Mommy Ara

Mommy Ara
26. Rutinitas Baru


__ADS_3

Ara bangun di pagi hari, ia merasa ada yang menimpa tubuhnya. Lalu Ara membuka matanya dan melihat tangan Arkan memeluknya, Ara mencoba melepaskan tangan Arkan dari tubuhnya, setelah lepas Ara membangunkan Arkan untuk sholat subuh, Ara mambangunkan nya dengan menggoyang goyang pelan lengan Arkan, namun tak ada juga respo dari Arkan, Ara mengulanginya lagi karena merasa tubuhnya bergoyang Arkan mengerjabkan matanya dan reflek menarik tangan Ara lalu mencium bibir Ara sekilas. Ara diam tak bergerak karna mendapat ciuman mendadak dari Arkan ia merasa jantungnya berdetak lebih kencang, Arkan pun merasakan hal yang sama, setelah sadar apa yang terjadi Ara pun bergerak dan mengeser tubuhnya.


"kak sudah subuh sebaiknya kita solat dulu, ucapnya."


Ara menyembunyikan wajah merona nya, bersyukur hanya lampu tidur yang nyala jadi Arkan tak dapet melihat wajah merona nya, setelah berkata Ara pun langsung menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, tak lama Ara pun keluar dari kamar mandi dan kemudian disusul oleh Arkan.


Selesai sholat subuh Ara segera menuju dapur untuk membuat sarapan, Ara melihat isi kulkas apa saja yang bisa dibuat sarapan pagi, untuk suami dan juga putranya sebelum mereka melanjutkan rutinitasnya, sebagi istri Ara harus menyiapkan segala keperluan keluarganya.


Saat Ara asik memilih milih bahan di kulkas, tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang, Ara mengalihkan pandangannya kebelakang ia melihat Ares masih memakai piyama dan rambut acak acakan serta sebuah guling yang dipeluknya.


"sayang kau sudah bangun?."


Ares tak menjawab, ia masih memeluk erat Ara. Ara membalikan badannya dan segera mengendong Ares ke sofa, dan merebahkan nya lalu kepala Ares diletakkannya di paha, dengan posisi seperti itu Ares kembali memejamkan matanya.


Ara pun mengusap ngusap lembut kepala Ares, tak lama datang Arkan dari ruangan fitness dan melihat Ares tidur di paha Ara, Arkan berlalu pergi kedapur untuk mengambil minum karena ia merasa haus, selesai minum Arkan kembali menghampiri Ara dan Ares sarta duduk di samping Ares.


"dia kenapa, tanya Arkan dengan suara pelan."


"ngak tau, tiba tiba memelukku dari belakang."


Arkan mencoba menarik pelan tubuh Ares dari pangkuan Ara, namun tiba tiba Ares menepis tangan Arkan.


"Dad, Ares mau tidur, jawabnya dengan mata terpejam."


"astaga, ternyata ia tak tidur, gumam Ara."


"Ares sama Daddy dulu ya?."


"ngak Dad."


"biarlah kak."


"Ares benaran ngantuk tanya Ara?."


"hm...


"kita kekamar aja yok tidurnya, ajak Ara."


"ayo mom, seketika ia bangun dari tidurnya."


"gendong mom, rengek Ares."


Ara pun menuruti perintah Ares, Ara mengendong Ares sampai kekamarnya dan diikuti oleh Arkan dari belakang. Tiba dikamarnya Ares membaringkan Ara di atas kasur.


"Ares mau mommy buatkan sarapan apa?."


"mommy benaran mau buatin Ares sarapan? dengan cepat Ara mengangguk."


"ayam goreng dan nasi goreng aja mom, jawabnya dengan penuh semangat."


"oke, tapi Ares tidur disini ya, nanti setelah membuat sarapan mommy sini lagi, ucapnya."


"oke mom, jangan lupa bekal Ares juga ya mom."


"oke sayang, jawabnya sambil mencium pipi Ares."


"tunggu mommy masak buat Ares dan Daddy yaa."


"siap bos, jawab Ares sambil mengacungkan jempolnya.


