Mommy Ara

Mommy Ara
72. S2. Melepas rindu


__ADS_3

Hari hari pun berlalu, siang ini Ares menjemput Ayesha di kampus, ia ingin berdua saja dengan Ayesha seharian ini Karna sudah satu minggu lebih mereka tidak bertemu sebab kesibukan masing masing.


“Kita mau ke mana nih bang?,” tanya Ayesha setelah duduk di dalam mobil.


“makan siang dulu setelah itu baru ke tempat yang tenang dan saling melepas rindu,” ucapnya.


“Ke mana bang?,”


“Ntar kamu juga tau,”


Ayesha mencebek kesal karena ngak dapat jawaban dari Ares. Ares hanya terkekeh melihat wajah lucu sang kekasih.


Tiba di restoran Ares segera masuk dan membawa Ayesha duduk di salah satu kursi yang di sediakan di ruangan vip.


“Mau pesan apa ay,”


“Olahan seafood aja lah bang,”


Ares memesan beberapa olahan seafood, sambil menunggu makanan mereka datang, tatapan Ares tak lepas dari Ayesha membuat ia salah tingkah.


“Ih, Abang udah ah, jangan liatin trus Napa,”


“Kangen ay,”


“kan tiap hari videocoll an,”


“itu beda ay,”


“Ya serah lah,”


Karna kesal di tatap terus membuat Ayesha menutup mata Ares dengan telapak tangannya, Ares mengambil tangan Ayesha lalu mengecupnya.


“Kalau mau di cium bilang,”


“Si..siapa yang mau dicium?,” jawabnya gugup.


“Udah, ngak usah bohong,”


“aku Ng...,”


Cup, kecupan dari Ares mendarat mulus di bibir Ayesha.


“huuuf, dasar modus,”


“hahahaha,”


Tak lama pelayan datang, membawa pesanan mereka, Ares senyum melihat wajah Ayesha yang merona.


“Udah ngak usah malu, ayo makan,”


“Hm, iya,” jawabnya dengan masih menunduk.


Ares mengupas udang yang ada di piringnya setelah itu menyuapkan Ayesha. Ayesha kaget melihat tangan Ares ada di depannya.


“Ayo buka mulutnya,”


“aku bisa makan sendiri bang, jawabnya Karna masih malu.


“Mau di suapi pakai tangan atau pakai mulut?,” tanya Ares dengan tatapan genitnya.


Ayesha mendengus kesal mendengar ucapan Ares, lalu dengan terpaksa ia membuka mulutnya.


“Gimana enak ngak,”

__ADS_1


“Hm, enak banget,” jawabnya sambil mengacung jempolnya.


“iya kah, kalau gitu kita makan berdua aja ya, sini aku suapi lagi,”


“Hahaha, ngak usah bang aku makan sendiri aja,”


“Ngak ada penolakan,”


“Tapi bang,”


Cup...bibir mungil Ayesha kembali di kecup oleh Ares.


“abanggg, ih kesal deh,”


Untung mereka di ruang vip, kegiatan mereka tak ada yang melihat.


“Makanya sini aku suapi,”


“iya,”


Ares senang akhir nya Ayesha mau memenuhi ke inginkan nya.


Drama makan siang pun berlalu kini mereka sudah selesai menyantap semua makanan yang sudah dipesan tadi. Usai membayar tagihan Ares menggandeng tangan Ayesha keluar dari restoran tersebut.


“Kita ke mana lagi bang?, Abang ngak balik kantor lagi?,”


“Ngak, semuanya udah di hendel oleh Dika,”


“Oh, trus kita mau Kana lagi?,,


“Ikut aja,”


“ya,”


Ares melajukan mobilnya menuju supermarket untuk membeli beberapa camilan dan juga minuman, setelah itu ia melajukan mobilnya menuju apartemennya.


