Mommy Ara

Mommy Ara
50. S2. Penawaran


__ADS_3

Selesai sarapan Ayesha langsung pergi ke kampus Karna hari ini ia kuliah pagi, tiba di kampus ia bertemu Ares dan putri di gerbang kampus.


“Kak,” panggil putri.


Ayesha berhenti dan menoleh, lalu Ares memanggilnya dan Ayesha pun membelokkan motornya menuju mobil Ares.


“Ya ada apa put,”


“Abang Gue mau bicara,”


“Masalah yang kemaren aku me...,”


“Saya mintak waktu sampai nanti sore tuan, setelah saya menjual motor ini nanti akan saya kabari lagi, dan sisa nya saya cicil setelah mendapat pekerjaan,” ucap Ayesha cepat.


“Ais, kau ini aku kan belum selesai ngomong, dengarkan dulu napa sih,”


“Maaf tuan,”


“Jangan panggil tuan, berasa tua banget, jadi gini Lo kan pernah menyelamati nyawa Gue sama adik Gue waktu itu, jadi Gue ngak meminta ganti rugi sama Lo, dan Gue mau minta makasih sama Lo Karna telah menolong Gue malam itu, dan maaf kan sifat Gue yang kemaren,"


“huff, syukurlah kalau saya ngak jadi ganti rugi,"


"dan satu lagi Lo harus bekerja di kafe mommy gue selama dua bulan, tenang Lo tetap di gaji kok,"


"baiklah saya mau kok, ngak di gaji juga ngak masalah, anggap saja permintaan maaf Gue,"


“terserah Lo lah,”


“kapan saya boleh bekerja?,”


“Minggu depan,”


“Hm, baiklah, tapi saya ngak tau letak kafenya?,”


“Si Nayra tau dia,”


“Makasih atas segalanya,”


“Hm, ya,”


Setelah Ares pergi tinggalkan Ayesha dan putri.


“Mau naik ngak put?,”


“Boleh deh,”


Ayesha melajukan motornya menuju parkiran bersama putri. Turun dari motor mereka menuju kelas masing masing.


Ares melakukan itu karena semalam ia sudah Konsul sama mommynya. Ucapan Ara tergiang-ngiang di telinganya.


“andai saja malam itu dia tak lewat , siapa yang akan menolong Abang sama Adek dari preman itu, apa yang akan terjadi sama Abang?, mommy saja ngak bisa bayang in, jangan manfaatkan ke kekurangannya untuk menindasnya, tapi Abang ingat pertolongannya, Abang hutang nyawa sama dia, tangan yang terluka saja dia ngak minta di obati sama Abang, apa ngak merasa kasihan jika Abang membohonginya.


“maaf mom, Ares khilaf,”


"apa Abang suka sama dia?,"


🍂 🍂 🍂


Sementara Miranda mendesak suaminya untuk mencari identitas Ayesha, namun sang suami menolaknya, Karna takut istrinya akan kecewa lagi.


“Dad, kali ini aja mommy mohon,”


“Mom, mengertilah dengan kondisi fisik mommy yang sekarang masih belum stabil, Daddy ngak mau mommy kenapa-napa lagi,”


“Kali ini aja dad, jika dia bukan putri kita maka mommy akan berhenti memikirkannya, dan mommy akan ikhlas dad, tolong dad kali ini aja,” jawabnya dengan mata yang sudah berkaca kaca serta menggenggam erat tangan suaminya.

__ADS_1


“Huff, ya sudah tapi kali ini aja ya, untuk memastikannya apa mommy bisa bertemu dia dan mengambil sehelai rambutnya untuk tes DNA?, Tapi setelah Daddy menemukan faktanya,”


“Akan mommy usaha kan dad, tapi dad selidiki dulu,”


“Ya sayang,” ucap lelaki paruh baya itu dan mengecup singkat bibir istrinya.


Ya Miranda mengalami depresi, setelah tau kalau anaknya di culik dan tak di temukan, beberapa hari setelah kejadian itu ia sempat demam tinggi dan mengalami depresi hingga di rawat dirumah sakit jiwa kurang lebih tiga tahun, dan jika ia kembali memikirkan tentang anaknya maka ia akan pingsan dan pasti akan kembali di rawat di rumah sakit.


“Ya tuhan semoga saja dia putri ku,” gumam Miranda dalam hati.


