Mommy Ara

Mommy Ara
99. S2. Bertandang Ke panti.


__ADS_3

Sesuai janji Ayesha kemarin, ia akan mengantar bundanya ke panti selesai sarapan.


“Apa sudah siap Bun?,” Tanya Ayesha.


“Sudah,”


“Nak, ibuk balik dulu ya ke panti, jika ada kesempatan lagi nanti ibu kesini lagi,”


“Iya buk, hati hati di jalan, semoga sehat terus ya buk,”


“Insya Allah,”


“Mom, kami berangkat dulu ya,”


“Ya, Ares, hati hati bawa mobilnya ya,”


“Ya mom,”


Selesai berpamitan, Ares segera melajukan mobilnya menuju panti di mana sang istri di besarkan.


“Pa, jangan lupa beli camilan ya,”


“iya, sayang,”


Begitulah kebiasaan Azam yang tak bisa lupa ngemil jika sudah berada di dalam mobil apa lagi perjalanan jauh. Membuat ia pusing jika tak ngemil.


Tak berapa lama Ares melihat sebuah supermarket, ia segera memarkir mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan oleh toko, mereka bertiga segera masuk ke dalam supermarket tersebut.


“Azam mau beli apa hm...,” tanya Ayesha.


Ia segera mengambil beberapa biskuit, coklat dan keripik favoritnya, serta air mineral, begitu juga dengan Ayesha.


Selesai membayar belanjaan mereka segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil menuju panti.


Azam yang asik makan di bangku belakang, ia duduk di samping bunda dan membagi makanannya dengan bunda, bunda yang tak suka ngemil hanya mengambil sedikit agar pria kecil itu tak kecewa.


Empat puluh lima menit lamanya mereka di perjalanan, akhirnya tiba juga di panti, Ares segera menurunkan semua barang bawaan Ayesha dan langsung membawa ke kamar Ayesha yang sudah di renovasi setelah panti itu resmi menjadi miliknya, begitu juga dengan ruangan bundanya juga sudah di renovasi.


“Kaka, teriak Cantika senang melihat Ayesha dan Azam datang bertandang ke panti.


“hy, tik...apa kabar?,”


Cantika segera menyalami bunda Afifah, Ayesha dan Ares, tak lupa mengambil Azam ke pangkuannya.


“Alhamdulillah, baik kak, Kaka sendiri apa kabar?,”


“alhamdulillah, sehat wal Afiat,”


“tik, bantu bawaan bunda nih,”


“ya, Bun,”


Mereka segera beristirahat di kamar masing masing kecuali Azam yang sudah dibawa Cantika ke taman bermain, setelah mengantar barang bawaan bunda ke kamarnya, Azam ikut bermain dengan anak anak lain di taman tersebut.


“uhh, capek,” keluh Ayesha.


“kalau capek, istirahat dong sayang,” ucap Ares yang sedang santai di ranjang.


Bug....Ayesha menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Ares, lalu menghirup aroma parfum di tubuh Ares yang ia sukai.


“Aku tidur sini,” ucapnya.


“Uh, maunya, aku lagi puasa loh ay, ngak usah mulai deh,” protes Ares.


Ayesha menggulingkan tubuhnya ke samping kanan, lalu ketawa terbahak bahak.


“Sengaja kan?,” tanya Ares.


“Ngak,”


“Yakin hm...,”


“Yakin dong,”


“Ya udah istirahat gih, katanya capek,”


“Hm...iya aku mau tidur,” Ayesha tidur di samping Ares dengan satu tangannya melingkar ke pinggang sang pujaan hati. Tak butuh waktu lama ia sudah terlela dengan nyenyaknya.


*


*


*


Putri yang lagi pusing menyelesaikan tugas kulaihnya Karna beberapa buku belum ia miliki untuk membantu menyelesaikan tugas kuliahnya tersebut.


“Tu...restu...restuuuu,” panggil putri di depan pintu kamarnya, namun tak ada sahutan dari si pemilik kamar.


“Ais, ke mana sih tuh anak,” gerutu putri, coba aja jika Abang belum nikah pasti aku bisa ajak dia nih,”  monolog sendiri.


Ceklek


Putri membuka pintu kamar restu, untuk mencari si pemiliknya.


“Astaga, ke mana tuh anak, kok ngak ada sih, mana ponsel di tinggal lagi,” omel putri yang makin kesal.


Ia segera turun ke bawah dan melihat mommynya lagi berjalan menuju taman belakang.

__ADS_1


“Mom...tunggu in,” panggilnya.


“ayo,”


“mom, liat restu ngak?,”


“Tu lagi di taman belakang main badminton sama Daddy, kenapa?,”


“Ais...di cari dari tadi ternyata disini, aku mau minta temani ke toko buku,” ucapnya.


Tiba di taman belakang ia melihat sang Daddy dan restu, lagi main dengan sengitnya untuk memperebutkan poin terakhir.


“ayo dad, kalahkan restu,” sorak putri sambil bertepuk tangan riang, ia menumpahkan semua kekesalannya di sini.


“ayo dad,”


“Ayo restu,”


Sorak Ara dan putri memberi semangat pada dua orang di sayang mereka itu, akhirnya poin terakhir di raih oleh restu dengan senyum ruangnya mengelap keringat yang bercucuran di wajahnya.


“Sesuai janji dad,” ucap restu sambil tersenyum pada Arkan.


“oke boy,”


“Res, temani Kaka ke toko buku yuk,”


“aduh, aku capek kak,”


“Cuma duduk doang di mobil, ayolah Res,”


“benaran deh kak,”


“Uh....pelit,” jawab putri cemberut.