“Kita istirahat di apartemen bentar ya,”


“awas kalau macam macam,”


“tenang aja, ngak macam-macam kok cukup satu macam aja,”


“Apa an?,”


“Hihihi, halal in kamu secepatnya,”


“sabar bang, tinggal beberapa Minggu lagi kok,”


“Aku udah ngak sabar ay,”


“ya mau gimana lagi?,”


Ting...


Pintu lift terbuka kini mereka sudah tiba di lantai 27, dan segera masuk ke ruang aparteman Ares.


“Bang, toilet nya dimana?,”


“Ada tu di dalam kamar,”


“selain di situ ada ngak?,”


“ngak?,”

__ADS_1


“Aku pakai yaa, kebelet nih,”


“Hm, iya,”


Ayesha segera lari ke kamar Ares dan langsung masuk ke kamar mandi, sementara Ares menyiapkan camilan dan juga minuman yang mereka bawa tadi lalu meletakkannya di ruang tamu.


Tak lama Ayesha menghampiri Ares yang lagi santai di ruang tamu.


“Ay, duduk sini,” ucap Ares sambil menepuk sofa di sebelah.


Ayesha pun segera duduk di samping Ares. Setelah Ayesha duduk dengan cepat ia menyandarkan kepalanya di samping Ayesha.


“Bang, aku kurang nyaman kek gini, gimana kita duduk di bawah aja trus kita menyadar di sofa ini, biar bisa selonjoran,” usul Ayesha.


“Baiklah,”


Mereka berdua segera merosot ke bawah dan segera duduk seperti yang di inginkan Ayesha. Ares menarik Ayesha ke dalam dekapannya dan sesekali mencium puncak kepala Ayesha.


“Bang, ay boleh meminta sesuatu ngak?,” tanya nya dengan ragu.


“Mau minta apa ay?,” jawab Ares sambil menautkan jari jari ketangan Ayesha. Lalu mencium punggung tangan sang kekasih.


“apa Abang tau kalau mommy pernah depresi?,”


“Iya tau, trus?,”


“Ay ingin, setelah menikah kita tetap tinggal di rumah mommy, Karna mommy belum mau berpisah dengan ay bang, mengingat kita baru di pertemukan beberapa bulan yang lalu,”


“ngak masalah, asal kamu bahagia aku mau lakukan apa saja ay,” jawab Ares.


Ayesha mendongak ke atas dan tatapan mereka bertemu, bibir mungil yang selalu menggoda membuat Ares tak bisa menahan untuk tak mencicipinya, Tampa aba aba ia langsung membungkam bibir mungil itu serta me ***** nya dengan lembut, tangan yang tadi merangkul bahu Ayesha kini berubah pungsi menjadi menekan tengkuk Ayesha agar ia bisa memperdalam ciumannya, benda kenyal yang menjadi candu buat Ares di tambah lagi sudah satu Minggu lebih ia tak mendapatkannya membuat Ares Engan untuk melepaskan tautan bibir mereka.


“Bang,” panggil Ayesha setelah tautan bibir mereka lepas.


“hm, apa?,”


“aku mengantuk dan pen tidur,”


“Ya udah kita tidur disini saja,”


“Hm,”


Ares menurun kan bantalan sofa lalu mereka rebahan di karpet depan teve, Ares meringkuh tubuh Ayesha dan meletakan kepala Ayesha di dada bidangnya, dan satu tangan Ayesha melingkar di pinggangnya, sungguh Ares belum rela jika hari ini cepat berlalu dan semakin membuat ia tak sabar untuk menghalalkan sang pujaan hati. Ayesha yang sudah terlelap dengan nyenyaknya membuat Ares tak jemu memandang wajah cantik sang kekasih.


Cekrek, Ares iseng mengambil foto berduanya dengan Ayesha yang lagi terlelap dengan nyenyaknya.


“apa kamu selelah itu hingga ngak terganggu dengan pergerakanku,”


Setelah usai dengan ke usulannya, ia kenali menyimpan ponselnya dan juga ikut menyelami mimpi Ayesha di sore hari.


🍂🍂🍂


Halo semua, jangan lupa vote ya.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2