Mommy Ara

Mommy Ara
90. S2. Hari yang di nanti


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Semua sibuk pagi ini termasuk Ayesha, yang sudah terlihat cantik dengan kebaya yang ia kenakan, Karna hari ini adalah hari wisudanya.


“Sayang kau sangat cantik sekali,”


“Makasih mas pujiannya,”


“Ya sudah ayo kita berangkat nanti terlambat loh,”


Ayesha mengangguk lalu mereka berdua keluar dari kamar dan segera menuju ruang tamu Karna semuanya sudah menunggu disana termasuk bunda Afifah yang di jemput kemaren sore oleh Randi, dan Azam pria kecil itu sudah berusia tujuh belas bulan melihat tingkahnya yang semakin lucu dan menggemaskan di tambah lagi semua ucapannya sudah mulai terdengar jelas.


“Mimi cantik,” ucapnya.


“Makasih sayang, putra Mimi juga ganteng,”


“Apa semuanya sudah siap?,” tanya Joshua.


“Sudah,” jawab semuanya.


Ares segera mengendong Azam dan menggandeng tangan Ayesha menuju mobilnya sedangkan bunda Afifah satu mobil dengan Miranda.


“Selamat ya sayang, akhir di wisuda juga semoga ilmu yang kamu pelajari bermanfaat,”


“Aammiin, makasih doanya mas,”


Ares tersenyum, lalu melajukan mobilnya menuju kampus di mana acara akan dilaksanakan.


“putra Mimi yang tampan dan baik ini nanti sama Oma jangan nakal yaa,”


“Ngak mi,”


“Nanti kalau bosan di dalam Azam boleh main sama om Randi ya,”


“Ya mi,”


“Cium dulu dong kalau emang anak baik,” sambung Ares.


Cup...cup...satu kecupan mendarat pipi Ares dan satu lagi di pipi Ayesha.


Tak lama mereka tiba di tempat tujuan setelah memarkir mobilnya, mereka segera masuk ke dalam ruangan di mana acara akan di adakan, Joshua dan Miranda serta bunda Afifah masuk ke dalam ruangan dan duduk di paling depan serta Ares juga ikut di bagian depan tapi jarak beberapa kursi dari mertuanya.


Tak lama acara pun di mulai, acara demi acara terus berjalan dengan baik sesuai urutan dari MC. Ares bangga Karna melihat istrinya yang meraih nilai tertinggi.


Setelah acara usai Ayesha berkumpul dengan keluarganya, kebahagiaan terpancar di wajahnya yang imut itu apa lagi ia terlihat makin cantik dengan toga yang bertengger di kepalanya.


“mas, ucapnya lalu berhamburan keperluan Ares,”


“Selamat ya sayang, kamu mau hadiah apa dari aku?,”


“Ngak ada,”


“Ayo lah minta sesuatu?,”


“Makan malam romantis,” bisiknya di telinga Ares,”


Seketika mata Ares membola dan langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Sayang,” ucap Miranda.


“mom,” ucapnya lalu berhamburan ke pelukan Miranda,”


“Selamat ya sayang atas prestasinya,” ucap Miranda dan langsung mencium pipi Ayesha,”


“ini berkat doa mommy juga jawabnya,”


“selamat ya nak, Daddy bangga sama kamu,” ucap Joshua.


“Makasih dad,”


Lalu Ayesha beralih ke arah bunda Afifah.


“Bunda,”


“Selamat ya sayang kamu dapat juga gelar yang kamu impikan selama ini, jadilah dokter yang baik dan rendah hati,”


“Ya Bun, isinya Allah ay akan ingat semua nasehat bunda, dan makasih atas dukungan nya selama ini serta kasih sayang bunda untuk ay, ay sayang bunda,” ucapnya lalu mencium pipi bunda Afifah.


“kita makan siang di mana nih?,” tanya Ares memecah suasana haru.


“di restoran seafood,” jawab Ayesha cepat.


“Baiklah ayo kita segera kesana,” ajaknya dengan semangat.


“tunggu, kita foto keluarga dulu,” pinta Ayesha.


“Ah iya sampai lupa mengabadikan momen ini,” ucap Miranda yang di sambut tawa oleh keluarganya.


Tiba di sana mereka segera mencari tempat untuk semua anggota keluarganya.


Setelah mendapat tempat duduk sambil menunggu makanan mereka bercengkerama.


“Sayang apa masih belum ada tanda tanda?,” tanya Miranda.