“mom, ikut yuk,”


“Ke mana dad?,”


“udah ikut aja,”


“Ya baiklah,”


🍂 🍂 🍂


Dirumah Arkan.


“Sayang, gimana keputusan Ares?,”


“dia ngak jadi mintak ganti rugi, trus ia nyuruh gadis itu untuk bekerja di kafe selama dua bulan, entah apa tujuannya aku ngak tau mas,”


“Apa dia suka sama gadis itu??,”


“Mungkin juga, tapi semalam aku tanya dia ngak jawab,"


“sayang,”


“Hm...,”


Cup...


“hahahaha,


“Mas, kita ke kafe yuk, bosan dirumah ngak tau arus apa,”


“Gimana kalau kita buat adik lagi untuk mereka, ucap Arkan sambil menaik turun kan alisnya.


Bug...


Ara memukul lengan Arkan Karna kesal.


“Jangan ngacok deh mas,”


“Hahahaha, ya udah kita ke kafe,”


Sementara di kampus, Ayesha dan Nayra lagi makan siang di kantin dan tak lama datang putri dan juga temannya, setelah itu Fahrul lalu duduk di samping Ayesha.


“ay, nanti pulang kerja jam berapa?, Tanya Fahrul basa basi padahal ia tau kalau Ayesha sudah tidak bekerja lagi.


“Gue udah ngak kerja lagi far,”


“Loh kok bisa,” jawabnya pura pura terkejut.


“ya bisalah Karna ma....mmmppp,”


Ayesha membekap mulut Nayra Karna ia tau apa yang akan di katakan oleh Nayra.


“Karna apa Nay?,”


“Karna mengundurkan diri,” jawab Ayesha cepat.

__ADS_1


“kita lanjut lagi makannya, ucap Ayesha,”


Fahrul terus menatap Ayesha dengan tatapan yang tak menentu.


“Jangan di tatap terus nanti makin cinta,” ucap Nayra,"


Uhuuk...uhuuk.


Fahrul keselak ludahnya sendiri, mendengar ucapan Nayra.


“cinta udah dari dulu, tapi kagak pernah di terima,” jawab Fahrul.


Uhhukkk... uhhukkk.


Kali ini Ayesha yang keselak makanannya, dengan cepat Nayra dan Fahrul memberikan minum tapi Ayesha mengambil yang di tangan Nayra. Dan mendenguknya hingga habis.


“nah tu kan, di tolak secara langsung,” ujar Fahrul.


“Kan Gue udah pernah bilang, kita bersahabat dan hati ngak bisa di paksa,” jawab Ayesha.


“kita ke kelas yuk Nay,”


“Yuk, kita duluan ya far,” pamit Nayra.


“Ya...,” jawabnya singkat dan padat.


Nayra dan Ayesha berjalan ke kelas, tiba di dalam kelas mereka segera duduk sambil menunggu Dosen masuk Ayesha asik membaca buku.


“Nay, Lo tau kafenya mommy tuan Ares?,”


“kan Lo udah pernah kesana,”


“Kapan?,”


“Ais, kau ini, waktu kita ke kafe Aunty Rani, itu kafe nya mommy bang Ares, dan Aunty Rani orang kepercayaannya,”


“Oh..,”


“Oh iya, tadi pagi tuan Ares bilang kalau ia ngak jadi minta ganti rugi sama aku, tapi ia nyuruh aku kerja di kafe mommynya selama dua bulan, katanya sih tetap digaji.”


“Kok dia berubah pikiran?


Ayesha acuh dan mengangkat bahunya.


“Ya syukur deh kalau gitu, senggaknya Lo ngak pusing lagi nyari duit sebanyak itu,”


“Hm, iya.”


Tak terasa kini hari semakin petang, Ayesha sudah berada di kosnya, dan memasak buat makan malam, usai memasak Ayesha menghubungi bunda nya dengan panggilan video. Banyak yang ia cerita dengan bunda tapi tidak dengan masalah yang ia hadapi.


🍂 🍂 🍂


Udah dua bab yaa, jangan lupa uang parkirannya.😅😂😉😉


Serta penyemangat nya juga.🤗😉😉



Ares



Ayesha


Semoga suka visualnya yaa.😉

__ADS_1


 


 


__ADS_2