Azam suasana makan malam di rumah Joshua, menjadi hangat dan penuh drama yang mungkin akan menjadi kenangan tersendiri buat mereka di kemudian hari.
Usai makan Ayesha membantu bik Ana membersihkan piring kotor dan membersihkan meja makan, setelah itu ia segera menuju ruang keluarga di mana tempat favorit Azam dan Randi.
“Ay, ibu Afifah ngak ada keluarga selain anak panti?,” tanya Joshua.
“ada dad, bunda punya anak perempuan yang sekarang menetap di Bali Karna ikut suami dan juga sudah punya anak,”
“Trus suaminya?,”
“Abi sudah lama meninggal dad, kurang lebih lima tahun lalu, Abi terkena serangan jantung mendadak, ia meninggal selesai melaksanakan sholat subuh.
“oh, jadi ibu Afifah jarang dong ketemu putrinya?,”
“Ya begitulah dad, Kaka pulang tahun lalu itu pun di paksa sama bunda,”
“apa ibu Afifah pernah kesana?,”
“Ngak dad, bunda ngak mau tinggal in kami, Daddy liat kan kemaren waktu disini baru tiga hari bunda udah merengek ingin pulang ke panti, bunda emang ngak bisa jauh jauh dari panti,”
“iya juga sih, besok jadi jemput bunda mu?,”
“Jadi dad, sore lah tunggu Randi pulang sekolah,”
“Mommy dan Daddy ada hadiah buat bunda mu, semoga saja beliau mau menerimanya,”
“Hadiah apa mom?,”
__ADS_1
“Rahasia dong, ya kan dad,”
“Iya,”
“Ais, sama anak sendiri masih main rahasia sih mom, dad,”
“Ya dong, hahahah,” ketawa Miranda pecah saat melihat Ayesha cemberut.
Tangisan Azam mengalihkan pandangan Ayesha.
“Lah kenapa sayang kok nangis?,”
“Cu..cu..huaaa mi....
“Oh mau susu, udah ngantuk ya sayang,”
“Tunggu disini yaa, Mimi buatin susunya,”
Ayesha segera membuat sebotol susu untuk Azam, setelah selesai ia kembali ke ruang keluarga.
“Mom, dad, ay kekamarnya mau istirahat, nih Azam juga udah ngantuk,”
“Ya, mommy juga mau istirahat.
“Dadah om Randi,” ucap Ayesha.
“Ya, aku juga mau istirahat.,”
Tiba di kamar Ayesha meletakan Azam di kasur lalu mengelus kepala Azam dengan lembut dan penuh kasih sayang, tak lama pria kecil itu tidur dengan lelapnya, DOT yang di emutnya pun udah terlepas.
Ayesha segera mengambil baju tidur lalu membawanya ke kamar mandi, tak lama ia pun keluar dan langsung menuju ranjang.
Drt...drt...
Panggilan videocall dari Ares, dengan segera ia menggeser tombol hijau yang ada di layar.
“Halo, assalamu’alaikum, bang,”
“Waalaikumsalam, udah mau tidur ay,”
“Hm, Abang baru pulang ya kok masih pakaian kantor?,”
“Iya sayang, Abang lembur biar besok pas selesai acara resepsi kita bisa punya banyak waktu untuk honeymoon.
Wajah Ayesha bersemu merah mendengar kata honaymoon.
“Hahaha, kenapa wajah mu merah sayang?,”
“Mana ada,"
"cie yang udah ngak tahan mau berduaan,” goda Ares.
“Ngak gitu kali bang, udah ah, Abang mandi dulu trus makan habis itu telpon balik ya” ucapnya untuk mengalihkan pembicaraan.
“Nantilah, Abang masih lelah, temani bentar Napa,”
“ya ya,” mereka asik ngobrol sampai lupa waktu, Ayesha yang melihat jam sudah hampir menuju jam sebelas akhirnya menyudahi acara ngobrol life mereka, dan setelah itu ia rebahan di samping Azam, sedangkan Ares membersihkan dirinya dan juga makan malam atas perintah Ayesha.
🍂🍂🍂
Sedihnya hati Author😭😭.
Like menurun🙈🙈🙈
Jangan lupa like dan vote ya jangan lupa juga untuk tekan favorit , makasih sebelumnya.
__ADS_1