“Belum mom, bulan lalu sudah periksa ke dokter, hasil pemeriksaan semuanya baik ngak ada yang harus di takuti tapi entah kenapa belum juga isi,” jawab nya sedikit sendu.


“Ngak apa, nikmati aja dulu waktu berduanya, mungkin juga Reski kalian tahun depan baru dikasih malaikat kecil,” sambung Miranda lagi.


Ayesha dan Ares juga ingin punya baby, entah kenapa malaikat kecil itu belum hadir di antara mereka, Karna takut terjadi apa apa mereka berdua memeriksakan kesehatannya dan hasil bagus rahim Ayesha subur dan bagus, mendengar ucapan dokter mereka berdua bernafas lega.


Tak lama pesanan mereka datang, tampa menunggu lama keluarga itu langsung melahap hidang yang tersaji di meja.


Ayesha yang menyuapi Azam terlihat pria kecil itu makan sangat lahap dan nikmat, melihat mulut mungilnya yang mengunyah makanan ingin rasanya mencubitnya Karna saking gemasnya.


🍂🍂🍂 


Selesai sholat Maghrib, Ayesha dan Ares segera turun ke lantai bawah ia melihat Daddy dan mommynya lagi menuju ruang makan.


“Mom,” pangil Ayesha.


“Ya, ada apa sayang,”


“kami keluar ya, mungkin ngak pulang Karna rencana kami mau pulang ke rumah kami,” ucap Ares merasa tak enak menyebut rumah kami.


“ngak apa, mommy paham kok,”

__ADS_1


“azam mana mom?,” tanya Ayesha.


“di kamar Randi lagi main,"


“Aku titip Azam ya mom,” ucapnya dan langsung mencium pipi Miranda.


“Ya, hati hati di jalan ya,”


“Ya mom, jawab mereka berdua.


Setelah kepergian mereka Miranda berpikir apa sudah saat ia melepaskan Ayesha dan membiarkan mereka tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah mereka sendiri, tapi ia masih belum bisa jauh dari Ayesha dan Azam. Egois memang tapi ia baru saja merasakan bahagia bersama putrinya setelah sekian tahun ia bergantung pada obat obat tapi kini tidak lagi semenjak ia mengetahui jika Ayesha adalah putrinya.


“Maaf kan mommy Res, masih egois atas diri putri mommy,” ucapnya dalam hati.


“Mom,...mom, panggil Joshua.


“Eh, hm..iya dad, ada apa,” jawabnya gagap.


“Mommy lagi mikir apa sih?,”


“nanti lah dad mommy cerita sebaiknya kita makan dulu, ucapnya lalu menyuruh bik Ana memanggil Randi dan Azam. Tak lama mereka tiba di ruang makan.


“Oma, Mimi sama papa kok ngak ada?,”


“Mimi sama papa lagi ada acara kantor sayang jadi tadi Mimi pesan agar Azam malam ini tidur dengan om Randi,”


“kok Mimi ngak pamit sama Azam,” ucapnya sendu.


“Miminya tadi sudah terlambat sayang, gimana sekarang video call sama Mimi pakai ponsel Oma, mau ngak?,”


“Mau Oma,”


Miranda pun melakukan video call tersebut, tak lama sambungan telepon sudah terhubung, tak lama Ayesha mengangkatnya matanya membola tak kala melihat wajah Azam sudah memenuhi layar ponsel tersebut.


“Mimiiiiiii, pergi kok ngak bilang bilang sama Azam sih,” ucapnya cemberut dengan bibir sedikit di manyunkan.


“Hahahaha, maaf sayang Mimi tadi tergesa gesa,” jawabnya meringis.


“Benarkah, tapi kok sama Oma Sampat pamit sama Azam ngak?,”


Ayesha kehilangan akal untuk menjawab pertanyaan Azam.


“Mas, bantuin dong,” bisiknya.


“anak siapa sih yang pintar banget nih, ucap Ares.


“Papa sama Mimi jahat, ucapnya Tampa menjawab pertanyaan Ares.


Lalu menyudahi panggilan video Coll secara sepihak membuat Ares dan Ayesha ke gelagapan. Mereka berdua saling pandang melihat tingkah Azam yang membuat mereka terkejut.


🍂🍂🍂


Jangan lupa like komen serta hadiahnya yaa.😥😥


Insya Allah hari ini up dua bab, jadi jangan lupa pajaknya yaa.🤗🤗🤗


Wasalam.💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2