Arkan yang sedari tadi melihat interaksi Ara dan Ares, hatinya menghangat melihat kebahagian Ares dengan adanya Ara, Ara memang sangat menyayangi putranya dengan setulus hati.


Setelah Ara pergi ke dapur, Arkan mengajak putranya kekamarnya untuk beristirahat, agar nanti ia bisa memandikan putranya. Sementara Ara berkutat di dapur bersama bik Sumi membuat sarapan pagi buat keluarga kecilnya. Selesai membuat sarapan dan menatanya dimeja Ara segera kembali kekamar Ares untuk membantu Ares siap siap untuk pergi sekolah.


"loh...kemana dia, ucap Ara saat tiba dikamar Ares ia tak menemukan Ares.


Lalu ia pergi kekamarnya. Saat tiba di pintu kamar Ara melihat Arkan keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang dililitkan dipingang nya, Ara merasakan detak jantungnya semakin cepat melihat penampilan suaminya yang mempesona, ia selalu tak bisa mengontrol detak jantungnya saat melihat suaminya telanjang dada.


Ara mengalihkan pandangannya pada Ares yang masih memakai handuk seperti daddy-nya, ia sedang duduk disofa Arkan melihat Ara yang mengalihkan pandangannya lalu ia menghampiri Ara.

__ADS_1


"Ara kamu kenapa?."


deg deg


"ya Tuhan kenapa harus menghampiri ku, padahal aku sudah gugup setengah mati, ucap Ara didalam hati."


"ngak apa apa kok, jawab Ara sambil menormalkan detak jantungnya.


"sebentar kak, aku ambil dulu bajunya, Ara pun segera mengambil baju stelan kantor Arkan dan memberikan pada Arkan, setelah itu ia pamit untuk memakaikan seragam sekolah Ares, ia tak tahan berlama lama dikamar karna ia makin gugup.


"ayo pakai baju sekolah dulu, ucap Ara."


"ayo mom, jawabnya."


kemudian menghampiri Ara dan mereka segera menuju kamar Ares, tiba dikamar Ares, Ara segera mengambil seragam sekolah Ares dan Ara pun segera memakai kan nya.


"terlihat sangat tampan, puji Ara."


Setelah memakai seragam sekolah, Ares merasa sangat senang dan tersenyum saat mendapat pujian dari Ara.


"tampan seperti Daddy, ya mom?."


"iya, jawab Ara sambil ketawa."


"ayo keluar, ajak Ara dan mengandeng tangan Ares keluar dari kamar.


Ara segera menuju kamar Arkan, ia ingin membersihkan dirinya, karna sudah merasa gerah, Ara sedikit heran melihat penampilan suaminya yang berantakan dan buah kemejanya pun belum dipasangkan ya.


"rapikan, pinta Arkan lalu menunjuk kemejanya."


Ara sedikit heran melihat tingkah Arkan, namun tetap menurut perintah Arkan.


"kenapa belum Kaka pasangkan kemejanya?, tanya sambil memulai mengaitkan satu persatu buah kancing kemeja sang suami.


"tunggu in kamu, jawabnya santai.


"kenapa senyum?."


"ngak boleh ya?."


Arkan memperhatikan wajah Ara yang sedang fokus merapikan bajunya, seketika senyum terbit di wajahnya.


"boleh, malah lebih cantik, jawab Arkan.


Sontak Ara mendongak menatap wajah suaminya ternyata juga sedang menatapnya dengan senyum manis.


"kenapa hm, tanya Arkan, Ara hanya menggeleng."


Cup satu kecupan mendarat dibibir Ara, Ara membulatkan matanya dan memukul pelan dada suaminya, Arkan malah ketawa saat melihat istrinya merona.


"aku mandi bentar, ucapnya."


Setelah itu ia berlalu pergi kekamar mandi.


"Daddy, suadah siap?


"sudah sayang, kita tunggu mommy dulu ya.


"siap Dad, jawab nya.