“Mom, dad, aku ke toko buku dulu ya,”


“Ya, hati-hati,”


“Ya mom,”


Putri segera ke kamar untuk mengambil dompet serta ponsel dan tak lupa kunci mobilnya, dengan mulut yang komat Kamit ia segera berjalan menuju garasi mobil.


Mobil yang di kemudikan putri, telah bergerak meninggalkan kediamannya dengan kecepatan normal ia segera menuju toko buku.


Tak berapa lama mobil yang di kendarai putri tiba-tiba saja mogok.


“Yaaa...salammm, ada apa dengan mobil ini, ih...ngeselin deh,” umpat putri kesal.


Drt...drt...


“Halo sayang,


“Eh, sekarang kamu di mana?,”


“Nih, hampir sampai di toko buku,”


“Ya sudah tinggalkan aja mobilnya disitu, nanti orang montir jemput nya,”


“ya dad,”


“Uhhh, siall, terpaksa jalan kaki nih ke toko,”


Setelah memastikan mobilnya terkunci dan mengambil semua barang barangnya, putri terpaksa jalan kaki ke toko yang tak terlalu jauh dari mobilnya.


Tiiiiiiiinnnnnn....


Klakson panjang saat putri akan menyeberang jalan padahal dia masih di sisi jalan. Dan mobil itu berhenti tepat di depan putri.


“hay, mau ke mana nona cantik?,” sapa Rafa. Setelah membuka kaca mobilnya.


“Uhh, jadi Lo,” Tampa berkata lagi putri segera menyeberang dan segera masuk ke toko buku.


Rafa memarkir mobilnya di depan toko tersebut dan segera masuk ke dalam untuk mencari putri, tak jauh darinya ia melihat putri yang kesusahan menjangkau buku yang di ingin kannya.


“Uhh, coba aja aku pergi sama Abang pasti aku ngak akan sesial ini,” umpat putri saat menjangkau buku tersebut, tiba tiba saja sebuah tangan menjangkau buku tersebut dan memberikannya pada putri.


Dengan senyum senang ia mengambil buku itu.


“terima ka....., Lo?, Ngikutin gue yaa,” tanya penuh selidik.


“Siapa juga yang ngikuti Lo, gua juga mau cari buku, ucapnya dan mengambil salah satu buku secara asal.


“Yakin Lo butuh buku itu?,” tanya putri yang susah payah menahan tawanya melihat pria di depannya itu mengambil buku tentang kehamilan.


“yakin dong,”


“Oh, semoga bermanfaat yaa,” ucap putri, lalu ia segera ke kasir untuk membayar buku tersebut.


Rafa kaget melihat buku yang di pegang, seketika ia mengumpat dirinya yang bertindak bodoh, Rafa kembali meletakkan buku tersebut dan segera mengejar putri yang sudah keluar dari toko.


“ais, Daddy kok ngak di angkat sih,” gerutu putri di depan toko buku tersebut.


Putri yang sedang asik menelpon daddynya di kaget kan oleh Rafa.


“butuh bantuan?,”


“Ngak?, jawabnya santai lalu mencoba menghubungi nomor Ares.

__ADS_1


Drt....drt....


“Halo, assalamualaikum, kenapa put,”


“Abang, jemput aku di toko buku sekarang?,”


“Hahahah, Abang lagi di panti dek,”


“What....,ih,”


“Emang mobilmu kemana?,”


“Mogok,” jawabnya manyun.


“Kok bisa?,”


“Ya bisa lah, buktinya sekarang mogok,”


“ya sudah telpon Daddy aja atau pesan taksi Online aja,”


“Hm..ya udah deh,” jawabnya kesal.


Huff hembusan nafas kesal dari putri.


“Kenapa?, ngak ada yang bisa jemput yaa?,”


“apa an sih, kepo,”


Rafa yang mulai gemas melihat, tingkah putri dengan gerak cepat ia membawa putri ke dalam mobilnya.


“Eh...eh...Lo mau ngapai?, Lepas ngak?,”


“Mau antar lo pulang, gue akan lepas jika Lo sudah masuk mobil gue,”


“Lepas ngak, gue teriak nih,” ancam putri.


“Berani lu teriak gue cium tuh bibir lo,” ancamnya dengan mata menajam. Lalu menarik putri lagi ke mobilnya.


Tiba di mobil putri diam, dengan wajah kesal dan mata yang sudah berkaca kaca.


“Dimana alamat rumah Lo?,”


“Jalan xxx,” jawab putri singkat lalu mengalihkan pandangannya keluar.


“Udah, ngak usah marah, gue mintak maaf, niat gue baik kok,”


“lo mau kan maafin gue?,”


“hm...,”


Tak ada yang memulai pembicaraan, keduanya dian dengan pikiran masing masing.


Hingga mobil Rafa tiba di depan rumah putri.


“Makasih sudah mau antarin gue,”


“ya, sama-sama,”


“Boleh kita tukan nomor ngak?,”


“Nomor apa?,”


“Ais, nomor ponsel masa nomor sepatu?,”


“Hm..sini ponsel Lo,”


Dengan senang hati Rafa memberi ponselnya pada putri, ia tak mengira jika semudah ini meminta nomor cewek itu.


Sementara putri tersenyum licik, di sudut bibirnya.


“Tu udah,”


“Oke,makasih yaa,”


“Hm..aku masuk dulu,”


Setelah Rafa pergi putri baru masuk kerumahnya.


“Makan tuh nomor ponsel mbak jualan ketoprak,” ucap putri senang Karna mengasih nomor yang salah pada Rafa.


🍂🍂🍂🍂🍂


Jangan lupa like, dan hadiahnya yaa.


Wasalam💞💞💞


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2