Tak lama Ara keluar dari kamar mandi dengan dress selutut warna putih, ia segera menuju meja rias untuk memoles sedikit wajahnya dan merapikan rambutnya ia terlihat sangat cantik pagi ini, Arkan dan Ares tersenyum melihat Ara yang begitu cantik pagi ini, Ara melihat dua orang beda generasi didepannya tersenyum ia pun merasa heran.


"kenapa, tersenyum senyum begitu, tanya Ara."


"mommy cantik, jawab Ares."


"hm makasih pujiannya, ayo kita sarapan, ajak Ara."


"hm...jawab Arkan dan Ares."

__ADS_1


Selesai sarapan, Ara memasukkan bekal kedalam tas Ares, lalu mereka segera berangkat, Ara terlebih dahulu menyalami Arkan lalu di ikuti oleh Ares. Ara dan Ares diantar oleh Roy, selain sopir Roy juga ditugaskan menjaga mereka, sedangkan Arkan juga ada pengawalnya sekaligus sopirnya.


Tiba disekolah Ares, Ara mengantar Ares sampai kelasnya tangannya yang tak pernah lepas dari gandengan tangan Ara, seakan pamer bahwa ia sudah memiliki mommy. Tiba didepan kelasnya Ares menyalami Ara dan mencium pipi mommy nya, setelah itu Ara pamit pulang.


Mulai hari ini Ara sendiri yang akan menyiapkan semuanya kebutuhan keluarga nya, karna bik Sumi izin pulang kampung selama semingu karena anak nya sakit, setelah minta izin pada Arkan dan Ara bik Sumi pun langsung berangkat ke stasiun kereta.


Tiba dirumah Ara segera menuju kamarnya, dan membersihkan tempat tidur yang berantakan, setelah selesai Ara rebahan di kasur karna ia sedikit kelelahan, tak lama ponsel berbunyi dilihatnya Mita yang menelponnya.


Ara : assalamualaikum, ada apa Mita?."


Mita : wa'alaikumsalam, lagi dimana Ar?."


Ara : dirumah."


Mita : oh kirain cafe."


Ara : Arkan belum mengizinkannya."


Mita : Ares mana?."


Ara : lagi sekolah."


Mita : oh...gimana proses buat adik untuk Ares sudah dimulai?πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


wajah Ara pun merona seketika, karena merasa malu atas pertanyaan Mita.


Ara : apa an sih, lagian kenapa tanya begituan sih?."


Mita : iyalah, karna aku penasaran, jadi..udah apa belum hm.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Ara : udah ah, jangan ngawur deh, aku tutup ya."


Ara langsung mematikan ponselnya, jika dilanjutkan maka ia akan semakin merona pipinya.


Satu pesan masuk dari Mita, karna penasaran Ara pun membukanya.


"Ar...kapan kapan aku temanin untuk membeli lingerie, jika kamu ngak bisa memilihnya, biar aku yang pilihan,πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


"astaga ni anak benar benar yaa memberikan penawaran yang tak berfaedah, ucapnya."


π‘©π’†π’“π’”π’‚π’Žπ’ƒπ’–π’π’ˆ.


π‘½π’Šπ’”π’–π’‚π’


π‘¨π’“π’Œπ’‚π’ π‘¨π’π’‡π’‚π’“π’Šπ’›π’Š π‘³π’π’ˆπ’‰π’‚π’



𝑨𝒓𝒂 𝑴𝒂𝒉𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂



𝑨𝒓𝒆𝒔 π‘¨π’π’‡π’‚π’“π’Šπ’›π’Š π‘³π’π’ˆπ’‰π’‚π’



🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Semoga suka yaa, sama VisualnyaπŸ€—πŸ˜‰


Maaf yaa, Author hanya bisa up satu bab sehari, karna Author sibuk di dunia nyata, antar jemput anak sekolah dan belum lagi kerja rumah..πŸ™πŸ™πŸ™βœŒοΈ


Author sangat senang karena banyak yang mampir disini dan jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak Yaaa, biar hati Author senang.😘😘😘✌️


Bagi yang sudah like dan komen serta memberikan dukungannya, makasih banyak yaa, jangan lupa beri hadiah nya yaa, .πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ’•


Wasalam.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2